Tag: IHSG

  • Pasar cermati negosiasi Amerika Serikat lalu mitra dagang, IHSG diprediksi mendatar

    Pasar cermati negosiasi Amerika Serikat lalu mitra dagang, IHSG diprediksi mendatar

    Ligapedianews.com Seiring dengan meredanya ketegangan konflik di dalam Timur Tengah, perhatian pangsa akan beralih kembali ke negosiasi peperangan dagang

    Labuan Bajo – Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim memproyeksikan Skala Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak mendatar pada perdagangan Mulai Pekan (30/06), dengan sentimen utama akan berasal dari tingkat global.

    Sentimen utama akan berasal dari perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) serta mitra dagang utamanya, seiring semakin dekatnya batas waktu jeda tarif resiprokal selama 90 hari yaitu pada 9 Juli 2025.

    “Seiring dengan meredanya ketegangan konflik di dalam Timur Tengah, perhatian lingkungan ekonomi akan beralih kembali ke negosiasi pertempuran dagang, harapan penurunan suku bunga, juga menantikan data kegiatan ekonomi juga earning season. Di berada dalam menantikan perkembangan itu, diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi di dalam kisaran level 6.700- 7.000 pada pekan ini," ujar Ratna Lim pada Jakarta, Senin.

    Selama pekan ini, fokus perhatian pangsa beralih ke perkembangan negosiasi dagang antara Negeri Paman Sam juga mitra dagang utamanya, seiring semakin dekatnya batas waktu jeda tarif resiprokal selama 90 hari yaitu pada 9 Juli 2025.

    Pelaku pangsa juga akan mencermati Diskusi Europan Central Bank (ECB), yang digunakan mana terdapat para pembuat kebijakan, termasuk Chairman The Fed, diharapkan memberikan wawasan tentang prospek ekonomi dan juga moneter.

    Selain itu, pelaku bursa juga akan mencermati beberapa data perekonomian yang digunakan akan dirilis selama pekan ini, seperti indeks PMI dan juga data tenaga kerja di dalam AS, indeks PMI dalam China, pemuaian Euro Area, Factory Orders Jerman, juga survei perusahaan Tankan Jepang.

    Dari pada negeri, pelaku bursa menyambut daftar antrean penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) yang tersebut semakin padat, yang tersebut mana total ada delapan emiten yang akan mencatatkan sahamnya di area Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Selain itu, pelaku lingkungan ekonomi akan menantikan data PMI manufaktur, neraca perdagangan lalu pemuaian Skala Harga Pengguna (IHK), juga cadangan devisa selama pekan ini.

    Pada perdagangan hari terakhir pekan (27/06), bursa saham Eropa masih bergerak menguat, diantaranya indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,72 persen, Euro Stoxx 50 menguat 1,56 persen, indeks DAX Jerman naik 1,62 persen, dan juga index CAC Prancis naik 1,78 persen.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat di area Wall Street menguat pada perdagangan terakhir pekan kemarin, Hari Jumat (27/06), indeks S&P naik 0,52 persen lalu ditutup pada rekor 6.173,07. Ukuran Nasdaq Composite juga mencetak rekor tertinggi baru serta ditutup naik 0,52 persen di tempat 20.273,46. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 432,43 poin atau naik 1 persen juga berakhir di area 43.819,27.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG Hari Senin dibuka menguat 34,91 poin

    IHSG Hari Senin dibuka menguat 34,91 poin

    Ligapedianews.com Ibukota – Angka Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mulai Pekan pagi, dibuka menguat 34,91 poin atau 0,51 persen ke kedudukan 6.932,31.

    Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,06 poin atau 0,53 persen ke sikap 774,64.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG menguat seiring optimisme pemangkasan bunga The Fed tahun ini

    IHSG menguat seiring optimisme pemangkasan bunga The Fed tahun ini

    Ligapedianews.com Kombinasi antara sentimen global (inflasi & suku bunga AS), stimulus domestik, juga aktivitas window dressing menopang IHSG

    Jakarta – Skala Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mulai Pekan pagi, bergerak menguat seiring optimisme bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan menurunkan tingkat suku bunga acuannya pada tahun ini.

