Tag: Kediri

  • Pemkab Kediri Gelar Reksa Budaya Panji 2025 Usung Tema Eksplorasi Ragam Jaranan

    Pemkab Kediri Gelar Reksa Budaya Panji 2025 Usung Tema Eksplorasi Ragam Jaranan

    Kediri – pemerintahan Wilayah Kediri melalui Dinas Kebudayaan lalu Perjalanan (Disbudpar) kembali menghadirkan program kebudayaan tahunan bertajuk “Reksa Budaya Panji”, yang mana tahun ini dipusatkan di kawasan Taman Wisata Totok Kerot, Wilayah Kediri.

    Kegiatan kali ini mengusung tema besar “Eksplorasi Ragam Jaranan Kediri”, kegiatan ini bermetamorfosis menjadi peluang penting di upaya pelestarian, pendokumentasian, sekaligus pemasaran kekayaan seni tradisi daerah.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Kepala Disbudpar Daerah Kediri, Mustika Prayitno Adi, menegaskan bahwa Jaranan miliki nilai lebih tinggi dari sekadar seni pertunjukan. Menurutnya, Jaranan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan budaya lalu identitas penduduk Kediri.

    “Jaranan tidak sekadar kesenian, melainkan narasi historis serta identitas Kediri yang tersebut kaya. Reksa Budaya Panji tahun ini didedikasikan untuk Jaranan. Kami ingin menampilkan seluruh spektrum Jaranan Kediri, membuktikan bahwa kesenian ini dinamis juga memiliki akar yang digunakan kuat di cerita Panji serta sejarah Kerajaan Kediri, ” kata Mustika pada Kamis (27/11/2025)

    Ia menambahkan, eksekutif Daerah Kediri terus berupaya melindungi eksistensi kesenian Jaranan agar terus relevan dan juga diminati generasi muda. Berbagai inisiatif kebudayaan diarahkan untuk membuka ruang lebih tinggi luas bagi seniman kemudian komunitas adat di mengekspresikan kreativitasnya.

    Pada turnamen tahun ini, Reksa Budaya Panji tak semata-mata menampilkan beberapa kelompok seni Jaranan dari berubah-ubah wilayah, tetapi juga menghadirkan Sarasehan Budaya lalu Workshop Kesenian. Acara yang disebutkan melibatkan para budayawan, akademisi, juga sesepuh Jaranan Kediri untuk mengeksplorasi perkembangan, nilai historis, hingga tantangan pelestariannya di dalam era modern.

    Pihak Disbudpar turut mengundang pelajar juga guru se-Kabupaten Kediri untuk mengikuti rangkaian acara, dengan harapan kesenian Jaranan dapat didorong berubah jadi kegiatan ekstrakurikuler pada sekolah-sekolah.

    Tentu dengan konsep yang mana lebih lanjut inklusif dan juga berorientasi pada edukasi budaya, Reksa Budaya Panji 2025 diharapkan menjadi langkah nyata pada melakukan konfirmasi keberlanjutan warisan budaya Jaranan lalu menguatkan identitas budaya masyarakat Kediri pada berada dalam pembaharuan zaman.(adv/PKP)

  • Persiapan Pagelaran Wayang Kulit Peringati Hari Wayang Kulit Bumi Bersama Rumah Budaya Kediri

    Persiapan Pagelaran Wayang Kulit Peringati Hari Wayang Kulit Bumi Bersama Rumah Budaya Kediri

    Kediri – Dalam rangka memeriahkan Hari Wayang Planet yang tersebut jatuh pada 7 November 2025, Rumah Budaya Kediri akan menghelat Pagelaran Wayang Kulit yang digunakan menampilkan tiga dalang cilik, Ki Atmadeva (kelas 6 MIN 2 Doko), Ki Iqbal (kelas 6 MIN 2 Doko ) lalu Ki Juna (kelas 3 SD).

    Perayaan Hari Wayang Global bertujuan untuk mengiklankan kemudian melestarikan seni wayang sebagai warisan budaya Indonesia.

