Tag: menlu ri

  • Soal WNI jadi tentara Rusia, Menlu: Berhak dilindungi selama masih WNI

    Soal WNI jadi tentara Rusia, Menlu: Berhak dilindungi selama masih WNI

    DKI Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan delapan warga negara Nusantara (WNI) yang diduga bergabung ke militer Rusia masih berhak mendapat pengamanan selama status kewarganegaraan merekan tak berubah.

    Ia pula menegaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami informasi terkait keadaan kemudian status delapan WNI yang mana diduga bermetamorfosis menjadi tentara asing tersebut.

    “Hak-hak konsuler kami harus penuhi sepanjang tidaklah ditemukan unsur-unsur yang menyebabkan merekan kehilangan kewarganegaraannya,” kata Sugiono melalui pernyataan ditulis yang mana dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

    Sugiono menekankan bahwa salah satu tugas utama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI adalah untuk memberi pengamanan terhadap semua WNI di mana pun berada dan juga pada keadaan apapun.

    “Kemlu RI bersatu instansi terkait terus mendalami informasi yang mana kami terima beberapa hari sesudah itu terkait delapan WNI yang dimaksud diduga direkrut tersebut,” tambahnya.

    Dinas Intelijen Luar Negeri tanah Ukraina (FISU) sebelumnya mengungkap telah lama memperoleh beberapa jumlah dokumen yang diklaim berkaitan dengan perekrutan sedikitnya delapan WNI ke pada barisan militer Rusia.

    Delapan WNI yang dimaksud disebut pada laporan yang dimaksud adalah Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, juga Helmi Nuraha Hakim.

    Menurut laporan tersebut, para WNI itu diduga awalnya direkrut dengan tawaran pekerjaan juga iming-iming upah tinggi, tugas nontempur, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, dan juga berubah-ubah tunjangan sosial.

    Sembari menjamin berjalannya proses verifikasi terhadap delapan WNI tersebut, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa pemerintah RI juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan atau eksploitasi terhadap mereka.

    “Apabila terdapat WNI yang dimaksud berubah jadi penderita pada tahapan tersebut, eksekutif Tanah Air akan mengambil langkah pelindungan yang digunakan diperlukan sesuai dengan ketentuan hukum yang mana berlaku,” tegas Yvonne pada Mulai Pekan (31/8).

    Senada, Menteri Koordinator Lingkup Hukum, HAM, Imigrasi, lalu Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra pada Rabu (2/9) menyampaikan bahwa pada rute penyelidikan, pemerintah RI akan meneliti apakah para WNI yang dimaksud berubah menjadi orang yang terdampar perekrutan palsu atau secara sukarela memilih masuk dinas militer asing.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Peringati 75 tahun diplomasi RI-China, Menlu RI: Tonggak bersejarah

    Peringati 75 tahun diplomasi RI-China, Menlu RI: Tonggak bersejarah

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan bahwa Indonesia lalu China telah lama mencapai tonggak bersejarah dengan hubungan diplomatik yang tersebut pada tahun 2025 ini mencapai tahun ke-75.

    “Sejak hubungan diplomatik terjalin pada 1950, Indonesia kemudian China terus bersatu menggalakkan perdamaian juga stabilitas kawasan dan juga memajukan penyelenggaraan Negara-negara Selatan (Global South),” kata Sugiono di program peringatan keras 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China oleh Kedutaan Besar China di tempat Jakarta, Kamis malam.

    Melalui pernyataan yang digunakan disampaikannya via daring, ia menyatakan bahwa Indonesia serta China telah dilakukan menjadi mitra strategis komprehensif yang menjanjikan kolaborasi produktif di sektor perdagangan juga investasi, transisi energi, hingga kerja sejenis maritim juga keamanan.

    Menlu RI menyampaikan bahwa Indonesia serta China terus berkolaborasi menghadapi tantangan bersatu di dalam abad ke-21 di semangat kemitraan yang berkelanjutan.

    Sugiono pun meyakini bahwa produktifnya hubungan Indonesia-China yang dimaksud telah terjalin selama ini akan terus berlanjut ke masa depan.

    Dalam kesempatan yang tersebut sama, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan optimisme bahwa Kerja Sama Vital Komprehensif yang mana terjalin antara Indonesia semakin bermanfaat kemudian mengakibatkan keuntungan bersama.

    Wang juga berharap bahwa hubungan Indonesia-China yang dimaksud sudah ada memasuki tahun ke-75 menjadi titik baru di bidang usaha melanjutkan kerja sebanding bilateral demi mewujudkan pembangunan bersatu dan juga keadilan dunia.

    Hubungan Indonesia-China di area era Presiden Soekarno dan juga Pemimpin Mao Zedong terjalin dengan sangat erat sejalan berkat kesamaan ideologi anti-imperialisme juga semangat non-blok yang dimaksud sama-sama dimiliki kedua pemimpin.

    Namun, hubungan diplomatik antara kedua negara sempat dibekukan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1967 pasca menuduh China terlibat pada kejadian Pergerakan 30 September. Hubungan diplomatik baru pulih pada tahun 1990.

    Sejak itu, kerja sejenis Indonesia-China semakin erat. Hubungan bilateral antara keduanya naik status menjadi Kemitraan Penting pada 2005 lalu naik lagi menjadi Kemitraan Krusial Komprehensif pada 2013.

    Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia mengambil bagian bergabung di "Prakarsa Sabuk kemudian Jalan" (Belt and Road Initiative) dengan salah satu proyek infrastruktur yang berhasil diadakan adalah Kereta Kilat Jakarta-Bandung.