Tag: MotoGP

  • Berapa kali Marc Marquez jadi juara bumi MotoGP? Hal ini prestasinya

    Berapa kali Marc Marquez jadi juara bumi MotoGP? Hal ini prestasinya

    Ibukota Indonesia – Seorang atlet sepeda Grand Prix Sepeda Motor profesional selama Spanyol, Mark Marquez berhasil meraih kembali kursi takhta MotoGP 2025. Kemenangannya ini berlangsung pasca enam tahun sejak terakhir kali ia meraih juara bumi MotoGP.

    Mark Marquez melakukan debutnya sebagai peserta balap MotoGP pada 2013 dengan Repsol Honda Team. Kemudian pada 2024, dirinya memutuskan pindah ke Gresini Racing Team. Pada kemenangan terbarunya ini, ia kembali berpindah membalap untuk Ducati Lenovo team.

    Hingga ketika ini, Marquez tercatat telah lama berhasil meraih gelar kejuaraan juara bumi MotoGP sebanyak 7 kali. Berikut 7 rangkaian prestasinya sebagai Juara Bumi MotoGP.

    1. MotoGP 2013

    Marquez berhasil meraih pole position lalu mencatatkan data kemenangan pertamanya sebagai Juara Bumi MotoGP pada tahun 2013 pada Laguna Seca.

    Saat itu, peserta balap dengan syarat Spanyol ini baru berusia 20 tahun 63 hari, menjadikan dirinya sebagai peserta balap termuda yang dimaksud berhasil meraih kemenangan GP kelas premier kemudian memecahkan rekor Freddie Spencer berumur 20 tahun 196 hari, yang dimaksud berlaga ke GP Belgia 500cc, Spa-Francorchamps tahun 1982.

    2. MotoGP 2014

    Mark Marquez berhasil menempati Juara Planet MotoGP 2014 setelahnya finis kedua di Sirkuit Motegi lalu mengantongi 20 poin. Ia bermetamorfosis menjadi peserta balap Honda pertama yang mana meraih peringkat juara planet di Motegi.

    Selain itu, Marquez juga mencatat sejarah sebagai atlet sepeda termuda yang tersebut mampu merebut dua peringkat beruntun ke kelas utama pada usia 21 tahun 237 hari. Rekor yang disebutkan mematahkan catatan Mike Hailwood, yang dimaksud sebelumnya menjuarai 500cc dua kali berturut-turut pada 1963 pada waktu berusia 23 tahun 152 hari.

    3. MotoGP 2016

    Setelah melalui musim penuh tantangan pada 2015, Marquez kembali bangkit di MotoGP 2016. Meski peluangnya sempat diprediksi kecil, ia permanen berhasil tampil gemilang juga meraih gelar kejuaraan juara dunia ketiganya.

    Di usia yang dimaksud sama, yakni usia 23 tahun, Marquez kembali berubah menjadi atlet sepeda termuda yang dimaksud mencatatkan tiga gelar kejuaraan kelas utama, sekaligus memecahkan rekor Mike Hailwood yang dimaksud menorehkan prestasi sejenis pada usia 24 tahun 108 hari pada 1964.

    4. MotoGP 2017

    Dominasi Marquez berlanjut pada MotoGP 2017. Ia sukses mempertahankan gelarnya setelahnya bersaing ketat dengan Andrea Dovizioso sepanjang musim.

    Kemenangan itu mengantarkannya berubah jadi peserta balap termuda yang mampu mengoleksi empat gelar kejuaraan juara dunia ke kelas utama, sekaligus kembali melampaui rekor Mike Hailwood.

    5. MotoGP 2018

    Pada musim 2018, Marquez kembali menunjukkan konsistennya dengan merebut sembilan kemenangan meskipun sempat menghadapi kendala, salah satunya tiga penalti di GP Argentina.

    Ia menjamin gelar kejuaraan juara dunia pada Aragon, Thailand, dan juga Jepang. Di Sirkuit Motegi, markas Honda, Marquez mencatatkan data sejarah sebagai atlet sepeda muda pertama yang dimaksud meraih tujuh penghargaan juara dunia.

