Tag: Google

  • Cara berbagi file iPhone – Android melalui AirDrop – Quick Share

    Cara berbagi file iPhone – Android melalui AirDrop – Quick Share

    Ibukota Indonesia – Google resmi menghadirkan pembaruan pada ciri Quick Share yang digunakan pada saat ini dapat mengirim file lintas jaringan dengan AirDrop milik Apple.

    Peningkatan ini menjadi kabar baik bagi pengguna Android serta iPhone yang mana selama ini setiap saat terbatas pada waktu ingin berbagi file tanpa aplikasi mobile tambahan.

    Dengan integrasi baru tersebut, langkah-langkah pengiriman data seperti foto, video, lalu dokumen sekarang ini dapat dijalankan tambahan cepat, stabil, lalu praktis antara perangkat Android kemudian Apple, mulai dari iPhone, iPad, hingga Mac.

    Quick Share sebelumnya dikenal sebagai ciri berbagi file instan dalam Android yang dimaksud bekerja melalui kombinasi Bluetooth, Wi-Fi Direct, lalu koneksi peer-to-peer (P2P).

    Teknologi yang dimaksud dapat pemindahan file besar pada waktu singkat tanpa bergantung pada koneksi internet.

    Setelah diperbarui, Google menjamin Quick Share dapat menerima file dari AirDrop, maupun mengirim file ke perangkat Apple lainnya yang mana kompatibel.

    Fitur ini untuk pertama kali menghadirkan kerja mirip resmi antara dua perangkat besar yang sebelumnya berjalan terpisah.

    Google menyampaikan informasi ini pada Kamis (20/11), kemudian menegaskan bahwa pembaruan Quick Share lintas media akan disebarkan secara bertahap ke lebih banyak sejumlah perangkat Android.

    Quick Share tersedia pada perangkat Android 6+, Chromebook, serta pada PC Windows tertentu melalui Aplikasi Quick Share untuk Windows.

    Cara berbagi file dari AirDrop ke Android

    Pengguna Apple dapat mengirim file ke Android melalui langkah berikut:

    • Buka menu AirDrop pada iPhone, iPad, atau Mac.
    • Atur visibilitas berubah menjadi “Everyone for 10 minutes” agar perangkat Android dapat muncul pada daftar.
    • Pilih file yang tersebut ingin dikirim, berikutnya kirim ke perangkat Android yang digunakan terdeteksi.
    • Tekan “Accept” pada perangkat Android pada waktu permintaan transaksi muncul.

    Cara mengirim file dari Android ke AirDrop

    Pengguna Android juga dapat mengirim file secara langsung ke perangkat Apple sebagai berikut:

    • Buka file yang tersebut ingin dibagikan.
    • Pilih opsi Quick Share.
    • Tunggu hingga perangkat Apple muncul pada daftar tujuan.
    • Pilih perangkat yang disebutkan serta tunggu pengguna Apple menyetujui kiriman.
    • File akan terkirim otomatis serta dapat diperiksa ke folder penerimaan AirDrop pada perangkat Apple.

    Keunggulan kirim file via Quick Share juga AirDrop

    Integrasi kedua perangkat ini miliki beberapa faedah bagi pengguna, yakni:

    • Kecepatan kemudian stabilitas tinggi. Quick Share setara dengan AirDrop, akibat memanfaatkan Bluetooth dan juga Wi-Fi Direct.
    • Tidak memerlukan program pihak ketiga, seperti Share It.
    • Mudah pada mengirim file, teristimewa bagi pengguna yang tersebut menggunakan Android kemudian Apple secara bersamaan.
    • Privasi lebih besar terjaga. Sebab, pemindahan dikerjakan secara secara langsung (peer-to-peer) tanpa melintasi server luar.

    Dengan hadirnya kerja sejenis resmi antara Quick Share juga AirDrop, hambatan pada berbagi file antara Android lalu Apple sudah teratasi.

