Tag: Indonesia

  • Indonesia perkuat peran pada diplomasi maritim di tempat kancah global

    Indonesia perkuat peran pada diplomasi maritim di tempat kancah global

    Ligapedia.news Technical Group ini memiliki peran strategis pada memberikan rekomendasi teknis terkait penetapan wilayah laut yang tersebut sensitif

    Jakarta – Indonesia meningkatkan kekuatan peran di diplomasi maritim global lewat penunjukan Atase Perhubungan KBRI London sebagai Chair Technical Group pada sidang International Maritime Organization (IMO) Marine Environment Protection Committee (MEPC) Ke-83 yang dimaksud berlangsung pada London, Inggris.

    Atase Perhubungan KBRI London Barkah Bayu Mirajaya mengungkapkan dengan kepercayaan yang dimaksud diberikan untuk Indonesia menjadi Chair Technical Group, merupakan salah satu pencapaian penting bagi diplomasi maritim Indonesia.

    Menurut dia, hal itu merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap kompetensi kemudian peran terlibat Indonesia pada isu-isu pengamanan lingkungan maritim.

    “Technical Group ini mempunyai peran strategis pada memberikan rekomendasi teknis terkait penetapan wilayah laut yang mana sensitif lalu memerlukan pemeliharaan khusus dari dampak kegiatan pelayaran internasional,” kata Barkah di keterangan sebagaimana dikonfirmasi di area Jakarta, Jumat.

    Kementerian Perhubungan melalui Atase Perhubungan KBRI London dipercaya sebagai Chair Technical Group on the Designation of Particularly Sensitive Sea Areas (PSSA) and Special Areas dalam sidang IMO MEPC ke-83 yang dimaksud berlangsung 7-11 April 2025, di tempat London.

    Technical Group itu bertugas untuk mempertimbangkan proposal penetapan Emission Control Area (ECA), wilayah khusus bebas emisi SOx, PM dan juga NOx di area the North-East Atlantic Ocean (Samudra Atlantik Timur Laut), dan juga usulan penetapan the Nasca Ridge National Reserve juga the Grau Tropical Sea National Reserve di area Peru sebagai Particularly Sensitive Sea Area (PSSA), sesuai dengan panduan penetapan PSSA IMO.

    Indonesia dipilih untuk menjadi pemimpin Technical Group ini, lanjut Barkah, juga merupakan pengakuan dari komunitas maritim internasional melawan pengalaman dan juga keberhasilan Indonesia di mengajukan Selat Lombok sebagai PSSA pada tahun 2024.

    Pengajuan yang dimaksud menjadi salah satu contoh nyata partisipasi Indonesia di proteksi lingkungan laut, juga menunjukkan kemampuan teknis serta diplomatik Indonesia di area panggung global.

    “Penunjukan ini tidaklah cuma mencerminkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kekuatan kedudukan Indonesia di kancah diplomasi maritim global,” ucap Barkah.

    Selain itu, langkah yang dimaksud juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan profil Indonesia di area sektor maritim, sekaligus memperkuat kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota Council IMO untuk periode 2026–2027.

    Sebagai negara kepulauan dengan kedudukan geografis strategis, keterlibatan bergerak Indonesia di forum-forum IMO sangat penting untuk menegaskan kepentingan nasional maritim dapat terus diperjuangkan.

    “Dengan terus berperan bergerak dalam level teknis maupun kebijakan internasional, Indonesia dapat menegaskan komitmennya pada menjaga keberlanjutan lingkungan laut serta keamanan pelayaran dunia,” kata Barkah.

    Adapun terkait usulan penetapan ECA di tempat Samudra Atlantik Timur Laut, Barkah menjelaskan, Technical Group telah lama meninjaunya berdasarkan kriteria lalu prosedur yang mana ditetapkan pada Lampiran III MARPOL Annex VI dan juga menganggap bahwa usulan yang disebutkan telah lama memenuhi kriteria.

    Selain itu, terang Barkah, Technical Group juga mendiskusikan lalu menyetujui rancangan amandemen yang diusulkan untuk Peraturan 13.5, 13.6, 14.3 juga Lampiran VII MARPOL Annex VI tentang penetapan ECA, wilayah khusus bebas emisi SOx, PM juga NOx di area Samudra Atlantik Timur Laut.

