Tag: media sosial

  • Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola kemudian tinju

    Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola kemudian tinju

    DKI Jakarta – Sepak bola lalu tinju merupakan dua cabang olahraga yang mempunyai karakteristik berbeda. Namun belakangan, rakyat bumi maya sedang dihebohkan dengan kemunculan sebuah video tersebar luas yang dimaksud memperlihatkan kombinasi unik kedua olahraga yang dimaksud pada satu arena. Fenomena ini kemudian dikenal dengan sebutan Futbox.

    Rekaman video yang digunakan pertama kali dipublikasikan oleh pribadi ahli kickboxing jika tanah Ukraina dengan akun Instagram @sergeyvladimirovich1 yang disebutkan memperlihatkan sekelompok khalayak mengenakan sarung tinju kemudian pelindung kepala sambil berupaya menggiring bola ke arah gawang. Sekilas, aksi yang disebutkan tampak seperti perkenalan terhadap cabang olahraga baru yang tersebut memadukan unsur sepak bola dan juga tinju.

    Menurut pengakuan ahli tersebut, Futbox pada dasarnya bukanlah sebuah olahraga resmi, melainkan bentuk pemanasan kreatif dan juga menyenangkan sebelum sesi latihan kickboxing. Meski demikian, ide kreatif ini justru menawan minat warganet pada berubah-ubah negara sebab dianggap mampu menghadirkan pengalaman bermain yang tersebut berbeda kemudian menantang.

    Dalam praktiknya, Futbox tiada hanya sekali melatih kemampuan dribel lalu ketangkasan kaki khas sepak bola, tetapi juga menuntut ketahanan fisik, strategi menyerang, juga teknik bertahan ala olahraga tinju. Para pemain diharuskan untuk terus bergerak, mengatur posisi, sambil kekal waspada terhadap serangan pukulan dari lawan.

    Format pertandingan Futbox umumnya dikerjakan ke lapangan berukuran kecil, misalnya lapangan futsal atau mini soccer, dengan tambahan ring tinju ke bagian sedang untuk memfasilitasi pertarungan satu lawan satu (one-on-one). Setiap tim terdiri dari lima penduduk pemain yang tersebut menempati sikap bervariasi, mulai dari penyerang bola hingga petinju bertahan.

    Sebagai bentuk perlindungan, para pemain diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelindung kepala lalu sarung tinju ringan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko cedera mengingat intensitas kontak fisik yang cukup besar selama permainan berlangsung.

    Di balik kesan ‘unik’ juga ‘tidak lazim’, Futbox dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh. Perpaduan antara sepak bola dan juga tinju menuntut para pemain mempunyai situasi fisik yang tersebut prima, kelincahan gerak, sekaligus kekuatan otot yang memadai. Tak heran, sejumlah instruktur kickboxing yang pada masa kini memanfaatkan Futbox sebagai variasi di pertemuan pemanasan agar latihan terasa lebih banyak seru.

    Meski belum diakui sebagai cabang olahraga resmi, keberadaan Futbox setidaknya bermetamorfosis menjadi bukti bahwa pengembangan pada bumi olahraga dapat muncul dari ide-ide mudah yang digunakan bersifat spontan. Popularitasnya pun diprediksi akan terus mengalami perkembangan seiring tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga yang digunakan kreatif juga menantang.

    Sebagai catatan, umum diimbau untuk selalu memperhatikan unsur keselamatan apabila ingin mencoba Futbox secara mandiri. Sinkronisasi dengan pembimbing profesional juga dianjurkan agar kegunaan olahraga dapat diraih secara maksimal tanpa mengakibatkan risiko yang mana bukan diinginkan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola lalu tinju

    Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola lalu tinju

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Sepak bola kemudian tinju merupakan dua cabang olahraga yang mempunyai karakteristik berbeda. Namun belakangan, masyarakat dunia maya sedang dihebohkan dengan kemunculan sebuah video popular yang digunakan memperlihatkan kombinasi unik kedua olahraga yang disebutkan pada satu arena. Fenomena ini kemudian dikenal dengan sebutan Futbox.