    6. MotoGP 2019

    Musim 2019 berubah jadi salah satu yang digunakan momen penuh perjuangan bagi Marquez. Ia harus bersaing sengit dengan Andrea Dovizioso dan juga Fabio Quartararo hingga lap terakhir.

    Akan tetapi, Marquez masih berhasil mengundurkan diri dari sebagai juara planet kelas utama keenam kalinya. Jika digabungkan dengan dua gelar kejuaraan sebelumnya pada kelas 125cc dan juga Moto2, total gelar kejuaraan juara dunianya sebanyak-banyaknya delapan kemenangan pada tahun tersebut.

    7. MotoGP 2025

    Setelah absen cukup lama akibat cedera, Marquez kembali bangkit dalam MotoGP 2025. Ia memverifikasi penghargaan juara dunia ketujuh di kelas utama usai finis kedua di Sirkuit Motegi, Mingguan (28/9), mengungguli rival sekaligus adiknya, Alex Marquez. Pencapaian itu membuatnya menyamai catatan legenda Valentino Rossi dengan tujuh penghargaan di kelas utama.

    Secara keseluruhan, Mark Marquez sudah pernah mengoleksi sembilan penghargaan juara bumi sepanjang kariernya, yakni terdiri dari tujuh penghargaan MotoGP, satu penghargaan kelas 125cc (2010), lalu satu penghargaan Moto2 (2012).

    Pembalap selama Cervera, Spanyol, kelahiran 17 Februari 1993 ini dikenal sebagai “raja kelas utama” berkat kemampuan serta perjuangannya pada lintasan. Walaupun kerap mengalami cedera, Marquez tidaklah pernah menyerah lalu selalu mampu bangkit untuk kembali mengukir sejarah juara dunia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Marquez jelaskan mengapa dirinya “membenci” pertemuan Sprint

    Marquez jelaskan mengapa dirinya “membenci” pertemuan Sprint

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Pembalap Ducati Marc Marquez mengungkapkan alasan dirinya "membenci" pembukaan balapan Sprint MotoGP setelahnya memenangi balapan jarak pendek itu di area Sirkuit Jerez, Spanyol, Sabtu.

    "Hari ini bukan mudah, teristimewa dengan suhu hangat yang digunakan sejumlah mengubah perasaan, tetapi saya telah menduganya," kata Marquez di wawancara podium pascabalapan, diambil dari Crash, Minggu.

    "Saya setiap saat mengungkapkan hal yang dimaksud serupa pada Sabtu: Saya membenci balapan Sprint sebab saya sangat bahagia, tetapi saya ingin mengendalikan emosi saya lantaran (Minggu) adalah hari yang mana paling penting. Namun, di dalam depan kerumunan ini, Anda miliki kekuatan ekstra," tambah dia.

    Kemenangan Sprint di area Jerez menghasilkan Marquez meraih lima kemenangan balapan ini secara beruntun yang tersebut membuatnya memecahkan rekor Jorge Martin yang dimaksud sebelumnya mencatat empat kemenangan Sprint berturut-turut pada 2023.

    Kemenangan Marquez pada Jerez dimulai dengan pertarungan singkat dengan peraih pole position Fabio Quartararo yang digunakan menjadi pemimpin pada putaran pembuka.

    Pembalap Monster Energy Yamaha itu kemudian terjungkal pada lap kedua di dalam tikungan keenam, ketika Marquez mencoba bergerak ke depan. Sejak terjatuhnya Quartararo, The Baby Alien merangsek naik ke tempat pertama dan juga nyaman di dalam kedudukan yang disebutkan hingga finis.

    “Seperti yang digunakan saya lakukan dalam balapan Sprint lainnya, saya mencoba untuk menekan pada awal kemudian (kemudian) mengendalikan di tempat bagian kedua balapan,” katanya.

    “Ketika saya berada di dalam kedudukan kedua, kedua setengah, saya mencoba mengendalikan jarak itu lalu itu sudah ada cukup.”

    Menatap balapan utama 25 lap hari ini pukul 19.00 WIB, Marquez berekspetasi bahwa Quartararo, Alex Marquez, serta Francesco Bagnaia akan menjadi ancaman lagi baginya.

