Tag: kamboja

  • Pemicu pertempuran Thailand lalu Kamboja, kronologi juga dampaknya

    Pemicu pertempuran Thailand lalu Kamboja, kronologi juga dampaknya

    LIgapedianews.com Ibukota Indonesia – Situasi perbatasan antara Thailand juga Kamboja kembali memanas setelahnya terjadi bentrokan bersenjata pada wilayah sengketa pada Kamis (24/7), yang digunakan menyebabkan korban jiwa dan juga memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.

    Militer Thailand menyatakan bahwa pasukan Kamboja melegakan tembakan pada dekat Kuil Ta Moan Thom, kawasan yang masih disengketakan pada perbatasan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja barat laut. Penembakan yang dimaksud menggunakan senjata berat, termasuk artileri juga roket jarak sangat BM21, setelahnya Kamboja terlebih dahulu menerbangkan pesawat nirawak pengintai serta mengirim pasukan ke area tersebut.

    Akibat serangan tersebut, dua warga sipil Thailand dilaporkan tewas juga dua tentara terluka. Gubernur Provinsi Surin, Sutthirot Charoenthanasak, mengumumkan sekitar 40.000 warga dari 86 desa di dalam sepanjang perbatasan sudah pernah dievakuasi ke tempat yang mana lebih besar aman.

    Sementara itu, Kementerian Defense Nasional Kamboja menuding Thailand sebagai pihak yang lebih tinggi dahulu menyerang. Dalam pernyataannya, pihak Kamboja menyatakan bahwa aksi tembakan merupakan bentuk pembelaan diri menghadapi agresi militer Thailand. Mantan Awal Menteri Kamboja, Hun Sen, pada unggahan media sosialnya menyampaikan bahwa militer Thailand telah terjadi menembaki wilayah Oddar Meanchey serta Preah Vihear. Ia menyerukan penduduk untuk masih tenang juga bukan melakukan panic buying.

    Kedutaan Besar Thailand di area Phnom Penh sudah pernah mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Kamboja kecuali mempunyai alasan mendesak. Militer Thailand pun merespons eskalasi dengan mengerahkan jet tempur F-16 dalam perbatasan.

    Bentrokan yang dimaksud merupakan yang dimaksud kedua kalinya di beberapa bulan terakhir, pasca pada Mei lalu manusia prajurit Kamboja tewas akibat baku tembak singkat di tempat perbatasan. Ketegangan meningkat mendadak beberapa jam pasca hubungan diplomatik kedua negara diturunkan, menyusul ledakan ranjau darat yang mana melukai beberapa tentara Thailand.

    Kementerian Keamanan Thailand mengatakan bentrokan terbaru ini terjadi dalam sedikitnya enam titik sepanjang perbatasan, dengan baku tembak kemudian tembakan artileri yang telah terjadi menyebabkan sembilan warga sipil Thailand tewas kemudian 14 lainnya luka-luka pada tiga provinsi.

    Latar belakang konflik

    Akar permasalahan antara kedua negara berasal dari klaim tumpang tindih menghadapi beberapa jumlah wilayah di area perbatasan yang digunakan panjangnya mencapai lebih besar dari 800 kilometer. Perselisihan ini sebagian besar bersumber dari peta buatan Prancis pada tahun 1907 yang digunakan dijadikan dasar oleh Kamboja di mengklaim wilayah tersebut. Sementara Thailand menilai peta itu tak akurat.

    Wilayah paling sensitif adalah kompleks Candi Preah Vihear yang digunakan berusia lebih banyak dari 1.000 tahun. Pada 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa candi yang disebutkan berada di tempat wilayah Kamboja, kebijakan yang sudah pernah lama menjadi sumber ketegangan bilateral. Pada 2011, Kamboja kembali menghadirkan persoalan hukum ini ke ICJ pasca bentrokan mematikan kembali terjadi. Mahkamah kemudian menegaskan kembali kedaulatan Kamboja menghadapi area yang disebutkan pada 2013.

