Tag: netflix

  • Lee Min Ho lalu Gong Hyo Jin terlibat cinta di stasiun luar angkasa

    Lee Min Ho lalu Gong Hyo Jin terlibat cinta di stasiun luar angkasa

    Ibukota Indonesia – Aktor Lee Min Ho serta Gong Hyo Jin terlibat cinta tak terduga pada stasiun luar angkasa yang berada ke orbit rendah Bumi (LEO) pada drama romantis bertajuk “When the Stars Gossip”.

    Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, drama yang dimaksud dapat disaksikan pada Netflix sejak 4 Januari 2025.

    Disutradari oleh Park Shin Woo yang digunakan terkenal berkait banyak karyanya seperti It’s Okay to Not Be Okay (2020), Encounter (2018), Don’t Dare to Dream (2016) serta Penulis Seo Sook-hyang, yang tersebut menulis kisah Iron Family (2024), Wok of Love (2018), Don’t Dare to Dream (2016) serta Pasta (2010), drama itu pada waktu ini jadi salah satu drama yang mendebarkan perhatian di dalam seluruh bola hiburan.

    Dengan menggabungkan humor yang dimaksud tak biasa, emosi yang mana menyentuh hati, lalu bakat terkemuka dalam industri, serial yang disebutkan diklaim mampu memikat para penggemar romansa dan juga pengamat bidang yang digunakan mencari penceritaan inovatif.

    Kehidupan sehari-hari pada gravitasi nol dari makan kemudian tidur sambil mengambang hingga menghadapi sinar kosmik, tantangan rutin kru membentuk kanvas untuk kisah cinta yang dimaksud bergema meskipun di latar yang digunakan luar biasa.

    Dipimpin oleh Lee Min-ho juga Gong Hyo-jin, drama akan semakin menyita perhatian untuk disaksikan berkat diperkenalkan Oh Jung-se, Han Ji-eun, Kim Ju-hun, E L, Lee Cho-hee, Heo Nam-jun, Lee Hyun-kyun, kemudian Park Ye-young.

    “Jajaran bintang ini sudah menyita perhatian perhatian internasional, melakukan konfirmasi daya tarik global yang kuat,” ujar perwakilan Netflix.

    Selain kisah yang mana menarik, drama itu juga mengundang keingintahuan masyarakat terkait keberadaan ke stasiun ruang angkasa lalu mengeksplorasi lingkungan yang tersebut bebas dari bermacam macam batasan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • ‘Abadi Nan Jaya’, Film Zombie Rasa Indonesia yang Dibintangi Eva Celia

    ‘Abadi Nan Jaya’, Film Zombie Rasa Indonesia yang Dibintangi Eva Celia

    Jakarta – Film terbaru garapan sutradara Kimo Stamboel, ‘Abadi Nan Jaya,’ menghadirkan genre zombie dengan cita rasa lokal yang kuat. Tak hanya saja menampilkan ketegangan khas horor, film produksi Netflix ini menggabungkan unsur budaya Tanah Air mulai dari jamu, sunatan, hingga simbol alam seperti vegetasi kantong semar.

    “Sejak awal, kami memang benar ingin menyebabkan cerita yang dimaksud kental dengan keindonesiaan. Kalau di film barat zombie-nya identik dengan virus buatan laboratorium, di dalam di tempat ini kami eksplorasi dari hal-hal yang dimaksud lebih lanjut dekat dengan rakyat dan juga tradisi,” ujar Kimo pada konferensi pers juga screening dalam Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

    Salah satu ciri khas film yang akan tayang besok Kamis (23/10/2025) ada pada desain zombie-nya. Koreografer Boby Ari Setiawan, yang mana berlatar belakang tari, merancang pergerakan 200 zombie berbeda. Ia terinspirasi dari reaksi tubuh terhadap virus serta karakter tumbuhan kantong semar.

    “Setiap gigitan memunculkan gestur yang mana berbeda, seperti tubuh yang tersebut meriang. Kami latih getaran tubuh hingga teknik vokal mendebarkan napas untuk menciptakan pendapat khas zombie,” jelas Boby.

    Make up artist Astrid Sambudiono menambahkan, seluruh zombie dibuat secara manual tanpa template digital. “Total ada lebih besar dari 200 karakter dengan luka kemudian bentuk yang digunakan berbeda-beda. Semua prostetik disesuaikan dengan cuaca tropis agar tahan panas,” katanya.