    Pengguna dapat dengan enak juga aman mengirimkan file antar perangkat dengan cara yang dimaksud tambahan sederhana, cepat, serta tanpa diperlukan mencari program tambahan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kanada cabut pajak layanan digital untuk dorong negosiasi  dengan Negeri Paman Sam

    Kanada cabut pajak layanan digital untuk dorong negosiasi dengan Negeri Paman Sam

    Ligapedianews.com Ottawa – Menteri Keuangan Kanada Francois-Philippe Champagne pada Hari Minggu (29/6) mengumumkan bahwa Kanada akan mencabut Pajak Layanan Digital (Digital Services Tax/DST) seiring negara itu mempersiapkan perjanjian perdagangan yang tersebut lebih besar luas dengan Amerika Serikat (AS).

    Menurut Kementerian Keuangan Kanada, Awal Menteri (PM) Kanada Mark Carney lalu Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump telah dilakukan setuju untuk melanjutkan negosiasi, yang bertujuan untuk memfinalisasi sebuah kesepakatan per 21 Juli.

    Champagne akan segera mengumumkan legislasi untuk mencabut Undang-Undang Pajak Layanan Digital, kata kementerian yang disebutkan pada sebuah pernyataan.

    Carney menggambarkan negosiasi yang dimaksud sebagai hal yang kompleks ketika merespons pengumuman Trump bahwa Negeri Paman Sam akan menghentikan semua pembicaraan perdagangan dengan Kanada dan juga mempertimbangkan tarif baru.

    "Kami akan melanjutkan negosiasi yang digunakan kompleks ini demi kebaikan warga Kanada," kata Carney untuk media lokal.

    Trump mengungkapkan bahwa Negeri Paman Sam menghentikan pembicaraan sebagai bentuk pembalasan melawan rencana pajak layanan digital Kanada terhadap perusahaan-perusahaan teknologi AS.

    Pajak layanan digital Kanada terhadap perusahaan-perusahaan teknologi Negeri Paman Sam adalah serangan dengan segera kemudian terang-terangan terhadap AS, kata Trump pada sebuah unggahan di area media sosial.

    Pajak tersebut, yang seharusnya mulai berlaku pada Mulai Pekan (30/6), akan menciptakan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat seperti Amazon, Google, kemudian Meta mengenakan pungutan sebesar 3 persen pada pendapatan yang digunakan diperoleh dari para pengguna Kanada.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Microsoft, Google, kemudian Meta Dilaporkan Menunda Pembelian Chip Nvidia GB200

    Microsoft, Google, kemudian Meta Dilaporkan Menunda Pembelian Chip Nvidia GB200

    Ligapedianews.com MENLO PARK – Tahun lalu chip kecerdasan buatan Nvidia GB200 Grace Blackwell Superchip dipasarkan sebagai chip pelatihan kecerdasan buatan (AI) terkuat di dalam pasaran.

    Chip kecerdasan buatan Nvidia GB200 Grace Blackwell Superchip dipasarkan sebagai chip pelatihan Teknologi AI terkuat pada pasaran, menggabungkan dua GPU Nvidia B200 dengan satu CPU Nvidia Grace untuk melatih model dengan 1 triliun parameter.

    Microsoft, Google, Meta, kemudian Amazon menangguhkan pembelian GB200 dikarenakan kesulitan pemanasan lalu bug pada konektivitas chip, meskipun Nvidia mengungkapkan kesulitan ini telah dilakukan teratasi.

    Nvidia menerima pesanan untuk GB200 senilai USD10 miliar pasca chip yang disebutkan diluncurkan, tetapi laporan yang disebutkan muncul pada hari yang tersebut identik ketika Negeri Paman Sam mengumumkan pembatasan pelanggan chip Kecerdasan Buatan berdaya tinggi untuk sekutu yang mana tidak sekutu dekat seperti Tanah Melayu serta Singapura.

    Alat ini menggabungkan dua GPU Nvidia B200 dengan satu CPU Nvidia Grace yang memungkinkannya melatih model dengan 1 triliun parameter.

    Hari ini, The Information melaporkan bahwa Microsoft, Google, Meta juga Amazon termasuk di dalam antara pelanggan yang dimaksud telah lama menunda pembelian GB200 sebab kesulitan pemanasan juga bug pada sambungan chip di area rak server yang tersebut merekan gunakan.