    Rancangan amandemen yang disebutkan mencakup tanggal proyek konstruksi 1 Januari 2027 untuk kapal-kapal yang dimaksud beroperasi di area ECA Samudra Atlantik Timur Laut, sesuai dengan Peraturan 13.5.1.3 MARPOL Annex VI, serta juga “kriteria tiga tanggal” untuk konstruksi, peletakan lunas, juga pengiriman kapal.

    “Rancangan amandemen ini tentunya perlu diteruskan untuk diadopsi pada Sidang MEPC Luar Biasa yang tersebut akan digelan bulan Oktober tahun ini sebagai bagian dari MARPOL Annex VI yang tersebut direvisi, sehingga dapat diberlakukan secepat mungkin saja di tempat tahun 2027,” kata Barkah.

  • Prancis harap lakukan berbagai penanaman modal untuk konsolidasi hubungan

    Prancis harap lakukan berbagai penanaman modal untuk konsolidasi hubungan

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Menteri Urusan Perdagangan Prancis Laurent Saint-Martin berharap agar negaranya dapat lebih banyak sejumlah melakukan penanaman modal dengan perusahaan-perusahaan baru untuk mengkonsolidasikan hubungan antara Indonesia serta Prancis.

    “Kepercayaan antara kedua negara juga berbagai ditunjukkan oleh konsolidasi penanaman modal oleh merekan yang telah lama menunjukkan keinginan merek untuk bekerja di area sini,” kata Saint-Martin pada konferensi pers di tempat Jakarta, Rabu malam.

    Mengenai penanaman modal itu sendiri, ketika ditanya mengenai Badan Pengelola Penanaman Modal (BPI) Danantara, Saint-Martin menyatakan bahwa dirinya mengeksplorasi hal yang dimaksud dengan Menteri Pengembangan Usaha RI.

    Dia meyakini bahwa di kerangka forum industri yang digunakan akan diselenggarakan pada kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia, ada banyak area pembangunan ekonomi bersatu yang digunakan dapat diupayakan.

    “Banyak area konvergensi dan juga pembangunan ekonomi bersatu yang tersebut dapat diupayakan antara dana kekayaan negara Prancis, teristimewa Badan Penanaman Modal Publik Prancis, tetapi juga Bank Penanaman Modal Publik. Memang, ada strategi bersama, praktik terbaik, lalu mungkin saja pembangunan ekonomi bersatu yang tersebut dapat diupayakan bersama,” katanya.

    Dia juga menilai bahwa Indonesia dan juga Prancis miliki keinginan untuk mendiversifikasi kemitraan perdagangan kedua negara seperti pada bidang teknologi.

    Dirinya berkunjung ke Pusat Informasi Nasional (PDN) pada Bekasi Jawa Barat untuk mengawasi proyek kerja sejenis Indonesia dengan Prancis senilai 164,6 jt euro (Rp2,59 triliun).

    Selain teknologi, ada berbagai sektor lain yang digunakan miliki prospek kerja serupa kemudian melakukan pembangunan ekonomi dengan pada kemitraan Indonesia-Prancis, seperti sektor transportasi kemudian energi, kata Saint-Martin.

    “Ada berbagai sektor kegiatan di area mana Prancis secara tradisional mempunyai keahlian yang dimaksud diakui di dalam seluruh dunia. Hal ini berlaku untuk infrastruktur, energi, serta transportasi,” ucapnya.

    Dia pun berharap agar pada kunjungan kenegaraan yang disebutkan dapat memungkinkan UKM Prancis dari berbagai sektor, khususnya agribisnis, untuk berbagi keahlian mereka di area Indonesia.

    Menteri Urusan Perdagangan Prancis Laurent Saint-Martin melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 8-9 April untuk meningkatkan kekuatan kemitraan perekonomian bilateral kemudian mempersiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada akhir Mei 2025.

  • 10 negara dengan total WNI terbanyak menurut data agregat

    10 negara dengan total WNI terbanyak menurut data agregat

    Ligapedianews.com Ibukota – Warga Negara Indonesia (WNI) banyak tersebar dalam berbagai negara di tempat dunia, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun menetap dengan keluarga.