    Pagelaran wayang epidermis ini juga melibatkan karawitan Cakra Laras merupakan binaan Rumah Budaya Kediri yang tersebut mengambil bagian memeriahkan pada hari terakhir pekan 7 November 2025 pada Jalan Untung Suropati Nomor 25 Kelurahan Pakelan Kecamatan Pusat Kota pukul 19.00 Waktu Indonesia Barat sampai selesai.

    Penampilan tiga dalang cilik ini diharapkan mampu menantang animo komunitas untuk datang serta menikmati pagelaran wayang epidermis dengan lakon Lahire Gatotkoco secara gratis.

    Selain itu, pagelaran wayang epidermis kali ini untuk nguri-nguri budaya khususnya wayang epidermis yang ada dalam wilayah Pusat Kota kemudian Daerah Kediri.

    Yang tak kalah penting meminta generasi muda serta anak bangsa untuk bisa jadi mengambil bagian andil lalu peduli melestarikan budaya lokal sendiri.

    ”Pegelaran wayang dermis ini untuk menyimpan kelestarian budaya kita, jangan sampai punah. Selain itu, akan berdampak pada pelaku dunia usaha kreatif mampu meningkat, ” ujar Rindu Rikat selaku Ketua Yayasan Rumah Budaya Kediri terhadap media ini, Akhir Pekan (2/11/2025) siang.

    Rindu Rikat menuturkan bahwa untuk ersiapan menjauhi Pagelaran Wayang Kulit pada rangka memperingati Hari Wayang Kulit Global semua telah dikondisikan Mas Dalang Rinto semua sarana prasarana perlengkapan telah siap.

    “Pagelaran wayang dermis tahun ini, melibatkan pelaku seni anak-anak mulai para dalang cilik, sinden lalu karawitan dapat mengamati dimana pelaku pagelaran ini merupakan binaan Rumah Budaya Kediri lalu rakyat umum bisa saja meninjau langsung, ” ucapnya.

    Bunda Rindu sapaan akrabnya kenapa Pagelaran Wayang Kulit ini semua melibatkan pelaku seni anak-anak semua. Artinya, pemerintah tempat agar memperhatikan pelaku seni mulai sejak usia dini, supaya ada generasi penerus seni budaya.

    “Nanti akan menampilkan 3 Dalang Cilik. Ada Ki Deva, Ki Iqbal serta Ki Juna ketiganya masih usia dini juga duduk dibangku sekolah dasar, sebagai generasi penerus budaya, ” ujar Bunda Rindu.

    Bunda Rindu juga menambahkan pada pagelaran Wayang Kulit nanti akan mengundang Wali Perkotaan Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Walikota Daerah Perkotaan Kediri KH.Qowimuddin, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Kapolres Kediri Daerah Perkotaan AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Danbrigif 16/WY Letkol Inf M.Sujoko, Kepala BNN Perkotaan Kediri Yudha Wirawan, Kepala OPD Pemkot Kediri serta para undangan lain.

    “Saya sangat berharap untuk eksekutif Daerah ketika ada acara-acara kalau memerlukan karawitan sanggup melibatkan Cakra Laras merupakan binaan Rumah Budaya Kediri, ” harapnya.

    Hal yang tersebut serupa diungkapkan Pranawingrum selaku Ketua Panitia Pagelaran Wayang Kulit menyampaikan bahwa untuk persiapan mendekati pagelaran wayang lapisan kulit meskipun waktunya sangat mepet kemudian luar biasa pada waktu 10 hari telah sanggup dikondisikan, ini hal yang digunakan luar biasa sekali.

    “Menariknya, pagelaran wayang epidermis ini mendapatkan apresiasi dan juga tanggapan yang dimaksud luar biasa dari Disbudparpora Pusat Kota Kediri terhadap binaan dari Rumah Budaya yang tersebut terlibat pada pagelaran wayang epidermis nanti anak-anak mendapatkan sertifikat guna untuk mempermudah melanjutkan akses sekolah yang diinginkan, ” ucapnya.

