Tag: Gaza

  • Poin-poin penting pidato Prabowo perihal Palestina di dalam Sidang Umum PBB

    Poin-poin penting pidato Prabowo perihal Palestina di dalam Sidang Umum PBB

    Ibukota – Pada Selasa (23/9) siang waktu setempat, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya yang berjudul "Seruan Indonesia untuk Harapan" pada sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS).

    Presiden Prabowo menyampaikan pidato yang disebutkan dengan durasi 19 menit lebih banyak pada bahasa Inggris, dengan urutan berbicara ketiga setelahnya Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva pada urutan pertama, dan juga Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada urutan kedua.

    Dalam pidatonya tersebut, Presiden Prabowo membicarakan pula mengenai isu kemanusiaan yang mana tidaklah hanya saja dialami warga Palestina, tetapi Indonesia juga pernah merasakan dijajah oleh kolonialisme selama berabad-abad.

    Kehadiran Presiden Prabowo secara segera pada Markas PBB pada Sidang Ke-80 Majelis Umum PBB itu pun berubah jadi penampilan pertama kepala negara Indonesia pasca absen selama 10 tahun di forum tahunan PBB tersebut.

    Berikut sebagian poin tentang Palestina yang mana disinggung pada pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Umum PBB:

    1. Ajakan bukan tinggal diam sikapi genosida negara Israel di Gaza

    Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa bumi pada waktu ini digerakkan oleh konflik, ketidakadilan, juga ketidakpastian yang tersebut semakin dalam. Setiap hari, rakyat bola menyaksikan penderitaan, genosida, juga pengabaian terang-terangan terhadap hukum internasional kemudian kepatutan manusia.

    Pernyataan Prabowo itu merujuk pada tumbuhnya aksi sepihak beberapa negara yang mana melanggar hukum internasional serta kedaulatan negara lainnya, salah satunya genosida yang digunakan pada waktu ini dijalankan oleh militer tanah Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.

    "Kita bukan boleh diam sementara rakyat Palestina diperlakukan tak adil, serta tak dapat memperoleh legitimasi yang mana serupa untuk berbicara dalam ruangan aula ini," kata Presiden Prabowo pada waktu berbicara ke General Assembly Hall, Markas PBB, New York, ketika Sidang Ke-80 Majelis Umum PBB.

    Untuk itu, Presiden Prabowo menghadirkan negara-negara bola menolak doktrin "yang kuat dapat berbuat semaunya". Menurut Prabowo, PBB dibentuk dikarenakan salah satunya untuk menolak doktrin semacam itu.

    "Thucydides memperingatkan: 'Yang kuat dapat berbuat semau mereka, sementara yang digunakan lemah harus menderita', kita harus menolak doktrin ini. PBB ada untuk menolak doktrin ini. Kita harus membela semua, yang dimaksud kuat serta yang tersebut lemah. Benar disebut benar, bukanlah sebab dapat disebut demikian, tetapi memang sebenarnya demikian adanya," katanya.

    Presiden Prabowo mengungkapkan PBB yang digunakan lahir dari abu Perang Global Kedua, dibentuk untuk menjamin perdamaian, keamanan, keadilan, lalu kebebasan bagi semua. Oleh dikarenakan itu, Presiden Prabowo meminta negara-negara bola tak menyerah untuk terus berjuang mencapai harapan lalu impian bersama.

    Prabowo pun kembali menekankan peran penting PBB untuk memperjuangkan tatanan multilateral di dalam mana perdamaian, kemakmuran, dan juga kemajuan bukanlah hak istimewa segelintir orang, melainkan hak semua orang.

    "Dengan PBB yang dimaksud kuat, kita dapat memulai pembangunan bumi pada mana kaum lemah tak menderita apa yang dimaksud seharusnya dia derita, tetapi yang tersebut lemah dapat hidup pada planet yang tersebut adil sebagaimana mestinya. Mari kita lanjutkan perjalanan cita-cita agung umat manusia — aspirasi tanpa pamrih yang digunakan menciptakan PBB," ucapnya.

    2. Siap kirimkan 20 ribu pasukan penjaga perdamaian ke Gaza

    Presiden Prabowo menyatakan Indonesia siap untuk ambil bagian pada upaya mewujudkan perdamaian di dalam Gaza, Palestina, dengan mengerahkan pasukan perdamaian. Dia menyatakan Tanah Air pada waktu ini merupakan salah satu penyumbang terbesar Tim sepak bola Penjaga Keselarasan PBB.

    "Kami percaya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami akan terus mengabdi di mana perdamaian membutuhkan penjaga — tidak hanya sekali dengan kata-kata, tetapi dengan pasukan di lapangan," kata Presiden Prabowo.

    Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Tanah Air untuk mengerahkan 20 ribu personel, bahkan lebih, untuk ditempatkan sebagai penjaga perdamaian ke titik-titik konflik, diantaranya dalam Gaza.

    "Ketika Dewan Keselamatan lalu Majelis Agung ini memutuskan, Tanah Air siap untuk mengerahkan 20 ribu atau bahkan lebih, putra-putri kami untuk mengamankan perdamaian pada Kawasan Gaza atau ke tempat lain, pada Ukraina, pada Sudan, dalam Libya, dalam mana pun sewaktu perdamaian diperlukan ditegakkan, perdamaian perlu dijaga, kami siap," ujar Presiden Prabowo disambut tepuk tangan para delegasi.

    3. Ekspor beras ke Palestina

    Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dengan populasi bola yang terus bertambah maka muncul bermacam tekanan, mulai dari krisis pangan, energi, dan juga air. Sementara itu, Negara Indonesia mencatatkan produksi beras kemudian cadangan gabah tertinggi pada sejarah nasional pada tahun ini.

    Untuk itu, beliau menyatakan Nusantara siap mengekspor beras ke berbagai negara yang mana membutuhkan pada sedang ancaman krisis pangan yang dimaksud dialami beberapa negara, salah satunya Palestina.

    "Kita sekarang swasembada beras lalu telah dilakukan mengekspor beras ke negara-negara lain yang tersebut membutuhkan, termasuk menyediakan beras untuk Palestina," kata Presiden Prabowo.

    Dia meyakini dengan menyimpan ketahanan pangan maka Negara Indonesia akan berubah menjadi lumbung pangan planet di beberapa tahun ke depan.

    "Kami memulai pembangunan rantai pasok pangan yang tersebut tangguh, menguatkan produktivitas petani, lalu berinvestasi pada pertanian cerdas iklim untuk menegaskan ketahanan pangan bagi anak-anak kami lalu anak-anak di seluruh dunia," tuturnya.

    4. Kecam kekerasan terhadap warga sipil di dalam Gaza

    Presiden Prabowo mengungkapkan perihal krisis kemanusiaan yang dimaksud muncul dalam Gaza, ke mana warga sipil yang dimaksud tak berdosa sedang menangis serta meminta-minta tolong untuk diselamatkan.

    "Siapa yang digunakan akan menyelamatkan mereka? Siapa yang dimaksud akan menyelamatkan orang-orang tak berdosa? Siapa yang tersebut akan menyelamatkan para lansia lalu perempuan? Jutaan pendatang menghadapi bahaya pada waktu ini juga, sementara kita duduk ke sini, merek menghadapi trauma, serta kehancuran yang tak tergantikan pada tubuh mereka, mereka itu sekarat akibat kelaparan. Bisakah kita terus diam? Akankah jeritan merekan tak terjawab? Akankah kita mengajari mereka itu bahwa umat manusia mampu bangkit menghadapi tantangan ini?" kata Presiden Prabowo.

    Padahal, kata dia, di dalam balik kebencian kemudian kekerasan yang berkecamuk, sedianya setiap pendatang ingin merasa aman, dihormati, dicintai, juga mewariskan globus yang mana lebih banyak baik terhadap anak-anak mereka. Dia pun mengkaji pemanfaatan kekerasan hanya saja akan melahirkan kekerasan.

    Untuk itu, beliau berharap para pemimpin dunia menunjukkan kenegarawanan lalu kebijaksanaan yang digunakan agung, pengendalian diri, serta kerendahan hati, pada mengatasi kebencian maupun kecurigaan. Presiden Prabowo memberikan pula apresiasi untuk berbagai negara di dalam dunia yang digunakan mulai mengakui Palestina lalu menyokong kemerdekaannya.

    "Kami sangat berbesar hati dengan perkembangan beberapa hari terakhir, dalam mana negara-negara terkemuka globus sudah pernah memilih untuk berpihak pada sejarah—jalan moral yang mana luhur, jalan kebenaran, jalan keadilan, kemanusiaan, lalu menjauhi kebencian, mengatasi kecurigaan, dan juga mengelak penyelenggaraan kekerasan," ujarnya.

    "Tidak ada satu negara pun yang digunakan dapat menindas seluruh komunitas umat manusia. Kita mungkin saja lemah secara individu, tetapi rasa penindasan, rasa ketidakadilan, yang tersebut sudah terbukti di sejarah umat manusia, akan bersatu dengan kekuatan dahsyat yang dimaksud akan mengatasi penindasan ini, ketidakadilan ini," sambungnya.

    5. Solusi Dua Negara (two-state solution)

    Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara di penyelesaian konflik dalam Daerah Gaza dan juga menyatakan bahwa Palestina harus merdeka. Menurut dia, perdamaian sejati cuma akan terwujud apabila hak Palestina kemudian keamanan negeri Israel diakui juga dijamin oleh komunitas internasional.