    Namun, kali ini upaya Kamboja untuk kembali menyerahkan sengketa ke pengadilan internasional ditolak oleh Thailand yang dimaksud menilai lembaga yang disebutkan tidak ada miliki yurisdiksi.

    Konflik urusan politik domestik juga nasionalisme

    Situasi makin rumit pasca skandal urusan politik mengguncang Thailand. Pertama Menteri Paetongtarn Shinawatra ditangguhkan dari jabatannya pada 1 Juli 2025 dikarenakan diduga melanggar etika di menangani isu perbatasan, menyusul bocornya rekaman percakapan dengan tokoh senior Kamboja. Dalam rekaman tersebut, ia mengatakan mantan PM Hun Sen sebagai “paman” kemudian mengkritisi pimpinan militer Thailand. Pernyataan ini menuai kecaman luas lalu memicu mengkritik nasionalis.

    Krisis kebijakan pemerintah pada negeri yang disebutkan diperparah dengan keluarnya Partai Bhumjaithai dari koalisi pemerintahan. Untuk sementara, mantan Menteri Perlindungan Phumtham Wechayachai ditunjuk sebagai perdana menteri sementara.

    Penutupan perbatasan lalu sanksi ekonomi

    Thailand telah terjadi melakukan penutupan seluruh akses perbatasan kecuali untuk keperluan esensial seperti sekolah dan juga medis. Di sisi lain, Kamboja memberlakukan sanksi dunia usaha dengan melarang film dan juga acara TV Thailand, menghentikan impor BBM, buah, sayur, juga memboikot koneksi internet dan juga pasokan listrik dari Thailand.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • China membantu gencatan senjata resmi Thailand dan juga Kamboja

    China membantu gencatan senjata resmi Thailand dan juga Kamboja

    Ligapedianews.com Beijing – China menyokong juga menyambut gencatan senjata resmi yang digunakan disepakati Thailand serta Kamboja untuk menyelesaikan konflik terbuka kedua negara.

    "Kamboja juga Thailand telah terjadi mengadakan pertemuan luar biasa Komite Perbatasan Umum kemudian mencapai kesepahaman mengenai pengaturan implementasi, mekanisme pemantauan, juga hal-hal langkah lanjut gencatan senjata. China menyambut baik hal ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun pada pernyataan tertoreh di dalam Beijing, Jumat.

    Thailand juga Kamboja melakukan penandatanganan dokumen resmi gencatan senjata antara angkatan bersenjata kedua negara juga kesepakatan implementasinya setelahnya konferensi luar biasa Komite Perbatasan bilateral di area Kuala Lumpur, Negara Malaysia pada 4-7 Agustus 2025.

    Delegasi Thailand dipimpin oleh Pelaksana Pekerjaan Menteri Keamanan Jenderal Nattaphon Narkphanit serta delegasi Kamboja dipimpin oleh Wakil Pertama Menteri sekaligus Menteri Keamanan Jenderal Tea Seikha.

    Perjanjian resmi yang dimaksud mengonfirmasi serta merinci kesepakatan yang tersebut dicapai pada 28 Juli di rapat para kepala pemerintahan kedua negara di tempat Kuala Lumpur.

    "Hal yang disebutkan meletakkan dasar bagi terwujudnya gencatan senjata yang tersebut efektif juga menguatkan perdamaian abadi antara kedua belah pihak," tambah Guo Jiakun, juga menambahkan bahwa situasi ketika ini di area sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand terus membaik.

    "Hal ini membuktikan sepenuhnya bahwa dialog juga konsultasi adalah cara yang tepat untuk menyelesaikan sengketa. China menjunjung tinggi tempat yang adil kemudian jujur, memperkuat Kamboja lalu Thailand pada meningkatkan komunikasi juga menyelesaikan perbedaan secara baik," tambahnya.

    Ia juga menegaskan bahwa China mengupayakan kemajuan penyelesaian urusan politik melalui "ASEAN Way" serta siap untuk terus memainkan peran konstruktif bagi penyelesaian sengketa perbatasan antara Kamboja juga Thailand secara damai.