    Rekaman video yang dimaksud pertama kali diunggah oleh orang instruktur kickboxing jika negeri Ukraina dengan akun Instagram @sergeyvladimirovich1 yang dimaksud memperlihatkan sekelompok orang mengenakan sarung tinju juga pelindung kepala sambil berjuang menggiring bola ke arah gawang. Sekilas, aksi yang disebutkan tampak seperti perkenalan terhadap cabang olahraga baru yang mana memadukan unsur sepak bola kemudian tinju.

    Menurut pengakuan instruktur tersebut, Futbox pada dasarnya bukanlah sebuah olahraga resmi, melainkan bentuk pemanasan kreatif dan juga menyenangkan sebelum pembukaan latihan kickboxing. Meski demikian, ide kreatif ini justru menarik minat warganet di area berbagai negara akibat dianggap mampu menghadirkan pengalaman bermain yang tersebut berbeda kemudian menantang.

    Dalam praktiknya, Futbox tiada cuma melatih kemampuan dribel lalu ketangkasan kaki khas sepak bola, tetapi juga menuntut ketahanan fisik, strategi menyerang, dan juga teknik bertahan ala olahraga tinju. Para pemain diharuskan untuk terus bergerak, mengatur posisi, sambil masih waspada terhadap serangan pukulan dari lawan.

    Format pertandingan Futbox umumnya dilaksanakan dalam lapangan berukuran kecil, misalnya lapangan futsal atau mini soccer, dengan tambahan ring tinju di tempat bagian sedang untuk memfasilitasi duel satu lawan satu (one-on-one). Setiap regu terdiri dari lima orang pemain yang menempati tempat bervariasi, mulai dari penyerang bola hingga petinju bertahan.

    Sebagai bentuk perlindungan, para pemain diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelindung kepala dan juga sarung tinju ringan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko cedera mengingat intensitas kontak fisik yang digunakan cukup tinggi selama permainan berlangsung.

    Di balik kesan ‘unik’ kemudian ‘tidak lazim’, Futbox dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh. Perpaduan antara sepak bola serta tinju menuntut para pemain memiliki kondisi fisik yang dimaksud prima, kelincahan gerak, sekaligus kekuatan otot yang mana memadai. Tak heran, berbagai ahli kickboxing yang digunakan sekarang memanfaatkan Futbox sebagai variasi pada sesi pemanasan agar latihan terasa tambahan seru.

    Meski belum diakui sebagai cabang olahraga resmi, keberadaan Futbox setidaknya menjadi bukti bahwa perubahan pada dunia olahraga dapat muncul dari ide-ide simpel yang digunakan bersifat spontan. Popularitasnya pun diprediksi akan terus mengalami perkembangan seiring tingginya minat penduduk terhadap aktivitas olahraga yang dimaksud kreatif kemudian menantang.

    Sebagai catatan, masyarakat diimbau untuk terus-menerus memperhatikan faktor keselamatan jikalau ingin mencoba Futbox secara mandiri. Kerjasama dengan instruktur profesional juga dianjurkan agar faedah olahraga dapat diraih secara maksimal tanpa menyebabkan risiko yang bukan diinginkan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Syarat batasan usia anak boleh punya medsos di tempat Indonesia

    Syarat batasan usia anak boleh punya medsos di tempat Indonesia

    Ligapedia.news DKI Jakarta – eksekutif Indonesia sudah mengesahkan Peraturan eksekutif (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik di Perlindungan Anak.

    Regulasi ini menetapkan batasan usia anak di mengakses media sosial juga layanan digital lainnya, dengan tujuan menciptakan ruang digital yang tersebut aman kemudian ramah bagi anak-anak.

    Aturan ini menjadi langkah penting pada upaya proteksi anak dalam ranah digital, seiring dengan meningkatnya pemakaian internet oleh anak-anak. Dengan demikian, berikut ini ketentuan batas usia untuk anak-anak di mengakses media sosial.

    Syarat ketentuan batas usia anak di mengakses medsos

    1. Usia pada bawah 13 tahun

    Anak-anak hanya sekali diperbolehkan miliki akun pada hasil serta layanan digital berisiko rendah yang dirancang khusus untuk anak-anak, serta itu pun harus disertai izin orang tua.