    “Yang pasti, nampaknya Pecco (Francesco Bagnaia) pada Akhir Pekan sedikit lebih banyak kuat, jadi mari kita lihat,” katanya.

    “Tetapi tidaklah cuma Pecco, juga Alex (Marquez), juga Fabio (Quartararo), akan sangat kuat. Tetapi Pecco mengungguli tiga hari Mingguan terakhir di area sini, jadi saya memperkirakan Pecco sangat kuat – mari kita lihat apakah kami dapat mengendalikan dengan cara yang tersebut baik.”

  • Perasaan Bagnaia “bittersweet” pasca kembali finis P3

    Perasaan Bagnaia “bittersweet” pasca kembali finis P3

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Pembalap Ducati Francesco Bagnaia menyatakan perasaannya "bittersweet" atau "manis pahit" setelahnya kembali mendapatkan podium ketiga (P3) pada Sprint MotoGP Spanyol dalam Sirkuit Jerez, Sabtu.

    Perasaannya ini diutarakan juara dunia 2022 dan juga 2023 itu pasca untuk sekian kali kesulitan menemukan kecepatan yang dimaksud ia inginkan untuk menyaingi rekan setimnya Marc Marquez yang tersebut memenangi delapan dari sembilan (Sprint dan juga balapan utama) balapan sejauh ini.

    "Perasaan manis pahit. Selalu sama; Saya memulai di area suatu tempat kemudian terjebak di dalam sana," kata atlet sepeda dengan syarat Italia itu, dikutipkan dari Crash, Minggu.

    Mendapatkan tempat ketiga dalam grid, Pecco, sapaan akrabnya, dengan segera disalip oleh Alex Marquez yang mana berada di tempat tempat keempat serta tidaklah dapat melakukan apa pun untuk menyalipnya lagi.

    Ia kemudian menangkis serangan Franco Morbidelli pada lap pembuka juga mampu memulai pembangunan celah dengan kelompok peserta balap dalam belakangnya.

    Pecco lalu naik ke kedudukan ketiga pasca Fabio Quartararo yang tersebut sebelumnya mengatur balapan, jatuh pada lap kedua. Sampai berakhirnya balapan jarak pendek, Pecco pun menyelesaikan balapan dua detik di dalam belakang Alex kemudian terpaut 3,017 detik dari Marc Marquez yang meraih kemenangan balapan Sprint kelima kalinya musim ini.

    “Setiap kali saya mencoba mendekati peserta balap dalam depan saya, saya mulai kesulitan dengan ban, lalu saya harus menyisakan sedikit (ruang)," kata atlet sepeda 28 tahun itu.

    Oleh oleh sebab itu itu, Pecco bertekad untuk memperbaiki performanya pada balapan utama waktu malam ini pukul 19.00 Waktu Indonesia Barat untuk menjaga rekornya memenangi balapan di area sirkuit itu dengan tiga kemenangan beruntun.

    “Jadi, ini dia. Kami perlu meningkatkan performa. Saya perlu memahami apa yang mana harus dilaksanakan akibat sejujurnya, saya melakukan hal yang tersebut identik seperti biasanya, tetapi pada sprint race saya tiada dapat sekompetitif yang saya inginkan.

    “Dengan demikian, saya sanggup sangat jauh lebih tinggi kompetitif, saya dapat bertarung serta saya tahu 100 persen seperti ini. Tetapi itu tiada cukup bagi saya dikarenakan saya ingin meningkatkan performa pada Sabtu," tutup dia.

  • Alex Marquez mengaku semakin nyaman dengan Desmosedici GP24

    Alex Marquez mengaku semakin nyaman dengan Desmosedici GP24

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Pembalap Gresini Racing yang mana memperoleh dukungan Federal Oil Alex Marquez mengaku semakin nyaman dengan Desmosedici GP24.

    Alex Marquez tampil cukup menjanjikan selama sesi kualifikasi dengan menempati kedudukan keempat kemudian meraih podium kedua sprint race pada GP Spanyol yang berlangsung di tempat Sirkuit Jerez, Hari Sabtu waktu malam WIB.