    "Saya ingin menegaskan kembali dukungan penuh Tanah Air terhadap Solusi Dua Negara di dalam Palestina. Kita harus memiliki Palestina yang tersebut merdeka, tetapi kita juga harus mengakui serta menjamin keselamatan dan juga keamanan Israel. Hanya dengan demikianlah kita dapat mencapai perdamaian sejati: perdamaian tanpa kebencian, perdamaian tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara ini," kata Presiden Prabowo.

    Terkait penyelesaian konflik antara Palestina juga tanah Israel yang digunakan disampaikan ke penghujung pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa dua keturunan Ibrahim harus hidup pada rekonsiliasi, damai, juga harmoni.

    "Dua keturunan Ibraham harus hidup di rekonsiliasi, kedamaian, juga harmoni. Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, semua agama. Kita harus hidup sebagai satu keluarga manusia," ucapnya.

    Presiden memandang perdamaian untuk semua umat manusia merupakan sebuah keniscayaan. Dia pun menegaskan komitmen Tanah Air untuk bermetamorfosis menjadi bagian pada mewujudkan visi perdamaian bumi tersebut.

    "Apakah ini mimpi? Mungkin. Namun inilah mimpi indah yang digunakan harus kita wujudkan bersama. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, sebuah perjalanan yang tersebut dimulai oleh para leluhur kita, sebuah perjalanan yang digunakan harus kita selesaikan," katanya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

    Artikel ini disadur dari Poin-poin penting pidato Prabowo soal Palestina di Sidang Umum PBB

  • tanah Israel hancurkan lagi menara hunian warga Palestina pada Perkotaan Daerah Gaza

    tanah Israel hancurkan lagi menara hunian warga Palestina pada Perkotaan Daerah Gaza

    https://ligapedianews.com/ Jalur Gaza, Palestina/Ankara – Militer negara Israel membombardir juga menghancurkan menara hunian Al-Kawthar di tempat wilayah barat Kawasan Gaza City, Mingguan (14/9), pada serangan terbaru yang digunakan menyasar gedung-gedung bertingkat seiring meluasnya penyerbuan sistematik untuk menduduki kota tersebut.

    Saksi mata menyebutkan jet tempur menyerang menara itu tak lama setelahnya tentara tanah Israel mengeluarkan perintah evakuasi mendesak bagi penghuni gedung dan juga tenda-tenda di area sekitarnya.

    Militer negeri Israel terus memiliki target gedung-gedung bertingkat di dalam seluruh Daerah Gaza City sebagai bagian dari penyerbuan yang tersebut sedang berlangsung untuk menduduki Jalur Gaza.

    Warga diperintahkan mengungsi ke selatan menuju zona yang digunakan disebut “aman serta kemanusiaan” pada Al-Mawasi, Khan Younis. Namun, wilayah itu justru lebih lanjut dari seratus kali dibombardir Israel, yang tersebut menewaskan banyak warga sipil.

    Menurut Kantor Industri Media pemerintahan Gaza, sejak 11 Agustus lalu tentara negara Israel telah lama menghancurkan total 1.600 menara kemudian bangunan hunian dalam Wilayah Gaza City, juga 13.000 tenda, yang dimaksud mengakibatkan lebih tinggi dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal.

    Sebagian besar warga Daerah Gaza City pada masa kini menumpuk dalam kawasan barat kota, yang dimaksud sejak hari terakhir pekan lalu menjadi sasaran pemboman intensif lalu terkonsentrasi.

    Perang negara Israel di dalam Daerah Gaza hingga pada saat ini telah lama menewaskan lebih tinggi dari 64.800 warga Palestina sejak Oktober 2023 juga meluluhlantakkan wilayah kantong yang digunakan pada masa kini menghadapi bencana kelaparan.

    Israel juga menghadapi gugatan genosida di dalam Mahkamah Internasional menghadapi konflik yang mana dilancarkannya pada wilayah tersebut.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jumlah kematian akibat malnutrisi di dalam Wilayah Gaza bertambah jadi 235 orang

    Jumlah kematian akibat malnutrisi di dalam Wilayah Gaza bertambah jadi 235 orang

    LIgapedianews.com Ibu Kota Rusia – Jumlah kematian akibat malnutrisi pada berada dalam pengepungan lalu krisis pasokan makanan dalam Jalur Wilayah Gaza bertambah menjadi 235 orang, termasuk 106 anak, ungkap Kementerian Bidang Kesehatan Kawasan Gaza pada Rabu (13/8).

    "Kementerian Kesejahteraan Kawasan Gaza mencatat delapan kematian akibat kelaparan dan juga malnutrisi pada 24 jam terakhir, termasuk tiga anak. Dengan demikian, jumlah keseluruhan totalnya menjadi 235 korban jiwa, di dalam mana 106 adalah anak-anak," kata Kemenkes Palestina di sebuah pernyataan.