    2. Usia 13 hingga 15 tahun

    Anak-anak dapat mengakses layanan digital dengan risiko sedang, namun masih memerlukan persetujuan dari orang tua.

    3. Usia 16 hingga 17 tahun

    Remaja pada rentang usia ini diizinkan mengakses layanan digital dengan risiko tinggi, seperti media sosial umum, asalkan telah lama mendapatkan persetujuan dari orang tua.

    Regulasi mengenai PP Nomor 17 Tahun 2025

    Menteri Komunikasi dan juga Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa regulasi ini menegaskan penampilan negara pada menciptakan ruang digital yang dimaksud aman, sehat, dan juga menggalang berkembang kembang anak Indonesia.

    Peraturan ini juga mewajibkan pelaksana sistem elektronik untuk memverifikasi usia pengguna kemudian menegaskan adanya persetujuan orang tua bagi anak-anak yang ingin mengakses layanan digital sesuai dengan kategori usia mereka.

    Dengan diterbitkannya PP Nomor 17 Tahun 2025, pemerintah berharap dapat melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial dan juga meyakinkan pengaplikasian internet yang mana tambahan aman kemudian bertanggung jawab.

    Aturan ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan kemudian diharapkan dapat menjadi acuan bagi orang tua, pengurus layanan digital, juga publik luas di mendampingi anak-anak mengakses dunia digital dengan bijak.

  • Cara menyaring informasi lalu hindari hoaks di area dunia maya

    Cara menyaring informasi lalu hindari hoaks di area dunia maya

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Dalam era digital yang digunakan serba cepat ini, informasi menyebar di hitungan detik. Sayangnya, tak semua informasi yang beredar pada dunia maya dapat dipercaya. Berita hoaks atau berita palsu rutin kali muncul dengan judul sensasional, menggiring opini publik, kemudian bahkan menyesatkan pembaca.

    Jika tiada disikapi dengan bijak, hoaks dapat menyebabkan kepanikan, perpecahan, atau bahkan merugikan berbagai pihak. Lalu, bagaimana cara mengatasi lalu menyaring informasi agar tidak ada mudah termakan hoaks? Berikut beberapa langkah yang mana sanggup Anda terapkan untuk menjadi pengguna internet yang mana cerdas juga kritis. mengutip Kemkomdigi juga berbagai sumber lainnya.

    Cara mengatasi berita hoaks

    1. Tinjau sumber informasi

    Pastikan informasi berasal dari situs yang mana kredibel, seperti lembaga resmi, universitas, atau media arus utama. Waspadai situs yang mana memiliki nama sama dengan media terkenal, tetapi menyajikan konten yang dimaksud meragukan.

    2. Cermati gaya penulisan juga bahasa

    Informasi yang tersebut valid biasanya ditulis dengan struktur bahasa yang dimaksud baik serta profesional. Hindari berita dengan gaya penulisan berlebihan, pemakaian huruf kapital secara menyeluruh, atau judul yang tersebut bombastis tanpa isi yang dimaksud jelas.

    3. Konfirmasi fakta dengan sumber terpercaya

    Manfaatkan situs pemeriksa fakta seperti Snopes, FactCheck.org, atau Hoax-Slayer untuk meyakinkan kebenaran suatu klaim. Jika suatu informasi belaka muncul di tempat satu sumber, bandingkan dengan media lain untuk memverifikasi keasliannya.

    4. Perhatikan waktu publikasi

    Banyak hoaks menggunakan kembali informasi lama seolah-olah baru. Cek tanggal rilis berita agar tidak ada tertipu oleh informasi yang dimaksud telah tiada relevan.

    5. Gunakan media sosial secara bijak

    Selalu waspada terhadap informasi yang tersebut beredar di dalam media sosial. Sebelum mempercayai suatu berita, teliti akun yang digunakan membagikan-nya, termasuk jumlah keseluruhan pengikut dan juga interaksi di area unggahan mereka.

