Tag: megawati hangestri pertiwi

  • Megawati cetak poin tertinggi namun gagal antar Red Sparks juara

    Megawati cetak poin tertinggi namun gagal antar Red Sparks juara

    Ligapedia.news Ibukota – Atlet bola voli putri jika Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi mencetak poin tertinggi sebanyak 37 poin namun gagal mengantar Red Sparks mengalahkan Pink Spiders untuk menjuarai Turnamen Voli Korea musim 2024 – 2025.

    Berdasarkan laporan hasil pertandingan leg kelima Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) melalui laman resmi yang mana dipantau di area Jakarta, Selasa, Red Sparks kalah dari Pink Spiders pada pertarungan sengit dengan skor 2-3 (24-26, 24-26, 26-24, 25-25, 13-15).

    Megawati kemudian kawan-kawan tertinggal lebih banyak dulu pada dua set pertama, namun mampu memberikan perlawanan hingga menyamakan kedudukan sebelum tumbang pada set terakhir.

    Kedua kelompok bersaing poin sejak set pertama dengan mencetak poin imbang 3-3 hingga 6-6. Red Sparks berhasil memperlebar jarak pasca technical timeout pertama juga terus mengatur hingga 19-14.

    Namun, Pink Spiders yang mana tampil dalam hadapan pendukung tuan rumah terus mengejar hingga unggul 22-21. Megawati mencetak beberapa poin penting hingga memaksakan laga berlanjut pada waktu imbang 24-24 sebelum Pink Spiders mengamankan dua poin untuk mengungguli set pertama dengan skor 26-24.

    Persaingan sengit kembali tersaji pada awal set kedua, sebelum Red Sparks kembali mengambil alih permainan dengan mencetak poin 8-4. Kegagalan beruntun yang diadakan anak asuhan Ko Hee-jin menghasilkan tuan rumah perlahan mengejar hingga 11-12.

    Red Sparks kembali memperlebar jarak dengan selisih empat poin ketika meraih skor 16-12. Namun, gempuran Kim Yeon Kioung serta Tutku Burcu Yuzgenc menciptakan Pink Spiders terus memperkecil ketertinggalan hingga 19-21.

    Baca juga: Megawati bawa Red Sparks paksakan laga kelima final Kejuaraan Voli Korea

    Megawati kemudian mampu menghadirkan Red Sparks menjauh 24-21. Namun, Pink Spiders terus menggempur hingga menyamakan skor menjadi 24-24 lalu berbalik mengawasi dengan skor 26-24 untuk menyembunyikan set kedua dengan kemenangan.

    Kebangkitan Red Sparks terjadi pada set ketiga ketika mencetak poin beruntun untuk mengatur dengan skor 7-1. Pink Spiders berjuang mengejar ketertinggalan juga memangkas skor menjadi 3-8.

    Red Sparks terus menjadi pemimpin namun selisih poin semakin kecil pada waktu Pink Spiders memangkas 20-21. Persaingan kedua regu semakin ketat menuju match poin, namun, Vanja Bukilic berhasil menghadirkan Red Sparks mengamankan set ketiga dengan skor 26-24.

    Megawati lalu kawan-kawan melanjutkan dominasi pada set keempat ketika memperlebar jarak poin 8-3. Mereka terus mengatur hingga 19-11. Pink Spiders nyaris membalikkan keadaan pada waktu mengejar hingga 23-24, namun, spike keras Megawati mengantar Red Sparks mengamankan set keempat dengan skor 25-23.

    Adu kehebatan kedua kelompok berlanjut pada set kelima ketika saling mencetak poin dari awal set. Kedua saling mengejar poin hingga Pink Spider mengatur dengan 8-7. Megawati mencetak poin untuk menimbulkan skor menjadi 8-8.

    Pink Spiders kembali unggul namun terus dibayangi Red Sparks yang terus mengejar hingga 13-14, namun spike terakhir dari Tutku yang tersebut tak bisa jadi terbendung mengantar Pink Spiders meraih kemenangan set kelima dengan skor 15-13 sekaligus memverifikasi gelar kejuaraan juara Turnamen Voli Korea musim 2024 – 2025.

  • Pembuktian Megawati Hangestri, Khofifah: Inspirasi Atlet Perempuan Indonesia

    Pembuktian Megawati Hangestri, Khofifah: Inspirasi Atlet Perempuan Indonesia

    Ligapedianews.com – Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa merasa bangga dengan prestasi yang mana diukir Megawati Hangestri Pertiwi dengan Red Sparks di area Turnamen Voli Putri Korea. Ini adalah berkaitan dengan catatan yang tersebut baru diukirnya sebagai pevoli putri terbaik di area dunia 2025 versi Volleybox.