    Sejak awal 2025 sebanyak 181 orang tewas akibat kelaparan di tempat Gaza, dan juga empat orang lainnya meninggal dunia pada tahun sebelumnya, kata Kemenkes Gaza.

    Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Individu Volker Turk pada Mulai Pekan lalu menyatakan penolakan negara Israel melawan akses masuk makanan bagi warga sipil dalam Wilayah Gaza mampu disebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, mengatakan pandangan orang-orang yang digunakan kelaparan di dalam Kawasan Gaza "menyayat hati lalu tidak ada dapat dimaklumi".

    Israel masih membatasi ketat akses masuk bantuan kemanusiaan ke Daerah Gaza kemudian jumlah keseluruhan bantuan yang dimaksud diizinkan masuk ke tempat yang dimaksud sangat jauh dari jumlah agregat yang mana dibutuhkan, kata Turk.

    Usai melanjutkan sebagian pengiriman bantuan kemanusiaan ke warga Palestina sejak 27 Juli hingga 10 Agustus, negeri Israel mengizinkan 1.334 truk masuk kemudian itu cuma memenuhi tidak ada lebih tinggi dari 14 persen dari keperluan warga.

    Sebagian besar truk dijarah dengan persetujuan militer Israel, menurut otoritas setempat.

    Mereka memperkirakan bahwa untuk memenuhi keperluan pokok seperti makanan, komponen bakar, dan juga obat-obatan secara memadai, setidaknya 600 truk harus diizinkan masuk ke Kawasan Gaza setiap hari.

    Sumber: Sputnik-OANA

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menteri tanah Israel ditekan Negeri Paman Sam untuk akhiri peperangan dalam Jalur Kawasan Gaza

    Menteri tanah Israel ditekan Negeri Paman Sam untuk akhiri peperangan dalam Jalur Kawasan Gaza

    Ligapedianews.com Yerusalem – Menteri Urusan Krusial negara Israel Ron Dermer dikabarkan menghadapi tekanan dari pemerintah Negeri Paman Sam selama kunjungannya pada Washington pada Awal Minggu (1/7) untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata kemudian pertukaran tawanan dalam Jalur Gaza.

    The Times of tanah Israel mengutip sebagian sumber yang dimaksud mengungkapkan bahwa perbedaan besar di perundingan gencatan senjata adalah tuntutan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, untuk mengakhiri pertempuran secara permanen.

    Di sisi lain, negara Israel hanya saja ingin menghentikan pertempuran untuk sementara dengan opsi melanjutkan serangan dalam kemudian hari.

    Hamas juga menuntut agar sistem distribusi bantuan kemanusiaan kembali menggunakan mekanisme lama atau dibentuk sistem baru sebagai pengganti Wilayah Gaza Humanitarian Foundation (GHF) — mekanisme yang tersebut pada waktu ini dikelola oleh swasta dengan dukungan negeri Israel serta AS.

    Menurut harian itu, negeri Israel menilai GHF penting untuk menjaga dari penyalahgunaan bantuan oleh Hamas.

    Namun, sistem yang dimaksud memaksa warga Daerah Gaza berjalan jarak jauh untuk mendapatkan makanan serta melintasi garis militer Israel, sehingga rutin menjadi sasaran tembak yang mana mematikan.

    Surat kabar negara Israel lainnya, Haaretz, mengutip para pejabat Gedung Putih yang mana menyatakan bahwa pasukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mendesak Dermer agar menyepakati penghentian serangan dalam Daerah Gaza dan juga mengupayakan pemulangan tawanan tanah Israel yang mana masih disandera Hamas.

    Disebutkan pula, para pejabat Amerika Serikat itu akan menyampaikan untuk Dermer bahwa misi "menumpas Hamas" harus ditunda kemudian bukanlah menjadi prioritas pada waktu ini.

    Sementara itu, harian Yedioth Ahronoth melaporkan pernyataan terbaru dari pemimpin negeri Israel Benjamin Netanyahu bahwa penyelamatan sandera sekarang ini menjadi prioritas utama.

    Saluran TV Channel 12 melaporkan bahwa militer tanah Israel sudah meminta-minta pemerintah memutuskan langkah selanjutnya di perang, apakah melanjutkan operasi penuh dalam Daerah Gaza atau menyepakati pertukaran tawanan. Tentara Israel, menurut laporan itu, lebih lanjut memilih opsi kedua.

    Kunjungan Dermer disebut-sebut menjadi bagian dari persiapan kunjungan Netanyahu ke Washington di dua pekan ke depan. Negeri Paman Sam dikabarkan ingin kesepakatan dicapai sebelum kunjungan itu.

