Tag: Hujan

  • 5 Cara Selamatkan Smartphone Akibat Terguyur Air Hujan

    5 Cara Selamatkan Smartphone Akibat Terguyur Air Hujan

    Ligapedianews.com JAKARTA – Musim hujan seringkali menghadirkan kejutan tak terduga, salah satunya smartphone tercebur ke pada air atau kehujanan. Saat smartphone kesayangan terkena air reaksi sebagian orang cenderung panik.

    Jangan khawatir ya bund, ada beberapa langkah cepat lalu tepat yang dapat dijalankan untuk menyelamatkan smartphone Anda dari kerusakan parah akibat air. Simak panduan lengkapnya seperti diambil dari Reader Digest, Rabu (14/1/2025).

    1. Segera keluarkan serta matikan smartphone

    Langkah pertama yang mana harus Anda lakukan adalah segera mengeluarkan smartphone dari air. Setelah itu, matikan secepatnya.

    Jangan tergoda menyalakan untuk memeriksa apakah smartphone masih berfungsi, ini justru sanggup merusak komponen internalnya.

    2. Lepaskan aksesoris juga penyimpan daya (jika bisa)

    Lepaskan casing pelindung, kabel charger, serta aksesori lainnya dari smartphone Anda. Langkah ini penting untuk mengurangi air masuk lebih besar pada ke pada perangkat. Jika memungkinkan, lepaskan juga akumulator kemudian kartu SIM. Langkah ini belaka sanggup diadakan pada Android yang digunakan membantu akumulator yang dimaksud dapat dilepas.

    3. Keringkan dengan handuk

    Gunakan handuk lembut yang tersebut bebas serat untuk mengeringkan smartphone. Pastikan Anda mengeringkan seluruh bagian luar smartphone, termasuk area sekitar SIM card dan juga port charger.

  • BMKG Prakirakan Sebagian Perkotaan Besar Mengalami Hujan Ringan serta Sedang

    BMKG Prakirakan Sebagian Perkotaan Besar Mengalami Hujan Ringan serta Sedang

    Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi lalu Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di dalam sebagian wilayah kota besar dalam Indonesia hujan ringan pada Rabu, 11 September 2024.

    Prakirawan BMKG Sekar Anggraeni, diambil Antara, menyatakan dalam Sumatera, cuaca Perkotaan Pekanbaru kemudian Padang berpotensi hujan ringan, sedangkan Banda Aceh diprediksi berawan, juga Medan diprediksi hujan sedang. “Perlu diwaspadai untuk Daerah Perkotaan Tanjung Pinang akan terjadi hujan disertai petir,” katanya.

    Kota Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang dan juga Lampung diprakirakan hujan ringan, sedangkan Daerah Perkotaan Jambi diprediksi hujan disertai petir.

    Di Pulau Jawa, cuaca Perkotaan Semarang serta Surabaya diprakirakan cerah berawan, sedangkan Perkotaan Yogyakarta berpotensi berawan. “Untuk Perkotaan DKI Jakarta diprakirakan hujan dengan intensitas ringan, kemudian Daerah Perkotaan Serang diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas sedang,” ucapnya. Ia memberi peringatan publik di tempat Daerah Perkotaan Bandung untuk waspada hujan disertai petir.

    Di Pulau Bali juga Nusa Tenggara, Perkotaan Kupang diprediksi cerah berawan, sedangkan Denpasar diprakirakan berawan. “Untuk Pusat Kota Mataram mengalami udara kabur,” ujarnya.

    Di Pulau Kalimantan, wilayah Pontianak kemudian Palangkaraya diprediksi hujan ringan, sedangkan Tanjung Selor diprakirakan hujan sedang. “Untuk Daerah Perkotaan Samarinda diprakirakan berawan tebal, juga Banjarmasin diprediksi berawan,” paparnya.

    Di Pulau Sulawesi, wilayah Perkotaan Gorontalo, Manado, Makassar, serta Kendari diprakirakan berawan tebal. “Sedangkan Perkotaan Mamuju juga Palu diprakirakan hujan dengan intensitas ringan,” katanya.

