Tag: Jawa Tengah

  • Rutan Pekalongan Gelar Cek Bidang Kesehatan Gratis, Wujudkan Layanan Humanis untuk Pengunjung serta Warga Umum

    Rutan Pekalongan Gelar Cek Bidang Kesehatan Gratis, Wujudkan Layanan Humanis untuk Pengunjung serta Warga Umum

    PEKALONGAN – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menorehkan aksi nyata komitmennya di memberikan pelayanan masyarakat yang digunakan humanis serta berdampak luas. Pada hari Selasa pagi (14/10/2025), Rutan Pekalongan mengatur kegiatan Cek Aspek Kesehatan Gratis bagi para pengunjung lalu penduduk umum.

    Bertempat di dalam selasar kantor Rutan dari pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, acara ini disambut antusias, menunjukkan tingginya kesadaran dan juga permintaan masyarakat akan akses keseimbangan yang digunakan mudah.

    Kegiatan layanan kesegaran ini dipantau secara langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, beserta jajaran pejabat struktural, satu di antaranya Kasubsi Pelayanan Tahanan.

    Pelaksanaan teknis pemeriksaan kesehatan dipercayakan terhadap tenaga medis profesional dari Klinik Pratama Rutan Pekalongan, yang dimaksud menurunkan dua perawat handal untuk melayani peserta. Inisiatif kolaboratif ini meyakinkan setiap kontestan mendapatkan pemeriksaan yang digunakan akurat dan juga informatif.

    Menurut Karutan Nanang Adi Susanto, jenis pemeriksaan yang tersebut diberikan cukup komprehensif, meliputi pengecekan tekanan darah, jumlah kali nadi (HR), kadar oksigen di darah (SpO₂), suhu tubuh, kadar gula darah, kolesterol, hingga kadar asam urat. Layanan ini memang benar sengaja dibuka secara inklusif.

    “Layanan ini terbuka bagi siapa cuma yang tersebut hadir, baik pengunjung warga binaan maupun komunitas umum yang dimaksud melintas, ” ujarnya.

    Layanan kesejahteraan gratis ini berhasil mengejutkan perhatian juga memberikan kegunaan signifikan. Karutan Nanang menambahkan bahwa hadirnya inisiatif ini menimbulkan sejumlah pemukim merasa terbantu, akibat mereka mampu mengetahui situasi kesehatannya secara cepat kemudian enteng tanpa harus mengeluarkan biaya.

    Dengan adanya kegiatan ini, Rutan Kelas IIA Pekalongan tidak ada hanya sekali menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga berperan berpartisipasi di peningkatan kesegaran masyarakat sekitar.

    Foto : Anis
    Kontributor: Fikri
    Editori : Tim Humas Rutan Pekalongan

  • Warga Binaan Antusias ikuti Senam Rutin di Lapas Kelas IIA Purwokerto

    Warga Binaan Antusias ikuti Senam Rutin di Lapas Kelas IIA Purwokerto

    PURWOKERTO — Dalam rangka merawat kebugaran jasmani sekaligus meningkatkan semangat lalu kebugaran mental, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kegiatan senam rutin serta olahraga bersatu bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertempat di dalam lapangan Lapas, Rabu (15/10/2025).

    Kegiatan dimulai pukul 07.30 Waktu Indonesia Barat dan juga dipandu oleh instruktur eksternal yang tersebut membawakan bervariasi pergerakan senam energik dan juga menyenangkan.

    Seluruh Warga Binaan tampak bersemangat mengikuti setiap aksi yang digunakan diberikan, menciptakan suasana positif juga penuh kekompakan.

    Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas pada menyokong inisiatif pembinaan jasmani kemudian rohani bagi Warga Binaan.

    “Kegiatan senam rutin ini tiada belaka bertujuan menjaga kebugaran fisik, tetapi juga berubah jadi sarana untuk menumbuhkan semangat positif, kebersamaan, kemudian disiplin dalam kalangan Warga Binaan, ” ujar Kalapas.