    Channel 13 menambahkan militer negara Israel telah dilakukan memberi tahu pemerintah bahwa hampir bukan ada lagi target penting dalam Daerah Gaza yang mana dapat diserang tanpa membahayakan nyawa para sandera setelahnya hampir 19 bulan melancarkan operasi darat.

    Trump, yang dimaksud mengumumkan gencatan senjata antara tanah Israel serta Iran pada 23 Juni pasca 12 hari perang, membagikan instruksi singkat: "Buat kesepakatan dalam Gaza, pulangkan para sandera" — yang digunakan ditafsirkan sebagai arahan dengan segera untuk Netanyahu.

    Sumber: Anadolu

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • MER-C salurkan paket makanan ke warga Daerah Gaza di tempat berada dalam krisis

    MER-C salurkan paket makanan ke warga Daerah Gaza di tempat berada dalam krisis

    Ligapedianews.com Ibukota – Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan pangan ke warga Gaza, Palestina, di tempat sedang krisis yang tersebut terus memburuk akibat blokade penjajah Israel.

    "Ini adalah langkah awal dari kegiatan bantuan pangan MER-C. Ke depannya akan dijalankan distribusi dengan total yang tersebut lebih banyak besar serta secara bertahap dengan tetap saja mengutamakan keamanan," kata Ketua Presidium MER-C Indonesia dr. Hadiki Habib.

    Menurut pernyataan pers MER-C di dalam Jakarta, Kamis, pada Hari Minggu (9/6), pihaknya menyalurkan sebanyak 185 paket berisi material makanan seperti sayuran, pasta, beras, serta tepung terhadap warga Kawasan Gaza yang mana berada dalam menghadapi kelaparan akut.

    Bahan makanan pokok yang disebutkan pada waktu ini sangat dibutuhkan warga Gaza, katanya, sdraya menambahkan bahwa setia paket bantuan yang dimaksud diperkirakan dapat mencukupi keperluan konsumsi satu keluarga yang digunakan terdiri dari lima orang dewasa selama lima hari.

    Mengingat pendistribusiannya yang dimaksud cukup sulit, paket bantuan dibagikan segera untuk penerima yang sudah ada didata volunteer lokal MER-C pada Daerah Gaza guna menghindari kerumunan.

    Dari total 185 paket makanan, 100 paket di area antaranya didistribusikan ke wilayah Kawasan Gaza utara sedangkan 85 sisanya disalurkan ke wilayah selatan yakni Klinik Al Aqsha B, Al Mawasi, Khan Younis, yang tersebut sampai ketika ini operasionalnya didukung oleh MER-C, katanya.

    Program bantuan pangan yang disebutkan merupakan salah satu upaya MER-C untuk meringankan beban publik Wilayah Gaza yang tersebut setiap harinya semakin memburuk akibat blokade dan juga agresi Zionis yang tersebut berkepanjangan.

    MER-C menegaskan kembali komitmennya untuk terus menggalang serta membantu permintaan dasar warga Kawasan Gaza melalui peluncuran dengan segera relawannya pada lapangan, Ketua Presidium MER-C Indonesia dr. Hadiki Habib pada pernyataan pers tersebut.

  • Daerah Gaza sengsara, negara-negara Eropa: “Kami tak akan diam saja”

    Daerah Gaza sengsara, negara-negara Eropa: “Kami tak akan diam saja”

    ligapedianews.com Athena – Tujuh negara Eropa pada hari terakhir pekan (16/5) menegaskan bahwa dia bukan akan berdiam diri terhadap penderitaan warga Palestina di tempat Jalur Kawasan Gaza akibat serangan-serangan Israel.

    "Kami tidak ada akan diam hanya mengawasi bencana kemanusiaan buatan manusia yang digunakan sedang terjadi di dalam depan mata kita di dalam Gaza. Lebih dari 50.000 pria, wanita, serta anak-anak telah terjadi kehilangan nyawa mereka,” kata Islandia, Irlandia, Luksemburg, Spanyol, Slovenia, Malta, serta Norwegia di pernyataan bersama.

    Mereka mengingatkan tambahan banyak orang bisa jadi kehilangan nyawa akibat kelaparan di beberapa hari mendatang dikarenakan tanah Israel masih memblokade bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong Palestina itu.

    "Kami menyerukan terhadap pemerintah tanah Israel untuk segera membatalkan kebijakan mereka itu ketika ini," kata negara-negara Eropa itu.

    Israel diminta pula untuk menghentikan operasi militer juga mencabut blokade agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan dengan aman juga tanpa hambatan ke seluruh Wilayah Gaza "sesuai prinsip-prinsip kemanusiaan.”

    Ketujuh negara itu juga mengecam eskalasi di area Tepi Barat lalu Yerusalem Timur oleh Israel, termasuk kekerasan oleh pemukim ilegal, perluasan permukiman ilegal, dan juga operasi militer tanah Israel yang kian intensif dalam sana.