    Sementara itu, di tempat wilayah Indonesia timur lainnya, prospek hujan ringan terdapat pada Nabire, Jayapura kemudian Jayawijaya. “Untuk Pusat Kota Ternate, Sorong, Manokwari juga Merauke diprakirakan berawan tebal,” kata dia. Ambon diprediksi berawan.

    Untuk suhu udara, umumnya berkisar antara 16-34 derajat celsius dengan kelembapan udara berkisar antara 40-100 persen.

    Pilihan Editor: Anak Petani Lulus Cumlaude di area FEB UGM serta Prakiraan Cuaca DKI Jakarta di area Top 3 Tekno

  • Hujan Dua Hari Mengakibatkan Banjir kemudian Longsor pada Daerah Bandung

    Hujan Dua Hari Mengakibatkan Banjir kemudian Longsor pada Daerah Bandung

    Jakarta – Hujan yang digunakan mengguyur sejak Selasa hingga Rabu pagi, 10-11 September 2024, menimbulkan beberapa tempat di dalam Daerah Bandung mengalami banjir juga tanah longsor. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Bandung, Uka Suska Puji Utama, banjir yang mana agak di melanda tempat Dayeuh Kolot hingga 60 sentimeter. “Lama-lama turun airnya jadi dapat dilewati kendaraan lagi,” katanya, Rabu 11 September 2024.

    Selain itu wilayah yang juga banjir di tempat Kecamatan Katapang, Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek. Dari catatan laporan BPBD Kota Bandung, sebanyak 50 rumah yang mana dihuni 60 keluarga atau 180 orang terendam banjir hingga ketinggian 120 sentimeter pada Kampung Bojong Salak RT 06 RW 22, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, sejak pukul 03.00 WIB, Rabu 11 September 2024.

    Kemudian pada Kampung Babakan Leuwibandung RT 07 RW 03 Desa Citereup ,Kecamatan Dayeuhkolot, ketinggian banjir berkisar 20-50 sentimeter, sementara banjir di area Kampung Lamajang RW 07  antara 30-40 sentimeter di tempat pemukiman. Adapun pada Kampung Cibedug RT 03-RT 07 RW 01 Desa Cangkuang Wetan, ketinggian banjir 30-70 sentimeter.

    Di wilayah Kecamatan Bojongsoang, ketinggian banjir 70-80 sentimeter memutuskan akses jalan raya Cigebar dari kendaraan kendaraan beroda dua motor maupun mobil, sementara banjir dalam wilayah pemukiman sekitar antara 10-40 sentimeter. Sedangkan banjir pada Kecamatan Ciparay melanda Desa Sumbersari dengan ketinggian air 20-50 sentimeter pada Kampung Sapan.

    Banjir pun menggenangi satu puluh rumah warga serta musala di area Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka. Banjir itu, menurut Suska, akibat luapan air dari Sungai Citarum, Citarik, serta Cikeruh. Di sebagian area sejak Selasa siang hingga sore, 10 September 2024 turun hujan. “Tengah di malam hari ada yang tersebut hujan deras sampai tadi subuh,” kata Suska.

    Banjir mulai muncul sekitar pukul 03.00-04.00 Rabu dini hari, 11 September 2024. BPBD Daerah Bandung sudah pernah menurunkan petugas ke lapangan untuk memantau serta memeriksa kondisi banjir dalam beberapa lokasi. Selain banjir, terjadi pula longsor dalam Kampung Drawati, Kecamatan Paseh, dengan material tanah menutupi jalan. “Dampak setelahnya kemarau kondisi tanah kering secara tiba-tiba kena hujan sehingga terbawa air ke jalan,” ujarnya.

    Longsor itu menimbun jalan desa yang mana menghubungkan dua kampung. Menurut laporan warga, kejadian itu memutuskan akses pelintas, baik pejalan kaki maupun kendaraan. Panjang jalan yang mana tertutup longsor sekitar 12 meter. Dari video amatir warga, material longsor selain menutupi jalan juga jatuh ke lereng di area bawah jalan. Kejadian longsor itu dilaporkan pada pukul 02.30 WIB. Sementara di area Rancamanyar, sebatang pohon yang tumbang menutupi sebagian jalan raya dekat pasar.