    Pranawingrum mengucapkan terima kasih keberadaan Rumah Budaya Kediri ini telah memfasilitasi seniman anak-anak untuk mengadakan pagelaran wayang lapisan kulit pada rangka Hari Wayang Kulit Bumi kemudian juga memberi pembinaan bagi pelaku seniman anak-anak.

    “Kami juga berharap dari otoritas Pusat Kota Kediri mempunyai kegiatan pagelaran seni bisa saja melibatkan anak-anak binaan dari Rumah Budaya Kediri, kalau anak-anak dapat ikut serta ini berubah jadi kebanggan tersendiri, ” harapnya.

    Raden Tumenggung Rinto Hadi Rekso Budoyo selaku Pengurus Rumah Budaya Kediri Area Seni menjelaskan untuk persiapan mendekati pagelaran wayang dermis pada memeriahkan Hari Wayang Kulit Planet secara teknis semua sudah ada ditata kemudian dikonsep secara rapi dengan sajian durasi pendek.

    “Pagelaran wayang lapisan kulit nanti diperkirakan selama 2 jam, tapi untuk teknis penampilan dalang durasinya 45 menit dan juga 35 menit tergantung dari pembagian alur ceritanya nanti, ” jelas Rinto.

    Rinto dengan gamblang menceritakan alur cerita dengan lakon Lahire Gatutkoco. Ia menuturkan lahirnya sosok Gatutkoco ini memang benar saya konsepkan dengan harapan juga tujuan sebagai lambang atau lahir (Kemunculan). 

    Yang miliki arti para pelaku seniman-seniman yang digunakan dilahirkan ke Rumah Budaya Kediri ini bisa saja seperti tokoh pewayangan Gatotkoco mampu terbang melalang buana. 

    Kemunculan Rumah Budaya Kediri menurut Rinto sangat membantu sekali juga menyampaikan terima kasih terhadap pimpinan Rumah Budaya Bunda Rindu yang digunakan telah memberi wadah untuk pelaku seni binaanya. “Tidak belaka itu saja, bahkan dari sanggar lain diperbolehkan latihan ke Rumah Budaya Kediri, ” ungkapnya.

    Sementara mengamati dari dekat ketiga Dalang Cilik persiapannya seperti apa. Dalang cilik bernama M.Iqbal Maulana akrab disapa Ki Iqbal kelas 6 MIN 2 Doko Kediri mengatakan, untuk persiapan jelang pagelaran wayang epidermis 7 November nanti telah melakukan latihan wayang pada rumah.

    “Ketertarikan menggeluti bola wayang ini sejak umur 2 tahun. Mulai senang memainkan wayang dermis ini muncul dengan sendirinya seperti bakat alami, ” ujar Ki Iqbal yang dimaksud suka sosok pewayangan Bagong.

    Ki Iqbal dengan syarat Desa Bulupasar ini sebelumnya pernah tampil sebagai dalang pada ketika pada sekolah MIN 2 Doko. Pagelaran wayang lapisan kulit nanti 7 November dalam Rumah Budaya Kediri penampilan yang mana ketiga ini.

    “Persiapan untuk pagelaran wayang dermis latihan menghafalkan cerita lalu sabetannya, dijalankan di rumah dengan peralatan wayang yang tersebut ada, ” ujar Ki Iqbal putra pasangan Imam Tohari lalu Lilik Mahfudhoh.

    “Harapannya bisa saja menjadi Dalang Cilik ini untuk bisa jadi bergabung nguri-nguri budaya Jawa khususnya wayang dermis agar tiada punah, ” harap Ki Iqbal.

    Dilanjutkan Dalang Cilik Atmadeva Putra Adi Santoso akrab disapa Ki Deva kelas 6 MIN 2 Doko Kediri menuturkan persiapan pagelaran wayang dermis 7 November nanti, melakukan latihan rutin di rumah lalu menghafal cerita yang ditampilkan nanti.