    "Saya telah merasa makin nyaman pada melawan motor sejak hari Hari Jumat meskipun Jerez merupakan trek yang tersebut sangat berbeda dengan empat balapan pertama musim ini serta meskipun demikian, kami cepat serta mempunyai kecepatan motor yang tersebut baik," ujar Alex Marquez dukutip dari Gresini Racing, Minggu.

    "Kami masih kurang sejumlah pengalaman, tetapi untuk terus berjuang untuk kedudukan 5 teratas akan menjadi impian. Sasaran sebenarnya untuk besok adalah sepuluhan besar, tetapi kami ingin lebih besar dari itu," imbuh peserta balap dengan syarat Spanyol itu.

    Alex Marquez yang digunakan sudah mengendarai Ducati Desmosedici GP24 pada musim sebelumnya memang sebenarnya menjadi sorotan pada musim ini usai menunjukkan penampilan yang mana begitu konsisten pada empat balapan terakhir.

    Tanpa perlu adaptasi yang mana menelan waktu, peserta balap bernomor 73 yang disebutkan juga digadang-gadang akan menjadi pesaing terkuat sang kakak peserta balap Ducati Lenovo Marc Marquez di persaingan peringkat juara musim ini.

    Penampilan yang mana stabil dari Alex Marquez juga membuatnya saat ini berada dalam kedudukan kedua klasemen sementara MotoGP 2025 dengan total koleksi 115 poin.

  • Alex Marquez raih kemenangan perdana musim ini

    Alex Marquez raih kemenangan perdana musim ini

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Pembalap Gresini Racing Alex Marquez meraih kemenangan perdana musim ini usai menjadi yang tercepat di tempat GP Spanyol yang dimaksud berlangsung pada Sirkuit Jerez, Jerez, Akhir Pekan waktu malam WIB.

    Mengawali start dari tempat keempat, Alex Marquez terus membayangi tempat tiga besar yang dimaksud secara berurutan diisi oleh peserta balap Ducati Marc Marquez, peserta balap Yamaha Fabio Quartararo, serta atlet sepeda Ducati Francesco Bagnaia.

    Memasuki lap pertama, Pecco mencoba untuk melakukan manuver merebut kedudukan terdepan dari Marc Marquez.

    Namun manuver yang disebutkan justru mengakibatkan kontak yang mana dimanfaatkan oleh Quartararo untuk merebut sikap terdepan.

    Tak lama kemudian, Marc Marquez kehilangan kendali juga mengalami tabrakan sehingga membuatnya kehilangan tempat tiga besar.

    Memasuki lap keenam, giliran Fermin Aldeguer yang tersebut kehilangan keseimbangan juga jatuh di tempat lintasan.

    Alex Marquez yang dimaksud mampu merebut kedudukan Pecco di area urutan kedua segera bertarung menghadapi Quartararo di area sikap terdepan.

    Alex tampil begitu dominan kemudian perlahan-lahan mampu memperkecil selisih waktu dari Quartararo. Di lap ke-11, aksi dari Alex mampu merebut sikap terdepan dari Quartararo.

    Balapan berlangsung sengit usai Joan Mir juga kehilangan kendali ketika memasuki tikungan dan juga membuatnya terjatuh.

    Pecco terus membayangi Quartararo di area tempat kedua, namun peserta balap jika Italia yang disebutkan begitu kesulitan untuk melakukan manuver merebut podium kedua.

    Alex Marquez mampu mengundurkan diri dari menjadi juara usai mempertahankan kedudukan terdepan dari kejaran Quartararo.

    Kemenangan ini menjadi kemenangan perdana bagi atlet sepeda dengan syarat Spanyol itu dalam kelas MotoGP.

    Hasil GP Spanyol, Sabtu:

    1. Alex Marquez

    2. Fabio Quartararo

    3. Francesco Bagnaia

    4. Maverick Vinales

    5. Fabio Di Giannantonio

    ​​​​​​​

  • Duo Marquez catat rekor sebagai atlet sepeda bersaudara yang mana menang GP

    Duo Marquez catat rekor sebagai atlet sepeda bersaudara yang mana menang GP

    Ligapedia.news Ibukota – Duo Marquez yakni peserta balap Ducati Marc Marquez juga atlet sepeda Gresini Racing Alex Marquez mencatatkan rekor sebagai atlet sepeda bersaudara pertama yang dimaksud meraih kemenangan grand prix.