    Selain sebagai bentuk pembinaan, kegiatan olahraga ini juga bermetamorfosis menjadi langkah preventif untuk menjaga kebugaran serta menekan kemungkinan timbulnya penyakit di dalam lingkungan Lapas. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan Warga Binaan dapat lebih tinggi fokus serta berpartisipasi di mengikuti bermacam kegiatan pembinaan lainnya.

    Melalui kegiatan seperti ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus berazam menciptakan suasana pembinaan yang dimaksud humanis, sehat, juga produktif, sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan di membentuk pribadi yang dimaksud lebih banyak baik lalu siap kembali ke masyarakat.

    (Humas Lapas Purwokerto)

  • Dukung Pembinaan Jasmani, Lapas Kelas IIA Purwokerto Bagikan Alat Olahraga terhadap Warga Binaan

    Dukung Pembinaan Jasmani, Lapas Kelas IIA Purwokerto Bagikan Alat Olahraga terhadap Warga Binaan

    PURWOKERTO— Dalam upaya membantu pembinaan jasmani dan juga meningkatkan kualitas hidup fit dalam lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kegiatan pembagian alat olahraga untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (15/10/2025).

    Kegiatan yang mana berlangsung pada lapangan Lapas ini merupakan bentuk nyata pemenuhan hak Warga Binaan di memperoleh sarana pembinaan jasmani, juga bagian dari inisiatif pembinaan yang tersebut seimbang antara aspek fisik, mental, kemudian spiritual.

    Adapun alat olahraga yang tersebut dibagikan antara lain papan catur, meja tenis, bet, bola tenis, dan juga net. Pembagian dijalankan oleh tenaga pembinaan serta keamanan dengan suasana tertib juga penuh antusiasme dari para Warga Binaan.

    Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat berubah menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk permanen aktif, sehat, lalu produktif selama menjalani masa pidana.

    “Olahraga tidak belaka tentang kebugaran jasmani, tetapi juga bermetamorfosis menjadi sarana pembinaan mental lalu kedisiplinan. Dengan tubuh yang sehat, semangat untuk berubah juga berdaya akan bertambah tambahan kuat, ” ujar Kalapas.

    Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto berazam menciptakan lingkungan pembinaan yang tersebut sehat, harmonis, kemudian humanis, sekaligus membantu rute reintegrasi sosial bagi para Warga Binaan.

    (Humas Lapas Purwokerto)

  • Pembagian Seragam Warga Binaan, Langkah Nyata Lapas Kelas IIA Purwokerto Tegakkan Disiplin juga Kebersamaan

    Pembagian Seragam Warga Binaan, Langkah Nyata Lapas Kelas IIA Purwokerto Tegakkan Disiplin juga Kebersamaan

    PURWOKERTO — Dalam upaya menegakkan kedisiplinan kemudian menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kegiatan pembagian seragam bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (15/10/2025).

    Kegiatan yang tersebut berlangsung pada pukul 10.00 hingga 11.00 Waktu Indonesia Barat ini merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar Warga Binaan di memperoleh pakaian layak selama menjalani masa pidana. Pembagian seragam direalisasikan secara secara langsung oleh personel pembinaan terhadap seluruh WBP dengan tertib dan juga kondusif.

    Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas di mewujudkan tata tertib dan juga pembinaan yang mana berwibawa.

    “Pemberian seragam ini tidak semata-mata sekadar pemenuhan keperluan dasar, tetapi juga simbol kedisiplinan, kebersamaan, serta identitas bagi Warga Binaan. Kami berharap melalui kegiatan ini, para WBP semakin termotivasi untuk merawat kerapian kemudian semangat mengikuti pembinaan, ” ujar Kalapas.

    Seragam yang dimaksud  rapi diharapkan dapat menciptakan suasana tertib, bersih, dan juga meningkatkan kekuatan rasa tanggung jawab di antara Warga Binaan. Selain itu, kegiatan ini juga berubah menjadi langkah nyata Lapas Kelas IIA Purwokerto di mendirikan lingkungan pemasyarakatan yang tersebut humanis, tertib, kemudian berkarakter positif.

