Tag: Jonatan Christie

  • Rekam jejak prestasi Jonatan Christie yang tersebut tinggalkan Pelatnas PBSI

    Rekam jejak prestasi Jonatan Christie yang tersebut tinggalkan Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Nama Jonatan Christie telah dilakukan lama menjadi salah satu ikon bulu tangkis Indonesia yang digunakan konsisten menorehkan prestasi di dalam tingkat nasional dan juga internasional. Atlet tunggal putra yang dimaksud akrab disapa Jojo ini memulai karier profesionalnya sejak usia muda kemudian terus menunjukkan performa impresif hingga kini.

    Jonatan pertama kali mencuri perhatian rakyat pada waktu meraih medali emas di area SEA Games 2017 yang tersebut dijalankan dalam Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, ia mengalahkan duta Thailand, Khosit Phetpradab, dengan skor meyakinkan 21-19, 21-10. Keberhasilan yang disebutkan menandai tonggak awal karier cemerlangnya pada level senior.

    Puncak pencapaian Jojo datang pada Asian Games 2018 di dalam Jakarta-Palembang. Di hadapan masyarakat sendiri, ia tampil gemilang dan juga berhasil meraih medali emas nomor tunggal putra seusai menundukkan pebulu tangkis Taiwan, Chou Tien Chen, lewat rubber game 21-18, 20-22, lalu 21-15. Kejayaan yang disebutkan mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung sektor tunggal putra Indonesia.

    Di level Kejuaraan Asia, Jojo pernah meraih medali perak edisi 2022 seusai dikalahkan Lee Zii Jia jika Negara Malaysia serta sukses menyabet emas edisi 2024 di tempat Ningbo, China, dengan kemenangan melawan perwakilan tuan rumah Li Shifeng 21-15, 21-16.

    Di kancah BWF World Tour, Jonatan telah dilakukan mengoleksi tujuh peringkat juara lalu delapan kali menjadi runner-up. Beberapa kemenangan pentingnya antara lain:

    • Juara New Zealand Open 2019 (Super 300)
    • Juara Australian Open 2019 (Super 300)
    • Juara Swiss Open 2022 (Super 300)
    • Juara Indonesia Masters 2023 (Super 500)
    • Juara Hong Kong Open 2023 (Super 500)
    • Juara French Open 2023 (Super 750)
    • Juara All England 2024 (Super 1000)

    Sementara itu, Jonatan juga tercatat sebagai finalis di dalam berbagai kejuaraan bergengsi seperti French Open, Japan Open, dan juga China Masters.

    Selain prestasi individu, Jonatan turut berkontribusi besar pada event beregu. Ia menjadi bagian dari regu Indonesia yang tersebut menjuarai Piala Thomas 2020 di tempat Aarhus, Denmark. Keberhasilan yang disebutkan mengakhiri penantian selama 19 tahun sejak terakhir kali Indonesia meraih gelar kejuaraan tersebut. Meskipun pada waktu itu Indonesia berada dalam dikenai sanksi oleh WADA sehingga tiada dapat mengibarkan bendera Merah Putih, prestasi yang disebutkan tetap memperlihatkan menjadi kebanggaan nasional.

    Jonatan juga pernah mencicipi podium runner-up di banyak turnamen BWF Superseries serta Grand Prix, seperti Korea Open 2017 juga Thailand Open 2017, juga menyabet peringkat juara di tempat pertandingan tingkat International Challenge seperti Indonesia International (2013) dan juga Swiss International (2014). Terakhir, Jonatan Christie juga dipercaya sebagai kapten pasukan Indonesia di dalam turnamen Piala Sudirman 2025.

    Baru-baru ini, Jonatan mengumumkan keputusannya sama-sama Chico Atmosfer Dwi Wardoyo untuk pergi dari dari Pelatnas PBSI Cipayung lalu memilih menjalani pola latihan berbasis klub. Meski demikian, PBSI menegaskan bahwa keduanya tetap memperlihatkan bagian dari pasukan nasional lalu akan dipanggil untuk meningkatkan kekuatan Merah Putih pada turnamen internasional resmi.