    Dalam kesepakatan pada Kamis (7/8), Thailand juga Kamboja setuju untuk menghentikan pengaplikasian segala jenis senjata, menghentikan serangan terhadap warga sipil, infrastruktur sipil, kemudian militer di segala situasi kemudian pada semua wilayah.

    Kedua pihak juga memverifikasi status pengerahan pasukan ketika ini tetap memperlihatkan dipertahankan, efektif mulai 28 Juli (tanggal berlakunya gencatan senjata), tanpa pemindahan pasukan baru ke perbatasan Thailand-Kamboja dan juga patroli ke arah kedudukan pihak lawan.

    Kedua negara pun setuju bahwa personel militer yang digunakan ditangkap harus segera dibebaskan dan juga dipulangkan setelahnya berakhirnya permusuhan aktif, dan juga bahwa dia yang digunakan gugur harus dikembalikan ke pihak mereka itu dengan bermartabat serta tepat waktu dengan bantuan pihak lawan, ujar juru bicara itu.

    Jika terjadi bentrokan bersenjata baru pada perbatasan selama masa gencatan senjata, kedua pihak akan menyelesaikan hambatan yang disebutkan melalui negosiasi pada tingkat komando lokal di kerangka mekanisme bilateral yang dimaksud ada untuk mengurangi eskalasi situasi, ujar Balankura.

    Selain itu, Thailand dan juga Kamboja setuju untuk menjaga komunikasi rutin antara distrik militer lalu unit angkatan bersenjata yang tersebut ditempatkan di dalam sepanjang perbatasan, dan juga setuju untuk mengadakan pertemuan komite perbatasan regional pada waktu dua pekan.

    Mereka juga setuju untuk menjaga komunikasi yang digunakan teratur dan juga dengan segera antara menteri pertahanan lalu kepala staf angkatan bersenjata kedua negara, dan juga setuju untuk menahan diri dari penyebaran informasi palsu.

    Perjanjian yang disebutkan juga mencakup pemantauan serta verifikasi kepatuhan terhadap gencatan senjata serta pembentukan kelompok pengamat dari ASEAN yang dimaksud dipimpin oleh Tanah Melayu selaku ketua ASEAN pada 2025.

    Sampai kelompok pengamat permanen itu terbentuk, kelompok pengamat sementara yang terdiri dari atase militer dari negara-negara anggota ASEAN yang terakreditasi di dalam Thailand serta Kamboja akan digunakan.

    Ketegangan di dalam perbatasan Thailand dan juga Kamboja meningkat menjadi konfrontasi bersenjata pada 24 Juli. Setelah bentrokan di tempat wilayah perbatasan, kedua belah pihak terlibat di baku tembak yang tersebut telah menewaskan setidaknya 30 orang.

    Kamboja menggunakan sistem peluncur roket ganda Grad, termasuk terhadap sasaran sipil pada wilayah Thailand, sementara Thailand melancarkan serangan udara terhadap sikap militer Kamboja. Kedua belah pihak melaporkan adanya korban, termasuk warga sipil.

    Kemudian pada Hari Senin (28/7), Thailand juga Kamboja mengumumkan kesepakatan gencatan senjata segera setelahnya pertemuan antara Penjabat Pertama Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan juga Pertama Menteri Kamboja Hun Manet yang tersebut dimediasi oleh Awal Menteri Tanah Melayu Anwar Ibrahim di dalam Kuala Lumpur.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kamboja tepis tudingan militer Thailand persoalan langgar gencatan senjata

    Kamboja tepis tudingan militer Thailand persoalan langgar gencatan senjata

    Ligapedianews.com Oddar Meanchey – Kementerian Defense Nasional Kamboja pada Selasa (29/7) membantah klaim militer Thailand yang tersebut menuding Kamboja melancarkan serangan cuma beberapa jam setelahnya gencatan senjata diberlakukan.