    6. Telusuri kredibilitas penulis atau penyebar informasi

    Cari tahu latar belakang penulis atau sumber informasi yang dibagikan. Hindari mempercayai berita yang berasal dari sumber anonim atau yang tersebut tiada mencantumkan identitas jelas.

    7. Pertimbangkan referensi dari media internasional

    Sumber berita global yang digunakan kredibel dapat memberikan sudut pandang lebih tinggi luas kemudian objektif dibandingkan belaka mengandalkan media lokal.

    8. Bergabung di forum diskusi anti hoaks

    Melalui grup-grup ini, Anda bisa jadi memperoleh informasi terbaru, berbagi pengalaman, juga belajar cara mengenali lalu menangkal berita palsu, untuk meningkatkan wawasan mengenai hoaks dengan bergabung pada berbagai komunitas diskusi, seperti:

    • Wadah Anti Fitnah, Hasut, serta Hoax (FAFHH)
    • Indonesian Hoax Buster
    • Grup Sekoci Hoaxes
    • Mafindo

    Dengan menerapkan langkah-langkah di dalam atas, Anda dapat menjadi pengguna internet yang digunakan lebih besar cerdas juga kritis di menyaring informasi. Jangan ragu untuk mengedukasi orang-orang di area sekitar Anda agar merekan juga lebih besar waspada terhadap berita hoaks.

    Selain itu, setiap saat utamakan sikap skeptis yang sehat sebelum membagikan informasi. Pastikan berita yang dimaksud Anda sebarkan sudah ada melalui proses verifikasi agar tiada mengambil bagian menguatkan penyebaran hoaks. Semakin berbagai orang yang dimaksud sadar akan pentingnya literasi digital, semakin kecil kemungkinan hoaks merajalela lalu mempengaruhi opini rakyat secara negatif.

  • Kenapa Warga Amerika Meninggalkan X dan juga Beralih ke Bluesky?

    Kenapa Warga Amerika Meninggalkan X dan juga Beralih ke Bluesky?

    ligapedianews.com JAKARTA – Bluesky, jejaring sosial yang mana mirip dengan X (sebelumnya Twitter), telah lama mengalami lonjakan pengguna baru sejak pemilihan presiden AS.

    Pekan lalu, Bluesky menduduki peringkat 1 dalam bagian aplikasi mobile gratis App Store AS, mengalahkan perangkat lunak populer seperti Threads kemudian ChatGPT.

    Padahal, pada awal Oktober, situs ini masih berada di area peringkat 181, menurut TechCrunch.

    The Guardian melaporkan bahwa pengguna baru kebanyakan berasal dari Amerika Utara dan juga Inggris. Arus masuk ini memproduksi Bluesky meningkatkan jumlah total pengguna menjadi 14,5 jt pada seluruh dunia, naik dari 9 jt pada September 2024.

    Meski tidaklah ada cara untuk menentukan berapa berbagai pengguna baru yang mana meninggalkan X dikarenakan dukungan masyarakat Elon Musk terhadap presiden Donald Trump, berbagai pengguna Bluesky merujuk pemilihan pada postingan pertama mereka.

    Wired melaporkan bahwa sejumlah penggemar Taylor Swift, yang digunakan sebelumnya terlibat pada X, beralih ke Bluesky.

    Apa itu Bluesky?

    Bluesky adalah sistem media sosial yang dimaksud memiliki sejumlah kesamaan dengan X. X mengalami beberapa jumlah inovasi pasca diakuisisi oleh Elon Musk, termasuk penghapusan tanda centang biru untuk akun terverifikasi, pemulihan akun yang dimaksud sebelumnya diblokir, dan juga inisiatif berlangganan baru.

    Perubahan Kontroversial di dalam X

    Pada 16 Oktober, X mengumumkan inovasi pada fungsi blokir, yang dimaksud memungkinkan orang untuk menjaga dari orang lain meninjau instruksi merekan di tempat situs tersebut. Akun yang telah terjadi diblokir sekarang dapat mengawasi postingan orang yang dimaksud dalam X jikalau postingan yang dimaksud diatur ke publik, meskipun dia tiada dapat membalas, menyukai, atau memposting ulang. “Itu tidak memblokir,” balas seseorang pengguna X. “Itu membantu penguntitan.”