    Dengan kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kemudian pembinaan yang tersebut berorientasi pada pemenuhan hak, kedisiplinan, dan juga pembentukan karakter Warga Binaan menuju pribadi yang tersebut lebih besar baik juga siap kembali ke masyarakat.

    (Humas Lapas Purwokerto)

  • Apa itu fenomena sinkhole? Hal ini penyulut juga upaya antisipasinya

    Apa itu fenomena sinkhole? Hal ini penyulut juga upaya antisipasinya

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Baru-baru ini, Desa Watukelir di area Kecamatan Ayah, Wilayah Kebumen, Jawa Tengah, dikejutkan dengan terjadinya fenomena alam yang digunakan langka serta mengejutkan. Terdapat sebuah sinkhole yang menyebabkan air dalam Telaga Blembeng, yang mana menjadi sumber hidup rakyat setempat, hilang tak bersisa atau mengering.

    Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak, khususnya akibat dampaknya yang tersebut cukup besar terhadap ekosistem lokal lalu hidup sehari-hari penduduk yang mana bergantung pada telaga tersebut.

    Peneliti Ahli Utama Badan Penelitian lalu Inovasi Nasional (BRIN) Karangsambung, Dr Ir Chcusni Ansori, memberikan penjelasan mengenai fenomena kekeringan Telaga Blembeng di area Desa Watukelir. Menurutnya, sinkhole terjadi akibat runtuhnya permukaan tanah yang rapuh akibat pengaruh drainase eksternal.

    Setelah terbentuknya sinkhole, air yang tadinya memenuhi telaga akan tersedot serta mengalir ke sungai bawah tanah, sehingga menyebabkan telaga menjadi kering lalu dasar telaga terlihat.

    “Sinkhole yang terbentuk di dalam dasar telaga ini menyebabkan air telaga mengalir ke sungai bawah tanah dan juga telaga menjadi kering. Mengalir ke sungai bawah tanah, larinya ke mana ya harus ditelusuri,” ungkap Chusni ketika dihubungi, Hari Sabtu (14/12/2024).

    Fenomena sinkhole ini menarik perhatian sejumlah orang, menyebabkan berbagai pertanyaan tentang apa yang digunakan menyebabkannya serta apa tindakan yang perlu dijalankan untuk menghadapinya. Untuk memahami lebih banyak lanjut, berikut penjelasan selengkapnya.

    Fenomena sinkhole

    Sinkhole atau lubang runtuh adalah fenomena alam yang mana dapat terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan kehancuran signifikan pada lingkungan lalu infrastruktur.

    Fenomena ini terjadi ketika tanah atau batuan dalam bawah permukaan bumi amblas ke di rongga yang digunakan lebih tinggi besar, menciptakan lubang besar di dalam permukaan tanah.

    Sinkhole dapat terbentuk di berbagai ukuran, dengan diameter yang mana bervariasi dari beberapa meter hingga mencapai banyak meter, juga kedalaman yang berbeda-beda. Beberapa sinkhole bahkan bisa saja terisi air, membentuk danau kecil.

    Fenomena ini bukan cuma menyebabkan pembaharuan pada bentuk permukaan tanah, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian kegiatan ekonomi dan juga perasaan khawatir bagi warga yang digunakan menyebabkan ancaman keselamatan bagi manusia, teristimewa di dalam wilayah yang mana padat penduduk atau miliki infrastruktur vital.

    Sinkhole biasanya ditemukan di tempat tempat dengan kondisi geologi tertentu, seperti kawasan karst, di area mana batuan yang dimaksud mudah larut, seperti batu kapur atau gipsum, banyak ditemukan.

    Proses pelarutan batuan oleh air, baik melalui cara fisik maupun kimia, menjadi salah satu faktor utama yang dimaksud menyebabkan terbentuknya rongga di dalam bawah tanah.

    Rongga ini tumbuh seiring waktu, lalu pada akhirnya dapat menyebabkan tanah pada permukaan turun atau amblas.