    Dalam artikel kali ini, Antara News akan merangkum negara mana hanya yang mana mempunyai jumlah agregat populasi WNI terbanyak. Berikut adalah 10 negara dengan jumlah agregat WNI terbanyak, berdasarkan data terbaru agregat WNI yang mana tercatat di area perwakilan RI:

    1. Tanah Melayu – 2.540.450 WNI

    Malaysia menjadi negara dengan jumlah keseluruhan WNI terbanyak, yakni mencapai lebih tinggi dari 2,5 jt orang. Mayoritas dari dia adalah pekerja migran di dalam sektor perkebunan, konstruksi, juga asisten rumah tangga. Selain itu, terdapat pula WNI yang digunakan menikah dengan warga setempat juga generasi keturunan Indonesia yang mana masih mempertahankan kewarganegaraan.

    2. Arab Saudi – 857.613 WNI

    Arab Saudi menempati kedudukan kedua dengan 857 ribu WNI, yang digunakan mayoritas bekerja di dalam sektor domestik juga pelayanan haji juga umrah. Kota-kota seperti Riyadh, Jeddah, kemudian Makkah menjadi pusat populasi WNI di area negara ini.

    3. Taiwan – 238.639 WNI

    Taiwan menjadi destinasi utama pekerja migran jika Indonesia, khususnya di tempat sektor manufaktur serta tenaga kerja domestik. Selain itu, cukup banyak siswa Indonesia yang tersebut menempuh sekolah dalam berbagai universitas pada Taiwan.

    4. Singapura – 198.444 WNI

    Sebagai negara tetangga yang tersebut mempunyai hubungan erat dengan Indonesia, Singapura menampung lebih tinggi dari 198 ribu WNI. Mereka bekerja di tempat sektor rumah tangga, layanan profesional, hingga bidang teknologi kemudian keuangan.

    5. Hong Kong – 168.214 WNI

    Hong Kong memiliki lebih besar dari 168 ribu WNI, mayoritas adalah pekerja domestik yang digunakan bekerja dalam rumah tangga. Dengan kebijakan ketenagakerjaan yang mana ketat, banyak WNI yang memilih menetap lalu melanjutkan kontrak kerja mereka pada Hong Kong.

    6. Uni Emirat Arab (UEA) – 111.987 WNI

    Dengan dua perwakilan diplomatik di dalam Abu Dhabi serta Dubai, jumlah agregat WNI di area UEA mencapai tambahan dari 111 ribu orang. Pekerja migran di area sektor perhotelan, konstruksi, kemudian profesional mendominasi komunitas WNI di area negara ini.

    7. Amerika Serikat – 101.759 WNI

    Amerika Serikat menjadi rumah bagi tambahan dari 101 ribu WNI, yang tersebut tersebar di area berbagai negara bagian seperti California, Texas, dan juga New York. Banyak WNI di dalam Amerika Serikat yang tersebut berprofesi sebagai tenaga profesional di area bidang teknologi, akademisi, hingga wirausaha.

    8. Qatar – 37.669 WNI

    Qatar miliki lebih tinggi dari 37 ribu WNI, sebagian besar bekerja di area sektor energi, perhotelan, serta konstruksi. Dengan adanya Piala Planet 2022 yang lalu, banyak tenaga kerja Indonesia yang dimaksud terlibat pada proyek infrastruktur besar pada negara ini.

    9. Korea Selatan – 34.205 WNI

    Korea Selatan menjadi tujuan utama bagi tenaga kerja di dalam sektor lapangan usaha manufaktur juga siswa yang dimaksud mengambil beasiswa di tempat universitas terkemuka. Jumlah WNI di tempat Korea Selatan mencapai tambahan dari 34 ribu orang.

    10. Negeri Matahari Terbit – 28.132 WNI

    Jepang menjadi salah satu tujuan utama bagi siswa dan juga tenaga kerja profesional Indonesia. Proyek magang juga pelatihan teknis juga menyebabkan jumlah keseluruhan WNI dalam Negeri Matahari Terbit terus meningkat, mencapai lebih lanjut dari 28 ribu orang, khususnya dalam Tokyo serta Osaka.

    Keberadaan WNI di tempat luar negeri menunjukkan sumbangan besar tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor global. Malaysia, Arab Saudi, juga Taiwan menjadi tiga negara dengan populasi WNI terbesar.

    Mobilitas WNI ke luar negeri telah lama berlangsung selama beberapa dekade serta terus meningkat seiring dengan globalisasi juga meningkatnya kesempatan kerja di tempat berbagai sektor industri.

    Faktor perekonomian menjadi salah satu alasan utama bagi berbagai WNI untuk merantau, mencari hidup yang lebih banyak baik, juga mengembangkan keterampilan di dalam luar negeri.