    Masalah ini telah terdengar sejak Agustus lalu serta Nvidia mengungkapkan hambatan ini telah terjadi teratasi.
    Namun penundaan yang digunakan terjadi ketika permasalahan diselesaikan menyebabkan pelanggan menunda pembelian mereka sejak awal.

    OpenAI, misalnya, memilih untuk membeli chip H100 yang lebih banyak lama daripada terus menunggu.
    Nvidia dilaporkan menerima pesanan GB200 senilai USD10 miliar dari pelanggan pasca chip yang disebutkan dirilis pada Maret tahun lalu.

    Laporan itu muncul pada hari yang tersebut serupa ketika Amerika Serikat mengumumkan pembatasan perdagangan chip Teknologi AI berdaya tinggi ke negara-negara yang digunakan tidak sekutu dekat seperti Tanah Melayu serta Singapura.

  • Amerika Serikat Desak Google Jual Chrome untuk Hindari Pasal Anti Monopoli

    Amerika Serikat Desak Google Jual Chrome untuk Hindari Pasal Anti Monopoli

    ligapedianews.com JAKARTA – eksekutif Amerika Serikat mendesak Google untuk mengedarkan Chrome untuk menghidari tuduhan melakukan monopoli bisnis.

    Dalam eskalasi tindakan keras antimonopoli besar-besaran terhadap raksasa internet tersebut, sebuah dokumen pengadilan yang diajukan oleh Departemen Kehakiman Negeri Paman Sam mendesak dilakukannya perombakan Google.

    Proposal yang disebutkan dilaporkan mencakup pelarangan kesepakatan Google untuk menjadi mesin pencari default pada telepon pintar dan juga kemungkinan mengharuskan Google untuk jual Android.

    Pejabat antimonopoli mengungkapkan bahwa raksasa teknologi itu harus dipaksa memasarkan Android apabila upaya hukum yang mana diusulkan tidaklah mencegahnya mengeksploitasi kendalinya menghadapi sistem operasi seluler Android.

    Ia mengusulkan solusi untuk menghilangkan apa yang mana dianggapnya sebagai cengkeraman monopoli Google di dalam internet.

    – Mengakhiri kesepakatan pencarian default: Google tidak ada akan lagi diizinkan membayar perusahaan seperti Apple untuk menjadikan mesin pencarinya sebagai default pada perangkat.

    Rekomendasi DOJ ini muncul setelahnya putusan pada bulan Agustus oleh Hakim Amit Mehta yang mana memutuskan bahwa Google dengan mempertahankan monopoli pada lingkungan ekonomi mesin pencari, sudah melanggar hukum.

    Mengecam usulan pemerintah AS, presiden urusan global Google Kent Walker mengungkapkan pejabat Departemen Kehakiman “memilih untuk menyokong jadwal intervensionis radikal”.

    Walker menyatakan solusi ini “akan merusak beberapa orang item Google” lalu merusak penanaman modal perusahaan pada teknologi seperti kecerdasan buatan.

    “Pendekatan DOJ akan mengakibatkan tindakan pemerintah yang tersebut melampaui batas yang mana belum pernah terjadi sebelumnya yang digunakan akan merugikan konsumen, pengembang, dan juga perniagaan kecil Amerika — serta membahayakan kepemimpinan ekonomi kemudian teknologi global Amerika,” tambahnya.

    Sementara itu, Adam Kovacevich, kepala kelompok sektor Chamber of Progress, menolak tuntutan pemerintah sebagai “fantastis” serta bertentangan dengan standar hukum.

    Bahkan jikalau Hakim memerintahkan pembubaran Google, jalan ke depannya masih panjang. Google diperkirakan akan mengajukan banding, yang berpotensi menyeret perkara yang dimaksud ke Mahkamah Agung AS.

  • Daftar HP yang digunakan Tidak akan Dapat Pembaruan Android 15

    Daftar HP yang digunakan Tidak akan Dapat Pembaruan Android 15

    Jakarta – Android 15 akhirnya resmi dirilis meskipun ketika ini baru tersedia di tempat Android Open Source Project (AOSP) kemudian dapat diambil oleh para pengembang. Sistem operasi dengan kode nama “Vanilla Ice Cream” ini sejumlah melakukan pembaruan, sehingga pengguna akan merasakan peningkatan yang signifikan di pengalaman menggunakannya.