    Penyebab terjadinya sinkhole

    Sinkhole tidak terjadi begitu saja, fenomena sinkhole terjadi oleh sebab itu berbagai faktor geologi lalu aktivitas manusia. Berikut adalah beberapa faktor utama terjadinya sinkhole, dirangkum dari berbagai sumber:

    1. Pelapukan lalu pelarutan batuan

    Batuan seperti kapur serta gipsum akan larut pada waktu terpapar air yang mengandung asam karbonat. Proses pelarutan ini secara perlahan membentuk rongga di area bawah permukaan tanah. Ketika rongga yang disebutkan bukan lagi mampu mengupayakan berat tanah pada atasnya, maka terjadilah amblesan. Fenomena ini rutin ditemukan pada wilayah dengan formasi batuan karst.

    2. Aktivitas manusia

    Beberapa kegiatan manusia, seperti pengeboran, pertambangan, atau konstruksi infrastruktur, dapat merusak kestabilan tanah. Pemompaan air tanah yang tersebut berlebihan juga dapat menurunkan permukaan tanah, memicu terbentuknya sinkhole.

    3. Tekanan yang dimaksud berat pada permukaan tanah

    Tekanan pada beban yang digunakan diberikan oleh bangunan besar, alat berat, atau proyek konstruksi jalan raya dapat menambah tekanan pada tanah yang digunakan telah tak stabil. Tekanan ini dapat mempercepat kerusakan pada lapisan permukaan, khususnya dalam melawan rongga bawah tanah.

    4. Erosi oleh air

    Salah satu faktor utama faktor terbentuknya sinkhole adalah erosi yang tersebut terjadi akibat air, teristimewa dalam tempat yang mana banyak mengandung batuan kapur atau gamping. Air hujan yang turun dapat masuk ke pada celah-celah batuan, melarutkan mineral-mineral di batuan kapur, serta membentuk rongga di dalam bawah permukaan tanah. Jika rongga yang disebutkan mengalami perkembangan semakin besar juga tiada mampu menahan beban di dalam atasnya, maka tanah dalam atasnya bisa jadi ambruk, menciptakan lubang yang dimaksud besar.

    5. Aktivitas alam (gempa atau banjir)

    Perubahan yang digunakan terjadi pada struktur tanah akibat gempa bumi atau banjir dapat mengganggu kestabilan tanah. Gempa dapat memicu perubahan tanah yang mana mengakibatkan terbentuknya rongga atau retakan pada permukaan bumi, yang digunakan lama kelamaan sanggup menyebabkan terbentuknya sinkhole.

    Upaya antisipasi terjadinya sinkhole

    1. Pembatasan aktivitas manusia di tempat tempat rawan

    Pengendalian pembangunan serta kegiatan manusia di dalam tempat yang digunakan rawan terbentuknya sinkhole sangat penting. Misalnya, larangan perkembangan gedung berat atau infrastruktur lain di tempat menghadapi tanah yang tersebut rentan terhadap erosi atau penurunan permukaan.

    2. Edukasi kemudian kesadaran masyarakat

    Edukasi terhadap penduduk tentang bahaya sinkhole dan cara menghadapinya sangat penting. Warga yang digunakan tambahan sadar akan tanda-tanda awal terjadinya sinkhole bisa lebih banyak siap serta tanggap menghadapi situasi darurat.

    3. Pengendalian beban tanah

    Pengendalian beban pada tanah yang bukan stabil sangat penting untuk mengurangi keruntuhan. Sebelum melakukan pembangunan, lakukan evaluasi kekuatan tanah dengan pengujian geoteknik. Jika diperlukan, gunakan fondasi khusus seperti tiang pancang atau fondasi di yang digunakan dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata, sehingga tekanan pada tanah tetap memperlihatkan aman.

    4. Pemantauan geologi serta tanah

    Pemerintah juga pihak berwenang perlu melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi geologi dan juga tanah, teristimewa dalam area rawan sinkhole.

    Teknologi seperti pemetaan geofisika lalu radar penembus tanah (GPR) dapat mendeteksi keberadaan rongga atau lapisan tanah yang tersebut bukan stabil di dalam bawah permukaan dapat membantu mendeteksi adanya rongga atau retakan pada bawah permukaan tanah.