    "Atas nama Kementerian Defense Nasional Kamboja, saya menolak pernyataan juru bicara militer Thailand yang digunakan mengeklaim bahwa telah lama terjadi pertempuran yang melanggar perjanjian gencatan senjata," ujar Juru Bicara Kementerian Keamanan Nasional Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata pada sebuah taklimat pers.

    Foto yang tersebut diabadikan pada Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, pada 29 Juli 2025 ini menunjukkan sebuah posko pengungsi untuk warga Kamboja yang tersebut menyelamatkan diri dari konflik perbatasan Kamboja-Thailand. ANTARA/Xinhua/Van Pov

    Seorang wanita Kamboja menjaga anaknya di tempat sebuah posko pengungsi dalam Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, pada 29 Juli 2025. ANTARA/Xinhua/Van Pov

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kamboja, Thailand akan peringkat pembicaraan  perbatasan pada Negara Malaysia

    Kamboja, Thailand akan peringkat pembicaraan perbatasan pada Negara Malaysia

    Ligapedianews.com Phnom Penh – Kamboja menyambut baik usulan Thailand untuk menyelenggarakan pembicaraan mengenai kesulitan perbatasan pada Negara Malaysia pada pekan depan, demikian dikatakan juru bicara (jubir) Kementerian Keamanan (Kemhan) Kamboja pada Hari Jumat (1/8).

    "Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengonfirmasi bahwa Kamboja menyambut baik usulan Thailand untuk menyelenggarakan konferensi Komite Perbatasan Umum (General Border Committee/GBC) di dalam Kuala Lumpur," ujar Wakil Sekretaris Negeri sekaligus Jubir Kemhan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata pada jumpa pers.

    "Kami sangat yakin bahwa rapat ini akan konstruktif juga membuahkan hasil yang digunakan bermanfaat," katanya.

    Menurut Socheata, Menteri Keamanan Kamboja Tea Seiha lalu Wakil Menteri Defense Thailand Nattaphon Narkphanit akan hadir di pertemuan mendatang.

    Toko serba ada yang digunakan rusak di tempat sebuah pompa bensin terlihat di area Provinsi Si Sa Ket, Thailand, 1 Agustus 2025. (Xinhua/Rachen Sageamsak)

    Dalam unggahan di dalam media sosial, kantor jubir Kemhan Thailand pada Kamis (31/7) menyatakan Wakil Menteri Defense Nattaphon Narkphanit telah terjadi secara resmi merespons "undangan Kamboja" untuk pertemuan khusus GBC

    Dalam jawabannya, Nattaphon menyambut baik kesempatan untuk berpartisipasi pada pertemuan yang disebutkan juga menekankan komitmen bersatu untuk meredakan ketegangan dan juga menyelesaikan hambatan keamanan perbatasan dengan cara yang tersebut damai juga konstruktif.

    Pada 24 Juli, bentrokan bersenjata pecah antara tentara Kamboja kemudian Thailand di tempat sepanjang perbatasan yang mana disengketakan. Kedua negara menyepakati gencatan senjata pada 28 Juli, yang tersebut berlaku mulai berada dalam di malam hari pada hari itu.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Thailand izinkan tembak jatuh drone, waspadai spionase asing

    Thailand izinkan tembak jatuh drone, waspadai spionase asing

    Ligapedianews.com Bangkok – Militer kemudian kepolisian Thailand telah lama diberikan hak untuk mencegat lalu menghancurkan pesawat tanpa awak (UAV/drone) tanpa peringatan tegas sehubungan dengan diberlakukannya larangan pemanfaatan drone.

    Stasiun penyiaran Thai PBS pada Sabtu, dengan mengutip pernyataan dari pihak militer, melaporkan bahwa larangan pemanfaatan ˆ secara nasional mulai berlaku pada 29 Juli.

    Kebijakan baru yang dimaksud mengizinkan militer untuk mencegat kemudian menghancurkan drone yang dimaksud diberlakukan dua distrik militer, termasuk wilayah perbatasan antara Thailand serta Kamboja.

    Di wilayah lain, kebijakan untuk menghancurkan drone akan ditentukan oleh pimpinan militer atau kepolisian jikalau merekan menganggap itu diperlukan.

    Warga Thailand diimbau untuk tetap saja waspada akibat mata-mata asing menggunakan drone untuk mengawasi serta mengirimkan data rahasia, kata penyiar Thai PBS, seraya menambahkan bahwa warga sipil diminta untuk melaporkan setiap perkara mencurigakan terkait pengaplikasian drone.

    Di Thailand, spionase atau tindakan mata-mata, khususnya ketika pemberlakuan darurat militer, merupakan tindakan pidana yang digunakan dapat dihukum dengan penjara seumur hidup atau hukuman mati, tambah stasiun penyiaran tersebut.

    Ketegangan di dalam perbatasan Thailand juga Kamboja meningkat menjadi konfrontasi bersenjata pada 24 Juli. Setelah bentrokan di tempat wilayah perbatasan, kedua belah pihak terlibat pada baku tembak artileri.

    Kamboja menggunakan sistem peluncur roket ganda Grad, termasuk terhadap sasaran sipil pada wilayah Thailand, sementara Thailand melancarkan serangan udara terhadap sikap militer Kamboja. Kedua belah pihak melaporkan adanya korban, termasuk warga sipil.

    Sebelumnya pada Awal Minggu (28/7), Thailand juga Kamboja mengumumkan kesepakatan gencatan senjata segera setelahnya pertemuan antara Penjabat Utama Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan juga Utama Menteri Kamboja Hun Manet yang mana dimediasi oleh Utama Menteri Tanah Melayu Anwar Ibrahim di tempat Kuala Lumpur.

    Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kamboja libatkan ICJ selesaikan sengketa wilayah dengan Thailand

    Kamboja libatkan ICJ selesaikan sengketa wilayah dengan Thailand

    Ligapedianews.com Bangkok – otoritas Kamboja pada Mingguan memasukkan pengaduan terhadap Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai sengketa empat wilayah perbatasan dengan Thailand, demikian keterangan Bangkok Post pada Minggu.

    "Kamboja semata-mata ingin keadilan, kejujuran juga kejelasan pada penentuan batas kemudian demarkasi perbatasan dengan negara tetangga, sehingga generasi mendatang tak akan terus memiliki permasalahan satu sebanding lain," tulis Pertama Menteri Kamboja Hun Manet di akun Facebooknya.

    Pemimpin Kamboja itu menyatakan bahwa wilayah yang tersebut dimaksud mencakup Tamone Thom, Tamone Touch, Ta Krabey dan juga Mom Bei.

    Menurut Kamboja Tamone Thom, Tamone Touch kemudian Ta Krabey berada dalam wilayahnya di tempat provinsi Oddar Meachey, lalu Mom Bei pada provinsi Preah Vihear.

    Sementara Thailand, yang dimaksud menyebutnya wilayah itu Ta Muen Thom, Ta Muen Touch, Ta Kwai, serta Emerald Triangle yang mana menjadi lokasi baku tembak militer kedua negara pada 28 Mei, bersikeras wilayah itu berada di tempat distrik Phanom Don Rak, provinsi Surin kemudian distrik Nam Yuen, provinsi Ubon Ratchathani.

    Emerald Triangle merupakan perbatasan tiga negara yaitu Thailand, Kamboja kemudian Laos.

    Menurut media channelnewsasia (cna), Hun Manet mengantisipasi Thailand untuk terlibat dan juga menyelesaikan perselisihan yang disebutkan ke ICJ.

    Namun pemerintah Thailand mengungkapkan bahwa negaranya bukan mengakui yurisdiksi ICJ di menangani sengketa dengan negara tetangga merek Kambodia.

    Langkah terbaru ini diambil ketika Thailand dan juga Kamboja memasuki hari kedua pertemuan Komisi Perbatasan Bersama (JBC) pada Phnom Penh untuk mencoba mencapai kesepakatan menghadapi wilayah yang dimaksud disengketakan.

    Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan pada Hari Sabtu bahwa rapat JBC akan berlanjut hingga Mingguan dan juga suasana pembicaraan berlangsung baik, menurut Reuters.

    "Thailand dengan tulus berharap bahwa pertemuan ini akan memberikan kontribusi lebih tinggi lanjut untuk meredakan ketegangan, membuka jalan bagi solusi berkelanjutan pada masa mendatang," kata juru bicara kementerian Nikorndej Balankura di konferensi pers di dalam Bangkok.

    Lam Chea, Menteri yang digunakan bertanggung jawab berhadapan dengan Sekretariat Negara Urusan Perbatasan Kamboja, juga menyatakan setelahnya hari pertama berakhir pada Sabtu: "Pertemuan berjalan lancar", menurut Khmer Times.

    Rekan sejawatnya dari Thailand adalah Prasas Prasasvinitchai, penasihat Kementerian Luar Negeri Thailand juga mantan duta besar untuk Kamboja.

    Hun Manet mengungkapkan pada hari terakhir pekan bahwa wilayah yang digunakan disengketakan tidaklah akan dimasukkan pada pembicaraan JBC.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • KP2MI: Keluarga minta Kementerian bantu pemeriksaan jenazah Soleh

    KP2MI: Keluarga minta Kementerian bantu pemeriksaan jenazah Soleh

    Ligapedia.news Ibukota – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengungkapkan keluarga Soleh Darmawan, pekerja migran Indonesia yang mana meninggal dalam Kamboja, mengajukan permohonan kementerian yang disebutkan untuk membantu pemeriksaan lebih banyak lanjut terhadap jenazah Soleh.

    "Kepada Kementerian, Ibu almarhum berharap dilaksanakan pemeriksaan tambahan lanjut menghadapi jenazah," kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding di konferensi pers pada Kantor Kementerian P2MI pada Jakarta, Jumat.

    Menteri Karding menyatakan Kementerian P2MI melalui BP3MI Jawa Barat telah terjadi mengunjungi keluarga almarhum Soleh Darmawan di area Bekasi pada 10 April 2025.

    Dalam kunjungan tersebut, keluarga Soleh mengajukan permohonan kementerian yang disebutkan untuk membantu pemeriksaan tambahan lanjut terhadap jenazah Soleh.

    Menanggapi hal itu, Kementerian, melalui BP3MI Jabar, siap memberikan pendampingan hukum apabila diperlukan.

    Kementerian P2MI juga terus mencermati narasi menyebar di dalam media sosial terkait dugaan TPPO lalu perdagangan organ. Namun berdasarkan observasi pihak keluarga juga aparat, tiada ditemukan luka baru maupun bekas jahitan yang digunakan menunjukkan pengambilan organ.

    Saat jenazah dimandikan, kata Karding, ditemukan kerutan atau lipatan dermis di tempat perut kemudian dalam menghadapi selangkangan, lalu keluarga menilai bahwa luka yang disebutkan adalah luka lama.

    Kementerian P2MI juga menerima informasi bahwa pihak perusahaan tempat Soleh bekerja menanggung biaya repatriasi sebesar 7.800 dolar Negeri Paman Sam (sekitar Rp127 juta) lalu mengaku telah dilakukan memberikan santunan. Tapi, pihak keluarga mengungkapkan santunan yang disebutkan belum diterima secara langsung.

    Kementerian, kata Karding, menghormati proses pendampingan hukum oleh LBH, namun juga mencatatkan bahwa kuasa hukum sebelumnya telah terjadi dicabut oleh keluarga Soleh pada 9 April 2025.

    Lebih lanjut, Menteri P2MI itu juga mengungkapkan bahwa Kementerian P2MI telah lama berupaya menemui Selly, tetangga Soleh yang memberikan tawaran kerja ke luar negeri.

    Namun, yang digunakan bersangkutan tidaklah berada di area tempat. Hingga kini, keluarga juga belum berhasil menghubungi pihak yang merekrut almarhum.

    "Kementerian P2MI berazam memverifikasi proteksi maksimal bagi PMI dan juga keluarganya. Kami akan terus mengawal proses hukum, mengupayakan keluarga korban, dan juga meningkatkan kekuatan langkah pencegahan penempatan non-prosedural dalam masa mendatang," demikian kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding.

    Soleh Darmawan mendapat tawaran kerja dari tetangganya, Selly, serta diperkenalkan terhadap Ray untuk bekerja sebagai koki pada Thailand. Pada 18 Februari 2025, Soleh berangkat ke Poipet, Kamboja, menggunakan visa kerja single entry.

    Beberapa hari setelahnya tiba, Soleh sempat memberi kabar la sudah pernah mulai bekerja. Namun, pada 2 Maret 2025, keluarga menerima video call yang menunjukkan kondisi Soleh tampak lemas dan juga tak mampu berbicara.

    Ray menyebutkan Soleh di kondisi gawat darurat kemudian keesokan harinya, Soleh meninggal dunia pada perjalanan ke rumah sakit, diduga akibat perdarahan di dalam saluran pencernaan.

  • Menteri Karding dampingi keluarga PMI diduga korban TPPO di tempat Kamboja

    Menteri Karding dampingi keluarga PMI diduga korban TPPO di tempat Kamboja

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) berjanji memberikan pendampingan terhadap keluarga Soleh Darmawan, pekerja migran Indonesia yang meninggal di area Kamboja diduga menjadi korban aksi pidana perdagangan orang (TPPO).

    Dalam konferensi pers di tempat Jakarta, Hari Jumat (11/4), Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengungkapkan upaya pendampingan dijalankan berdasarkan permintaan keluarga korban yang menilai ada kejanggalan di kematian Soleh.

    Karding mengaku sebanding sekali tidaklah keberatan demi pelindungan maksimal terhadap pekerja migran.

    "Saya kira kami harus menyokong ini mengikuti apa permintaan keluarga, jadi kita akan bantu proses pengecekan sampai betul-betul keluarga yakin bahwa ini tidak ada ada masalah, atau ada permasalahan jadi kita bantu di tempat situ," katanya.

    Terkait dugaan bahwa Soleh menjadi korban perdagangan ilegal organ manusia, Menteri Karding mengumumkan berdasarkan hasil observasi sementara, tidaklah ditemukan bekas jahitan pada jenazah korban.

    "Namun berdasarkan observasi, ini sementara ya, belum penyelidikan dalam-dalam nih, observasi pihak keluarga kemudian aparat bukan ditemukan luka baru maupun bekas jahitan yang dimaksud menunjukkan pengambilan organ," kata Menteri Karding.

    Meski demikian, Menteri Karding berjanji Kementerian P2MI akan membantu keluarga jikalau ingin melakukan permohonan autopsi tambahan lanjut terhadap jenazah Soleh.

    "Tapi sekali lagi kalau keluarga minta diautopsi atau diselidiki tambahan jauh, kita akan membantu," kata Menteri Karding.

    Menteri Karding menjelaskan bahwa awalnya Soleh ditawari pekerjaan sebagai koki pada Thailand oleh tetangganya. Soleh kemudian tergiur dengan tawaran upah yang tinggi juga memutuskan untuk berangkat ke Thailand.

    "Jadi tawarannya ke Thailand, berangkatnya ke Kamboja, menggunakan visa kerja single entry. Beberapa hari setelahnya tiba, Soleh sempat memberi kabar ia telah dilakukan mulai bekerja," kata Menteri Karding.

    Tidak lama kemudian, keluarga memperoleh informasi dari seseorang bahwa kondisi kemampuan fisik Soleh pada keadaan gawat darurat. Sehari berselang, Soleh dikabarkan meninggal dunia.

    KemenP2MI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh lantas mengajukan permohonan repatriasi jenazah Soleh untuk kembali ke Tanah Air.

    "Setelah pengaduan dari kuasa hukum keluarga diterima pada 12 Maret, KP2MI dan juga KBRI Phnom Penh mengatur pemulangan. Jenazah tiba di dalam rumah duka pada 15 Maret lalu dimakamkan sehari setelahnya," ujar Menteri Karding.