    Selain itu, kegiatan beasiswa lalu kerja mirip sekolah antarnegara juga berperan pada meningkatkan total siswa Indonesia dalam luar negeri.

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kemudian perwakilan diplomatiknya di area berbagai negara memiliki peran penting pada melindungi kemudian memberikan layanan terhadap WNI dalam luar negeri.

    Dengan meningkatnya jumlah keseluruhan WNI yang dimaksud bermigrasi, perhatian terhadap hak-hak merekan lalu pemeliharaan tenaga kerja menjadi isu krusial yang dimaksud terus diperjuangkan.

  • Hal ini 5 poin kesepakatan kerja sebanding Indonesia-India

    Hal ini 5 poin kesepakatan kerja sebanding Indonesia-India

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada 25-26 Januari 2025 lalu menjadi momen bersejarah, dalam mana ia diundang sebagai tamu kehormatan di Peringatan 76 Tahun Hari Republik India.

    Hal ini menjadikan Presiden Prabowo sebagai pemimpin RI kedua setelahnya Ir. Sukarno yang tersebut menerima kehormatan serupa. Kehadiran beliau menegaskan eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia kemudian India yang telah lama terjalin selama puluhan tahun, sekaligus mencerminkan komitmen kedua negara untuk menguatkan kerja sebanding pada berbagai bidang.

    India merupakan mitra strategis bagi Indonesia, baik pada bidang ekonomi, perdagangan, maupun investasi. Sebagai negara dengan populasi terbesar kedua di tempat dunia, India berkontribusi besar terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia, dengan nilai ekspor utama seperti item mineral, besi dan juga baja, juga CPO. Selain itu, pembangunan ekonomi India pada Indonesia terus meningkat hingga mencapai USD275,4 jt pada tahun 2023.

    Untuk menguatkan kerja identik bilateral, Presiden RI Prabowo Subianto kemudian Pertama Menteri India Narendra Modi menyaksikan penandatanganan beberapa nota kesepahaman (MoU) di tempat Hyderabad House, New Delhi.

    Dalam rapat bilateral tersebut, kedua pemimpin mendiskusikan tentang berbagai isu strategis, termasuk perdagangan, investasi, pariwisata, kesehatan, energi, keamanan, kecerdasan buatan, kemudian teknologi digital. Janji ini menunjukkan keseriusan kedua negara pada memperluas juga memperdalam kerja sejenis demi kepentingan sama-sama di area tingkat regional serta global.

    Lima Kesepakatan antara pemerintahan Republik Indonesia dan juga pemerintahan Republik India:

    1. Kerja Sama kesehatan

    Perjanjian kerja mirip tentang Kerja Sama Aspek Kesehatan antara Kementerian Aspek Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Aspek Kesehatan serta Kemakmuran Keluarga Republik India.

    2. Mutu Penyelesaian Tradisional

    Perjanjian kerja identik antara Badan Pengawas Jalan keluar serta Makanan (BPOM) Republik Indonesia dengan Komisi Pharmacope untuk Obat-obatan India dan juga Homeopati Kementerian Ayush Republik India terkait Mutu Solusi Tradisional.

    3. Pengembangunan Digital

    Perjanjian kerja sebanding antara Kementerian Komunikasi kemudian Digital Republik Indonesia dengan Kementerian Elektronik kemudian Teknologi Berita Republik India tentang Kerja Sama Pengembangunan Digital.

    4. Keselamatan dan juga Keselamatan Maritim

    Perjanjian kerja sejenis antara Badan Ketenteraman Laut Republik Indonesia dan juga Penjaga Pantai India tentang Kerja Sama Keselamatan serta Keselamatan Maritim.

    5. Pertukaran Budaya

    Perjanjian kerja identik di Inisiatif Pertukaran Budaya antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan juga Kementerian Kebudayaan Republik India untuk periode 2025-2028.

  • Mengapa Sarawak kemudian Sabah jadi milik Malaysia? Ini adalah sejarahnya

    Mengapa Sarawak kemudian Sabah jadi milik Malaysia? Ini adalah sejarahnya

    Ligapedianews.com Ibukota – Pembentukan Federasi Negara Malaysia pada 16 September 1963 merupakan momen bersejarah yang tersebut melibatkan penyatuan beberapa entitas politik, termasuk Malaya, Singapura, Sarawak, kemudian Sabah.