    Kolaborasi antara Netflix kemudian sineas lokal memberi ruang bagi pasukan untuk melakukan riset kemudian latihan mendalam. Produksi film berlangsung selama tiga bulan dengan pertemuan workshop khusus untuk para pemeran agar sanggup menjiwai transisi dari manusia berubah menjadi zombie.

    “Film ini tidak sekadar menakut-nakuti, tapi juga bercerita tentang manusia, keluarga, dan juga kehilangan dengan latar budaya kita sendiri,” kata Kimo.

    Para pemain utama seperti Mikha Tambayong, Eva Celia, Marthino Lio, serta Dimas Anggara hingga Doni Damara juga menyoroti arahan emosional ke balik horor. “Ada lapisan rasa yang digunakan pada sebab semua karakternya berakar pada hubungan manusia, bukanlah sekadar lari dari zombie,” ujar Mikha.

    Bagi Donny Damara, karakter Sadikin menggambarkan sisi manusia yang mengalami masalah ambisi. “Sadimin adalah sosok yang digunakan baik tapi naif. Ia ingin berbuat benar untuk keluarganya, tapi akhirnya harus menanggung akibat dari pilihannya,” katanya.

    Ia juga memandang proses syuting film ini sangat menguras tenaga. Tapi, ia menikmati itu. Bagi Eva Celia, yang berperan sebagai Karina, istri muda Sadimin dan juga sahabat lama Kenes (diperankan Mikha) film ini memberi ruang untuk mengeksplorasi kompleksitas manusia.

    “Karina adalah manusia biasa yang dimaksud memproduksi langkah yang digunakan keliru. Tapi pada balik itu, ia tulus ingin memulai pembangunan keluarga,” ujarnya.

    Sementara Dimas Anggara mengaku tertantang memerankan Rudi, sosok yang berubah dari manusia berubah menjadi zombie. “Gerakannya absurd, semua otot tegang, pendapat harus meninggalkan di satu napas. Capek tapi seru, dikarenakan ini pengalaman baru,” katanya.

    (hsy/hsy)
    [Gambas:Video CNBC] Next Article Kapan Squid Game Season 3 Tayang? Hal ini Bocoran dari Netflix

  • Mengenal fenomena incel: Ancaman gender dalam serial “Adolescence”

    Mengenal fenomena incel: Ancaman gender dalam serial “Adolescence”

    Ligapedia.news Ibukota – Serial terbaru Netflix berjudul "Adolescence" bukan hanya sekali menyuguhkan cerita seputar hidup remaja, tetapi juga mengangkat isu fenomena incel atau involuntary celibacy. Serial ini membongkar sisi gelap dunia maya lewat karakter Jamie pada sebuah komunitas yang digunakan menyimpan kebencian terhadap perempaun serta berpotensi menyokong kekerasan.

    Isu ini muncul di karakter Jamie, individu remaja laki-laki yang dimaksud melakukan tindakan kekerasan terhadap teman perempuannya, Katie, lalu diyakini dilatari oleh pemikiran khas komunitas incel.

    Fenomena incel dan manosphere yang turut disebutkan pada serial ini membuka perbincangan penting terkait dinamika maskulinitas toxic, kesepian, hingga peluang kekerasan berbasis kebencian gender. Lantas, apa sebenarnya arti incel, juga mengapa kemunculannya dianggap sebagai ancaman baru di tempat dunia maya maupun dunia nyata? Berikut penjelasannya, merangkum dari berbagai sumber:

    Apa itu incel?

    Incel merupakan singkatan dari involuntary celibate, yaitu istilah untuk mengumumkan laki-laki yang mana merasa tak mampu menjalin hubungan seksual atau romantis, tidak sebab pilihan mereka sendiri, tetapi sebab merasa ditolak oleh perempuan atau sistem sosial. Mereka biasanya menyalahkan perempuan sebagai penyulut penderitaan mereka.

