Tag: Kkp

  • KKP sebut Desa Warloka Pesisir layak jadi Kampung Nelayan Merah Putih

    KKP sebut Desa Warloka Pesisir layak jadi Kampung Nelayan Merah Putih

    ligapedianews.com Labuan Bajo – Menteri Kementerian Kelautan lalu Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyatakan Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Kota Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai layak menjadi Kampung Nelayan Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan warga pesisir dan juga meningkatkan kekuatan sektor ekonomi kelautan nasional.

    "Jadi ini salah satu kandidat kampung yang tersebut layak untuk kemudian kami bangun," katanya di dalam Labuan Bajo, Selasa.

    Ia menyampaikan hal yang disebutkan ketika melakukan kunjungan dengan segera ke Desa Warloka Pesisir didampingi Kepala Daerah Manggarai Barat serta Staf Ahli Menteri Kelautan serta Perikanan Sektor Ekonomi, Sosial juga Budaya Trian Yunanda.

    Menteri KKP menjelaskan mayoritas warga Desa Warloka Pesisir merupakan nelayan sehingga memenuhi aturan pengerjaan Kampung Nelayan Modern tahun 2025.

    Nantinya, lanjut dia, KKP akan memulai pembangunan sarana prasarana merupakan dermaga, cold storage (gudang pendingin), pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), bengkel kapal kemudian tempat kuliner dan juga sarana pendukung lainnya.

    "Jadi yang digunakan terintegrasi, bayangannya seperti di area luar negeri yang bagus-bagus, itu kira-kira yang akan kita bangun, kita telah punya model pada Biak, jadi kalau teman-teman mau lihat Biak boleh, dari kondisi yang sangat jelek sekarang jadi bagus sekali," katanya.

    Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono didampingi Kepala Kabupaten Manggarai Barat Edistasius Endi pada waktu meninjau Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Kota Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (3/6). (ANTARA/Gecio Viana)
  • Trenggono sokong sinergi kampus-pemda kembangkan perikanan Boyolali

    Trenggono sokong sinergi kampus-pemda kembangkan perikanan Boyolali

    Ligapedia.news Boyolali miliki kemungkinan besar di area sektor perikanan. Hal ini saatnya UBY Universitas Boyolali) hadir sebagai mitra ilmiah

    Jakarta – Menteri Kelautan kemudian Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyokong sinergi antara pemerintah area (pemda) serta kampus di menggeliatkan sektor perikanan di tempat Kota Boyolali, Jawa Tengah.

    “Boyolali mempunyai kemungkinan besar di tempat sektor perikanan. Hal ini saatnya UBY Universitas Boyolali) hadir sebagai mitra ilmiah, bukanlah belaka untuk pengembangan ilmu, tapi juga sebagai penggerak kegiatan ekonomi lokal,” kata Trenggono di keterangan pada Jakarta, Minggu.

    Kampus Universitas Boyolali (UBY) yang tersebut menjadi ikon sekolah wilayah tersebut, diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berakar pada peluang lokal, khususnya di area sektor perikanan.

    Dalam pertemuan dengan Rektor UBY Nanik Sutarni kemudian Pimpinan Daerah Boyolali Agus Irawan, Menteri Trenggono mengupayakan UBY menyiapkan solusi menghadapi persoalan perikanan di dalam daerah, seperti penguatan pembibitan lele yang dimaksud selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

    Sebagai sosok yang tersebut berasal dari Boyolali, Menteri Trenggono berjanji turut merancang kemungkinan kampung halamannya melalui penguatan institusi pendidikan.

    Ia mengupayakan pengembangan laboratorium perikanan yang tersebut mampu menggalang perubahan pembibitan lalu teknologi pakan yang mana berbasis riset kampus.

    Dia juga menyarankan agar UBY tak hanya sekali berjalan sendiri, melainkan meningkatkan kekuatan jejaring akademik dengan kampus-kampus besar seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) kemudian Universitas Gadjah Mada (UGM).

    "Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses UBY ke sumber daya penelitian, pendanaan, serta pengembangan kapasitas," kata Trenggono.

