Tag: komisi x dpr

  • Komisi X setujui rekomendasi naturalisasi empat atlet sepak bola putri

    Komisi X setujui rekomendasi naturalisasi empat atlet sepak bola putri

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Komisi X DPR RI menyetujui rekomendasi pemberian kewarganegaraan RI terhadap empat atlet sepak bola putri yang mana akan dinaturalisasikan untuk menguatkan timnas sepak bola putri Indonesia.

    Keempat atlet yang dimaksud adalah Felicia Victoria de Zeeuw, Iris Joska de Rouw, Isa Guusje Wraps, juga Emily Julia Frederiva Nahon, yang dimaksud berkewarganegaraan jika Belanda namun memiliki garis keturunan dari orang Indonesia.

    "Hasil dari persetujuan ini akan disampaikan untuk rapat paripurna DPR RI tanggal 27 Mei 2025," kata Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian pada rapat kerja dengan Kementerian Pemuda juga Olahraga yang digunakan disiarkan segera melalui kanal youtube TVR Parlemen yang dimaksud dipantau di area Jakarta, Senin.

    Rapat kerja yang disebutkan dihadiri oleh jajaran pimpinan kemudian anggota Komisi X, Wakil Menteri Pemuda juga Olahraga Taufik Hidayat, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir dan juga juga keempat atlet yang dimaksud hadir secara virtual.

    Hetifah mengatakan, Komisi X DPR RI, Pemerintah, juga PSSI menyepakati bahwa penetapan kewarganegaraan RI terhadap empat pesepak bola putri itu, selanjutnya ditetapkan oleh instansi yang berwenang Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang mana berlaku.

    Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Taufik Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya memberikan rekomendasi naturalisasi dengan beberapa pertimbangan yaitu keinginan para atlet untuk menjadi Warga Negara Indonesia dikarenakan mereka dibutuhkan untuk menguatkan kelompok nasional sepak bola Indonesia.

    Ia menyebutkan penampilan para atlet dibutuhkan untuk target jangka pendek atau dalam bawah lima tahun seperti untuk Kualifikasi Piala Asia Putri 2026, Piala ASEAN Putri 2025, FIFA Match Day 2025, SEA Games Thailand 2025, dan juga berbagai kompetisi lainnya hingga tahun 2030.

    Sedangkan, untuk target jangka panjang atau pada menghadapi lima tahun yaitu meningkatkan ranking menjadi 50 besar FIFA, 10 besar Asia, lolos di tempat setiap putaran final Piala Asia serta lolos ke Piala Planet 2035.

    Selain itu, peluncuran para atlet juga diperlukan untuk meningkatkan kekuatan kedalaman skuad timnas, juga melakukan pengiriman pengetahuan atau melengkapi kemampuan pesepak bola lokal baik untuk kepentingan timnas maupun untuk liga profesional.

    Taufik menambahkan, langkah menaturalisasikan keempat pemain juga bagian dari implementasi Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

  • DPR Minta Galeri Nasional Kembali Buka Pameran Lukisan Yos Suprapto

    DPR Minta Galeri Nasional Kembali Buka Pameran Lukisan Yos Suprapto

    Ligapedianews.com JAKARTA – Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDIP Bonnie Triyana memohon Galeri Nasional segera membuka kembali pameran lukisan tunggal karya seniman Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” yang mana batal secara tanpa peringatan pada Kamis (19/12/2024). Menyusul pembatan tersebut, terdapat lima lukisan Yos yang digunakan diminta diturunkan, lalu memancing kontroversi di dalam kalangan masyarakat.

    Menurut Bonnie, beberapa lukisan-lukisan Yos Suprapto yang mana menjadi polemik itu telah dilakukan tersebar di tempat media sosial. Sehingga, telah sewajarnya pameran yang disebutkan dibuka untuk umum.

    “Mestinya Galeri Nasional setelahnya diskusi ini jadi berita, menyingkap aja. Waktu senja ini, besok dibuka, pasti ramai. kita akan menjadi bangsa yang sehat dan juga naik kelas dong. Kita naik kelaslah,” kata Bonnie pada diskusi bertajuk ‘Seni Sebagai Medium Kritik Kekuasaan’ di dalam kawasan Cikini, DKI Jakarta Pusat, Hari Minggu (22/12/2024).

    DPR Minta Galeri Nasional Kembali Buka Pameran Lukisan Yos Suprapto

    Tak hanya sekali itu, Bonnie pun mendesak Galeri Nasional untuk tak mencopot semua lukisan yang mana sudah dipajang untuk dipamerkan. Ia memohonkan biarkan rakyat yang tersebut mengunjungi pameran itu untuk menafsirkan masing-masing hasil karya seni dari Yos Suprapto.

    “Biarkan penduduk itu mendiskusikan karya seni ini berdasarkan tafsir, pengetahuannya masing-masing. Jadi, saya pikir dibuka sajalah,” ujarnya.

    Di sisi lain, Bonnie mengawasi bahwa pemberedelan pameran lukisan yang dimaksud tidaklah sepatutnya terjadi. Sebab, ia menilai seni adalah seni tafsir, lalu ditafsirkan oleh umum secara bebas.

    “Seharusnya bukan harus menjadi kontroversi seperti ini ketika (pameran) dibuka, diskusinya kan jadi punya publik, umum yang dimaksud menilai. Ada ruang untuk orang berdiskusi secara bebas. Hal ini ujug-ujug ditutup, ketika diresmikan tiada sanggup lihat,” pungkasnya.