    Proses itu tiada terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian perundingan, konsultasi, juga berbagai faktor urusan politik lalu ekonomi yang tersebut melatarbelakanginya. Artikel ini akan mengupas secara mendalam mengapa Sarawak kemudian Sabah memilih bergabung dengan Tanah Melayu kemudian bagaimana proses yang disebutkan berlangsung.

    Latar belakang proposal pembentukan Malaysia

    Pada 27 Mei 1961, Pertama Menteri Malaya, Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, mengusulkan pembentukan Federasi Tanah Melayu sebagai langkah untuk mempererat kerja sejenis urusan politik serta sektor ekonomi antara Malaya, Singapura, Sarawak, Sabah (yang pada waktu itu dikenal sebagai Kalimantan Utara), dan juga Brunei.

    Usulan ini mendapat dukungan dari Utama Menteri Inggris, Sir Harold Macmillan, yang tersebut mengamati integrasi ini sebagai jalan menuju stabilitas dalam kawasan Asia Tenggara pasca kolonialisme.

    Sebagai bagian dari upaya konsultasi, Komite Konsultatif Solidaritas Negara Malaysia (Malaysia Solidarity Consultative Committee/MSCC) dibentuk lalu melakukan rapat pertama pada Singapura dua bulan pasca usulan awal Tunku Abdul Rahman.

    Kemudian, pada 12 Agustus 1962, para pemimpin dari Sarawak juga Sabah mengunjungi Malaya untuk memahami lebih besar lanjut tentang gagasan tersebut. Kunjungan ini menjadi titik balik penting pada kebijakan Sarawak dan juga Sabah untuk bergabung pada Federasi Malaysia.

    Referendum serta kesepakatan pembentukan Malaysia

    Untuk menjamin aspirasi rakyat Sarawak serta Sabah, Inggris lalu Malaya membentuk Komisi Cobbold yang dipimpin oleh Lord Cameron Cobbold.

    Komisi ini terdiri dari lima anggota—dua dari Malaya serta tiga dari Inggris—dan bertugas mengadakan jajak pendapat terhadap penduduk di dalam Sarawak kemudian Sabah mengenai keinginan merek untuk bergabung dengan Federasi Malaysia. Hasil temuan Komisi Cobbold menjadi dasar bagi Perjanjian Negara Malaysia yang ditandatangani pada 9 Juli 1963 oleh Malaya, Inggris, Sabah, Sarawak, kemudian Singapura.

    Sarawak serta Sabah mengajukan ketentuan khusus sebelum bergabung dengan Malaysia, yang digunakan dituangkan pada 20 butir persyaratan bagi Sabah kemudian 18 butir persyaratan bagi Sarawak. Syarat ini bertujuan untuk menjamin hak-hak juga otonomi penduduk di tempat kedua wilayah yang dimaksud setelahnya bergabung di Malaysia.

    Pada 22 Juli 1963, Sarawak mencapai status pemerintahan sendiri dengan pembentukan Supreme Council yang dipimpin oleh Ketua Menteri pertama, Stephen Kalong Ningkan. Kemudian, pada 29 Agustus 1963, Yang di-Pertuan Agong menyetujui secara resmi Deklarasi Malaysia, yang digunakan disetujui oleh Dewan Legislatif Sarawak pada 4 September 1963 dengan hasil 38 pernyataan membantu dan juga 5 menolak.

    Pada 16 September 1963, Menteri Pendidikan Malaysia, Khir Johari, membacakan Proklamasi Malaya di dalam Padang Sentral, Kuching, disaksikan oleh Datu Abang Haji Openg (Yang di-Pertua Negeri Sarawak pertama), Stephen Kalong Ningkan (Ketua Menteri Sarawak), anggota kabinet negara bagian, juga penduduk Sarawak. Pada ketika itu, Sarawak dan juga Sabah resmi menjadi bagian dari Malaysia.