    “Ketertarikan menggeluti bola wayang epidermis telah sejak kelas 3 pada pada waktu wabah covid-19, ” ujar Ki Deva yang tersebut suka sosok Brotoseno. 

    Ki Deva sangat berharap dengan menggeluti kemudian ketertarikan planet seni wayang ini sanggup mengambil bagian nguri-nguri budaya jawa khususnya wayang lapisan kulit agar bukan punah di telan zaman.

    Ditutup dengan Dalang cilik yang memiliki nama Ahmad Hideki Syauqi Arjune akrab disapa Ki Juna kelas 3 SD mengungkapkan untuk persiapan menjauhi pagelaran wayang epidermis nanti melakukan latihan serta belajar membaca cerita yang dimaksud akan ditampilkan nanti.

    “Mulai tertarik dengan dalang sejak umur 2 tahun sudah ada suka wayang, ” kata Ki Juna yang digunakan suka sosok Werkudoro.

    “Harapan kedepan dapat berubah menjadi dalang yang dimaksud sukses serta lebih tinggi dikenal penduduk luas khususnya penampilan nanti pada pada waktu tampil sebagai dalang cilik, ” harap putra dari pasangan Yusuf Efendy kemudian Siti Zulaikah.

    Perwakilan Sinden bernama Aurel Putri Anjani kelas 3 SMPN 8 Perkotaan Kediri menyatakan mulai tertarik bola tarik kata-kata atau sinden sejak kelas 6 SD.

    “Mekipun belum kerap tampil di pagelaran wayang kulit, tapi terjun dalam bumi sinden buat pengalaman-pengalaman pribadi saja, ” katanya.

    Ditanya terkait persiapan jelang pegelatan wayang. Aurel menuturkan mendekati pagelaran wayang dermis pada 7 November nanti. “Alhamdulillah untuk persiapannya telah mencapai 70 persen sudah ada siap. Sebanyak 5 sinden yang tersebut siap memeriahkan Hari Wayang Kulit Bumi ada Aurel, Alicia, Ajeng, Amal serta Devina, ” ujarnya.

    Sementara, perwakilan pengrawit M.Zairul Azra kelas 3 SMPN 3 Pusat Kota Kediri mengutarakan persiapan mendekati pagelaran wayang dermis pada 7 November nanti.

    “Kami kelompok pengrawit atau penabuh gamelan untuk telah melakukan latihan rutin dimulai hari terakhir pekan kemarin, ” ucapnya.

    Menurut Azra selama latihan ada beberapa kendala yang dihadapi cukup banyak. Seperti, cuaca kurang bersahabat rutin hujan, kadang terlambat juga kadang kelupaan notasi. 

    “Harapannya di pelaksanaan pagelaran wayang epidermis nanti mampu berjalan lancar lalu suskes. Kedepannya pada menekuni planet penabuh gamelan lebih besar sukses dan juga mampu masih lestari, ” ungkapnya.

  • Ruang Kadisbudparpora Pusat Kota Kediri Disulap Jadi Command Center DNC Tahun 2025

    Ruang Kadisbudparpora Pusat Kota Kediri Disulap Jadi Command Center DNC Tahun 2025

    Kediri – Terlihat jelas suasana kantor Disbudparpora Pusat Kota Kediri sangat sibuk lalu banyak baik Kepala Disbudparpora Bambang Priyambodo bersatu grup untuk persiapan gawe spektakuler serta sukseskan kompetisi Dhoho Night Carnival (DNC) besok Sabtu, 15 November 2025 pukul 19.00 Waktu Indonesia Barat dengan start Alun-alun Pusat Kota Kediri hingga finish Balai Pusat Kota Kediri.

    Persiapan turnamen DNC tahun 2025 terus dikebut Disbudparpora, semata-mata sisa satu hari dipastikan semua telah ready dan juga tinggal melengkapi kekurangan yang mana ada.

    Jelang hari terakhir pekan sore (14/11/2025), Bambang Priyambodo sama-sama tim masih berada ke kantor guna menyiapkan lalu menjamin segala keperluan di lapangan. 