    Dengan sederet prestasi serta komitmen tinggi untuk terus membela bangsa, Jonatan Christie membuktikan bahwa profesionalisme pribadi atlet tidak ada cuma ditentukan oleh tempat ia berlatih, melainkan oleh integritas kemudian dedikasi di menjunjung nama Indonesia pada panggung dunia.

  • Keluar dari Pelatnas, ini profil serta catatan karier Jonatan Christie

    Keluar dari Pelatnas, ini profil serta catatan karier Jonatan Christie

    ligapedianews.com Ibukota – Jonatan Christie, atlet bulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, dikenal sebagai sosok pekerja keras yang telah dilakukan mencetak beragam prestasi gemilang pada panggung nasional lalu internasional sejak usia belia. Lahir di tempat Ibukota pada 15 September 1997, Jojo—sapaan akrabnya—merupakan putra dari pasangan Andreas Adi lalu Marianti Djaja yang memperkenalkannya pada dunia bulu tangkis sejak usia enam tahun.

    Sebelum fokus menekuni bulu tangkis, Jojo sempat mencoba olahraga lain seperti bola basket kemudian sepak bola. Namun, dukungan kemudian dorongan dari sang ayah membuatnya menekuni bulu tangkis secara serius. Ia mulai berlatih di dalam klub Taurus dan juga menunjukkan bakat luar biasa dengan meraih berbagai penghargaan sejak usia dini.

    Tonggak penting pada kariernya terjadi pada 2008, ketika Jojo yang dimaksud baru berusia 11 tahun berhasil meraih tujuh trofi dari berbagai perlombaan tingkat DKI, nasional, hingga internasional. Di tahun yang tersebut sama, ia juga menyumbangkan medali emas di turnamen Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara yang mana dijalankan di tempat Jakarta.

    Atas prestasinya tersebut, Jojo dianugerahi penghargaan Satyalancana oleh Presiden Ke-5 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009. Penghargaan ini tak membuatnya puas, justru semakin memotivasi Jojo untuk mengikuti jejak idolanya, Lin Dan, legenda bulu tangkis dengan syarat Tiongkok.

    Pada 2010, Jonatan meraih peringkat Juara Junior Asia U-15 pada Ichiba, Jepang. Kariernya di tempat level senior dimulai pada 2013 ketika ia menjuarai Indonesia International Challenge, mengalahkan Alamsyah Yunus pada final meskipun usianya baru 15 tahun.

    Tahun-tahun berikutnya menjadi fase penting di pembentukan karakter juga mental juara. Pada Indonesia Open 2015, Jojo tampil impresif hingga mencapai perempat final, juga menjadikannya sorotan publik. Di SEA Games 2015, ia bergabung berkontribusi di keberhasilan regu nasional meraih medali emas.

    Puncak prestasi Jojo datang pada Asian Games 2018 yang dimaksud diselenggarakan di area Ibukota Indonesia juga Palembang. Dalam final tunggal putra, ia menundukkan Chou Tien Chen (Taiwan) lewat pertandingan tiga gim: 21–18, 20–22, dan juga 21–15. Kemenangan ini tidak ada belaka membawanya meraih medali emas, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai ikon bulu tangkis nasional.

    Prestasi lain yang tersebut membanggakan antara lain emas SEA Games 2017 di area Malaysia, gelar kejuaraan juara BWF World Tour di area Australia Terbuka kemudian Selandia Baru, dan juga medali perak pada Prancis juga Jepang. Pada 2022, ia juga sukses menjuarai Swiss Open Super 300. Di tingkat beregu, Jojo turut menghadirkan Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 di dalam Aarhus, Denmark, sekaligus mengakhiri penantian 19 tahun.

    Di tahun 2025 ini, Jonatan Christie dipercaya sebagai kapten pasukan Indonesia di dalam kompetisi Piala Sudirman, hal ini tentu memperlihatkan kualitas kepemimpinannya di area pada kemudian luar lapangan.

    Meski pada Kamis (15/5) ini ia juga rekan sesama tunggal putra, Chico Atmosfer Dwi Wardoyo, memutuskan untuk berlatih dalam luar Pelatnas Cipayung, PBSI menegaskan bahwa kebijakan yang disebutkan merupakan bentuk kolaborasi lalu profesionalisme. PBSI tetap memperlihatkan memberi dukungan teknis, lalu keduanya tetap saja dipanggil membela regu nasional di kompetisi resmi.