    Alex Marquez baru semata mengungguli GP Spanyol usai menjadi yang digunakan tercepat pada kompetisi balapan utama yang dimaksud berlangsung di dalam Sirkuit Jerez, Jerez, Akhir Pekan di malam hari WIB.

    "DNA kemenangan!" tulis MotoGP pada laman Instagram, Minggu.

    Lihat postingan ini dalam Instagram

    Sebuah kiriman dibagikan oleh MotoGP™ (@motogp)

    Di musim ini, Marc Marquez total telah terjadi mengungguli tiga grand prix yakni GP Thailand, GP Argentina, dan juga GP Qatar.

    Sedangkan Alex memperoleh kemenangan perdananya musim ini dalam GP Spanyol.

    Pembalap bernomor 73 yang dimaksud juga mengamankan kemenangan perdana pada kelas MotoGP.

    Dengan catatan rekor ini sekaligus menimbulkan duo Marquez kian kencang diprediksi akan menjadi duo yang tersebut terkuat pada perebutan penghargaan juara musim ini.

    Tambahan total 25 poin menempatkan Alex Marquez pada saat ini berada pada puncak klasemen sementara dengan total 140 poin dari lima grand prix.

    Sedangkan Marc Marquez menempati urutan kedua dengan terpaut satu poin dari Alex Marquez.

    Selanjutnya akan berlangsung grand prix Perancis di area Sirkuit Bugatti pada 11 Mei mendatang.

  • Alex Marquez geser Marc Marquez dari puncak klasemen

    Alex Marquez geser Marc Marquez dari puncak klasemen

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Pembalap Gresini Racing Alex Marquez menggeser sang kakak atlet sepeda Ducati Lenovo Marc Marquez dari puncak klasemen MotoGP.

    Alex Marquez baru semata meraih kemenangan grand prix perdananya musim ini usai menjadi yang digunakan tercepat di area GP Spanyol yang mana berlangsung dalam Sirkuit Jerez, Jerez, Mingguan waktu malam WIB.

    Kemenangan yang disebutkan mengantarkan peserta balap dengan syarat Spanyol itu memperoleh tambahan 25 poin sekaligus pada masa kini sudah mengakumulasi total 140 poin.

    Nasib sial justru dialami oleh Marc Marquez yang mana memulai balapan dari pole position serta harus tergelincir usai kehilangan kendali.

    Marc Marquez kemudian hanya saja mampu finis di tempat urutan ke-12 sekaligus harus mengorbankan puncak klasemen sementara.

    Saat ini Marc total sudah pernah mengoleksi 139 poin atau selisih satu poin dari Alex.

    Sementara peringkat ketiga ditempati oleh rekan setim Marc, Francesco Bagnaia yang digunakan baru cuma mengamankan podium ketiga.

    Tambahan poin yang disebutkan menempatkan Bagnaia sekarang berada di area peringkat ketiga dengan total 120 poin.

    Di urutan keempat lalu kelima secara berurutan ditempati oleh duo atlet sepeda Pertamina Enduro VR46 Racing Team yakni Franco Morbidelli kemudian Fabio Di Giannantonio.

    Morbidelli sekarang ini menempati urutan keempat dengan total koleksi 84 poin, sedangkan Di Giannantonio total sudah menghimpun 63 poin.

    Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo yang baru semata mengamankan podium perdana musim ini usai menempati podium kedua GP Spanyol naik dengan cepat ke sikap keenam klasemen sementara.

    Quartararo pada masa kini telah lama mengamankan total 50 poin atau unggul tujuh poin dari peserta balap Honda LCR Johan Zarco yang mana menempati peringkat ketujuh.