    Rektor UBY Nanik Sutarni menyampaikan pihaknya sedang berproses untuk membentuk terobosan di pengembangan SDM unggul, namun membutuhkan dukungan dari pusat juga daerah.

    “UBY siap bertransformasi menjadi kampus berbasis riset, baik dalam bidang perikanan, peternakan, maupun pertanian," kata Nanik.

    Ia berharap dukungan prasarana laboratorium dari KKP lalu Pemda Boyolali mampu mempercepat langkah tersebut.

    Sementara itu, Kepala Daerah Boyolali Agus Irawan menilai keberadaan UBY sebagai kekuatan baru di menggerakkan kemandirian tempat di area sektor pangan kemudian perikanan.

    “Kita punya kampung lele, tapi pembibitannya masih dari luar. Ke depan, Boyolali harus punya pusat pembibitan sendiri, kemudian UBY mampu jadi ujung tombaknya,” katanya.

    Kepala Badan Penyuluhan juga Penguraian SDM Kelautan serta Perikanan BPPSDMKP KKP I Nyoman Radiarta turut mendampingi Menteri Trenggono di kunjungan itu.

    Nyoman menyatakan pihaknya siap memperkuat pengembangan kurikulum, pelatihan, lalu peningkatan kompetensi di dalam sektor kelautan dan juga perikanan, termasuk bila UBY mulai merintis kegiatan studi di tempat bidang tersebut.

  • Guru Besar IPB: Pemekaran PKRL KKP jawab tantangan urbanisasi laut

    Guru Besar IPB: Pemekaran PKRL KKP jawab tantangan urbanisasi laut

    Ibukota – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University Akhmad Fauzi mengatakan, pemekaran yang terjadi pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan lalu Ruang Laut (PKRL) Kementerian Kelautan juga Perikanan (KKP) menjadi jawaban melawan tantangan persoalan urbanisasi laut.

    Adapun KKP memecah Ditjen Pengelolaan Kelautan juga Ruang Laut (Ditjen PKRL) menjadi dua bagian sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 193/2024 yang terbit pada Hari Jumat (8/11), melalui regulasi itu, PKRL dimekarkan menjadi dua bagian yakni Ditjen Penataan Ruang Laut kemudian Ditjen Pengelolaan Kelautan.

    “Oleh karenanya hadirnya Ditjen Penataan Ruang Laut merupakan jawaban yang mana tepat pada menghadapi dan juga menangani Urbanization of the Sea pada waktu ini dan juga pada masa mendatang,” kata Akhmad Fauzi lewat keterangan yang diterima dalam Jakarta, Minggu.

    mengutarakan, urgensi Ditjen Penataan Ruang Laut bahkan telah dikaji pihaknya sejak setahun lalu. Hal ini lantaran KKP mengalami kesulitan Wooden Bucket Syndrom, dimana beban yang digunakan diemban di penataan ruang laut bukan sepadan dengan kewenangan kelembagaan yang dimiliki sehingga mengakibatkan kurang optimalnya kebijakan ruang laut yang digunakan berkaitan dengan sinergi serta kolaborasi antar lembaga.

    Untuk itu, lanjutnya, penguatan kapasitas kelembagaan yang dimaksud khusus menangani penataan ruang laut harus diadakan baik dari sisi aspek lingkungan internal lalu eksternal, maupun efektivitas beban kerja, prospek sumbangan terhadap KKP juga lingkup kerja sebanding antar lembaga.

    Menurutnya, direktorat baru ini juga harus dipimpin oleh sosok yang tersebut memahami dan juga menguasai permasalahan dan juga kebijakan yang berkaitan dengan penataan ruang laut.

    Serta memiliki sikap kepemimpinan yang mana kuat serta integritas yang digunakan tinggi, lantaran sosok pemimpin yang mana semata-mata memahami permasalahan namun tidaklah dibarengi dengan leadership kuat, bukan akan efektif pada menjalankan fungsi Ditjen Penataan Ruang Laut.