    Badan Meteorologi, Klimatologi juga Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di tempat wilayah Bandung Raya pada Rabu umumnya cerah berawan dengan prospek hujan ringan hingga sedang pada siang hingga di malam hari hari. Kisaran suhu 21,4 – 32 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 45 – 90 persen. Adapun angin pada umumnya berarah tenggara dengan perkiraan kecepatan 5 – 20 kilometer per jam.

    Pilihan Editor: Sony Umumkan PS5 Pro dengan Perbaikan Grafis, Tersedia pada 7 November

  • Kapan Musim Hujan 2024 Tiba? Hal ini Penerangan BMKG

    Kapan Musim Hujan 2024 Tiba? Hal ini Penerangan BMKG

    Jakarta – Sejumlah tempat dalam Indonesia masih mengalami musim kemarau. Hal itu ditandai dengan cuaca panas dan juga kekeringan hingga kekurangan air yang mana melanda beberapa wilayah, misalnya dalam Batang, Jawa Tengah juga Kota Bekasi, Jawa Barat. 

    Berdasarkan Update Prediksi Musim Kemarau 2024 (Pemutakhiran Juni) pada Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di dalam Sulawesi terjadi pada Agustus hingga September, sedangkan puncak musim kemarau terbanyak pada zona musim (Zom) Maluku kemudian Papua diperkirakan terjadi pada Oktober 2024. 

    Lantas, Kapan Musim Hujan 2024 Tiba?

    Merujuk pada Buletin Data Iklim Agustus 2024, wilayah Indonesia umumnya diperkirakan mengalami curah hujan dengan kategori menengah hingga tinggi pada September hingga November 2024. Pada September 2024, sebanyak 21,75 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yaitu 0-100 milimeter per bulan. 

    Kemudian, 69,49 persen wilayah diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah sebesar 100-300 milimeter per bulan. Sisanya, sebesar 8,76 persen wilayah di area Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi, yaitu lebih lanjut dari 300 milimeter per bulan. 

    Sementara pada Oktober 2024, terdapat sekitar 7,64 persen tempat yang mana diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah, 64,57 persen kategori menengah, kemudian 27,79 persen berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. 

    Selanjutnya pada November 2024, BMKG memperkirakan sebanyak 0,65 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, 52,59 persen pada kategori menengah, kemudian 46,76 persen sisanya diprediksi pada kondisi tinggi hingga sangat tinggi. 

    Sebagian Daerah Mengalami Hujan Ringan

    Melansir Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III Agustus 2024 dari laman BMKG, pada September Dasarian II hingga III 2024, sebagian wilayah dalam Indonesia umumnya diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian. Berikut daftarnya: 

    September II 2024

    Sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan Barat, serta Kalimantan Tengah. 

    Selanjutnya, sebagian besar Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian Maluku, Maluku Utara, sebagian kecil Papua, sebagian Papua Barat, Papua Pegunungan, kemudian sebagian Papua Selatan. 

    September III 2024

    Sebagian Aceh, sebagain Riau, sebagian Sumatra Utara, sebagian Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan juga sebagian Kalimantan Tengah. 

    Kemudian, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Maluku Utara, sebagian kecil Papua, sebagian Papua Barat, Papua Pegunungan, lalu sebagian Papua Selatan. 

    Tak belaka itu, BMKG juga memprediksi curah hujan kurang dari 100 milimeter per bulan pada September 2024 hingga Februari 2025. Berikut daftarnya:

    –   September 2024: berpeluang tinggi terjadi di tempat sebagian Sumatra Selatan, sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, serta sebagian Papua Selatan.

    –   Oktober 2024: berpeluang tinggi terjadi dalam sebagian Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, juga sebagian Papua Selatan.

    –   November-Desember 2024: berpeluang kecil terjadi pada Sulawesi Tengah.

    –   Januari-Februari 2025: berpeluang kecil terjadi di area pesisir timur Sumatra bagian utara. 

    Pilihan Editor: BMKG: Jawa Barat Masuk Musim Hujan Awal Oktober, DKI Jakarta Hujan Ringan