    Dilansir dari laman MotoGP, Senin, berikut satu puluh besar klasemen sementara usai GP Spanyol:
    1. Alex Marquez – 140 poin
    2. Marc Marquez – 139 poin
    3. Francesco Bagnaia – 120 poin
    4. Franco Morbidelli – 84 poin
    5. Fabio Di Giannnatonio – 63 poin
    6. Fabio Quartararo – 50 poin
    7. Johan Zarco – 43 poin
    8. Ai Ogura – 37 poin
    9. Marco Bezzecchi – 36 poin
    10. Pedro Acosta – 33 poin

  • Meski raih podium, Pecco kurang senang dengan performanya

    Meski raih podium, Pecco kurang senang dengan performanya

    Ligapedia.news Ibukota – Meski meraih podium di area GP Spanyol, atlet sepeda Ducati Lenovo Francesco "Pecco" Bagnaia kurang senang dengan performa dirinya.

    Pecco mengamankan podium ketiga usai gagal bersaing dengan atlet sepeda Gresini Racing Alex Marquez lalu peserta balap Yamaha Fabio Quartararo pada balapan yang digunakan berlangsung di dalam Sirkuit Jerez, Akhir Pekan waktu malam WIB.

    "Hari ini aku tak dapat mengeluarkan semua kemungkinan dari motor ini, kemudian sejauh ini saya belum senang," kata Francesco Bagnaia diambil dari laman Ducati, Senin.

    Pembalap jika Italia yang dimaksud memang benar masih belum dapat menemukan performa yang dimaksud stabil musim ini dengan motor Desmosideci GP 25.

    Terlebih jawara dunia dua kali ini semata-mata sekali meraih kemenangan grand prix pada musim ini sehingga cukup membuatnya kesulitan untuk bersaing di dalam tangga perebutan peringkat juara dunia.

    Di balapan kali ini, Bagnaia merasa telah lama berupaya maksimal untuk dapat mengejar Quartararo yang tersebut tampil begitu dominan di area kedudukan kedua.

    Selain itu, Bagnaia mengevaluasi dirinya yang digunakan kurang tampil efektif seperti ditunjukkan Alex Marquez yang dimaksud mampu tampil begitu mengesankan khususnya ketika memasuki tikungan ke-11 juga ke-12.

    Meski demikian, Pecco merasa sedikit diuntungkan dengan hasil kali ini dengan hasil pada klasemen yang mana membuatnya kian memperpendek jarak poin dari duo Marquez yakni Alex kemudian Marc.

    "Bagaimanapun, ini adalah kedudukan ketiga yang, berkat kecelakaan Marc, memungkinkan saya mempersempit jarak dengan pimpinan klasemen kejuaraan," ucap Pecco.

    Pecco pada waktu ini berada di tempat peringkat ketiga klasemen sementara dengan total 120 poin atau selisih 20 poin dari Alex Marquez yang dimaksud menjadi pemimpin klasemen sementara.

  • Marc Marquez akan evaluasi hasil GP Spanyol

    Marc Marquez akan evaluasi hasil GP Spanyol

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez akan mengevaluasi hasil GP Spanyol usai belaka mampu finis di tempat urutan ke-12.

    Dalam balapan yang tersebut berlangsung di area Sirkuit Jerez, Mingguan di malam hari WIB, atlet sepeda selama Spanyol itu memulai balapan dari pole position dan mengalami crash ketika balapan baru berjalan dua lap usai kehilangan keseimbangan.

    "Kecelakaan ini adalah kesalahan yang mana harus kami pelajari jikalau kami ingin memperjuangkan perebutan penghargaan juara musim ini," ujar Marc Marquez dikutipkan dari laman resmi Ducati, Senin.

    "Kami memiliki kecepatan yang digunakan besar, tapi kami masih perlu sepenuhnya memahami alasan dibalik kecelakaan, lantaran saya bukan menyerang – Saya tahu bagian kedua balapan adalah titik kuat saya," imbuh atlet sepeda jika Spanyol itu.

    Marc harus merelakan puncak klasemen sementara usai sang adik, atlet sepeda Gresini Racing Alex Marquez mengamankan penghargaan juara GP Spanyol.

    Kemenangan perdana Alex selama karir ia di tempat kelas MotoGP usai menjalani debut sejak musim 2020 itu berbuah manis dengan menggeser kedudukan sang kakak dari sikap terdepan perebutan peringkat juara dunia.

    Atas insiden yang digunakan membuatnya gagal memperoleh poin maksimal seperti yang tersebut terjadi pada GP Amerika pada Maret lalu, Marc menilai bahwa karakter dari motornya Desmosideci GP25 masih belum terlalu dipahami.