    Dalam laporan Volleybox, Megawati memperoleh 80.00 poin. Dia unggul dari Paula Salinas yang memperoleh 67.50 poin.

    Keberhasilan ini menghasilkan Khofifah merasa bangga melawan keberhasilan Megawati. Maklum saja, pevoli berhijab ini merupakan pevoli kelahiran Jember, Jawa Timur.

    Pada akun Instagram pribadinya, Khofifah menuturkan bahwa keberhasilan Megawati ini bisa saja menjadi inspirasi bagi generasi muda. Khususnya atlet-atlet perempuan Indonesia.

    “Megawati Hangestri membuktikan bahwa mimpi besar sanggup dicapai dengan kerja keras. Atlet dengan syarat Jember, Jawa Timur ini sekarang dinobatkan sebagai pevoli terbaik dunia. Megawati tidak belaka menunjukkan kehebatan di area lapangan, tapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya atlet-atlet perempuan Indonesia. Sebuah kebanggaan yang digunakan luar biasa bagi Jawa Timur dan juga Indonesia,” tulis Khofifah.

    “Selamat Mega, Terima kasih telah mengharumkan nama bangsa. Teruslah mengukir sejarah,” sambungnya.

  • Megawati Hangestri OTW 700 Poin, Pelatih Red Sparks Ngamuk pada Pinggir Lapangan

    Megawati Hangestri OTW 700 Poin, Pelatih Red Sparks Ngamuk pada Pinggir Lapangan

    Ligapedianews.com – Megawati Hangestri Pertiwi masih konsisten menempati sikap tiga besar top skor sementara Kompetisi Voli Putri Korea Selatan 2024-2025. Bintang Red Sparks itu pada waktu ini sudah ada mengemas 693 poin atau tinggal tujuh bilangan bulat menuju 700 poin.

    Posisi pertama serta kedua di daftar top skor sementara Turnamen Voli Putri Korea Selatan 2024-2025 ditempati Gyselle Silva dari GS Caltex dengan 789 poin. Disusul Viktoriia Danchak dari IBK Altos dengan 724 angka.

    Sementara Megawati Hangestri berada pada urutan ketiga dengan 693 poin. Ia cuma mampu menambah 12 hitungan pada waktu Red Sparks digulung Artificial Intelligence Peppers dengan skor 21-25, 23-25, kemudian 13-25.

    Kekalahan ini sekaligus meruntuhkan tren positif Red Force di area laga sebelumnya. Kekalahan ini juga menyebabkan Red Sparks semakin sulit melakukan konfirmasi kedudukan kedua di dalam klasemen akhir kompetisi.

    Mengutip laman sports.naver, Kamis (20/2/2025), Red Sparks pada waktu ini menempati kedudukan ketiga dengan raihan 55 poin dari 20 menang lalu sembilan kalah. Tempat pertama kemudian kedua ditempati Hungkuk (70 poin) lalu Hyundai E&C Hillstate W (57 poin)

    Media Korea Selatan, Sporki, mengatakan ahli Red Sparks Ko Hee Jin marah besar sebab hasil ini. Kemarahan sang ahli terlihat ketika regu melakukan time-out.

    Para pemain yang kembali ke bangku cadangan tak digubris oleh Ko Hee Jin. Pelatih berusia 44 tahun itu tak memberikan instruksi terhadap pemain seperti biasanya.

    Ko Hee Jin diam juga cuma memperhatikan. Usai pertandingan, Ko Hee Jin bahkan dengan segera masuk ke pada tanpa menyalami para pemain.

    Para pemain termasuk Megawati Hangestri pun tak melakukan peregangan pemulihan usai pertandingan. Ko Hee Jin menilai, pertandingan ini harus menjadi evaluasi besar bagi Megawati Hangestri cs.

    Ko Hee Jin tak menjelaskan kekurangan, namun jelas ada hal yang dimaksud perlu segera diperbaiki. “Penampilan kami tidaklah cukup baik. Saya pikir pertandingan ini adalah kesempatan untuk mengawasi ke belakang,” kata Ko Hee Jin disitir dari Sporki.

    Untuk laga selanjutnya, Red Sparks akan meghadapi GS Caltex pada Hari Sabtu (22/2/2025) mendatang. Diharapkan Megawati cs sanggup menghadirkan timnya kembali ke jalur kemenangan.