    “Ini tidak perpisahan, ini bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim dalam negara-negara besar,” ujar Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat.

    Saat ini, Jojo menempati peringkat ke-5 dunia pada daftar tunggal putra BWF, dan juga menjadi salah satu pilar utama bulu tangkis Indonesia di tempat tingkat global.

    Melalui konsistensi, semangat juang, juga profesionalisme yang digunakan tinggi, Jonatan Christie terus menunjukkan dedikasinya untuk mengharumkan nama Indonesia di tempat panggung olahraga dunia.

  • Deretan momen terbaik Jonatan Christie bersatu Pelatnas PBSI

    Deretan momen terbaik Jonatan Christie bersatu Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam Cipayung, Jakarta.

    Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, di konferensi pers pada Kamis (15/5), yang dimaksud juga menyebutkan bahwa selain Jonatan, Chico Atmosfer Dwi Wardoyo turut mengambil langkah serupa.

    "Hari ini, Jonatan lalu Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di dalam luar Pelatnas. Kami menghargai tindakan yang dimaksud sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," ujar Taufik.

    Menurut Taufik, langkah keduanya bukanlah bentuk perpisahan, melainkan bentuk kolaborasi yang digunakan sejalan dengan perubahan sistem pembinaan atlet nasional.

    "Ini tidak perpisahan. Ini adalah bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim diterapkan di area negara-negara besar juga sekarang Indonesia juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang dimaksud lebih lanjut adaptif lalu fleksibel," katanya.

    PBSI masih akan memberikan dukungan serta koordinasi teknis terhadap Jonatan dan juga Chico yang tersebut akan tetap memperlihatkan meningkatkan kekuatan kelompok nasional pada ajang-ajang internasional resmi. Jonatan sendiri baru belaka dipercaya sebagai kapten regu Indonesia pada kompetisi Piala Sudirman 2025 lalu sukses mempersembahkan medali perunggu.

    Meski telah dilakukan resmi mundur dari Pelatnas, kiprah Jonatan Christie selama menguatkan Indonesia melalui PBSI menyisakan berbagai prestasi membanggakan. Berikut rangkuman momen-momen terbaik Jonatan selama bersatu Pelatnas PBSI:

    1. Medali emas SEA Games 2017

    Jonatan mencuri perhatian umum pasca merebut medali emas tunggal putra SEA Games 2017 dalam Kuala Lumpur, Malaysia.

    Ia mengalahkan delegasi Thailand, Khosit Phetpradab, dengan skor meyakinkan 21-19, 21-10. Kejayaan ini menjadi pijakan awal karier gemilangnya di dalam level senior.

    2. Medali emas Asian Games 2018

    Puncak prestasi Jojo datang pada Asian Games 2018 di area Jakarta-Palembang.

    Tampil pada hadapan rakyat sendiri, ia menaklukkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen, melalui pertandingan sengit tiga gim: 21-18, 20-22, serta 21-15. Kejayaan yang dimaksud menjadikannya sebagai simbol kebanggaan tunggal putra Indonesia.

    3. Prestasi di tempat kompetisi Asia

    Di Kejuaraan Asia 2022, Jonatan berhasil meraih medali perak setelahnya dikalahkan pemain Malaya Lee Zii Jia.

    Ia kemudian membalas kegagalan itu dengan meraih medali emas di tempat Kejuaraan Asia 2024 di tempat Ningbo, China, dengan menundukkan pemain tuan rumah Li Shifeng 21-15, 21-16.

    4. Dominasi dalam BWF World Tour

    Jonatan telah lama mengoleksi tujuh gelar kejuaraan juara BWF World Tour, yakni:

    • New Zealand Open 2019 (Super 300)
    • Australian Open 2019 (Super 300)
    • Swiss Open 2022 (Super 300)
    • Indonesia Masters 2023 (Super 500)
    • Hong Kong Open 2023 (Super 500)
    • French Open 2023 (Super 750)
    • All England 2024 (Super 1000)

    Ia juga menjadi finalis di tempat kejuaraan prestisius seperti French Open, Japan Open, juga China Masters.