    Pada 17 Oktober, Bluesky mengumumkan bahwa mereka itu telah dilakukan menyambut 500.000 orang hanya sekali di satu hari. “Hari pertama di tempat sini,” tulis seseorang pengguna Bluesky. “Baru mencoba. Dulu adalah pengguna Twitter lama tetapi sekarang telah tak mirip lagi.”

    X juga telah lama memperbarui ketentuan layanannya sehingga gugatan apa pun oleh pengguna terhadap layanan yang dimaksud harus ditangani oleh pengadilan federal di tempat Texas utara “yang hakimnya banyak memberikan kemenangan terhadap penggugat konservatif di kasus-kasus politik,” lapor The Globe and Mail.

    Ben Collins, direktur utama The Onion, mencuit pada April 2023 bahwa Bluesky “berfungsi dan juga terlihat juga terasa persis seperti (Twitter),” juga memuji “moderasi, pengalaman desktop, serta keandalan” situs tersebut.

    Pada 12 November, situs ini miliki peringkat 3,9 dari 5 bintang dalam Apple App Store. “Terasa seperti hari-hari awal Twitter, tetapi tambahan organik,” tulis individu pengulas.

    Bluesky: Alternatif yang digunakan Menjanjikan

    Perubahan-perubahan terbaru ini kemungkinan besar memicu peningkatan minat pada Bluesky, yang digunakan mengalami lonjakan akun pengguna awal tahun ini ketika X diblokir oleh pengadilan di dalam Brasil (blokir yang disebutkan kemudian dicabut ketika X membayar denda). Menurut The New York Times, pengguna mengungkapkan Bluesky adalah aplikasi mobile yang tersebut paling mirip dengan X.

    Bagaimana cara mendaftar Bluesky?

    Bluesky semula hanya sekali dapat diakses dengan undangan, tetapi telah dilakukan terbuka untuk umum sejak Februari. Untuk bergabung, cukup mengakses halaman utama untuk memproduksi akun. Anda dapat mengunduh program Bluesky untuk iOS atau Android, atau menggunakan Bluesky di dalam desktop.

  • 35 Dunia Pers Sosial Terpopuler di area Dunia: Facebook Masih Berjaya, TikTok Terus Mengejar

    35 Dunia Pers Sosial Terpopuler di area Dunia: Facebook Masih Berjaya, TikTok Terus Mengejar

    ligapedianews.com JAKARTA – Di era digital, media sosial telah terjadi menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup manusia. Miliaran orang di tempat seluruh dunia terhubung melalui berbagai wadah media sosial, berbagi informasi, berkomunikasi, kemudian mendirikan komunitas.

    Nah, dalam 2024, media sosial mana yang digunakan memiliki pengguna terbesar? Berikut daftar 35 media sosial terpopuler di tempat dunia berdasarkan jumlah total pengguna terlibat bulanan (MAU) kemudian traffic organik bulanan:

    1. Facebook (3,06 miliar MAU)

    Raksasa media sosial ini masih berjaya di tempat puncak dengan lebih banyak dari 3 miliar pengguna terlibat bulanan. Facebook menawarkan berbagai fitur, mulai dari berbagi teks, foto, juga video hingga bergabung dengan grup.

    2. YouTube (2,70 miliar MAU)

    Platform berbagi video terbesar di tempat dunia ini menjadi favorit bagi pengguna untuk menonton video musik, tutorial, vlog, dan juga berbagai konten hiburan lainnya.

    3. WhatsApp (2,40 miliar MAU)

    Aplikasi instruksi instan ini mendominasi komunikasi global dengan fitur-fitur seperti chat, panggilan pernyataan serta video, juga berbagi media.

    4. Instagram (2,35 miliar MAU)

    Platform berbagi foto dan juga video ini populer di tempat kalangan anak muda serta influencer, dengan fokus pada konten visual yang digunakan menarik.

    5. TikTok (1,67 miliar MAU)

    Aplikasi video pendek ini telah terjadi mencuri perhatian dunia dengan konten kreatif dan juga menghibur yang tersebut mudah diakses serta dibagikan.