    “Telpon gengam yang ditangannya hampir tak berhenti untuk terus melakukan koordinasi untuk persiapan hingga hari H nya tak ada yang dimaksud terlewatkan, ” ucapnya.

    Menariknya, ruang kerja Kepala Disbudparpora pada saat ini disulap berubah menjadi Command Center Dhoho Night Carnival 2025. Ruang ini difungsikan sebagai pusat koordinasi utama bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, media, hingga perwakilan partisipan karnaval.

    “Ruangan Kadisbudparpora dalam sulap menjadi Command Center Dhoho Night Carnival. Semua koordinasi, baik dengan panitia, media, maupun peserta, dilaksanakan dari di sini supaya satu pintu kemudian lebih lanjut fokus, ” jelas Bambang.

    Melalui Command Center ini, pihaknya juga terlibat melakukan koordinasi virtual. Salah satunya adalah rapat daring dengan 10 kota kehormatan yang akan hadir pada perhelatan DNC tahun ini.

    “Tadi kami telah melakukan zoom dengan Mbak Wali, serta juga kontestan dari 10 kota yang digunakan akan bergabung berpartisipasi. Jadi nanti semua komunikasi terkait UMKM, PKL, maupun kontestan bisa jadi diwujudkan segera dari Command Center ini, ” tambahnya.

    Bambang menegaskan, semangat kolaborasi berubah menjadi kunci sukses penyelenggaraan DNC 2025 yang digunakan mengusung tema “Glow Green”, sebuah simbol kreativitas dan juga perhatian terhadap lingkungan.

    “Kita ingin semua bergerak bersama, fokus, lalu terkoordinasi. Dari di lokasi ini kita pantau semuanya agar Dhoho Night Carnival benar-benar jadi kebanggaan warga Perkotaan Kediri, ” tutupnya.

  • DP2KBP3A Kota Kediri Gelar Acara Rembug Stunting 2025

    DP2KBP3A Kota Kediri Gelar Acara Rembug Stunting 2025

    Kediri – pemerintahan Kota (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, lalu Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Wilayah Kediri mengadakan kegiatan Rembug Stunting tahun 2025 berlangsung ke Gedung Bhagawanta Bahari Jalan Pamenang Ngasem Kota Kediri, Selasa (28/10/2025) pukul 10.00 WIB. Acara ini dilaksanakan di upaya untuk mempercepat penurunan bilangan bulat stunting di dalam Kota Kediri.

    Dalam kesempatan ini secara simbolis Mas Dhito sapaan Kepala Daerah Kediri mengemukakan penghargaan penurunan stunting terbaik Desa Karangtengah Kec Kandangan, Desa Kalipang Kec Grogol serta penghargaan untuk juara Kampung KB. 

    Sekaligus melakukan penandatanganan komitmen pencegahan percepatan penurunan stunting yang tersebut disertai penandatanganan oleh Kepala Daerah Kediri disusul Camat Semen, Kepala Desa Titik, Perwakilan DPRD, Polres Kediri, Polres Kediri Kota, Perwakilan Kodim 0809 Kediri dan juga Dinas terkait.

    Kegiatan Rembug Stunting yang mana secara resmi dibuka secara langsung oleh Pimpinan Daerah Kediri Hanindhito Himawan Pramana ditandai dengan pemukulan gong.

    Hadir juga Wakil Pimpinan Daerah Dewi Mariya Ulfa, Ketua TP PKK Daerah Kediri Eriani Annisa Hanindhito, Dr.dr.Nurwulan Andadari, MMRS. Kepala DP2KBP3A Daerah Kediri, Perwakilan jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, perwakilan instansi vertikal, dan juga para pendamping desa lalu penyuluh KB se-Kabupaten Kediri.