    IHSG dibuka menguat 34,91 poin atau 0,51 persen ke tempat 6.932,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,06 poin atau 0,53 persen ke kedudukan 774,64.

    “Kombinasi antara sentimen global (inflasi & suku bunga AS), stimulus domestik, serta aktivitas window dressing menopang IHSG. Rotasi sektor ke industri, energi, juga kebugaran juga mengupayakan permintaan pasar. Namun, pelaku lingkungan ekonomi tetap memperlihatkan waspadai volatilitas jangka pendek, didorong ketidakpastian global lalu prospek profit taking, sehingga pergerakan indeks berpotensi berfluktuasi,” sebut Tim Studi Lotus Andalan Sekuritas pada kajiannya. di area Jakarta, Senin.

    Dari mancanegara, konsensus memperkirakan kesempatan sebesar 76 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan untuk pertama kali pada September 2025, sementara kemungkinan pemangkasan suku bunga terjadi secepatnya pada Juli 2025 semata-mata sebesar 19 persen.

    Pelaku lingkungan ekonomi menantikan rilis data Price Consumer Index (PCE) atau kenaikan harga Amerika Serikat pada 28 Juni 2025. Apabila naiknya harga Negeri Paman Sam terkendali kemudian mendekati target, potensi The Fed menurunkan suku bunga semakin besar lalu mengupayakan aliran modal ke emerging markets termasuk Indonesia.

    Dari kawasan Asia, pada Hari Senin (30/06), S&P akan merilis data aktivitas manufaktur China periode Juni 2025 menurut data NBS. Berdasarkan konsensus, PMI manufaktur China pada Juni akan tetap saja berada di area zona kontraksi yakni 49,7 pada Juni 2025.

    Dari di negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data Angka Harga Pengguna (IHK) untuk Juni 2025 pada Selasa (01/07), yang digunakan diperkirakan akan mengalami kenaikan secara bulanan atau mengalami inflasi.

    Selain itu, pelaku bursa menyambut daftar antrean penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang semakin padat, yang tersebut mana total ada delapan emiten yang dimaksud akan mencatatkan sahamnya di tempat Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Pada perdagangan hari terakhir pekan (27/06), bursa saham Eropa masih bergerak menguat, diantaranya indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,72 persen, Euro Stoxx 50 menguat 1,56 persen, indeks DAX Jerman naik 1,62 persen, kemudian index CAC Prancis naik 1,78 persen.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat di area Wall Street menguat pada perdagangan terakhir pekan kemarin, Hari Jumat (27/06), indeks S&P naik 0,52 persen juga ditutup pada rekor 6.173,07. Ukuran Nasdaq Composite juga mencetak rekor tertinggi baru dan juga ditutup naik 0,52 persen pada 20.273,46. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 432,43 poin atau naik 1 persen kemudian berakhir dalam 43.819,27.

    Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 679,44 poin atau 1,69 persen ke 40.828,50, indeks Shanghai menguat 6,57 poin atau 0,18 persen ke 3.430,76, indeks Hang Seng melemah 129,93 poin atau 0,53 persen ke 24.159,00, kemudian indeks Strait Times menguat 0,50 poin atau 0,03 persen ke 3.967,33.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG ditutup menguat seiring optimisme kesepakatan Negeri Paman Sam dan juga mitra dagang

    IHSG ditutup menguat seiring optimisme kesepakatan Negeri Paman Sam dan juga mitra dagang

    Ligapedianews.com IHSG lalu bursa regional Asia bergerak menguat, di area topang harapan kesepakatan dagang kemudian data perekonomian AS

    Jakarta – Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mulai Pekan sore ditutup menguat seiring optimisme kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) juga negara mitra dagang.

    IHSG ditutup menguat 30,28 poin atau 0,44 persen ke tempat 6.927,68. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,07 poin atau 0,27 persen ke sikap 772,65.