    Awalnya, istilah ini diciptakan pada 1997 oleh individu perempuan bernama Alana yang digunakan menyebabkan situs daring sebagai wadah saling mendukung bagi laki-laki serta perempuan yang merasa kesepian. Komunitas ini pada awalnya bersifat inklusif serta netral. Namun, seiring waktu, sebagian kelompok pada komunitas yang disebutkan berubah menjadi ruang yang dimaksud penuh kebencian terhadap perempuan, teori konspirasi, hingga glorifikasi kekerasan.

    Penulis lalu aktivis perempuan Kalis Mardiasih menyampaikan bahwa incel pada dasarnya adalah laki-laki jomblo yang tersebut merasa tak nyaman dengan statusnya, lalu menyalahkan perempuan akibat dianggap belaka tertarik pada laki-laki tertentu yang dominan secara fisik, ekonomi, atau status sosial.

    Manosphere dan dunia maya yang digunakan toxic

    Fenomena incel merupakan bagian dari ekosistem yang tersebut lebih tinggi luas bernama manosphere, yakni komunitas daring yang tersebut dihuni oleh berbagai kelompok laki-laki dengan pandangan misoginis, seperti men's rights activists (MRA), pickup artists (PUA), juga men going their own way (MGTOW). Dalam ruang-ruang ini, kerap kali perempuan diposisikan sebagai objek semata dan juga dijadikan kambing hitam melawan segala perasaan frustrasi atau kegagalan pada relasi.

    Penelitian Ging (2019) pada jurnal Alphas, Betas, and Incels mencatat bahwa manosphere berkembang menjadi tempat reproduksi ideologi ekstrem. Retorika yang dimaksud ditemukan pada berbagai forum incel menunjukkan glorifikasi kekerasan, dehumanisasi perempuan, hingga pembenaran terhadap tindakan kriminal sebagai bentuk “balas dendam” terhadap sistem sosial yang dianggap tak adil.

    Dari dunia maya ke aksi kekerasan nyata

    Fenomena ini bukanlah sekadar wacana daring. Sejumlah aksi kekerasan yang tersebut terjadi di area berbagai negara dikaitkan dengan pelaku yang dimaksud mengidentifikasi dirinya sebagai incel. Studi Hoffman et al. (2020) di Journal of Strategic Security menyebutkan tindakan hukum penembakan pada Toronto (2018) kemudian California (2014) sebagai contoh konkret bagaimana ideologi incel dapat bermetamorfosis menjadi bentuk terorisme domestik.

    Penelitian Baele, Brace, lalu Coan (2021) juga menggarisbawahi bahwa sebagian besar pelaku memiliki latar belakang isolasi sosial, perasaan inferior, kemudian kesulitan menjalin hubungan interpersonal yang mana sehat. Mereka terjebak pada algoritma dunia maya yang dimaksud meningkatkan kekuatan narasi kebencian kemudian mengarahkan frustrasi dia ke arah ekstremisme misoginis.

    Ancaman nyata lalu perlunya intervensi

    Data dari berbagai lembaga internasional menunjukkan tren peningkatan signifikan di penyebaran konten-konten misoginis di area forum-forum incel. Akademisi dari University of Exeter, Lewys Brace, mencatatkan bahwa pada tahun 2016 terdapat rata-rata 112 unggahan per hari yang mengandung kata-kata kekerasan terhadap perempuan. Jumlah ini meningkat mendadak menjadi sekitar 849 unggahan per hari pada beberapa tahun terakhir.

    Southern Poverty Law Center (SPLC) bahkan mengingatkan bahwa budaya incel dapat tumbuh menjadi bentuk supremasi maskulin yang digunakan toksik, yang mana jikalau bukan diatasi, berpotensi menggerakkan kekerasan terhadap perempuan dan juga minoritas lainnya.

    Upaya pemblokiran forum incel saja tiada cukup untuk menghentikan penyebaran ideologi berbahaya ini. Diperlukan strategi komprehensif yang digunakan mencakup edukasi digital, literasi gender, peningkatan kesadaran kondisi tubuh mental, dan juga pengawasan lebih banyak ketat terhadap konten daring yang berpotensi mengarah pada kekerasan.

    Serial "Adolescence" membuka ruang diskusi yang tersebut penting tentang bagaimana dunia maya, khususnya media sosial juga forum daring, dapat membentuk pola pikir dan juga perilaku remaja. Fenomena incel bukan sekadar permasalahan “jomblo kesepian”, tetapi gejala sosial yang tersebut kompleks juga memerlukan perhatian dari berbagai pihak.

