Tag: kesehatanperbatasan

  • Sahabat Banau: TNI Hadirkan Layanan Bidang Kesehatan Gratis ke Pedalaman Papua

    Sahabat Banau: TNI Hadirkan Layanan Bidang Kesehatan Gratis ke Pedalaman Papua

    PUNCAK – Di sedang dinginnya udara pagi Kampung Dangbet, Daerah Puncak, Papua Tengah, sebuah tenda hijau dengan tanda Palang Merah menjadi oase harapan bagi banyak warga. Akses menuju prasarana kesejahteraan terdekat yang memakan waktu berjam-jam melintasi perbukitan terjal, menyebabkan peluncuran tenda ini begitu berarti. Hari Sabtu (29/11/2025), Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau melalui kegiatan “Sahabat Banau” (Saling Hargai serta Toleransi Banau Amankan Natal kemudian Tahun Baru), membuka pintu layanan kebugaran gratis.

    Di Pos Dangbet, para prajurit TNI, dipimpin dengan segera oleh Bintara Aspek Kesehatan Sertu Adi Utomo, dengan sigap memberikan pemeriksaan tekanan darah, perawatan luka ringan, distribusi vitamin, hingga obat esensial tanpa memungut biaya sepeser pun. Inisiatif ini menyentuh secara langsung keperluan dasar masyarakat yang digunakan hidup jarak jauh dari pusat layanan.

    “Kasus yang tersebut kami temui mayoritas hipertensi pada warga dewasa, luka gores, juga kelelahan. Paling penting bagi merek adalah akses pemeriksaan awal serta obat dasar. Itu yang digunakan kami siapkan, ” ungkap Sertu Adi Utomo di lokasi, menjelaskan keadaan riil yang mana dihadapi warga pedalaman akibat aktivitas harian yang padat.

    Kapten Inf Henry, Danpos Dangbet, menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar program seremonial penutup tahun. Ini adalah adalah wujud nyata dari pendekatan teritorial yang terus menerus dilaksanakan oleh posnya. “Pengamanan perbatasan serta pelayanan warga harus berjalan serentak. Kami ingin warga merasa, kalau TNI ada, merek tidaklah sendiri. Hal ini komitmen kami, tidak semata-mata musiman, ” tegas Kapten Henry.

    Apresiasi mendalam datang dari Mama Tindike (56), orang tokoh adat Dangbet. Mewakili para lansia lalu ibu-ibu yang tersebut kerap kesulitan menjangkau layanan medis, ia mengungkapkan rasa harunya.

    “Kalau mau ke Puskesmas, jalan bisa jadi seharian. Kami punya kebun, jaga anak, jaga rumah. Hari ini kami merasa didengar. Ketika TNI yang datang, kami rasa jarak itu menyempit, ” tuturnya dengan nada bergetar.

    Dampak positif acara ini meluas melampaui sektor medis. Kepala Distrik Beoga, Kornelius Kogoya, menyoroti bagaimana acara Sahabat Banau turut mengisi kekosongan layanan kesejahteraan sekaligus meredakan kecemasan warga terkait mobilitas. “Kolaborasi ini menyokong warga tambahan berani turun ke kampung serta pasar, akibat merek merasa ada jaminan keselamatan ketika bergerak. Ini adalah yang tersebut disebut keamanan manusia, tidak sekadar keamanan wilayah, ” ujarnya.

    Dukungan penuh datang dari Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Ia menyimpulkan pelayanan keseimbangan gratis di dalam perbatasan adalah strategi krusial di memulai pembangunan kepercayaan publik.

    “Daerah tanpa akses medis menciptakan kerentanan. Kehadiran prajurit sebagai tenaga kesegaran lapangan adalah langkah strategis memperpendek jurang layanan. Inilah penanaman modal utama di memulai pembangunan kepercayaan rakyat, ” tegas Mayjen Lucky.

    Mayjen Lucky menambahkan, Yonif 732/Banau berperan sebagai problem solver ke luar fungsi pertahanan klasik.

    “Kami ingin warga Papua tahu: TNI bukanlah belaka datang ketika Nataru, tetapi berdiri sepanjang waktu sebagai saudara yang mana siap melayani, ” tambahnya.

    Kegiatan yang tersebut berlangsung sejak dini hari hingga siang itu ditutup dengan pembagian paket obat ke rumah-rumah warga lansia yang digunakan tak dapat hadir. Di lereng Pegunungan Tengah Papua, kisah perbatasan kembali terukir, bukanlah oleh dentuman senjata, melainkan oleh detak tensi darah yang tersebut teratur serta senyuman warga yang digunakan kembali merekah.

    (Wartamiliter)

  • Satgas Yonif 732/Banau Hadirkan Layanan Kesejahteraan Door to Door dalam Mamere, Bukti Nyata Kepedulian TNI untuk Warga Perbatasan

    Satgas Yonif 732/Banau Hadirkan Layanan Kesejahteraan Door to Door dalam Mamere, Bukti Nyata Kepedulian TNI untuk Warga Perbatasan

    Beoga, Papua Tengah – Di sedang keterbatasan prasarana kesehatan di dalam wilayah pedalaman Papua, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau Pos Jenggeren menunjukkan perhatian nyata terhadap komunitas dengan menyelenggarakan pelayanan kesegaran door to door dalam Kampung Mamere, Distrik Beoga, Selasa (14/10/2025).

    Kegiatan bertajuk “Pastoor” (Pelayanan Satgas Door to Door) ini dipimpin oleh Serda Jimmy, Bintara Aspek Kesehatan (Bakes) Pos Jenggeren, bersatu beberapa personel lainnya. Dengan menghadirkan peralatan medis mudah dan juga obat-obatan, merekan menyusuri rumah-rumah warga untuk memberikan pemeriksaan kesejahteraan juga perawatan gratis.

    Kehadiran prajurit TNI disambut hangat oleh warga yang tersebut selama ini kesulitan mengakses layanan kebugaran akibat jarak dan juga keadaan geografis yang mana sulit dijangkau.

    Komandan Pos Jenggeren, Kapten Inf Mahfud, menegaskan bahwa tugas Satgas dalam wilayah perbatasan tak semata-mata menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu warga pada mengatasi kesulitan sehari-hari.

    “Tugas kita dalam perbatasan adalah tugas multidimensi. Selain menyimpan keutuhan NKRI, kita juga harus hadir di dalam sedang rakyat, membantu apa yang tersebut merek butuhkan. Keterbatasan akses kebugaran adalah permasalahan nyata di sini, juga kami hadir untuk memberikan solusi, ” ujar Kapten Mahfud.

    Sementara itu, salah manusia warga Mamere mengungkapkan rasa haru dan juga terima kasih menghadapi bantuan yang dimaksud diberikan.

    “Saya telah dua hari sakit kepala dan juga batuk. Puskesmas sangat jauh dari sini. Puji Tuhan, bapak-bapak TNI datang ke rumah, obati saya juga kasih obat. Bapak TNI sangat baik, ” kata beliau dengan mata berkaca-kaca.

    Melalui acara pelayanan kebugaran keliling ini, Satgas Yonif 732/Banau tidaklah semata-mata mengakibatkan obat juga bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, perhatian, serta kasih terhadap masyarakat pada pelosok Papua. Kepedulian merek berubah menjadi bukti nyata bahwa TNI terus-menerus hadir untuk rakyat pada mana pun serta pada kondisi apa pun.

    (PenSatgas Yonif 732/Banau)