    5. Andalan pasukan Indonesia dalam turnamen beregu

    Jonatan merupakan bagian dari kelompok Indonesia yang dimaksud sukses merebut Piala Thomas 2020 dalam Aarhus, Denmark. Kejayaan yang dimaksud mengakhiri penantian selama 19 tahun.

    Meski ketika itu Indonesia tak dapat mengibarkan bendera Merah Putih oleh sebab itu sanksi WADA, prestasi itu masih menjadi pencapaian historis bagi bulu tangkis Indonesia.

    6. Kontribusi di tempat turnamen internasional lain

    Jonatan juga mencatat prestasi dalam berbagai pertandingan seperti runner-up Korea Open juga Thailand Open 2017 dan juga juara Indonesia International 2013 lalu Swiss International 2014.

    Kini, Jonatan Christie memasuki fase baru pada karier juga hidup pribadinya. Ia memilih model latihan yang lebih banyak fleksibel di tempat luar Pelatnas untuk menyesuaikan dengan perannya sebagai kepala keluarga juga mencari efisiensi dari sisi waktu juga energi.

    Langkah ini sekaligus menandai sesi baru di dinamika pembinaan bulu tangkis nasional, di tempat mana kolaborasi antara PBSI lalu klub menjadi kunci keberlanjutan prestasi atlet di area level internasional.

  • Ini adalah alasan Jonatan Christie lalu Chico mengundurkan diri dari dari Pelatnas PBSI

    Ini adalah alasan Jonatan Christie lalu Chico mengundurkan diri dari dari Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Dua pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie lalu Chico Suasana Dwi Wardoyo, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di area Cipayung, Jakarta. Keputusan yang disebutkan diberitahukan secara resmi oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di konferensi pers yang mana dilakukan di tempat Pelatnas PBSI, Kamis (15/5).

    Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa tindakan Jonatan kemudian Chico untuk pergi dari dari pelatnas bukanlah bentuk perpisahan, melainkan langkah kolaboratif pada rangka metamorfosis sistem pembinaan atlet nasional yang tersebut lebih lanjut adaptif kemudian fleksibel.

    "Hari ini, Jonatan lalu Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di area luar pelatnas. Kami menghargai tindakan yang disebutkan sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," ujar Taufik.

    Menurut Taufik, PBSI tetap saja akan memberikan dukungan juga koordinasi teknis terhadap kedua atlet tersebut, yang tersebut akan terus dipanggil untuk membela regu nasional Indonesia pada ajang-ajang internasional resmi.

    "Ini tidak perpisahan. Hal ini bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim diterapkan di dalam negara-negara besar juga sekarang ini Indonesia juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang dimaksud lebih besar fleksibel," katanya menambahkan.

    Berikut alasan kedua pebulutangkis yang dimaksud pergi dari dari Pelatnas PBSI

    Alasan Jonatan Christie

    Jonatan Christie mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan dari pelatnas telah dilakukan melalui proses panjang sejak usai tampil pada Olimpiade Paris 2024. Hasil yang digunakan tiada sesuai harapan membuatnya merenung lalu mempertimbangkan berbagai kemungkinan pada kelanjutan kariernya.

    "Kalau boleh cerita sedikit, sebenarnya awal ini bermula pasca Olimpiade Paris. Kami semua sudah ada komitmen juga berupaya maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Saya pribadi cukup kecewa," tutur Jonatan.

    Kekecewaan itu sempat menimbulkan Jonatan berpikir untuk mundur total dari dunia bulu tangkis. Namun setelahnya berdiskusi dengan pelatih, keluarga, kemudian orang-orang terdekat, ia memutuskan untuk masih melanjutkan karier sebagai atlet dengan pendekatan berbeda melalui sistem latihan profesional berbasis klub.

    "Dari rumah saya ke Cipayung jaraknya cukup sangat serta membutuhkan penyesuaian. Saya memberanikan diri menyampaikan keinginan untuk menjadi pemain profesional. Di mana pun saya berlatih, saya tetap memperlihatkan menghadirkan nama Indonesia," ujar Jonatan.

    PBSI juga Jonatan kemudian setuju bahwa kejuaraan Piala Sudirman 2025 menjadi kompetisi terakhirnya sebagai bagian dari Pelatnas Cipayung. Dalam event tersebut, Jonatan didapuk menjadi kapten pasukan kemudian berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.