    Namun, tiada semua smartphone akan mendapatkan pembaruan ini. Lalu, HP apa semata yang tak akan mendapatkan pembaruan Android 15? 

    Google Pixel Series

    – Pixel 5, Pixel 5a 5G
    – Pixel 4, Pixel 4XL, Pixel 4a, Pixel 4a 5G
    – Pixel 3, Pixel 3XL, Pixel 3a, Pixel 3aXL
    – Gadget Pixel lainnya yang mana lebih lanjut tua

    Samsung

    – Galaxy S Series: Galaxy S20 Ultra, Galaxy S20+, Galaxy S20 FE, juga perangkat S Series lainnya yang lebih besar tua
    – Galaxy Z Series: Galaxy Z Fold 2, Galaxy Z Flip 2, dan juga perangkat Z Series lainnya yang tersebut lebih banyak tua
    – Galaxy Tab Series: Galaxy Tab A8 10.5 (2021), Galaxy Tab A7 Lite, Galaxy Tab S7 FE, dan juga tablet lainnya yang mana dirilis sebelum 2021
    – Galaxy A Series: Galaxy A72, A52, A52 5G, A52s 5G, A32, A32 5G, A22, A22 5G, dan juga perangkat A Series lainnya yang dimaksud dirilis sebelum 2021
    – Galaxy M Series: Galaxy M04, M13, M13 5G, M53 5G, M33 5G, M23 5G, juga perangkat M Series lainnya yang digunakan dirilis sebelum 2022
    – Galaxy F Series: Galaxy F04, F13, F23 5G, juga perangkat F Series lainnya yang mana dirilis sebelum 2022

    Oppo

    – Oppo Find Series: Find X5 Lite, Find N, Find X3, Find X3 Pro, dan juga perangkat Find Series lainnya yang digunakan lebih tinggi tua
    – Oppo Reno Series: Reno 8, Reno 8 4G, Reno 8Z, Reno 8 Lite, lalu perangkat Reno Series lainnya yang dimaksud tambahan tua
    – Oppo K Series: K10, K10 5G, K10x, K10 Pro
    – Oppo F Series: F21 Pro, F21 Pro 5G, serta perangkat F Series lainnya yang dimaksud tambahan tua
    – Oppo A Series: A78, A77s, A58x, A56, A17, dan juga perangkat yang menjalankan Android 12 atau versi sebelumnya

    Xiaomi

    – Xiaomi Civic, Xiaomi 12X, Xiaomi 11i, Xiaomi 11T, Mi 11X, Mi 11 Lite, Mi 11 Ultra, Mi 11i, Mi 10 S, Mi 10i 5G, Mi Mix Fold, Xiaomi Pad 5, Xiaomi Mix 4, juga perangkat Xiaomi lainnya yang dimaksud lebih lanjut tua

    Vivo

    – X Series: Vivo X80 Lite, X70, X70 Pro, X70 Pro+, juga perangkat X Series lainnya yang lebih tinggi tua
    – V Series: Vivo V25, V25e, V25 Pro, V23 5G, V23 Pro, dan juga perangkat V Series yang lebih lanjut tua
    – T Series: Vivo T1x, T1 5G, T1 Pro, dan juga perangkat T Series yang tambahan tua
    – Y Series: Vivo Y200, Y100, Y56, Y36, Y02t, juga perangkat Y Series lainnya yang dirilis sebelum 2021

    Redmi

    – Redmi Note 12 Pro 5G, A2, A2+, Note 12 5G, K60E, Note 11 SE, Redmi 10 Prime 2022, Redmi Note 11S 5G, Note 11 Pro, dan juga perangkat Redmi lainnya yang mana lebih tinggi tua

    Poco

    – Poco X5, X5 Pro, X4 GT, X4 Pro 5G, M5, M5s, F4, F4 GT, juga perangkat Poco yang lebih lanjut tua

    Realme

    – GT Series: Realme GT 2, GT 2 Pro, GT Neo 3, dan juga perangkat GT Series yang tersebut lebih besar tua
    – Realme Series: Realme 10, 10 5G, 10T, Realme 9, dan juga perangkat Realme yang digunakan lebih banyak tua
    – Narzo Series: Realme Narzo 50, Narzo N55, juga perangkat Narzo Series lainnya yang dimaksud lebih tinggi tua
    – Realme C Series: Realme C67, C55, C51s, dan juga perangkat C Series lainnya yang mana lebih banyak tua