    Keistimewaan juga otonomi Sarawak serta Sabah di Malaysia

    Sebagai bagian dari kesepakatan, Sarawak serta Sabah memperoleh beberapa hak istimewa yang tersebut tidak ada dimiliki oleh negara bagian lain di dalam Malaysia, di dalam antaranya:

    1. Kebijakan imigrasi khusus: Penduduk dari Semenanjung Malaya harus miliki izin khusus untuk memasuki Sarawak dan juga Sabah, sedangkan penduduk Sarawak serta Sabah dapat bepergian ke Semenanjung tanpa batasan serupa.
    2. Agama resmi: Tidak seperti di tempat Semenanjung, Islam tidaklah dijadikan agama resmi di dalam Sarawak serta Sabah.
    3. Bahasa resmi: Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi, tetapi bahasa Inggris masih digunakan secara luas di administrasi pemerintah di dalam Sarawak juga Sabah hingga tahun-tahun berikutnya.
    4. Hak adat pribumi: Masyarakat asli seperti Dayak di dalam Sarawak juga Kadazan-Dusun di tempat Sabah mendapat pengamanan khusus terhadap tanah adat juga hak-hak budaya mereka.

    Konfrontasi Indonesia-Malaysia

    Proses pembentukan Federasi Tanah Melayu tak lepas dari tantangan, khususnya dari Indonesia yang menentang keras rencana tersebut. Presiden Sukarno menuduh Malaya sebagai proyek neokolonialisme Inggris yang dimaksud bertujuan untuk melanjutkan dominasi kolonial pada Asia Tenggara.

    Selain itu, Indonesia mengklaim bahwa pembentukan Tanah Melayu merupakan ancaman bagi kepentingan nasionalnya, teristimewa sebab Inggris tetap saja miliki pangkalan militer pada Singapura pasca pembentukan Malaysia.

    Konfrontasi Indonesia-Malaysia berlangsung selama tiga tahun (1963–1966) juga melibatkan berbagai bentuk agresi, termasuk infiltrasi militer Indonesia ke Sarawak lalu Sabah.

    Konflik ini akhirnya mereda setelahnya kejadian G30S/PKI di dalam Indonesia, yang tersebut mengguncang kebijakan pemerintah domestik lalu menggeser fokus pemerintah Indonesia dari konfrontasi ke stabilisasi internal.

    Keputusan Sarawak kemudian Sabah untuk bergabung dengan Malaya bukanlah hasil dari paksaan, melainkan melalui berbagai konsultasi, jajak pendapat, juga pertimbangan dunia usaha juga politik.

    Dengan adanya jaminan otonomi pada berbagai aspek, Sarawak serta Sabah memilih untuk menjadi bagian dari Negara Malaysia sebagai jalan menuju kestabilan dan juga penyelenggaraan yang dimaksud lebih banyak baik. Namun, dinamika hubungan antara kedua negara bagian ini dengan pemerintah pusat Negara Malaysia tetap memperlihatkan menjadi topik yang digunakan terus mengalami perkembangan seiring waktu.

  • Apple Kembali Rayu Indonesia agar Bisa Jual iPhone 16

    Apple Kembali Rayu Indonesia agar Bisa Jual iPhone 16

    ligapedianews.com JAKARTA – Indonesia kemudian Apple Inc pada hari Rabu menyetujui secara resmi Nota Kesepahaman (MoU) di tempat Ibukota Selatan untuk meresmikan perjanjian penting pada kerja mirip investasi.

    Langkah ini membuka jalan bagi Apple untuk berjualan iPhone 16 di tempat Indonesia, sebab Kementerian Manufaktur memulai proses penerbitan sertifikat Derajat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tersebut diperlukan.

    Menteri Manufaktur Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kesepakatan yang disebutkan merupakan pencapaian signifikan setelahnya lima bulan negosiasi yang dimaksud penuh tantangan.

    “Itu baru dapat dipastikan sampai menit-menit terakhir. Baru 15 menit yang mana lalu kami masih finalisasi komunikasi dengan Apple terkait beberapa hal yang dimaksud akan dimasukkan ke pada nota kesepahaman, serta juga hal-hal yang dimaksud tidaklah mampu dimasukkan,” ucapannya seperti dilansir dari Trading View, Kamis (27/2/2025).

    Nota Kesepahaman ini menyelesaikan kebuntuan jangka panjang yang menyebabkan kementerian menangguhkan sertifikat TKDN serta menghindari Apple memperoleh izin edar untuk perangkat mereka.

    Dengan kesepakatan yang telah ada, Apple dapat melanjutkan rencana untuk berjualan iPhone 16 secara resmi dalam republik tersebut.

    Negosiasinya cukup rumit akibat adanya benturan kepentingan, di dalam mana pasukan teknis dari Kementerian Manufaktur juga Apple menyelenggarakan tiga kali rapat guna mendiskusikan perpanjangan sertifikasi TKDN.
    Agus Gumiwang menekankan bahwa perjanjian itu akan meyakinkan bursa domestik Indonesia mendapat faedah dari penanaman modal Apple.