    Alasan Chico Wardoyo

    ​​​​​​​Sementara itu, Chico Suasana Dwi Wardoyo menegaskan keputusannya meninggalkan dari pelatnas tidak akibat tekanan dari pihak manapun, melainkan murni keinginan pribadi untuk mencari suasana baru di latihan dan juga pengalaman sebagai pemain profesional.

    "Enggak ada tekanan mirip sekali, dari PBSI maupun dari luar. Saya cuma ingin mencoba pengalaman berlatih pada luar lalu menjadi pemain profesional," kata Chico.

    Setelah hampir sembilan tahun bergabung di tempat Pelatnas Cipayung, Chico merasa saatnya mencoba pendekatan baru di pengembangan kariernya. Ia mengaku langkah ini telah terjadi melalui pertimbangan matang, termasuk diskusi dengan pelatih, keluarga, juga klub.

    "Ini tidak kebijakan yang mudah. Tapi saya ingin mencoba pengalaman baru kemudian merasakan suasana latihan berbeda dalam luar pelatnas," ujarnya.

    Performa Chico sepanjang musim 2025 yang mana belum menunjukkan hasil maksimal juga turut mempengaruhi keputusannya untuk mengambil pendekatan berbeda pada latihan.

    PBSI menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggalang atlet-atlet nasional, baik yang menjalani latihan dalam pelatnas maupun di tempat luar. Bagi PBSI, yang digunakan membedakan hanya saja lokasi latihan, namun semangat serta komitmen masih sama: untuk Indonesia.

    "PBSI akan selalu memperkuat atlet-atlet yang digunakan berjuang demi Merah Putih. Yang membedakan cuma lokasi latihan, tapi semangatnya masih satu: untuk Indonesia," kata Taufik.

    Ia menegaskan bahwa PBSI adalah rumah besar yang dimaksud terbuka, juga langkah Jonatan juga Chico diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa profesionalisme atlet bukan ditentukan oleh tempat berlatih, tetapi oleh komitmen juga integritas.

  • Saksikan Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025, LIVE di area MNCTV

    Saksikan Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025, LIVE di area MNCTV

    ligapedianews.com Perjuangan atlet putra kemudian putri bulutangkis Indonesia siap bersaing untuk mengharumkan nama Indonesia dalam pentas dunia di tempat kompetisi bergengsi Daihatsu Indonesia Masters 2025 yang diselenggarakan di tempat Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, pada 21–26 Januari 2025.

    Daihatsu Indonesia Masters 2025 merupakan kejuaraan bergengsi BWF World Tour 2025 event Super 500 yang mana disertai pebulu tangkis kelas dunia dan juga bertarung memperebutkan hadiah total sebesar 475.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Simbol Rupiah 7,5 miliar.

    Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025 juga menjadi kejuaraan terakhir bagi pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Mohammad Ahsan dan juga Hendra Setiawan yang digunakan mengumumkan untuk pensiun dari dunia bulutangkis.

    MNCTV lalu iNews sebagai official broadcaster menayangkan secara dengan segera pertandingan Daihatsu Indonesia Masters 2025 mulai tanggal 21 – 26 Januari 2025.

    Berikut daftar atlet putra kemudian putri Indonesia pada Indonesia Masters 2025

    Tunggal Putra

    1. Jonatan Christie
    2. Anthony Ginting
    3. Chico Aura

    Tunggal Putri

    1. Gregoria Mariska
    2. Putri Kusuma Wardani

    Ganda Putra

    1. Fajar Alfian/Rian Ardianto
    2. Sabar Karyaman/Reza Pahlevi
    3. Leo Carnando/Bagas Maulana
    4. Shohibul Fikri/Daniel Marthin
    5. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
    6. Yeremia Rambitan/Rahmat Hidayat

    Ganda Putri

    1. Febriana Dwipuji/Amallia Cahaya
    2. Jesita Miantoro/Febi Setianingrum
    3. Lanny Tria/Siti Fadia
    4. Rachel Allessya/Meilysa Trias
    5. Az Zahra Ditya Ramadhani/Arlya Nabila Munggaran
    Kualifikasi: Siti Azzahra/Agnia Rahayu