    Rembug Stunting kali ini menghadirkan pemateri dari Kepala Dinas Bidang Kesehatan Ahmad Chotib usung tema Evaluasi Proyek Stunting Daerah Kediri Tahun 2025

    Ratna Feti Wulandari dari STIKES Pamenang dengan usung tema Publikasi Penelitian Hubungan Pola Asuh Terhadap Status Gizi Balita Kota Kediri

    Pemkab Kediri menerima penghargaan terbaik di pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan juga percepatan penanganan stunting kabupaten/kota dalam Provinsi Jawa Timur 2025.

    Usai membuka acara Rembug Stunting Kepala Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan bahwa instrumen yang digunakan menyebabkan bilangan stunting sulit turun tidak lagi sekadar gizi buruk, melainkan kesulitan kebersihan air juga sanitasi yang tersebut buruk.

    ”Salah satu pendorong utama bukanlah lagi gizi yang buruk, melainkan kadang warga kurang peduli terhadap kebersihan air, ” ucap Mas Dhito.

    Ia kemudian menginstruksikan para camat untuk segera melakukan update data, khususnya menyasar warga dalam Desil 1, 2, 3, kemudian 4, yang mana merupakan warga yang masuk kategori keluarga miskin. Ironisnya, berbagai dari mereka masih kurang higienis juga bahkan tidaklah mempunyai jamban, padahal Pemkab Kediri sedang gencar berusaha mencapai status Open Defecation Free (ODF).

    Meskipun bilangan bulat stunting ke Wilayah Kediri terus menunjukkan tren penurunan dari 21 persen sempat turun ke 18 persen, sesudah itu 13 persen, lalu sekarang berada di bilangan 8 persen, Mas Dhito merasa belum puas. ”Penurunan hitungan stunting terjadi, tapi hanya saja 0, 46 persen, bagi saya kurang signifikan, ” tegasnya.

    Mas Dhito memasang target yang dimaksud sangat ambisius: menekan bilangan stunting hingga 5 persen atau pada bawahnya pada 1-2 tahun ke depan, juga berharap bilangan stunting sanggup mencapai 0 persen sebelum masa jabatannya berakhir.

    Mas Dhito telah terjadi menugaskan dua fokus utama terhadap Wakil Pimpinan Daerah sekaligus Ketua Tim Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), Hj.Dewi Mariya Ulfa (Mbak Wabup) penurunan stunting serta penurunan hitungan kemiskinan ekstrem.

    Sementara itu, Wakil Kepala Daerah Kediri Hj Dewi Mariya Ulfa menyampaikan bahwa berkat dukungan penuh dari Bupati, Daerah Kediri berhasil meraih kategori terbaik pertama pada percepatan penurunan stunting di dalam tingkat kabupaten se-Jawa Timur. Penghargaan bergengsi ini diterima pada bulan Juli tahun 2024 sesudah itu pada Surabaya

    Hj.Dewi Mariya Ulfa, yang digunakan menjabat Ketua Tim Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), menuturkan bahwa intervensi dijalankan secara terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

    Mbak Dewi juga mengungkapkan data penurunan pada waktu ini, yakni sebesar 0, 46 persen, tahun ini menghadirkan nomor stunting ke sikap 8, 04 persen.

    Upaya yang digunakan paling efektif untuk menurunkan hitungan stunting. Ia menuturkan kita ada intervensi semua OPD punya tanggung jawab masing-masing, mulai dari urusan sanitasi, air bersih, hingga edukasi perilaku hidup sehat. Semua harus berjalan bersama.

    “Keberhasilan menekan nomor stunting tiada hanya sekali bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi bergerak masyarakat. Bekerjasama juga kepedulian bersatu akan menimbulkan upaya ini lebih banyak efektif lalu berkelanjutan, ” tutupnya.

    Usia melaksanakan kegiatan Rembug Stunting Dr.dr.Nurwulan Andadari, MMRS. Kepala DP2KBP3A Kota Kediri juga juga menjabat Sektretaris TP3S menyampaikan bahwa capaian penghargaan penurunan bilangan stunting di dalam Jatim ini merupakan support lalu effort dari Mas Bup serta Mbak Wabup yang digunakan luar biasa.