    Menurut mereka, mengusir rakyat Palestina, dengan cara apa pun, tidaklah bisa jadi diterima lalu akan melanggar hukum internasional.

    "Kami menolak segala rencana atau upaya untuk mengubah demografi. Kita harus memikul tanggung jawab untuk menghentikan kehancuran ini,” kata merek di pernyataan itu.

    Hamas melaporkan bahwa lebih tinggi dari 250 warga Palestina tewas baru-baru ini oleh sebab itu negara Israel menerapkan kebijakan “bumi hangus” di area Gaza.

    Kelompok perlawanan Palestina itu menuduh negeri Israel melakukan "pembantaian mengerikan" kemudian melancarkan serangan tanpa henti dalam wilayah yang dimaksud terkepung itu.

    Israel telah lama melakukan serangan brutal terhadap Kawasan Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menewaskan tambahan dari 53.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan juga anak-anak.

    Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin negara Israel Benjamin Netanyahu lalu mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, berhadapan dengan tuduhan melakukan kejahatan peperangan dan juga kejahatan terhadap kemanusiaan pada Gaza.

    Israel juga menghadapi gugatan genosida pada Mahkamah Internasional (ICJ) menghadapi pertempuran yang tersebut dilancarkannya dalam wilayah Palestina itu.

    Sumber: Anadolu

  • negeri Israel bunuh 100 lebih tinggi warga Palestina di dalam Wilayah Gaza utara

    negeri Israel bunuh 100 lebih tinggi warga Palestina di dalam Wilayah Gaza utara

    ligapedianews.com Ankara – Lebih dari 100 warga Palestina terbunuh di serangan-serangan negeri Israel dalam Jalur Kawasan Gaza bagian utara pada Hari Jumat (17/5) dini hari.

    Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa tentara tanah Israel melancarkan "pembantaian mengerikan" yang tersebut mengincar warga sipil.

    Mereka melaporkan beberapa korban tewas ketika tanah Israel menyerang sebuah ambulans pada Perkotaan Jabalia—insiden terbaru serangan terhadap infrastruktur medis kemudian layanan kesehatan.

    Di antara para korban adalah Zaher Elayyan, kepala kepolisian dalam Pusat Kota Beit Hanoun, menurut kepolisian Daerah Gaza pada pernyataannya.

    Pernyataan itu mendesak rakyat internasional untuk segera turun tangan serta menekan tanah Israel agar berhenti mengincar personel kepolisian, akibat merekan dilindungi hukum internasional.

    "Sejak Hari Jumat dini hari, pasukan penyelamat telah lama menemukan 50 jasad dari bawah reruntuhan, setelahnya tanah Israel melancarkan serangan udara terhadap 11 rumah pada Wilayah Gaza utara," kata Mahmoud Basal, juru bicara Perlindungan Sipil Gaza.

    Dia menambahkan bahwa "lebih dari 50 orang lainnya masih terjebak dalam bawah reruntuhan."

    Menurut Basal, bilangan kematian sebenarnya kemungkinan berjauhan lebih banyak tinggi, lantaran regu penyelamat tiada bisa saja menjangkau beberapa kawasan akibat pengeboman tanah Israel yang terus berlanjut.

    Pasukan Israel, kata dia, tak hanya sekali menyerang kawasan permukiman yang mana padat, tetapi juga berusaha mencapai paramedis yang mana berupaya menyelamatkan korban lalu mengakibatkan jenazah.

    "Mayat-mayat masih tergeletak di dalam jalan-jalan Beit Lahia, Jabalia, kamp pengungsi Jabalia, serta Beit Hanoun," kata dia. "Tim penyelamat tiada bisa saja menjangkau merek lantaran intensitas serangan."

    Sementara itu, Kementerian Aspek Kesehatan Wilayah Gaza mengungkapkan bahwa sejak Hari Jumat dini hari, 93 jenazah lalu lebih tinggi dari 200 warga yang terluka "akibat pembantaian dan juga serangan Israel" sudah pernah dibawa ke rumah-rumah sakit.

    Saksi mata menyatakan beratus-ratus keluarga Palestina telah terjadi meninggalkan Beit Lahia pada Kawasan Gaza utara oleh sebab itu tanah Israel terus menerus melakukan serangan udara lalu artileri.

    Beberapa keluarga terlihat mengungsi dengan berjalan kaki atau memakai gerobak yang dimaksud ditarik hewan oleh sebab itu angkutan umum tak ada akibat kecacatan jalan lalu infrastruktur.

    Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengungkapkan lebih tinggi dari 250 warga Palestina telah lama tewas di beberapa jam terakhir setelahnya negara Israel menerapkan kebijakan "bumi hangus" di tempat Jalur Gaza.