    Pergeseran Tren

    Di 2024, ada sebagian perubahan tren terkait media sosial:

    – Kebangkitan TikTok: TikTok telah terjadi menjadi fenomena global dengan peningkatan pengguna yang digunakan pesat. Aplikasi komputer ini berhasil menarik minat generasi muda dengan format video pendek dan juga algoritma yang digunakan adiktif.

    – Dominasi Meta: Meta Platforms, perusahaan induk Facebook, Instagram, lalu WhatsApp, masih menguasai pangsa media sosial dengan jumlah agregat pengguna yang digunakan sangat besar pada ketiga platformnya.

    – Peran Industri Media Sosial di tempat Berbagai Aspek Kehidupan: Industri Media sosial tak hanya saja digunakan untuk hiburan serta komunikasi, tetapi juga berperan penting di bisnis, pendidikan, juga politik.

    Peringkat Media Massa Sosial dengan Konsumen Terbesar

    1 Facebook 3.06 miliar
    2 YouTube 2.70 miliar
    3 WhatsApp 2.40 miliar
    4 Instagram 2.35 miliar
    5 TikTok 1.67 miliar
    6 WeChat 1.31 miliar
    7 Facebook Messenger 1.10 miliar
    8 Telegram 900 juta
    9 Viber 820 jt
    10 Snapchat 800 jt
    11 Douyin 752 jt
    12 Baidu 676 juta
    13 Qzone 615 jt
    14 Spotify 602 jt
    15 X (Twitter) 600 juta
    16 Sina Weibo 588 jt
    17 Pinterest 518 jt
    18 Reddit 430 jt
    19 Kuaishou 370 jt
    20 Bilibili 336 jt
    21 Microsoft Teams 320 jt
    22 LinkedIn 310 jt
    23 Quora 305 jt
    24 Vimeo 260 jt
    25 Line 230 juta

    26 Xiaohongshu 200 jt
    27 Discord 200 jt
    28 ShareChat 180 jt
    29 Threads 175 jt
    30 Josh 151juta

  • Australia Nekad Larang Industri Media Sosial untuk Anak dalam Bawah 16 Tahun, Langkah Konstruktif atau Salah Arah?

    Australia Nekad Larang Industri Media Sosial untuk Anak dalam Bawah 16 Tahun, Langkah Konstruktif atau Salah Arah?

    ligapedianews.com JAKARTA – otoritas Australia berencana melarang anak-anak di area bawah usia 16 tahun untuk mengakses media sosial. RUU ini diharapkan akan diajukan ke parlemen tahun ini serta berlaku 12 bulan pasca disetujui.

    Langkah Australia ini menuai pro serta kontra. Di satu sisi, larangan ini diharapkan dapat melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Di sisi lain, ada perasaan khawatir bahwa larangan ini dapat menghambat perkembangan literasi digital serta mengesampingkan aspek positif media sosial.

    Larangan ini direncanakan akan menguji coba sistem verifikasi usia untuk memblokir anak-anak dari akses ke situs media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, kemudian X (Twitter).

    Zach Rausch, ilmuwan penelitian pada NYU Stern School of Business, menyampaikan undang-undang ini sebagai “langkah besar” yang akan menjadikan Australia “pemimpin global pada melindungi anak-anak di area dunia maya”.

    Namun, Digital Industry Group (DIGI), organisasi nirlaba Australia yang tersebut mengadvokasi kemajuan sektor digital, mengatakan larangan yang disebutkan sebagai “respons abad ke-20 terhadap tantangan abad ke-21”.

    Pro dan juga Kontra Larangan Dunia Pers Sosial untuk Anak

    Argumen Pro:

    – Melindungi Bidang Kesehatan Mental Anak: Media Massa sosial dapat berdampak negatif pada kondisi tubuh mental anak, menyebabkan kecanduan, kecemasan, depresi, juga gangguan citra diri.
    – Mencegah Cyberbullying kemudian Eksploitasi: Anak-anak lebih tinggi rentan terhadap cyberbullying, pelecehan online, dan juga eksploitasi seksual dalam media sosial.
    – Mengembangkan Fokus juga Prestasi Belajar: Dunia Pers sosial dapat mengganggu konsentrasi juga menurunkan waktu belajar anak.