    Daftar Top Angka Sementara Kejuaraan Voli Putri Korea Selatan 2024-2025

    1. Gyselle Silva (GS Caltex): 789
    2. Viktoriia Danchak (IBK Altos): 724
    3. Megawati Hangestri (Red Spark): 693
    4. Vanja Bukilic (Red Spark): 638
    5. Laetita Moma Bassoko (Hyundai Hillstate): 637
    6. Kim Yeon-koung (Pink Spider): 535
    7. Mereline Nikolova (Hi-Pass): 481
    8. Kang So-hwi (Hi-Pass): 431
    9. Taylor Fricano (AI Pepper): 423
    10. Park Jeong-ah (AI Pepper): 375

  • Waduh! Megawati Hangestri Terbentur Regulasi, Bagaimana Nasib sang Megatron di tempat Kompetisi Voli Korea?

    Waduh! Megawati Hangestri Terbentur Regulasi, Bagaimana Nasib sang Megatron di tempat Kompetisi Voli Korea?

    ligapedianews.com Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuri perhatian di area Kejuaraan Voli Korea (V-League) berkat penampilan impresifnya dengan Red Sparks. Pemain yang digunakan dijuluki “Megatron” ini bahkan dianggap sebagai salah satu rekrutan kuota Asia terbaik musim ini. Namun, masa depannya di tempat Korea Selatan belum sepenuhnya jelas akibat regulasi KOVO (Korean Volleyball Federation) yang bisa saja memaksanya hengkang dari Red Sparks pada musim depan.

    Menurut aturan KOVO, pemain asing jika Asia tidaklah diperbolehkan membela klub yang digunakan mirip selama lebih besar dari tiga musim berturut-turut. Aturan ini mampu menjadi penghalang bagi Megawati jikalau Red Sparks ingin mempertahankannya lebih lanjut lama. Artinya, jikalau KOVO tak mengubah regulasi, Megawati harus mencari klub baru apabila ingin tetap saja bermain di tempat Korea Selatan atau menerima tantangan pada liga lain.

    Kebijakan ini menuai reaksi dari para penggemar voli di tempat Korea, khususnya pendukung Red Sparks. Banyak yang mana menilai aturan yang dimaksud merugikan klub, mengingat Megawati sudah menjadi salah satu pilar penting pada performa Red Sparks musim ini. Kehadirannya membantu kelompok meraih rangkaian kemenangan, membuatnya semakin dihargai oleh para penggemar.

    Megawati tak hanya saja menarik perhatian di area Korea, tetapi juga dalam Eropa. Beberapa klub voli Eropa mulai memantau perkembangannya, melihatnya sebagai prospek besar untuk direkrut. Menurut laporan dari @kei.network, salah satu klub voli putri dengan syarat Prancis telah terjadi mengirim perwakilannya ke Korea Selatan pada Januari lalu untuk mengamati secara langsung permainan Megawati. Bahkan, ahli klub Prancis, Alessandro Orifice, disebut-sebut hadir dengan segera untuk menilai performanya.

    Jika KOVO tetap saja memberlakukan regulasi yang digunakan membatasi pemain asing Asia, Megawati dapat melanjutkan kariernya pada liga voli Prancis atau kompetisi voli Eropa lainnya. Dengan performa yang dimaksud semakin matang, peluangnya untuk bersinar pada kancah internasional semakin terbuka lebar.

    Dalam pertandingan terbaru Red Sparks, perhatian rakyat juga tertuju pada perbandingan antara Megawati serta mantan kapten tim, Lee So-young. Lee yang dimaksud saat ini membela klub lain justru menuai kritik tajam dari penggemar dikarenakan performanya dianggap tiada sebanding dengan gajinya yang dimaksud tinggi.

    Sebaliknya, Megawati terus menunjukkan kualitasnya dengan sumbangan signifikan bagi Red Sparks. Hal ini membuatnya semakin diidolakan oleh para penggemar Red Sparks, menjadikannya bintang baru yang dimaksud menghadirkan harapan besar bagi tim.

    Masa depan Megawati di area Korea Selatan masih menjadi tanda tanya besar. Jika regulasi KOVO tiada berubah, Red Sparks harus melepasnya pasca tiga musim berturut-turut. Namun, dengan banyaknya klub Eropa yang dimaksud tertarik, Megawati memiliki kesempatan besar untuk meniti karier di area level yang dimaksud lebih besar tinggi.

    Apakah ia akan masih pada Korea atau menerima tantangan di tempat Eropa? Keputusan ini akan sangat menentukan perjalanan kariernya ke depan. Yang jelas, ke mana pun Megawati melangkah, ia akan tetap saja menjadi salah satu pemain voli terbaik yang mana pernah dimiliki Indonesia.