    Awal tahun ini, Wakil Presiden Kebijakan Global Apple Nick Amman mengunjungi kementerian untuk mengkaji rencana perusahaan, termasuk pembangunan pabrik AirTag pada Batam untuk memenuhi keperluan TKDN.

  • Indonesia Tidak Akan Menawarkan iPhone 16 Jika semata-mata Produksi Barang Receh Apple

    Indonesia Tidak Akan Menawarkan iPhone 16 Jika semata-mata Produksi Barang Receh Apple

    Ligapedianews.com APPLE – Indonesia masih melarang pemasaran iPhone 16 meskipun Apple berjanji berinvestasi USD1 miliar pada Indonesia.

    Oktober lalu, Indonesia melarang pemasaran juga pelanggan model iPhone 16 akibat Apple gagal memenuhi peraturan pembangunan ekonomi lokal yang mengharuskan 40 persen ponsel dibuat dari material di negeri.

    Pada ketika yang digunakan sama, Indonesia sedang berupaya meningkatkan pembangunan ekonomi oleh perusahaan teknologi raksasa di dalam negara ini.

    Seperti dilansir dari AFP, Menteri Penanaman Modal Rosan Roeslani menyatakan terhadap wartawan pada hari Selasa bahwa Apple sudah pernah berjanji untuk berinvestasi sebesar USD1 miliar untuk mendirikan pabrik AirTag dalam Pulau Batam, yang tersebut diharapkan dapat memasok 65 persen pasokan global.

    Namun, tiada diberikan penjelasan tambahan lanjut terkait kesepakatan penyelenggaraan pabrik pada kawasan sektor tersebut.

    “AirTag adalah aksesori, bukanlah komponen atau bagian dari gadget,” kata Menteri Pertambangan Agus Gumiwang Kartasasmita pada jumpa pers pada hari Rabu (8/1/2024, merujuk pada perangkat pelacak Apple.

    Ia mengatakan, hingga di malam hari ini (Rabu), Kementerian belum miliki alasan untuk menerbitkan Sertifikat Taraf Komponen Dalam Negeri (SKT) bagi barang Apple, khususnya iPhone 16.

    Agus bertemu dengan perwakilan Apple pada hari Selasa, tetapi ia mengungkapkan kesepakatan itu belum diselesaikan.

    “Jika Apple ingin mengedarkan iPhone 16 sesegera mungkin, kebijakan ada dalam tangan mereka, harap segera tanggapi usulan balasan kami,” katanya.

  • Pratama Arhan, profil dan juga perjalanan karirnya

    Pratama Arhan, profil dan juga perjalanan karirnya

    Ibukota – Pratama Arhan Alif Rifai atau akrab dipanggil Pratama Arhan adalah pribadi pesepak bola muda Indonesia yang dimaksud saat ini bermain di dalam Suwon FC, klub kasta teratas di sepak bola Korea Selatan. 

    Lahir di area Blora, Jawa Tengah pada 21 Desember 2001, ia dikenal sebagai pemain bertahan yang mana mempunyai kemampuan menyerang yang digunakan memukau, teristimewa melalui lemparan ke pada jarak berjauhan yang digunakan akurat.

    Pratama Arhan berposisi sebagai bek kiri, namun fleksibilitasnya menyebabkan ia mampu beradaptasi di area berbagai kedudukan dalam lini belakang ataupun dalam sisi kiri permainan.

    Awal karier

    Arhan memulai karier sepak bolanya di area PSIS Semarang, klub yang digunakan membesarkan namanya.

    Ia menimba ilmu pada akademi PSIS sebelum akhirnya naik ke pasukan senior pada tahun 2020. Performa impresifnya dengan PSIS menarik perhatian masyarakat sepak bola nasional.

    Meski masih berusia muda, Arhan dengan cepat mendapatkan kepercayaan untuk bermain reguler, berkat kemampuan bertahannya yang digunakan solid dan juga keahliannya pada mengurangi umpan-umpan silang yang mana berkualitas.

    Di Kejuaraan 1, Pratama Arhan menunjukkan perkembangan pesat. Selain dikenal sebagai bek tangguh, ia juga mahir pada eksekusi bola meninggal lalu miliki kekuatan lemparan ke pada yang tersebut banyak kali menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.