    Hasil yang kurang maksimal ini menempatkan Marc Marquez saat ini pada peringkat kedua dengan mengamankan total 139 poin atau selisih satu poin dari Alex yang tersebut berada pada puncak klasemen.

  • Memasang mata melawan kecerdikan Alex Marquez

    Memasang mata melawan kecerdikan Alex Marquez

    Ligapedia.news Ibukota – ​​​​​​Sirkuit Jerez-Angel Nieto selalu menyajikan drama-drama spesial yang mana tak terduga.

    Di balapan utama GP Spanyol, Mingguan di malam hari WIB, drama segera terjadi ketika duo peserta balap Ducati Lenovo Marc Marquez berhadapan dengan Francesco "Pecco" Bagnaia.

    Marc Marquez yang dimaksud mengawali start dari pole position​​​​​​​ terud menjaga tempat terdepan, sedangkan Pecco paham bahwa Marc tak terlalu menjalani start dengan baik kemudian mencoba melakukan manuver dan juga terlibat kontak.

    Kondisi duel Ducati yang dimaksud dengan segera dimanfaatkan oleh peserta balap Yamaha Fabio Quartararo untuk bisa jadi mengamankan gap pada kedudukan terdepan.

    Marc justru mengalami crash ketika terus berupaya menyalip Pecco. Jatuhnya Marc, tak menyembunyikan putaran drama selanjutnya bagi Pecco di dalam Sirkuit Jerez, sebab si bungsu dari keluarga Marquez (pembalap Gresini Racing Alex Marquez) terus memburunya dari belakang.

    Alex bukanlah tipikal atlet sepeda yang buas seperti Marc dengan melakukan manuver-manuver untuk merebut posisi. Tapi Alex lebih besar cerdik dan juga jeli, atlet sepeda dengan syarat Spanyol itu akan melakukan manuver jikalau memang sebenarnya sudah ada dirasa tepat.

    Pertahanan Pecco pun goyah ketika Alex melakukan manuver di area lap keempat. Fromasi terdepan membentuk barisan Quartararo, Alex dan juga Pecco.

    Di lap 11, Alex kembali menunjukkan kecerdikannya dengan memanuver Quartararo pada tikungan pertama.

    Jawara MotoGP 2021 itu pun kemudian tak mampu untuk mampu memperkecil gap waktu dari Alex yang dimaksud seakan naik dengan cepat terdepan.

    Quartararo justru lebih banyak sibuk mengatasi manuver-manuver yang tersebut coba dijalankan oleh Pecco untuk merebut tempat kedua.

    Alex kemudian menjaga posisinya lalu finis paling depan dengan mencatatkan waktu 40 menit 56,374 detik.

    Di podium kedua ditempati oleh Quartararo. Sedangkan di tempat podium ketiga terdapat Bagnaia.

    Memasang mata

    Musim ini rasanya akan menjadi drama pertikaian antara Marquez bersaudara yang mana diprediksi akan saling sikut berebut gelar kejuaraan juara dunia MotoGP.

    Dua hari sebelumnya, Alex menunjukkan tekad yang disebutkan di dalam Sirkuit Jerez. Alex mampu memecahkan rekor catatan tercepat pada pertemuan kualifikasi GP Spanyol dengan mencatatkan waktu 1 menit 35,991 detik.

    Namun sang kakak tak ingin kalah dari sang adik. Beberapa jam kemudian, Marc tampil yang terdepan pada kompetisi sprint race GP Spanyol.

    Kemenangan Marc kali ini sekaligus menjadikannya menyamai rekor dari atlet sepeda Aprilia Racing Jorge Martin yang digunakan mencatatkan lima kemenangan berturut-turut di kompetisi sprint race.

    Di balapan utama, Alex lagi-lagi menunjukkan bahwa kecerdikannya mampu membawanya untuk membuka persaingan tangga juara menghadapi Marc.

    Alex meraih kemenangan GP perdananya musim ini sekaligus menjadi kemenangan pertamanya semenjak pemasaran ke kelas GP pada musim 2020 lalu.