    “Salah satunya yang tersebut menjadikan penurunan stunting bermetamorfosis menjadi indikator kerja para Camat dan juga Desa. Sehingga, pada tahun 2024 Pemkab Kediri mendapatkan penghargaan kinerja penurunan stunting terbaik di Jawa Timur, ” ucapnya.

    Sebelumnya bilangan stunting di Daerah Kediri terus menunjukkan tren penurunan dari 21 persen sempat turun ke 18 persen, tak lama kemudian 13 persen, dan juga sekarang berada di bilangan 8 persen,  

    Lanjut Andadari bahwa yang membedakan dari tahun sebelumnya, Kota Kediri sanggup running sejauh itu, akibat kita sudah ada mengintegrasikan data-data dari Desa melalui SI-Penting (Sistem Data Penanggulangan Stunting) yang dimaksud dikelola oleh Dinas Komunikasi dan juga Informatika (Diskominfo) sehingga datanya ringan diakses. Selain itu, juga data dari pihak desa lalu semua OPD menyiapkan data.

    Kita terus bepaya untuk menurunkan hitungan stunting sekalipun dengan effort yang dimaksud tak main-main, sebab awal pengenalan makanan padat pendamping ASI untuk bayi, yang digunakan umumnya dimulai pada usia sekitar 6 bulan. 

    Kita fokus lakukan pola asuh maupun pemberian makanan dengan tekstur lumat halus sesuai tanda kesiapan bayi untuk membantu meningkat kembang optimalnya. 

    “Target kedepan bagaimana tindakan supaya tidak ada muncul stunting baru. Sedangkan untuk tahun ini stunting dalam Daerah Kediri turun hitungan 8, 04 persen. Kalau bicara bilangan bulat absolut tahun kemarin 6.600 sekarang ini berubah jadi 6.200, ” ungkapnya.

  • Pemkab Kediri Dorong Badan Usaha Daftarkan Seluruh Pekerja ke Proyek JKN

    Pemkab Kediri Dorong Badan Usaha Daftarkan Seluruh Pekerja ke Proyek JKN

    Kediri – pemerintahan Daerah Kediri melalui Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa, menegaskan pentingnya kepatuhan badan bidang usaha pada Dorong Banmendaftarkan seluruh pekerja kemudian keluarga merek ke di Rencana Keamanan Aspek Kesehatan Nasional (JKN).

    Dewi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa kepatuhan badan bidang usaha di menjalankan kewajiban terkait JKN tidak ada semata-mata sekadar memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga sebagai bentuk perhatikan terhadap kesejahteraan pekerja juga keluarga mereka.

    “Hingga pada waktu ini, ada sekitar 1.456 badan bisnis dengan total karyawan sekitar 33.315 yang dimaksud ada dalam Daerah Kediri telah terdaftar pada inisiatif JKN. Ini adalah tidak semata-mata sekadar memenuhi kewajiban secara hukum, tetapi juga untuk bentuk kepedulian, bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan pengamanan sosial, ” ujar Dewi ketika ditemui dalam Kediri pada Selasa (14/10/2025).

    Dewi menegaskan bahwa otoritas Daerah Wilayah Kediri mempunyai komitmen yang mana kuat untuk meyakinkan bahwa seluruh pekerja dalam wilayahnya mendapatkan proteksi kesehatan yang tersebut layak.

    Ia juga menekankan pentingnya peran berpartisipasi badan perniagaan di inisiatif ini, mengingat bahwa pengamanan kesejahteraan bagi pekerja merupakan hak dasar yang mana harus dipenuhi oleh badan usaha.

    “Pemerintah Daerah Kota Kediri berjanji untuk terus menggerakkan seluruh badan bisnis yang ada dalam Daerah Kediri untuk mendaftarkan pekerja serta keluarganya, mendapatkan jaminan sosial, teristimewa untuk pengamanan kesehatan, ” tegasnya.

    Dewi juga mengungkapkan apresiasinya terhadap badan perniagaan di dalam Daerah Kediri yang dimaksud telah dilakukan menunjukkan komitmen tinggi pada mengupayakan Proyek JKN.