    Kemungkinan besar ini menciptakan Arhan dipanggil untuk meningkatkan kekuatan Tim Nasional Indonesia.

    Perjalanan di area Tim Nasional

    Debut Arhan di area Timnas Indonesia terjadi pada tahun 2021 ketika ia tampil pada kompetisi Kualifikasi Piala Global 2022 Zona Asia.

    Penampilannya yang agresif lalu penuh semangat segera mendapat pujian dari pengamat sepak bola lalu suporter. Ia semakin meneguhkan posisinya sebagai bek kiri utama Timnas, teristimewa ketika mengakibatkan Indonesia ke final Piala AFF 2020 (yang dilaksanakan pada tahun 2021 akibat pandemi COVID-19).

    Di kejuaraan tersebut, Arhan menjadi salah satu pemain kunci dengan partisipasi 2 gol serta 2 assist penting yang tersebut membantu Indonesia mencapai sesi puncak.

    Pada kompetisi selanjutnya Arhan juga masih menjadi opsi utama hingga pada waktu ini, kedatangan pemain masyarakat migran yang tersebut memiliki kedudukan mirip seperti Shayne Pattynama, Nathan Tjoe a On, hingga Calvin Verdonk pun tak memproduksi pemain 22 tahun ini tersingkir dari Timnas.

    Perannya yang tersebut konsisten dengan spesialisasi-nya memproduksi ia diperlukan di beberapa situasi.

    Dalam kualifikasi Piala Bumi 2026 ia tampil rutin lalu berhasil membantu Timnas lolos hingga ronde ke-3.

    Saat Piala Asia pun ia kerap merepotkan pemain kelompok lawan dengan aksi pertahanannya, menyerang, kemudian lemparan ke dalam.

    Bahkan ketika Timnas U 23 berhasil menjadi kejutan pada kompetisi Piala Asia U 23 dengan berhasil finish di peringkat ke-4, Arhan menjadi salah satu pemain penting kemudian menjadi pencetak gol penentu ketika drama adu penalti dengan Korea Selatan,

    Salah satu pertandingan ikoniknya adalah ketika Timnas Indonesia berhadapan dengan Juara Dunia, Argentina.

    Rodrigo de Paul kemudian kawan kawan, sempat beberapa kali direpotkan dengan lemparan ke di Arhan yang tersebut mengancam gawang Argentina yang pada waktu itu dikawal Emiliano Martínez.

    Karier Internasional

    Pada tahun 2022, Arhan mengambil langkah besar di kariernya dengan merumput di dalam luar negeri. Ia bergabung dengan klub selama Jepang, Tokyo Verdy, yang bermain di tempat J2 League.

    Kepindahannya ini mendapat berbagai perhatian, akibat jarang ada pemain muda Indonesia yang tersebut berkesempatan bermain di dalam liga profesional Jepang.

    Meski tantangan beradaptasi di dalam lingkungan baru kemudian kompetisi yang lebih besar ketat di dalam Negeri Sakura tidak ada mudah, Arhan menunjukkan kerja keras lalu dedikasi yang tersebut tinggi.

    Pengalaman bermain di dalam J2 League diharapkan dapat semakin mengasah kemampuan Arhan juga memperkaya pengalamannya sebagai pemain profesional.

    Bersama Tokyo Verdy, Arhan mencatatkan penampilan sebanyak 4 kali dengan rincian 2 kali pada laga J2 League, 2 kali di Emperors Cup.

    Setelah berkiprah di area Negeri Sakura, Arhan memutuskan untuk hijrah ke Negeri Gingseng, Korea Selatan pada Januari 2024. Arhan direkrut oleh kontestan K League 1 (Liga teratas sepak bola Korea Selatan), Suwon FC.

    Bersama Suwon FC, Arhan baru tampil sekali dengan total 3 menit bermain setelahnya masuk dari bangku cadangan lalu tak lama kemudian, ia diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras yang mana dilakukan.

    Saat ini, Pratama Arhan masih terus mengalami perkembangan agar mendapatkan tempat utama pada tim-nya juga mencoba untuk terus tampil konsisten dan juga tambahan baik.

    Dalam beberapa tahun ke depan, Pratama Arhan diharapkan dapat terus mengalami perkembangan dan juga menjadi andalan bagi Tim Nasional Indonesia dan juga meraih kesuksesan di area tingkat internasional untuk pasukan Garuda.