    Israel telah dilakukan melakukan serangan brutal terhadap Wilayah Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang mana menewaskan lebih tinggi dari 53.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan juga anak-anak.

    Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin tanah Israel Benjamin Netanyahu juga mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, menghadapi tuduhan melakukan kejahatan peperangan dan juga kejahatan terhadap kemanusiaan di area Gaza.

    Israel juga menghadapi gugatan genosida di area Mahkamah Internasional (ICJ) berhadapan dengan peperangan yang dimaksud dilancarkannya di tempat wilayah Palestina itu.

    Sumber: Anadolu

  • Blokade negara Israel memburuk, PBB: 160.000 paket bantuan siap masuk Kawasan Gaza

    Blokade negara Israel memburuk, PBB: 160.000 paket bantuan siap masuk Kawasan Gaza

    ligapedianews.com Washington – Kepala Badan Bantuan PBB Tom Fletcher mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, termasuk 160.000 paket bantuan yang digunakan siap untuk diberikan ke warga Palestina.

    "Bagi mereka yang digunakan mengusulkan alternatif cara distribusi bantuan, jangan buang waktu: Kami telah punya rencana," kata Tom Fletcher di sebuah pernyataan, Hari Jumat (16/5).

    Sejak 2 Maret, negara Israel telah lama melakukan penutupan penyeberangan Daerah Gaza untuk masuknya bantuan makanan, medis, dan juga kemanusiaan.

    Blokade negeri Israel semakin memperparah krisis kemanusiaan yang tersebut sudah ada memburuk di area wilayah kantong Palaestina itu.

    “Pengiriman bantuan berakar pada prinsip-prinsip kemanusiaan, imparsialitas, netralitas, dan juga independensi yang mana tidak ada dapat dinegosiasikan. Itu didukung oleh koalisi donor serta sebagian besar publik internasional,” kata Fletcher.

    “Pengiriman siap diaktifkan hari ini, apabila kami diizinkan melakukan pekerjaan kami,” ujarnya, menambahkan.

    Dia menyatakan bahwa 160.000 paket bantuan siap memasuki Wilayah Gaza sekarang.

    "Kami menuntut pengiriman bantuan yang dimaksud cepat, aman, serta tanpa hambatan bagi warga sipil yang digunakan membutuhkan. Mari kita bekerja,” kata dia.

    Tentara negeri Israel sudah pernah melancarkan serangan brutal di tempat Jalur Wilayah Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang tersebut menewaskan 53.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan serta anak-anak.

    Sumber: Anadolu

  • negara Israel lanjutkan genosida, korban jiwa di tempat Daerah Gaza hampir 53.300 orang

    negara Israel lanjutkan genosida, korban jiwa di tempat Daerah Gaza hampir 53.300 orang

    ligapedianews.com Ankara – Setidaknya 53.272 warga Palestina sudah tewas pada pertempuran genosida yang tersebut dijalankan negara Israel sejak Oktober 2023, menurut pernyataan Kementerian Kesejahteraan pada Sabtu.

    Pernyataan kementerian yang disebutkan menyebutkan bahwa 153 orang tewas pada serangan negara Israel di area area kantong yang dimaksud di 24 jam terakhir, sementara 459 orang lainnya terluka, sehingga jumlah agregat korban luka mencapai 120.673 orang.

    Banyak korban masih terjebak di tempat bawah reruntuhan juga di dalam jalanan lantaran regu penyelamat bukan dapat menjangkau mereka, tambah pernyataan itu.

    Militer negara Israel kembali melancarkan serangan ke Jalur Kawasan Gaza pada 18 Maret, meninggalkan kesepakatan gencatan senjata serta pertukaran tahanan yang dimaksud mulai berlaku pada Januari.

    Sejak 2 Maret, tanah Israel sudah pernah memblokade seluruh pasokan makanan, air, lalu obat-obatan untuk memasuki Gaza, menciptakan krisis buatan manusia. Organisasi kemanusiaan mengungkapkan bahwa penduduk berisiko mengalami kelaparan massal.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Kepala Otoritas negeri Israel Benjamin Netanyahu lalu mantan Kepala Pertahanannya Yoav Gallant menghadapi kejahatan peperangan lalu kejahatan terhadap kemanusiaan di tempat Gaza.

    Israel juga berada dalam menghadapi gugatan genosida pada Mahkamah Internasional (ICJ) melawan peperangan yang dilancarkannya pada wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Anadolu

  • Nelayan Wilayah Gaza berjuang untuk bertahan hidup di dalam berada dalam blokade

    Nelayan Wilayah Gaza berjuang untuk bertahan hidup di dalam berada dalam blokade

    Ligapedia.news Wilayah Gaza – Setiap pagi, terpencil sebelum matahari menyingsing di dalam cakrawala, Salim Abu Rayala, pribadi nelayan Palestina dari kamp pengungsi Al-Shati pada sebelah barat Kawasan Gaza melegakan ikatan perahunya, sebuah perahu kayu yang sudah pernah lapuk akibat cuaca serta selanjutnya menyokong perahu itu menuju perairan Mediterania.