    "IHSG juga bursa regional Asia bergerak menguat, di area topang harapan kesepakatan dagang dan juga data kegiatan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dimaksud membantu prospek pemangkasan suku bunga The Fed," sebut Tim Investigasi Pilarmas Investindo Sekuritas di kajiannya pada Jakarta, Senin.

    Dari mancanegara, Negeri Paman Sam juga China mencapai konsensus untuk mengklarifikasi aspek-aspek utama kerangka kerja perdagangan mereka.

    Berdasarkan perjanjian itu, China akan menyederhanakan persetujuan untuk aplikasi mobile ekspor barang-barang yang dikendalikan, sementara Amerika Serikat akan mencabut beberapa tindakan pembatasan.

    Sementara itu, Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan fleksibilitas mendekati batas waktu tarif pada 9 Juli 2025.

    Namun demikian, pelaku lingkungan ekonomi masih berhati-hati dikarenakan arahan yang beragam dari pemerintah terus menciptakan ketidakpastian mengenai negara mana yang tersebut hampir menyelesaikan kesepakatan perdagangan juga negosiasi mana yang dimaksud masih terhenti.

    Sementara itu, Fakta Ekonomi Nasional Negeri Paman Sam pada kuartal I mengalami kontraksi 0,5 kuartal on kuartal (qoq) sehingga mencerminkan penurunan daya beli konsumen, tentunya menggalakkan ekspektasi pangsa akan pemangkasan suku bunga.

    Dari China, Biro Statistik China mengungkapkan indeks manufaktur China, meskipun masih pada zona kontraksi namun meningkat menjadi 49,7 pada bulan Juni 2025 dari sebelumnya 49,5 pada bulan Mei.

    Peningkatan ini dukungan kebijakan berkelanjutan dari pemerintahan China untuk meningkatkan permintaan domestik, sehingga memberikan harapan akan ada stimulus yang digunakan diberikan pemerintah China.

    Sebelumnya, perdana Menteri Li Qiang menyuarakan optimisme tentang prospek negara tersebut, menekankan rencana untuk mengubah China menjadi pusat konsumsi berukuran besar untuk menggalang basis manufakturnya.

    Dibuka menguat, IHSG betah di tempat teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada pembukaan kedua, IHSG masih betah pada zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

    Berdasarkan Skala Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang digunakan naik sebesar 3,31 persen, dihadiri oleh oleh sektor barang konsumen non primer kemudian sektor transportasi & logistik yang mana naik masing- masing sebesar 2,31 persen dan juga 1,19 persen.

    Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor keuangan yang dimaksud turun sebesar 0,41 persen, disertai oleh sektor teknologi yang tersebut turun sebesar 0,30 persen serta 0,41 persen.

    Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BTPN, KRYA, MTLA, JAYA juga BBS Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BNLI, CLPI, INPS, JSPT juga EURO.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.156.959 kali proses dengan jumlah agregat saham yang dimaksud diperdagangkan sebanyak 21,13 miliar lembar saham senilai Rp13,64 triliun. Sebanyak 357 saham naik 228 saham menurun, kemudian 205 bukan bergerak nilainya.

    Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Skala Nikkei menguat 321,93 poin atau 0,80 persen ke 40.472,00, indeks Shanghai melemah 20,20 poin atau 0,59 persen ke 3.444,19, indeks Hang Seng melemah 211,27 poin atau 0,87 persen ke tempat 24.072,31, kemudian indeks Straits Times melemah 1,91 poin atau 0,05 persen ke 3.964,09.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BEI catatkan 14 perusahaan baru himpun dana Rp7,01 triliun di tempat 2025

    BEI catatkan 14 perusahaan baru himpun dana Rp7,01 triliun di tempat 2025

    Ligapedianews.com Ibukota – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah lama mencatatkan sebanyak 14 perusahaan baru sepanjang tahun 2025, dengan dana terhimpun melalui aksi Initial Public Offering (IPO) mencapai Rp7,01 triliun.