    Memahami akar permasalahan incel dan menguatkan nilai-nilai empati, kesetaraan gender, dan juga dukungan psikososial bagi remaja adalah langkah awal untuk mengurangi radikalisasi berbasis gender yang digunakan sekarang ini makin marak pada era digital.

  • Serial “Daredevil: Born Again” dalam Disney+ menjanjikan kekerasan intens

    Serial “Daredevil: Born Again” dalam Disney+ menjanjikan kekerasan intens

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Setelah berjalan tiga musim (2015 hingga 2018) di dalam Netflix, pahlawan komik Marvel bernama asli Matthew "Matt" Murdock beralih ke serial baru dalam Disney+ berjudul "Daredevil: Born Again" yang digunakan dijanjikan melampaui serial sebelumnya, termasuk dari segi intensitas kekerasan.

    "Tingkat kekerasan sangat tinggi untuk serial Marvel di tempat Disney+. Saya bukan berpikir hal lain akan sebanding (bahkan adegan pada stadion bisbol). Ada momen yang dimaksud benar-benar gila – lalu melampaui apa pun yang digunakan pernah diadakan Netflix," kata showrunner "Daredevil: Born Again" Dario Scardapane terhadap Empire Online, dilansir dari laporan Dark Horizons, Selasa.

    Meskipun kekerasan intensitas tinggi umumnya berdampak negatif bagi kualitas suatu serial film, menjauhi penayangan "Daredevil: Born Again" pada 4 Maret mendatang, penggemar mungkin saja berharap pernyataan Scardapane akurat agar memenuhi ekspektasi terhadap serial Daredevil sebagaimana diadaptasi dari komik Marvel.

    Masih di laporan yang dimaksud sama, Vincent D'Onofrio, yang memerankan Wilson Fisk alias Kingpin di tempat "Daredevil: Born Again", menyatakan bahwa serial terbarunya akan mengembangkan konflik utama antara Daredevil lalu Kingpin, namun berbeda dari serial sebelumnya, klimaks perkelahian ini tak belaka di tempat akhir episode. Karena konflik besarnya telah dibangun sejak awal.

    "Perhatikan bagaimana setiap musim yang lalu berakhir, mereka berkelahi, Kingpin dipenjara, lalu beliau muncul kembali. Saya rasanya tidak ada mau begitu. Dinamika dia pada waktu ini terpencil lebih besar menegangkan. Satu adegan di area episode pertama sudah menjelaskan semuanya, dan juga delapan episode berikutnya akan semakin berbahaya," kata Vincent.

    Terlebih, Fisk adalah wali kota New York di dalam jagad Marvel, yang mana berarti Fisk semestinya lebih besar sulit dikalahkan.

  • Rekomendasi 7 film Netflix untuk libur Lebaran 2025

    Rekomendasi 7 film Netflix untuk libur Lebaran 2025

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Libur Lebaran adalah momen yang tepat untuk berkumpul bersatu keluarga serta menikmati waktu santai pasca menjalani ibadah puasa sebulan penuh. Selain berkumpul kemudian menikmati hidangan khas Lebaran, menonton film sama-sama sanggup menjadi pilihan hiburan yang seru.

    Netflix menghadirkan berbagai pilihan film dari berbagai genre, mulai dari drama keluarga yang digunakan mengharukan, aksi yang menegangkan, hingga film horor yang digunakan mendebarkan.

    Dengan berbagai pilihan tersebut, Anda dapat menemukan tontonan yang tersebut sesuai untuk dinikmati bersatu orang terdekat di dalam momen spesial ini. Berikut adalah tujuh rekomendasi film Netflix yang digunakan mampu menjadi pilihan menarik selama libur Lebaran 2025.

    1. In Youth We Trust
    Film ini mengisahkan Puek, seseorang anak dari lingkungan kumuh yang harus bertahan pada kondisi sulit. Ia merasa dirinya tidaklah miliki nilai yang digunakan mirip dengan orang lain kemudian terpaksa menerima perlakuan buruk demi bertahan hidup di dalam penjara. "In Youth We Trust" menghadirkan kisah yang digunakan emosional kemudian menggugah, cocok bagi penonton yang menyukai drama sosial dengan instruksi mendalam.