    Ia menyatakan bahwa penghargaan seperti Satya JKN Awards sangat penting untuk memberikan pengakuan terhadap badan usaha yang digunakan sudah pernah berperan bergerak di melindungi keseimbangan pekerja juga menggalang keberlanjutan inisiatif tersebut.

    “Saya juga mengapresiasi adanya acara Satya JKN Awards, serta selamat terhadap badan-badan bidang usaha yang mana mendapatkan nominasi. Kami berharap tahun depan semakin berbagai badan usaha pada Kota Kediri yang mana mendapatkan nominasi Satya JKN Awards, ” ungkapnya. (adv/PKP)

  • Inter Kediri lawan Persikasi Bekasi  berakhir tanpa gol

    Inter Kediri lawan Persikasi Bekasi  berakhir tanpa gol

    Ligapedia.news Kediri – Laga antara Inter Kediri melawan Persikasi Bekasi di area pertandingan perdana Grup J Kejuaraan 4 nasional di area Stadion Brawijaya, Daerah Perkotaan Kediri, Jawa Timur, Selasa, berakhir imbang tanpa gol.

    Sejak awal pertandingan, kedua pasukan bermain saling serang serta laga berlangsung sengit. Kedua pasukan menciptakan beberapa prospek namun bukan ada gol yang tersebut tercipta hingga akhir pertandingan.

    Pelatih Inter Kediri Budiardjo Thalib mengakui hasil ini belum sesuai harapan sebab pemain masih di proses adaptasi juga mengalami ketegangan di area laga pembuka.

    "Di laga perdana ini kita semata-mata dapat satu poin. Ini adalah tidak hasil yang dimaksud bagus buat pasukan kami. Saat briefing saya sudah ada instruksi ke pemain, biasanya pertandingan pertama itu nervous kemudian tegang," ujar Budiardjo di tempat Kediri, Selasa.

    Ia menambahkan Inter Kediri didominasi pemain muda serta masih perlu sejumlah motivasi juga pembenahan strategi.

    Dalam pertandingan ini, Inter sempat menggunakan formasi 3-5-2 dalam awal laga, namun kemudian diubah ke 4-3-3 pada putaran kedua untuk meningkatkan kekuatan lini pertahanan.

    "Formasi awal 3-5-2 lalu dalam fase kedua kita ubah ke 4-3-3. Kami juga memasukkan Nosi untuk menggantikan Levi, sebagai bagian dari strategi menguatkan pertahanan. Perubahan ini cukup efektif," jelasnya.

    Sementara itu, ahli Persikasi Bekasi Abdullah Sapei mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tampil disiplin meskipun belum mampu mencetak gol.

    "Saya berterima kasih terhadap para pemain yang tersebut telah berjuang luar biasa. Meski hasilnya belum maksimal, ini jadi substansi evaluasi untuk laga-laga berikutnya," kata Abdullah.

    Abdullah juga mengungkapkan bahwa strategi counter-attack menjadi andalan timnya, memanfaatkan kecepatan dua pemain sayap yang mana telah terjadi dipersiapkan lewat latihan dan juga analisa pertandingan sebelumnya.

    "Karena kami beberapa kali mengamati video pertandingan Inter Kediri kemudian di tempat beberapa pembukaan latihan terakhir kita memang benar menggunakan set play untuk hal tersebut," kata dia.

    Inter Kediri berada di dalam Grup J Turnamen 4 nasional sama-sama Pesik Kuningan (peringkat 4 Kejuaraan 4 Jawa Barat), Batavia FC (juara Kejuaraan 4 Jakarta), serta Persikasi Bekasi.

    Di pertandingan lainnya di dalam Stadion Brawijaya Kediri, regu sepak bola Batavia FC menang 2-0 berhadapan dengan Pesik Kuningan. Dengan kemenangan yang disebutkan pada saat ini Batavia FC berada di area puncak klasemen sementara Grup J.