    Adapun, sebanyak 3 perusahaan masuk kategori lighthouse company (perusahaan mercusuar) dengan kapitalisasi lingkungan ekonomi minimal Rp3 triliun dan free float 15 persen atau nilai kapitalisasi pangsa free float lebih dari Rp700 miliar.

    “Momentum perkembangan masih berlanjut pada 2025, dengan jumlah keseluruhan pencatatan saham baru sampai akhir Mei 2025 sebanyak 14 saham baru. Dari total saham baru tersebut, tiga dalam antaranya merupakan lighthouse IPO,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman pada konferensi pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di dalam Jakarta, Rabu.

    Secara keseluruhan, sampai pada waktu ini jumlah keseluruhan perusahaan tercatat dalam bursa modal Indonesia telah dilakukan mencapai 956 perusahaan. Secara regional, BEI menduduki sikap ke-2 pada kawasan ASEAN untuk jumlah agregat perusahaan tercatat saham.

    “Serta menjadi Bursa dengan peningkatan kedua tertinggi yang digunakan meningkat sebesar 1,38 year on yaer (yoy) secara global,” ujar Iman.

    Dalam antrean IPO, Direktur Penilaian Korporasi BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan total terdapat 14 perusahaan berada di antrean akan melaksanakan IPO di area lingkungan ekonomi modal Indonesia.

    Rinciannya, sebanyak 8 perusahaan masuk kategori aset skala besar di tempat berhadapan dengan Rp250 miliar, lalu sebanyak 5 perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.

    Kemudian, sebanyak satu perusahaan beraset skala kecil dengan aset di area bawah Rp50 miliar.

    Dari sisi sektor, sebanyak tiga perusahaan sektor keuangan, tiga perusahaan sektor transportasi serta logistik, juga dua perusahaan sektor barang baku.

    Kemudian, dua perusahaan sektor barang konsumen primer, dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor barang konsumen non primer. juga satu perusahaan sektor energi.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG ditutup melemah seiring pangsa cermati arah kebijakan The Fed

    IHSG ditutup melemah seiring pangsa cermati arah kebijakan The Fed

    Ligapedianews.com Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan tidak ada akan terburu-buru untuk menggerakkan penurunan suku bunga oleh sebab itu dampak kenaikan tarif perdagangan masih terasa

    Jakarta – Skala Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, ditutup melemah seiring pelaku bursa mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed).

    IHSG ditutup melemah 37,03 poin atau 0,54 persen ke kedudukan 6.832,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,15 poin atau 0,54 persen ke tempat 760,26.

    “Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan tidaklah akan terburu-buru untuk menggerakkan penurunan suku bunga akibat dampak kenaikan tarif perdagangan masih terasa,” sebut Tim Investigasi Phillips Sekuritas Indonesia pada kajiannya di area Jakarta, Rabu.

    Dalam keterangan di dalam depan House Financial Services Committee (Komite Jasa Keuangan DPR AS), Jerome Powell kembali mempertegas bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan selama masih ada ancaman terhadap inflasi.

    Powell juga menyoroti fakta bahwa tingkat pemuaian Negeri Paman Sam masih berada pada menghadapi target sebesar 2 persen yang dimaksud ditetapkan oleh The Fed, seiring dampak dari kebijakan tarif Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump yang digunakan masih belum jelas.

    Sementara itu, ketegangan konflik geopolitik antara Iran juga tanah Israel pada kawasan Timur Tengah terpantau mereda, seiring kedua negara bersikap untuk melakukan gencatan senjata.

    Dari pangsa komoditas, harga jual kontrak berjangka (futures) minyak mentah melanjutkan penurunan, juga sekarang berada di dalam bawah nilai sebelum meletusnya konflik antara Iran dan juga Israel.

    Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan pertemuan pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah dalam zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

    Berdasarkan Ukuran Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat, yaitu sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,89 persen, disertai oleh sektor teknologi serta sektor infrastruktur yang mana naik masing-masing sebesar 0,56 persen lalu 0,09 persen.