    Ganda Campuran

    1. Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati
    2. Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu
    3. Adnan Maulana/Indah Cahya Jamil
    4. Amri Syahnawi/Nita Marwah
    Kualifikasi: Marwan Faza/Aisyah Pranata

  • Hasil India Open 2025: Jonatan Christie Tembus Perempat Final usai Sikat Su Li Yang

    Hasil India Open 2025: Jonatan Christie Tembus Perempat Final usai Sikat Su Li Yang

    ligapedianews.com NEW DELHI – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie , menang berhadapan dengan Su Li Yang jika Taiwan di area fase 16 besar India Open 2025. Jonatan menang di dua gim secara langsung dengan skor 21-16 serta 21-11.

    Berlaga pada K.D Jadhav Indoor Hall, New Delhi, Kamis (16/1/2025) di malam hari WIB, Jonatan memulai pertandingannya dengan sangat baik. Pemain yang akrab disapa Jojo itu ungguli Su Li Yang dengan skor 6-4.

    Poin demi poin terus dicuri Jonatan. Alhasil, pemain jika Ibukota itu unggul dalam interval gim pertama dengan skor 11-7 selama Su Li Yang.

    Usai interval, Jonatan semakin menjadi-jadi. Dia terus memperlebar keunggulannya menjadi 17-14. Alhasil, beliau menghentikan gim pertama dengan kemenangan 21-16 melawan Su Li Yang.

    Di gim kedua, Jonatan kembali tancap gas. Pemain ranking tiga dunia ini bahkan unggul sangat sangat dengan skor 8-1 berhadapan dengan Su Li Yang.

    Hasilnya, Jonatan kembali mengatur dalam interval gim kedua dengan skor telak 11-3. Usai jeda, pemain andalan Pelatnas PBSI Cipayung itu semakin menjadi-jadi.

    Jonatan sangat nyaman menambah poin demi poin dengan skor telak 17-6. Sementara, Su Li Yang terlihat kesulitan untuk mengundurkan diri dari dari tekanan tersebut.

    Pada akhirnya, Jonatan sukses membungkus gim kedua dengan skor kemenangan telak 21-11. Kemenangan ini praktis membawanya melaju ke fase perempat final india Open 2025.

  • BWF World Tour Finals 2024: Head to Head Jonatan Christie vs Anders Antonsen

    BWF World Tour Finals 2024: Head to Head Jonatan Christie vs Anders Antonsen

    ligapedianews.com Perjalanan Jonatan Christie menuju podium juara pada BWF World Tour Finals 2024 mendapat rintangan yang digunakan cukup berat. Di semifinal, ia akan datang menghadapi Anders Antonsen dari Denmark.

    Pertandingan dijadwalkan berlangsung dalam Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hari Sabtu (14/12/2024) pukul 17.20 WIB. Hal ini merupakan rapat ke-11 untuk dua tunggal putra terbaik dunia.

    Dalam 10 pertemuan terakhir, Jonatan berhasil mengamankan enam kemenangan kemudian empat kali kalah melawan Antonsen. Pertemuan terakhir terjadi dalam China Masters 2024.

    Dalam laga itu, Jonatan menyerah dengan dua game segera 15-21, 13-21 dari Antonsen. Artinya, Jonatan akan mengusung misi balas dendam melawan tunggal putra terbaik kedua dunia tersebut.

    “Saya harus tambahan siap, lebih besar tahan serta lebih banyak capek lagi. Yang paling penting adalah menikmati setiap momennya, kesempatannya dimaksimalkan,” ungkap Jonatan.

    Pertandingan perebutan tiket final ini dipastikan akan berlangsung seru serta mendebarkan. Pasalnya, Jonatan belum pernah juara pada BWF World Tour Finals sejak kejuaraan bergengsi akhir tahun itu dimulai pada 2018.

    Sementara Antonsen mengejar penghargaan keduanya pada BWF World Tour Finals. Sebelumnya, ia berhasil mengakibatkan pulang penghargaan pada 2020.