    Abu Rayala hafal betul sifat dualisme laut. Di satu sisi, laut dapat memberikannya hasil tangkapan yang mana baik, sedangkan pada sisi lain, laut dapat merenggut nyawanya. Namun, ayah delapan anak itu tidaklah mempunyai pilihan lain. "Saya harus berjuang untuk keluarga saya," ujarnya.

    Di usianya yang mana sekarang menginjak 55 tahun, Abu Rayala menghabiskan lebih banyak dari tiga dekade untuk menangkap ikan sarden, belanak, juga ikan kerisi di tempat sepanjang pesisir pantai Gaza. Namun, sejak terjadinya konflik Israel-Hamas di tempat Jalur Wilayah Gaza pada Oktober 2023, lautan berubah menjadi tempat yang penuh bahaya, keputusasaan, lalu harapan yang dimaksud kian susut.

    "Saya masih melaut setiap hari, meskipun terkadang bukan mendapatkan apa-apa. Beberapa hari, saya berlayar cukup terpencil untuk menebar jala, namun harus kembali dengan tangan hampa. Saya mempertaruhkan nyawa saya untuk hal yang digunakan sia-sia, tetapi pilihan apa yang saya miliki?" kata Abu Rayala.

    Nelayan Palestina terlihat di area pelabuhan Kawasan Gaza di tempat Daerah Perkotaan Wilayah Gaza pada 20 April 2025. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad

    Dengan pembatasan ketat dari negeri Israel terhadap akses ke perairan untuk menangkap ikan dalam Gaza, nelayan setempat terus-menerus menghadapi ancaman ditembak, dilecehkan atau ditangkap jikalau mereka itu mengundurkan diri dari dari batas yang ditetapkan.

    "Terkadang, merek (tentara Israel) menembak ke udara. Di lain waktu, mereka itu berusaha mencapai mesin perahu. Saya telah pernah meninjau teman-teman saya terluka lalu perahu dia hancur. Namun, kami masih bertahan, kami punya keluarga yang dimaksud harus dinafkahi." kenang Abu Rayala.

    Karena serangan tanah Israel terus berlanjut, sektor perikanan sekarang berada pada ambang kehancuran total, menghadapi berbagai kendala seperti kelangkaan komponen bakar juga kurangnya suku cadang.

    "Dulu, saya biasa menyebabkan pulang ikan untuk makan malam. Sekarang, saya mengirimkan apa pun hasil tangkapan saya demi membeli beras, minyak, serta sayuran. Ini adalah tidak lagi masalah memberi makanan bergizi bagi keluarga saya, melainkan mengenai bertahan hidup," tutur Abu Rayala.

    Setiap kilogram ikan dijual seharga 30 dolar Amerika Serikat (1 dolar Negeri Paman Sam = Rp16.862). "Harganya berjauhan lebih besar tinggi dibandingkan dengan harga jual sebelum perang, tetapi saya tetap saja tak bisa saja memunculkan nafkah," keluh Abu Rayala.

    Seorang nelayan Palestina terlihat di tempat pantai kota Khan Younis, selatan Jalur Daerah Gaza pada 22 Oktober 2024. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad

    Di seluruh wilayah pesisir Gaza, pemandangan sejenis terjadi setiap hari. Ribuan nelayan mengungsi atau bahkan terpaksa melepas profesi mereka. Banyak dari mereka yang digunakan beralih ke mata pencaharian lain, bahkan menukar alat menangkap ikan mereka itu dengan gerobak dorong atau menghimpun kayu bakar dari gedung-gedung yang dibom.

    Ahed Baker, pribadi nelayan lain dalam kamp pengungsi Al-Shati terlihat sedang menambal jaring. Perahu kecilnya sudah ada bukan melaut selama lima pekan. "Bahan bakar terlalu mahal, juga saya bahkan tiada punya umpan," katanya untuk Xinhua.

    "Dahulu, laut adalah sumber penghidupan kami. Namun kini, laut sudah ada diblokir, rusak, dan juga penuh dengan bahaya. Tidak ada lagi yang digunakan tersisa bagi kami, tanah kering. Langit menghujani kami dengan bom kemudian meskipun laut kosong, laut tetap memperlihatkan menjadi satu-satunya tempat yang mana benar-benar saya ketahui untuk saya arungi," tuturnya.

    Seorang nelayan Palestina terlihat pada pelabuhan Wilayah Gaza di tempat Perkotaan Gaza, pada 20 April 2025. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad