Tag: Nepal

  • Perempuan Nepal selamat pasca 10 hari tertimbun reruntuhan

    Perempuan Nepal selamat pasca 10 hari tertimbun reruntuhan

    Kota Moskow – Seorang perempuan di Nepal selamat setelahnya menghadapi kesulitan selama 10 hari di dalam bawah reruntuhan akibat banjir bandang beberapa waktu lalu, demikian laporan surat kabar Kathmandu Post, Hari Sabtu (5/9) mengutip Kepolisian Bersenjata Nepal.

    Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tersebut tertimbun reruntuhan di dalam Betrawati, Nuwakot, 10 hari pasca banjir melanda, menurut laporan tersebut.

    Perempuan itu ditemukan pada situasi tidak ada sadarkan diri kemudian dievakuasi menggunakan helikopter ke sebuah pangkalan militer Nepal untuk mendapatkan perawatan medis, lapor surat kabar tersebut.

    Banjir bandang melanda wilayah utara Nepal pada Rabu (26/8) pagi pasca aliran air deras menyapu masuk ke Sungai Bhotekoshi. Banjir yang disebutkan terjadi setelahnya gletser mengalami penyusutan yang dimaksud kemudian mengakibatkan tanah longsor.

    Jumlah orang yang terluka meninggal akibat banjir pada negara yang dimaksud telah lama melampaui 1.300 orang.

    Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Korban tewas kerusuhan Nepal bertambah jadi 72 orang

    Korban tewas kerusuhan Nepal bertambah jadi 72 orang

    https://ligapedianews.com/ New Delhi – Korban tewas akibat mengkritik pekan lalu di dalam Nepal, yang mana secara luas dijuluki sebagai "revolusi Gen Z", telah lama mencapai 72 orang, ungkap Kepala Sekretaris eksekutif Nepal, Eaknarayan Aryal pada Minggu.

    "Dari total korban tewas, 59 orang adalah pengunjuk rasa, 10 narapidana, dan juga tiga adalah petugas keamanan," ujar Aryal seperti disitir situs berita online Khabar.

    Aryal menambahkan bahwa 134 pengunjuk rasa juga 57 petugas polisi terluka di bentrokan tersebut.

    Perdana Menteri Sementara Nepal Sushila Karki menetapkan alokasi dana sebesar 1 jt rupee Nepal (Sekitar Rupiah 114,8 juta) untuk keluarga setiap korban tewas pada kerusuhan tersebut.

    Karki, mantan kepala hakim agung negara itu, mengambil alih jabatan sebagai kepala pemerintahan sementara pada Jumat.

    Sementara itu, tindakan vandalisme yang dilaksanakan selama mengkritik dianggap sebagai tindakan kriminal kemudian Karki, menyerukan penyelidikan penuh melawan penyulut kerusuhan massal tersebut. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah sedang menyelidiki serangan terhadap gedung parlemen, Mahkamah Agung, kompleks bisnis, serta properti pribadi.

    Pada 4 September, otoritas Nepal memblokir media media sosial utama sebab menyeberangi batas waktu pendaftaran ke Kementerian Komunikasi. Hal ini ditanggapi oleh berbagai orang, khususnya generasi muda, dengan turun ke jalan.

    Meski larangan yang disebutkan sudah pernah dicabut, hal itu tidak ada menghentikan berunjuk rasa massal juga kerusuhan yang mana terjadi setelahnya.

    Protes yang disebutkan pada akhirnya menghasilkan Utama Menteri Nepal Sharma Oli mengundurkan diri pada Selasa pasca para pengunjuk rasa menyerbu parlemen dan juga membakar rumah beberapa pejabat senior pada Kathmandu.

    Aksi vandalisme yang dimaksud mengupayakan polisi menembakkan meriam air, gas air mata, kemudian peluru tajam untuk membubarkan para demonstran.

    Di hari yang sama, tentara akhirnya turun tangan untuk menjaga ketertiban umum di area ibu kota Nepal dan juga kota-kota lainnya.

    Sumber: Sputnik

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • PM sementara Nepal berjanji akan usut vandalisme pada waktu unjuk rasa

    PM sementara Nepal berjanji akan usut vandalisme pada waktu unjuk rasa

    https://ligapedianews.com/ Istanbul – Sushila Karki, Mingguan (14/9) resmi menjabat sebagai perdana menteri sementara Nepal dengan janji akan mengusut aksi kekerasan pada unjuk rasa yang tersebut dipimpin kaum muda baru-baru ini dan juga menyelenggarakan pemilihan umum sebagai bagian dari peta jalan pemerintahannya.

    Karki, perempuan perdana menteri pertama Nepal yang digunakan sebelumnya menjabat sebagai ketua mahkamah agung, dilantik pada Hari Jumat (12/9) oleh Presiden Ramchandra Paudel menyusul desakan massa setelahnya lengsernya pemerintahan terpilih pimpinan KP Sharma Oli.

    Karki mulai menjalankan tugas resmi dari Gedung Kementerian Dalam Negeri di area Singha Durbar oleh sebab itu kantor perdana menteri sebelumnya dibakar ketika aksi protes.

    Berbicara untuk media setelahnya mengambil alih jabatan, Karki menyampaikan kekerasan pada unjuk rasa “Gen Z” sebagai tindakan kriminal terhadap negara.

    Ia menegaskan pemerintah akan menyelidiki perusakan gedung parlemen, mahkamah agung, kantor perdana menteri, pusat bisnis, juga properti pribadi.

    Sekretaris Kabinet Eknarayan Aryal mengungkapkan pemerintah mengakui mereka yang mana tewas di aksi “Gen Z” sebagai martir dan juga keluarga korban akan menerima santunan.

    Ia menambahkan rumah sakit juga sudah pernah diinstruksikan memberikan perawatan gratis bagi yang digunakan terluka.

    Sementara itu, keluarga beberapa orang korban tewas menyatakan menolak menerima jenazah kerabat merek sampai tuntutan dipenuhi.

    Mereka sama-sama banyak korban luka berkumpul di dalam depan kediaman resmi perdana menteri dalam Baluwatar, Minggu, untuk memohon bertemu Karki.

    Karki mengumumkan kompensasi sebesar 1 jt rupee (sekitar 7.000 dolar Negeri Paman Sam atau sekitar Rp114juta) untuk setiap korban. Namun, keluarga menilai langkah yang dimaksud belum cukup untuk mengakui pengorbanan para martir.

    Sedikitnya 51 orang tewas serta berbagai lainnya luka-luka di aksi membantah besar pekan ini yang mana dipicu larangan pengaplikasian media sosial. Aksi yang dimaksud mengalami perkembangan menjadi pergerakan lebih tinggi luas menentang dugaan korupsi juga nepotisme elite urusan politik Nepal.

    Dalam perkembangan lain, Amerika Serikat lalu China menyampaikan ucapan selamat melawan pengangkatan Karki sebagai kepala pemerintahan sementara. China adalah negara yang berbatasan secara langsung di area bagian utara Nepal.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan Beijing siap bekerja identik dengan Nepal untuk meningkatkan pertukaran kemudian kerja mirip dalam berbagai bidang juga mempererat hubungan bilateral.

    AS juga menyambut penunjukan Karki dan juga kembalinya “ketenangan kemudian penyelesaian damai” setelahnya perkembangan tragis pekan lalu.

    Kedutaan Besar Amerika Serikat di area Kathmandu menyatakan pihaknya mengapresiasi peran Presiden Paudel dan juga Panglima Militer Ashok Raj Sigdel di memulihkan ketertiban juga memfasilitasi transisi damai pemerintahan sipil.

    Washington berharap dapat bekerja identik dengan pemerintahan sementara mendekati persiapan pemilihan umum yang dijadwalkan pada Maret mendatang.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.