    2. Bila Esok Ibu Tiada
    Film keluarga ini berkisah tentang empat anak yang mulai sibuk dengan hidup masing-masing hingga menyebabkan hubungan dia dengan sang ibu menjadi renggang. Konflik kecil kerap membesar, menghasilkan sang ibu merasa kehilangan kebahagiaan keluarganya. Dibintangi oleh aktris senior Christine Hakim, film ini menjadi pilihan yang tersebut tepat untuk menghangatkan suasana Lebaran dengan nilai-nilai kekeluargaan yang dimaksud kuat.

    3. Kraven the Hunter
    Bagi pecinta film aksi, "Kraven the Hunter" adalah tontonan yang wajib disaksikan. Film ini mengisahkan perjalanan Kraven pada membalas dendam untuk ayahnya yang digunakan kejam, Nikolai Kravinoff. Perjalanan balas dendam ini mengarahkannya untuk menjadi pemburu terhebat sekaligus sosok yang mana paling ditakuti. Dengan aksi laga yang mana menegangkan dan juga alur cerita yang digunakan intens, film ini akan memberikan pengalaman menonton yang dimaksud seru.

    4. Santet Segoro Pitu
    Film horor Indonesia yang mana diadaptasi dari kisah nyata ini menceritakan fenomena santet yang tersebut terjadi di tempat sebuah area pesisir. "Santet Segoro Pitu" menampilkan unsur mistis yang tersebut kental serta atmosfer mencekam, menjadikannya pilihan tepat bagi penggemar film horor yang mana ingin merasakan ketegangan selama libur Lebaran.

    5. Wanita Ahli Neraka
    Film ini mengisahkan hidup seseorang wanita bernama Farah yang mengalami inovasi tajam setelahnya menikah. Ia secara tiba-tiba dirasuki kekuatan gelap yang membuatnya kehilangan kendali menghadapi dirinya sendiri. Dengan alur cerita penuh misteri sekaligus adegan menegangkan, "Wanita Ahli Neraka" menjadi tontonan menarik bagi penggemar film thriller supernatural.

    6. Back in Action
    Film ini mengisahkan dua mantan agen CIA, Emily lalu Matt, yang terpaksa kembali ke dunia mata-mata pasca identitas dia terbongkar. Dengan kombinasi aksi dan juga komedi yang digunakan menghibur, "Back in Action" menjadi pilihan yang digunakan tepat bagi penonton yang tersebut menyukai film bertempo cepat dengan alur cerita ringan namun tetap saja seru.

    7. Setetes Embun Cinta Niyala
    Film ini mengisahkan perjalanan hidup seseorang gadis desa bernama Niyala yang mana bercita-cita menjadi dokter. Namun, kehidupannya berubah ketika ia dipaksa menikah demi melunasi utang keluarga. Konflik semakin rumit ketika ia harus merelakan cinta masa kecilnya, Faiq, menikah dengan orang lain. "Setetes Embun Cinta Niyala" menyuguhkan drama penuh emosi yang dimaksud menyentuh hati, dengan tema keikhlasan juga perjuangan seseorang perempuan menghadapi realitas hidup.

    Dengan beragam pilihan film dari berbagai genre, libur Lebaran 2025 akan semakin seru dengan tontonan menarik di dalam Netflix. Dari drama keluarga yang digunakan menghangatkan hati hingga aksi serta horor yang tersebut mendebarkan, rekomendasi di area melawan mampu menjadi referensi bagi Anda yang digunakan ingin menikmati waktu luang dengan hiburan berkualitas.

    Selamat menonton dan juga selamat merayakan Hari Raya Lebaran!

  • Rekomendasi 7 series Netflix seru untuk libur Lebaran 2025

    Rekomendasi 7 series Netflix seru untuk libur Lebaran 2025

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Libur Lebaran merupakan momen yang digunakan sangat dinantikan oleh berbagai orang, baik untuk berkumpul dengan keluarga maupun untuk menikmati waktu luang dengan berbagai hiburan.