    Sedangkan tiga sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku paling di minus 2,29 persen, disertai oleh sektor energi juga sektor properti yang tersebut masing-masing turun sebesar 1,86 persen juga 1,45 persen.

    Saham-saham yang dimaksud mengalami penguatan terbesar yaitu PTMP, JSPT, SMDM, PTMR, kemudian AXIO. Sedangkan saham-saham yang tersebut mengalami pelemahan terbesar yakni MPXL, CBUT, APEX, IOTF, dan juga NICL.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.192.816 kali proses dengan total saham yang digunakan diperdagangkan sebanyak 22,50 miliar lembar saham senilai Rp12,67 triliun. Sebanyak 212 saham naik, 401 saham menurun, kemudian 186 tak bergerak nilainya.

    Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 155,44 poin atau 0,40 persen ke 38.946,50, indeks Hang Seng menguat 297,65 poin atau 1,23 persen ke 24.277,48, indeks Shanghai menguat 35,41 poin atau 1,04 persen ke 3.455,78, dan juga indeks Strait Times menguat 22,34 poin atau 0,57 persen ke 3.926,64.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG Kamis dibuka menguat 9,71 poin

    IHSG Kamis dibuka menguat 9,71 poin

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka menguat 9,71 poin atau 0,14 persen ke kedudukan 6.841,85.

    Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,36 poin atau 0,05 persen ke sikap 760,62..

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG ditutup menguat seiring optimisme pemangkasan bunga Fed dalam 2025

    IHSG ditutup menguat seiring optimisme pemangkasan bunga Fed dalam 2025

    Ligapedianews.com Pasar keuangan memperkirakan kesempatan penurunan suku bunga pada konferensi kebijakan Federal Reserve bulan Juli 2025 sebesar 25 persen

    Jakarta – Angka Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup menguat seiring optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada tahun ini.

    IHSG ditutup menguat 65,26 poin atau 0,96 persen ke sikap 6.897,40. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,32 poin atau 1,36 persen ke tempat 770,58.

    "Pasar keuangan memperkirakan kesempatan penurunan suku bunga pada konferensi kebijakan Federal Reserve bulan Juli 2025 sebesar 25 persen, kemudian mengawasi 67 persen probabilitas pemangkasan suku bunga pertama tahun ini terjadi dalam bulan September 2025," sebut Tim Studi Phillips Sekuritas Indonesia pada kajiannya pada Jakarta, Kamis.

    Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed Jerome Powell memberikan keterangan di area hadapan Komite Lembaga Keuangan (Banking Committee) Senate (DPD) pada hari kedua rapat degan pendapatnya dalam Kongres (MPR) AS.

    Jerome Powell menegaskan kembali bahwa The Fed berada di sikap yang dimaksud baik, untuk mengawaitu pemangkasan suku bunga acuan hingga dampak naiknya harga dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin jelas.

    Dengan kata lain, The Fed masih mempelajari dampak dari kebijakan tarif perdagangan Presiden Trump terhadap kebijakan moneter sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan.

    Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan pertemuan pertama perdagangan saham. Pada pertemuan kedua, IHSG masih betah di tempat zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

    Berdasarkan Skala Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 0,89 persen, disertai oleh sektor keuangan serta sektor infrastruktur yang digunakan naik masing- masing sebesar 0,82 persen dan juga 0,61 persen.

    Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik yang digunakan turun paling di sebesar 1,49 persen, disertai oleh sektor teknologi serta sektor sektor yang masing- masing turun sebesar 0,30 persen lalu 0,04 persen.

    Adapun saham-saham yang mana mengalami penguatan terbesar yaitu SAFE, INPS, JAST, DATA kemudian BALI Sedangkan saham-saham yang tersebut mengalami pelemahan terbesar yakni RGAS, BUVA, APEX, ASPI dan juga NZIA.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.012.938 kali operasi dengan total saham yang dimaksud diperdagangkan sebanyak 21,11 miliar lembar saham senilai Rp14,81 triliun. Sebanyak 357 saham naik 246 saham menurun, serta 200 tidak ada bergerak nilainya.

    Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Angka Nikkei menguat 645,93 poin atau 0,31 persen ke 39.588,00, indeks Shanghai melemah 7,52 poin atau 0,22 persen ke 3.448,19, indeks Hang Seng melemah 149,27 poin atau 0,61 persen ke sikap 24.325,31, juga indeks Straits Times menguat 8,92 poin atau 0,24 persen ke 3.935,09.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • The Fed tahan suku bunga, IHSG berpotensi menguat

    The Fed tahan suku bunga, IHSG berpotensi menguat

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim memproyeksikan Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak menguat pada perdagangan Kamis, dengan sentimen utama akan berasal dari tingkat global.

    Sentimen utama akan berasal dari arah kebijakan The Fed, juga masih terkait dengan ketegangan geopolitik di dalam kawasan Timur Tengah.

    "Di sedang tekanan geopolitik eksternal yang digunakan meningkat dan juga minimnya sentimen positif baru, maka diperkirakan IHSG konsolidasi dalam kisaran 7.000 hingga 7.200," ujar Ratna Lim di dalam Jakarta, Kamis.

    Sesuai dengan perkiraan, The Fed mempertahankan suku bunganya tetap memperlihatkan pada level 4,25-4,5 persen. The Fed akan mencermati dampak tarif impor, sebelum memutuskan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

    The Fed memperkirakan lebih banyak sedikit penurunan suku bunga tahun depan di tempat sedang perasaan khawatir tentang pertumbuhan yang digunakan melambat dan juga kenaikan harga yang mana lebih banyak cepat.

    The Fed mengindikasikan suku bunga acuan turun menjadi 3,9 persen pada tahun ini, mempertahankan perkiraan untuk dua kali penurunan suku bunga.

    Untuk tahun 2026, The Fed memperkirakan suku bunga turun menjadi 3,6 persen, atau naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4 persen pada bulan Maret. Untuk tahun 2027, The Fed merevisi suku bunga turun menjadi 3,4 persen, atau naik dari proyeksi sebelumnya 3,1 persen.

    Di sisi lain, pelaku bursa masih mencermati terkait dengan meningkatnya intensitas konflik antara Iran kemudian negeri Israel juga kegelisahan bahwa Amerika Serikat (AS) akan bergabung juga di konflik tersebut.

    Dari kawasan Eropa, Inflasi Inggris pada Mei 2025 menjadi 3,4 persen year on year (yoy) dari 3,5 persen (yoy) di tempat April 2025, sesuai dengan perkiraan. Inflasi pada Euro Area bulan Mei 2025 juga melambat menjadi 1,9 persen (yoy) dari 2,2 persen (yoy) di area April 2025.

    Dari di negeri, sesuai dengan perkiraan, Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate pada level 5,5 persen. Keputusan ini sejalan dengan pemuaian yang digunakan terkendali di kisaran target BI, stabilisasi nilai tukar rupiah di area sedang ketidakpastian global yang mana tinggi, dan juga untuk memacu perkembangan ekonomi.

    Pada perdagangan Rabu (18/6/2025), bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah, diantaranya indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,11 persen, Euro Stoxx 50 melemah 0,36 persen, indeks DAX Jerman turun 0,50 persen, dan juga index CAC Prancis turun 0,36 persen.

    Bursa saham Amerika Serikat di dalam Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (18/6/2025), indeks Dow Jones Industrial Average turun 01,0 persen, berakhir dalam 42.171,79. Angka S&P 500 jatuh 0,03 persen lalu ditutup pada 5.980,97, sementara Nasdaq Composite menguat 0,61 persen kemudian berakhir di dalam 19.546,83.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG Kamis dibuka melemah 4,73 poin

    IHSG Kamis dibuka melemah 4,73 poin

    Ligapedia.news Ibukota – Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka melemah 4,73 poin atau 0,07 persen ke sikap 7.103,06.

    Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,82 poin atau 0,36 persen ke sikap 789,94.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.