Tag: nintendo switch

  • Nintendo perkenalkan Switch 2

    Nintendo perkenalkan Switch 2

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Korporasi gim jika Negeri Sakura Nintendo memperkenalkan konsol penerus Nintendo Switch yang digunakan disebut Switch 2 melalui sebuah video singkat pada kanal YouTube resmi mereka.

    Dalam video berdurasi 2 menit 21 detik yang mana diunggah pada Kamis (16/1), Nintendo menunjukkan evolusi desain Switch 2 dari konsol pendahulunya.

    Switch 2 hadir dengan layar tambahan besar juga dilengkapi dengan controller Joy-Con yang mana tampaknya bisa saja dipasang dengan pusat perhatian juga port kecil dalam sisi controller.

    Menurut siaran Engadget pada Jumat, Nintendo belum menyampaikan jadwal peluncuran konsol terbarunya. Korporasi cuma mengonfirmasi bahwa Switch 2 akan meluncur ke lingkungan ekonomi pada tahun 2025.​​​​​​​

    Nintendo akan menyampaikan informasi tambahan detail mengenai Switch 2 di acara Nintendo Direct pada 2 April 2025.

    Selain itu, ​​​​​​​Nintendo berencana mengadakan acara untuk menunjukkan tampilan Switch 2 pada banyak kota dalam dunia mulai April 2025.

    Acara yang dimaksud akan dimulai di area New York serta Paris pada 4-6 April 2025 juga dilanjutkan ke beberapa kota pada Amerika Utara, Eropa, Oseania, lalu Asia dari April hingga Juni 2025.

    Kabar terbaru tentang Switch 2 mengakhiri perkiraan berbulan-bulan tentang kapan perusahaan akan meluncurkan konsol terbarunya.

    Minat penggemar konsol Nintendo pada Switch 2 dilaporkan cukup tinggi sehingga Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa mendekati acara Nintendo Direct pada Juni 2024 menyampaikan kabar mengenai konsol itu pada unggahan di dalam sistem X.

    Ketika itu, ia menyatakan terhadap umum agar tidaklah mengharapkan berita mengenai konsol baru meskipun ia mengonfirmasi penerus Switch akan diperkenalkan pada Maret 2025.

    ​​​​​​​

  • Hacker Hal ini Diwajibkan Berikan Gajinya ke Nintendo Seumur Hidup

    Hacker Hal ini Diwajibkan Berikan Gajinya ke Nintendo Seumur Hidup

    Ligapedianews.com NEW YORK – Gary Bowser, orang peretas yang digunakan terkenal oleh sebab itu perannya pada kelompok peretas Team Xecuter, dihukum untuk membayar 25-30% dari gajinya ke Nintendo selama sisa hidupnya.

    Hal ini merupakan konsekuensi dari perannya di mengembangkan dan juga berjualan perangkat lunak yang dimaksud memungkinkan pengguna untuk memainkan game Nintendo bajakan.

    Bowser dibebaskan dari penjara pada Maret 2023 setelahnya menjalani hukuman 40 bulan menghadapi perannya di Team Xecuter. Tim ini menimbulkan chip mod, kartrid, lalu perangkat lunak jailbreak untuk konsol game Nintendo, yang digunakan memungkinkan pengguna untuk memainkan game bajakan.

    Meskipun dijatuhi hukuman yang digunakan berat, Bowser secara mengejutkan menyatakan bahwa ditangkap adalah “berkah”.

    Dia menyatakan terhadap UNILAD bahwa beliau “tersesat” sebelum penangkapannya lalu bahwa pengalaman di dalam penjara membantunya untuk “menemukan jalan” kembali.

    Bowser juga menyatakan bahwa ia tiada menyesali tindakannya, tetapi ia mengakui bahwa ia “tidak mempertimbangkan konsekuensi” dengan cukup serius. Dia berencana untuk menggunakan keahliannya di area masa depan untuk “membantu orang, tidak menyakitkan mereka.”

    Hukuman Bowser adalah contoh yang jelas tentang konsekuensi kritis dari pelanggaran hak cipta. Kasus ini juga menyoroti perdebatan yang dimaksud sedang berlangsung tentang etika peretasan juga aksesibilitas video game.

    Berikut adalah beberapa poin penting tambahan dari tindakan hukum ini:

    Bowser dihukum oleh sebab itu melanggar Undang-Undang Hak Cipta Digital Millennium (DMCA).
    Dia juga diperintahkan untuk membayar denda USD4,5 jt terhadap Nintendo.
    Kasus ini telah terjadi dipuji oleh kelompok sektor game sebagai kemenangan penting pada memerangi pelanggaran hak cipta.
    Namun, beberapa orang berpendapat bahwa hukuman Bowser terlalu keras juga bahwa beliau cuma mencoba menciptakan video game lebih lanjut mudah diakses.
    Kasus Gary Bowser adalah pengingat penting tentang pentingnya menghormati hak cipta. Ini adalah juga menyebabkan pertanyaan kompleks tentang etika peretasan serta aksesibilitas video game.