    Setelah menjalani aktivitas yang tersebut padat selama Ramadhan serta perayaan Lebaran, sejumlah orang memilih untuk bersantai di tempat rumah sambil menikmati tontonan yang seru lalu menghibur. Salah satu pilihan terbaik adalah menonton serial Netflix yang tersebut menawarkan beragam genre menarik, mulai dari thriller psikologis, drama remaja, hingga anime juga misteri kriminal.

    Dengan pilihan tontonan yang tersebut tepat, liburan Lebaran dapat menjadi lebih banyak menyenangkan juga berkesan. Berikut adalah rekomendasi series Netflix yang mana sanggup Anda nikmati selama libur Lebaran 2025.

    1. Adolescence

    Bagi pencinta drama psikologis yang digunakan intens, Adolescence adalah pilihan yang dimaksud tepat. Serial ini mengisahkan hidup keluarga Miller yang dimaksud berubah radikal setelahnya Jamie Miller (Owen Cooper), manusia remaja 13 tahun, dituduh melakukan pembunuhan terhadap teman sekolahnya. Dengan pendekatan real-time yang tersebut disutradarai oleh Philip Barantini, penonton akan dibawa ke pada ketegangan emosional di serial ini.

    Pemeran:

    • Owen Cooper sebagai Jamie Miller
    • Stephen Graham sebagai Eddie Miller
    • Ashley Walters sebagai Detektif Inspektur Luke Bascombe
    • Erin Doherty sebagai Briony Ariston (psikolog klinis)
    • Faye Marsay, Christine Tremarco, Mark Stanley, Jo Hartley, Amélie Pease

    2. Weak Hero Class 1

    Serial ini merupakan drama Korea yang digunakan mengisahkan perjuangan orang siswa teladan, Yeon Shi-eun, yang meskipun tampak lemah secara fisik, namun dapat menggunakan kecerdasannya untuk melawan kekerasan di dalam sekolahnya. Cerita ini menggambarkan realitas keras keberadaan remaja juga perjuangan melawan perundungan.

    Pemeran:

    • Park Ji-hoon
    • Choi Hyun-wook
    • Hong Kyung

    3. When Life Gives You Tangerines

    ​​​​​​​Serial drama Korea yang dimaksud berlatar dalam Pulau Jeju ini menampilkan kisah cinta yang dimaksud berprogres sejak kecil hingga dewasa. Menceritakan perjalanan hidup pribadi gadis yang penuh semangat serta pribadi pemuda yang mana teguh, kisah ini memperlihatkan bahwa cinta sejati mampu bertahan di berbagai bentuk ujian hidup.

    Kreator: Kim Won-seokPemeran: Park Bo-gum, Moon So-ri, Park Hae-joon

    ​​​​​​​

    4. Culture Shock

    ​​​​​​​Bagi Anda yang mana menyukai drama dengan sentuhan komedi satir, Culture Shock bisa menjadi pilihan menarik. Serial ini menceritakan seseorang remaja yang mana memegang teguh prinsip abstinensi hingga usia 30 tahun, tetapi harus menghadapi berbagai godaan ketika pindah sekolah ke ibu kota.

    Pemeran:

    • Davina Karamoy
    • Dhea Ananda
    • Giulio Parengkuan

    5. The Residence

    ​​​​​​​Serial ini menghadirkan kombinasi misteri dan juga komedi pada latar Gedung Putih. Dengan 132 kamar, 157 tersangka, kemudian satu korban pembunuhan, individu detektif eksentrik bekerja sejenis dengan agen FBI yang digunakan skeptis untuk mengungkap kebenaran di area balik kejadian mengerikan yang terjadi di dalam sedang jamuan makan kenegaraan.

    Kreator: Paul William DaviesPemeran: Uzo Aduba, Giancarlo Esposito, Molly Griggs

    ​​​​​​​

    6. Solo Leveling

    ​​​​​​​Para penggemar anime wajib menonton Solo Leveling, anime yang mengisahkan Sung Jinwoo, individu pemburu monster terlemah ini tanpa peringatan mendapatkan kekuatan luar biasa pasca selamat dari dungeon mematikan. Dengan sistem unik yang digunakan memungkinkannya terus berkembang, ia mencoba mengungkap rahasia dalam balik kekuatannya kemudian melawan musuh-musuh berbahaya.

    Kreator: ChugongPemeran: Taito Ban, Jimmy Tandel, Makoto Furukawa

    7. The Recruit

    ​​​​​​​Bagi penggemar genre thriller spionase, The Recruit menghadirkan kisah Owen Hendricks, orang pengacara muda CIA yang mana baru hanya memulai kariernya. Namun, ia terlibat pada persoalan hukum berbahaya ketika pribadi mantan informan mengancam akan membocorkan rahasia besar. Dengan berbagai aksi juga intrik politik, serial ini akan menyebabkan Anda terpaku pada layar.

    Kreator: Alexi HawleyPemeran: Noah Centineo, Aarti Mann, Colton Dunn

    Libur Lebaran 2025 akan semakin seru dengan berbagai pilihan serial dari berbagai genre di tempat atas. Mulai dari drama keluarga yang digunakan menyentuh hati hingga aksi mendebarkan, Netflix menawarkan tontonan yang digunakan bisa jadi dinikmati sendiri maupun bersatu keluarga.

    Selamat menikmati liburan lalu selamat menonton!

  • Lee Min Ho dan juga Gong Hyo Jin terlibat cinta di dalam stasiun luar angkasa

    Lee Min Ho dan juga Gong Hyo Jin terlibat cinta di dalam stasiun luar angkasa

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Aktor Lee Min Ho lalu Gong Hyo Jin terlibat cinta tak terduga dalam stasiun luar angkasa yang berada di tempat orbit rendah Bumi (LEO) pada drama romantis bertajuk “When the Stars Gossip”.

    Dalam keterangan resmi dalam Jakarta, Jumat, drama yang dimaksud dapat disaksikan pada Netflix sejak 4 Januari 2025.

    Disutradari oleh Park Shin Woo yang terkenal berkait beberapa orang karyanya seperti It’s Okay to Not Be Okay (2020), Encounter (2018), Don’t Dare to Dream (2016) lalu Penulis Seo Sook-hyang, yang mana menulis kisah Iron Family (2024), Wok of Love (2018), Don’t Dare to Dream (2016) kemudian Pasta (2010), drama itu ketika ini jadi salah satu drama yang mana menarik perhatian di area seluruh dunia hiburan.

    Dengan menggabungkan humor yang digunakan tidak ada biasa, emosi yang digunakan menyentuh hati, juga bakat terkemuka di tempat industri, serial yang disebutkan diklaim mampu memikat para penggemar romansa lalu pengamat lapangan usaha yang dimaksud mencari penceritaan inovatif.

    Kehidupan sehari-hari di gravitasi nol dari makan lalu tidur sambil mengambang hingga menghadapi sinar kosmik, tantangan rutin kru membentuk kanvas untuk kisah cinta yang tersebut bergema meskipun di latar yang digunakan luar biasa.

    Dipimpin oleh Lee Min-ho juga Gong Hyo-jin, drama akan segera semakin menarik untuk disaksikan berkat penampilan Oh Jung-se, Han Ji-eun, Kim Ju-hun, E L, Lee Cho-hee, Heo Nam-jun, Lee Hyun-kyun, dan juga Park Ye-young.

    “Jajaran bintang ini telah dilakukan menarik perhatian internasional, menjamin daya tarik global yang kuat,” ujar perwakilan Netflix.

    Selain kisah yang mana menarik, drama itu juga mengundang keingintahuan umum terkait hidup di dalam stasiun ruang angkasa dan juga mengeksplorasi lingkungan yang digunakan bebas dari berbagai macam batasan.

  • Acara Masaknya Dicemooh, Meghan Markle Bisa Memenangkan Kritik dengan Satu Langkah Sederhana

    Acara Masaknya Dicemooh, Meghan Markle Bisa Memenangkan Kritik dengan Satu Langkah Sederhana

    Ligapedianews.com JAKARTA – Duchess of Sussex telah lama dikecam oleh beberapa kalangan akibat serial Netflix-nya yang dimaksud tiada relevan, tetapi ia dapat mengungguli kritikan itu dengan satu langkah sederhana.

    Cuplikan acara masak With Love, Meghan Markle dalam sudah pernah menerima reaksi yang mana sangat beragam, tetapi Meghan Markle akan segera meninjau semua orang memperkuat apa yang tersebut dilakukannya itu.

    Dikutip Mirror, Duchess of Sussex harus menunda perilisan With Love, Meghan sebab kebakaran hebat yang digunakan melanda California Selatan. Serial itu pun dijadwalkan ulang juga akan dimulai pada 15 Januari, tetapi sudah diundur hingga 4 Maret.

    Cuplikan untuk acara yang dimaksud memperlihatkan Meghan melakukan tugas-tugas seperti memilih bunga segar, memanen madu, menguleni roti buatan sendiri, dan juga bekerja pada dapur. Raksasa streaming yang disebutkan menggambarkan serial yang disebutkan pada siaran pers sebagai “seri yang tersebut menginspirasi” yang “menata ulang genre acara gaya hidup, memadukan cara-cara praktis lalu percakapan jujur dengan teman-teman, baik yang dimaksud baru maupun yang dimaksud lama”.

    Namun, banyak yang mana skeptis dengan acara yang disebutkan dikarenakan acara yang dimaksud tampak bukan relevan lalu “tidak masuk akal” di area penduduk pada waktu ini. Menurut orang pakar PR, ada satu hal yang tersebut dapat diadakan Meghan untuk mengubah pandangan para pengkritiknya. pimpinan Go Up Edward Coram James mengungkapkan bahwa sang Duchess perlu mengubah narasi tentang dirinya yang dimaksud “tidak masuk akal” juga menggunakannya untuk keuntungannya sendiri.

    “Saya pikir ia terjebak di dalam antara dua identitas: wanita biasa lalu wanita bangsawan. Dia perlu memilih jalannya sendiri. Jika Meghan ingin bercita-cita tinggi, beliau harus merangkul identitas mantan bangsawannya serta condong ke arah kemewahan, intrik, serta eksklusivitas. Berhentilah berpura-pura agar sanggup dipahami lalu akui kenyataan bahwa ia mempunyai hidup yang digunakan tidak ada dapat dibayangkan kebanyakan orang. Akui narasi yang tidaklah relevan tetapi balikkan: ‘Saya pernah tinggal di area tempat yang mana langka, juga saya ingin menggunakan akses itu untuk menciptakan perubahan,” kata Edward Coram James terhadap Express.co.uk.

    “Meghan juga bisa saja meniru gaya selebritas seperti Taylor Swift atau bahkan Diana dalam tahun-tahun terakhirnya — mereka itu menerima kekurangan mereka, menerima kesalahan mereka, dan juga berbicara dengan segera untuk rakyat tanpa terlalu memoles citra mereka. Penonton Meghan mungkin saja lebih besar mencintainya jikalau ia secara terbuka menghadapi kontroversi seperti ketegangan keluarga kerajaan tanpa bermain aman atau terkendali,” ujar ia lagi.

    Hal itu terjadi pasca orang sumber pada memberi tahu Majalah OK! bahwa Meghan merasa acara ini akan menjadi balas dendam yang sempurna untuk semua orang yang meragukan dan juga membencinya.

    “Dia sangat yakin acara itu akan sukses dan juga beliau akan mendapatkan pujian yang tersebut pantas untuknya, yang tersebut akhirnya akan menghasilkan beberapa orang terdiam. Dia bukan sabar,” ucapnya.

    Meghan Markle dinilai selalu percaya diri dengan kemampuannya sendiri serta walaupun kepercayaan dirinya sempat menurunkan ketika menjadi anggota Keluarga Kerajaan, tetapi ia kembali bersinar dan juga sangat bangga dengan acara ini. Orang-orang cenderung meremehkannya, tetapi Meghan tahu apa yang mana diinginkan penonton lalu beliau memberikannya untuk mereka melalui acara ini.

    “Dan tiada ada yang mana dapat mengkritiknya lantaran memanfaatkan koneksi kerajaannya akibat beliau tiada benar-benar menyebutkannya. Dia belaka bertekad untuk menunjukkan bahwa ia mampu melakukannya sendiri tanpa Harry dan juga gelarnya. Beberapa orang mengira ia terkenal hanya saja sebab Harry, tetapi itu bukan benar dan juga ia kembali ke akarnya. Orang-orang terus-menerus terbuka padanya sebab beliau mendengarkan serta peduli. Dia tahu penonton akan menyukainya jikalau mereka itu memberi kesempatan pada acara ini,” tuturnya.