    Setelah penantian selama lima musim berturut-turut, Alex mengungkapkan bahwa kemenangan perdana ini begitu istimewa bahkan menyamai peringkat juara dunia Moto2 serta Moto3 yang sempat diraihnya.

    Terlebih kemenangan ini terasa manis ketika dimenangkan dalam rute favoritnya yakni Sirkuit Jerez mengalahkan empu dari jalur ini sendiri yakni Quartararo lalu Bagnaia.

    "Jika anda bertanya untuk saya di tempat mana saya ingin mengungguli balapan MotoGP pertama saya, saya pasti akan menjawab Jerez," kata Alex Marquez.

    "Saya juga memenangi balapan Moto2 pertama saya di dalam sini, juga itu sudah ada istimewa. Tapi, mengungguli MotoGP (di sini) seperti berada pada level yang dimaksud berbeda. Maksud saya, saya ada dalam sana di tempat Tikungan 9 serta Tikungan 10 (bagian stadion) pasca bendera dikibarkan… Anda tahu, itu luar biasa," kata peserta balap jika Spanyol itu.

    Kemenangan ini juga terasa sangat spesial bagi Alex lantaran is baru sekadar merayakan ulang tahun pada 23 April lalu.

    Kado ulang tahun yang digunakan indah itu ditutup oleh Alex lewat selebrasi kemenangan dengan mengibarkan bendera ala matador pada rute Jerez.

    Persaingan juara

    Tambahan 25 poin melawan kemenangan di dalam GP Spanyol menempatkan Alex berada di area puncak klasemen menggeser kedudukan sang kakak, Marc.

    Marc yang dimaksud belaka mampu finis di area urutan ke-12 gagal untuk mempertahankan kembali kedudukan teratas di perebutan penghargaan juara.

    Alex pada saat ini menjadi pemimpin klasemen dengan meraih total 140 poin dari total lima grand prix, atau cuma unggul satu poin dari Marc yang tersebut menempati urutan kedua.

    Posisi Marquez bersaudara juga terus dibayangi oleh Pecco yang digunakan menempati tempat ketiga dengan mengoleksi 120 poin.

    Perayaan berhadapan dengan kemenangan ini tak menyebabkan Alex jumawa bahwa ia bisa saja bersaing menghadapi kakaknya maupun Pecco pada perebutan penghargaan juara musim ini.

    Dalam laporan Motorsport, Senin, peserta balap berusia 29 tahun itu menyatakan bukan ketika ditanya apakah menjadi salah satu kandidat favorit untuk meraih peringkat juara musim ini.

    Faktor yang dimaksud tentunya didasarkan pada Alex yang saat ini dipercaya untuk mengendarai motor independen Ducati Desmosideci GP24.

    Kelebihan Alex ketika ini yakni telah lama beradaptasi cukup lama lalu telah lama mengenal karakter dari Desmosideci GP24 yang dimaksud sudah ia gunakan sejak musim lalu.

    Faktor penghambatnya pada menempuh gelar kejuaraan juara yakni pengembangan Desmosideci GP24 itu sendiri yang digunakan tentunya tak akan mendapatkan berbagai kejutan apabila dibandingkan dengan Desmosideci GP25.

    Desmosideci GP25 pada waktu ini menjadi motor yang digunakan digunakan oleh Marc Marquez, Francesco Bagnaia, serta peserta balap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Fabio Di Giannantonio.

    Alex mengakui ke depannya tidaklah akan ada berbagai pembaruan yang tersebut bisa jadi dicoba oleh timnya terhadap Desmosideci GP24.

    Sementara kelompok pabrikan Marc diperkirakan akan melakukan pengembangan penting untuk pertama kalinya terhadap Desmosideci GP25.

    Pembalap nomor 73 yang disebutkan tentunya harus cermat mengingat persaingan musim ini masih panjang lalu potensinya untuk dapat terus melanjutkan drama perebutan peringkat juara menghadapi Marc masih berlangsung.

    Terlebih Marc pada GP Amerika serta GP Spanyol tampak belum terlalu dapat memahami karakter Desmosideci GP25.

    Bisa hanya Alex menjadi antitesis dari sang kakak, Marc yang tersebut musim ini digadang-gadang akan segera meraih penghargaan juara dunia.