  • Hasil Lengkap China Masters 2024: Jonatan Chrsitie lalu Sabar/Reza Melewati ke Semifinal

    Hasil Lengkap China Masters 2024: Jonatan Chrsitie lalu Sabar/Reza Melewati ke Semifinal

    ligapedianews.com Hasil lengkap China Masters 2024 akan dibahas di tempat artikel ini. Jonatan Chrsitie dan Sabar/Reza menjadi dua delegasi Indonesia yang digunakan berhasil lolos ke semifinal.

    Bermain di dalam Shenzhen Gymnasium, Shenzhen, China, Hari Jumat (22/11/2024), duta Indonesia pertama yang tampil adalah Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja. Sayang, ganda campuran Merah Putih harus terhambat di tempat tangan Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong) dengan skor 13-21, 17-21.

    Jonatan Christie melangkah ke semifinal pasca menaklukkan delegasi tuan rumah Lei Lan Xi pada dua gim secara langsung 21-17, 21-17. Meskipun sempat mendapat perlawanan sengit di area kedua gim, Jojo berhasil menunjukkan ketenangannya pada poin-poin krusial untuk memverifikasi kemenangan.

    Turun sebagai delegasi Indonesia ketiga, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Nami Matsuyama/Chiharu Shida dengan skor 12-21, 18-21. Meski sempat bangkit pada gim kedua, merekan tiada mampu menahan serangan-serangan tajam dari lawan, sehingga gagal melaju ke semifinal.

    Terakhir, Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani sukses menyusul langkah Jojo usai mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia): 18-21, 21-19, 23-21. Sabar/Reza berhasil lolos ke semifinal usai melintasi pertandingan dramatis pada laga yang berlangsung sengit hingga rubber game, mereka itu menunjukkan ketenangan luar biasa untuk mengunci kemenangan pada poin-poin kritis.

    Hasil Lengkap China Masters 2024

    – Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) vs Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong): 13-21, 17-21
    – Jonatan Christie (Indonesia) vs Lei Lan Xi (China): 21-17, 21-17
    – Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Indonesia) vs Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang): 12-21, 18-21
    – Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia) vs Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia): 18-21, 21-19, 23-21

  • Jonatan Christie Bagi Fokus Jelang Kelahiran Buah Hati serta Japan Open 2024

    Jonatan Christie Bagi Fokus Jelang Kelahiran Buah Hati serta Japan Open 2024

    Jakarta – Pemain tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menyatakan akan membagi fokusnya mendekati kelahiran si buah hati serta kompetisi BWF Super 750 Japan Open 2024, pekan depan.

    “Waktu estimasi kelahiran (anak) cukup mepet dengan Japan Open. Sejauh ini baik-baik saja, sih. Kemungkinan saya sudah ada dalam Ibukota pas kelahiran anak,” kata Jonatan di tempat Pelatnas PP PBSI Cipayung, Ibukota Timur, Kamis, 15 Agustus.

    Jonatan pun mengaku merasa gugup menjauhi kelahiran anak pertamanya. Namun, ia menyatakan sangat senang dan juga hal itu menjadi penyemangat baginya ketika berada di tempat arena pertandingan.

    “Fokus saya tidaklah terbagi sebab kalau pada di lokasi ini (pelatnas), ya, latihan. Kalau di tempat rumah, sebagai suami. Harus pintar-pintar memisahkan fokus antara keluarga serta pekerjaan,” kata juara All England Open 2024 itu.

    “Setelah Olimpiade, saya (fokusnya ke) membesarkan anak. Karena dari setelahnya nikah, saya sudah ada bilang ke istri kalau tujuannya adalah Olimpiade. Sehingga, waktu, tenaga dan juga pikiran sejumlah ke sana. Karena Olimpiade telah selesai, saya perlu bagi waktu buat keluarga,” kata beliau menambahkan.

    Mengenai persiapan mendekati Japan Open 2024, Jonatan mengungkapkan ia baru melakukan latihan penuh pada pekan ini. “Kamis lalu telah sempat latihan bagaimanapun juga belum full, baru full pada Hari Senin sampai Kamis ini,” kata Jonatan.

    “Saya ingin melakukan yang mana terbaik saja, lantaran dari drawing sendiri saya baru lihat pada pertandingan awal saja, jadi saya fokus ke pertandingan pertama dulu,” kata Jonatan Christie.