    Argumen Kontra:

    – Menghambat Literasi Digital: Melarang media sosial dapat menghambat perkembangan keterampilan literasi digital anak yang dimaksud penting di tempat era digital.
    – Sulit Diterapkan: Verifikasi usia di area media sosial sulit diterapkan dan juga anak-anak mungkin saja menemukan cara untuk mengakalinya.
    – Mengabaikan Aspek Positif: Media Massa sosial juga miliki aspek positif, seperti memfasilitasi koneksi sosial, akses informasi, kemudian pengembangan kreativitas.

    “Sudah bertahun-tahun, kami dicemooh oleh para pendidik keamanan online akibat dianggap tertutup kemudian ekstrem. Padahal, orang tua yang dimaksud berada pada garis depan yang digunakan tahu kehancuran yang diakibatkan media sosial pada anak-anak kita,” ungkap Dany Elachi dari Heads Up Alliance.

    Sebaliknya, Sunita Bose dari DIGI mengatakan bahwa melarang remaja untuk mengakses jaringan digital adalah respons abad ke-20 terhadap tantangan abad ke-21. “Daripada memblokir akses melalui larangan, kita perlu mengambil pendekatan yang mana seimbang untuk menciptakan ruang yang digunakan sesuai dengan usia, merancang literasi digital, dan juga melindungi kaum muda dari bahaya online,” ungkapnya.

    Bagaimana tanggapan pemilik platform?

    Antigone Davis dari Meta Australia menyampaikan bahwa pihaknya menghormati batasan usia apa pun yang dimaksud ingin diperkenalkan pemerintah terkait pemanfaatan media sosial.

    “Namun, yang justru harus difokuskan adalah diskusi lebih lanjut mendalam tentang bagaimana kita menerapkan perlindungan. Jika tidak, risikonya kita merasa mengambil langkah yang digunakan tepat. Padahal, baik remaja maupun orang tua tak menemukan diri dia di sikap yang tambahan baik,”bebernya.

  • Facebook Messenger Kini Bisa Kirim Pesan Video HD Berteknologi Teknologi AI

    Facebook Messenger Kini Bisa Kirim Pesan Video HD Berteknologi Teknologi AI

    ligapedianews.com MENLO PARK – Facebook Messenger semakin menjadi program perpesanan yang tersebut lengkap. Facebook Messenger pada saat ini didukung video berlatar belakang yang mana dihasilkan Teknologi AI seperti streaming video resolusi HD dengan peningkatan kualitas audio dengan layanan pengurangan kebisingan.

    Messenger sudah pernah menerima integrasi chatbot Meta Teknologi AI lalu sekarang membantu Siri untuk mengirim instruksi atau memulai panggilan audio/video.

    Seperti dilansir dari CNET, Messenger mengupayakan enkripsi ujung ke ujung untuk setiap instruksi juga telah dilakukan mengalami peningkatan jumlah agregat pengguna akhir-akhir ini.

    Messenger saat ini memperkuat enkripsi ujung ke ujung untuk setiap pesan, dan juga menerima integrasi chatbot Meta AI.

    Baru-baru ini, Messenger sudah diperbarui dengan beberapa fasilitas baru yang mana menarik.

    Yang pertama adalah video latar belakang yang tersebut dihasilkan AI, pada mana pengguna dapat menciptakan video mereka sendiri dengan perintah teks atau memilih video yang telah ada.

    Kemudian untuk video call terdapat layanan streaming beresolusi HD juga kualitas audio ditingkatkan dengan fasilitas peredam bising. Seperti WhatsApp, Messenger juga mendapat layanan pengiriman instruksi video.

    Meta juga mengintegrasikan dukungan Siri untuk menggunakan Messenger, dalam mana pengguna sekarang ini dapat memanggil Siri untuk mengirim instruksi atau memulai panggilan audio/video.

    Pembaruan ini nampaknya dibagikan secara bertahap lantaran di pengujian saya pada perangkat Android dan juga iOS belakangan ini fitur-fitur baru masih belum terlihat.