    Motorola

    – Razr Series: Motorola Razr (2022), Razr 5G, juga perangkat Razr Series yang digunakan lebih besar tua
    – Edge Series: Motorola Edge 30 Fusion, Edge 30 Neo, Edge+ 5G UW (2022), juga perangkat Edge Series lainnya yang dimaksud lebih besar tua
    – Moto G Series: Moto G84, G73, G54, G23, G14, juga perangkat Moto G Series lainnya yang tambahan tua

    OnePlus

    – OnePlus 9R, 9RT 5G, Nord N30, Nord N300, Nord N20 SE, juga perangkat OnePlus lainnya yang dirilis sebelum 2021

    GIZCHINA | GIZMOCHINA

    Dirilis Secara Terbatas, Ini adalah Fitur-fitur Baru Android 15

  • 2 Cara Buat Table di dalam Google Sheets, Bisa Tanpa Memasukkan Fakta

    2 Cara Buat Table di dalam Google Sheets, Bisa Tanpa Memasukkan Fakta

    Jakarta – Google Sheets merupakan alat spreadSheets yang tersebut populer dan juga sejumlah digunakan akibat kemudahannya kemudian integrasi dengan layanan Google. Salah satu fasilitas terbaik Google Sheets adalah kemampuannya memproduksi tabel data secara mudah. Lalu, bagaimana cara memproduksi tabel di dalam Google Sheets ? 

    Cara menciptakan tabel di area Google Sheets sanggup dijalankan dengan dua cara, yaitu tabel berisi data atau tanpa data. Tabel ini sangat berguna untuk membantu mengatur data secara rapi lalu memudahkan analisis. Berikut adalah cara menciptakan tabel dalam Google Sheets. 

    Cara Membuat Tabel Angka di area Google Sheets 

    1. Menggunakan Data

    Cara pertama untuk menghasilkan tabel dalam Google Sheets adalah dengan memasukan data terlebih dahulu. Setelah data diinput, Anda dapat mengubahnya menjadi tabel. Berikut langkah-langkahnya. 

    1. Buka Google Sheets kemudian masukan data yang ingin dibuat tabel.
    2. Pilih rentang data juga klik “Format” dari tab Menu
    3. Pilih opsi “Ubah sebagai Tabel” atau cukup klik Sisipkan pada bilah Menu lalu pilih “Tabel” sebagai opsi.
    4. Selesai, sekarang Anda mampu edit tabel sesuai keinginan seperti menyesuaikan tabel dengan memilih jumlah agregat baris dan juga kolom, menambahkan tajuk, dan juga memformat data.
    5. Bagi Anda yang mana ingin memasukan drop down list di tempat salah satu data, maka pilih salah satu kolom yang mana diinginkan, kemudian pilih “Insert” serta klik “Drop down” 

    2. Tanpa Data

    Selain memproduksi tabel dengan data , Anda juga dapat menciptakan tabel dalam Google Sheets tanpa data yang telah ada. 

    Cara ini bisa saja dilaksanakan dengan menghasilkan tabel kosong yang bisa saja diisi data pasca tabel jadi. Caranya adalah sebagai berikut:

    1. Buka Google Sheetss.
    2. Blok area Sheetss yang tersebut ingin dijadikan tabel. Misalnya, blok 4-10 baris atau kolom.
    3. Klik “Format”.
    4. Lalu pilih “Convert to table”.
    5. Beri nama pada masing-masing kolom sesuai keinginan Anda.
    6. Masukkan data-data ke pada tabel tersebut.
    7. Selesai, tabel di area Google Sheets sudah berhasil dibuat.
    8. Setelah menghasilkan tabel data, Anda dapat menyesuaikannya dengan mengubah font, warna sel, serta opsi pemformatan lainnya. 

    RIZKI DEWI AYU

    Pilihan Editor: Kenali Fitur Timeline Google Sheets, Bagaimana Cara Menggunakannya?