Tag: fiorentina

  • Gol tunggal Moise Kean antar Fiorentina tekuk Atalanta satu-nol

    Gol tunggal Moise Kean antar Fiorentina tekuk Atalanta satu-nol

    Ligapedia.news Ibukota – Gol tunggal Moise Kean mengantarkan Fiorentina menekuk Atalanta dengan skor satu-nol pada pekan ke-30 Kompetisi Italia di tempat Stadion Artemio Franchi, Florence, Sabtu.

    Pada pertandingan ini gol tunggal Moise Kean untuk kemenangan Fiorentina dicetak ketika laga berjalan 45 menit, demikian catatan Serie A.

    Berkat kemenangan ini Fiorentina mempertahankan kedudukan kedelapan klasemen sementara Kompetisi Italia dengan 51 poin dari 30 laga, berjarak lima poin dari tempat empat besar.

    Di sisi lain, walaupun menelan kekalahan, Atalanta tetap saja menempati peringkat ketiga klasemen sementara Turnamen Italia dengan 58 poin dari 30 pertandingan, terpaut enam poin dari sikap pertama.

    Secara statistik Fiorentina tampil lebih besar tajam dengan 12 kali mengurangi tendangan yang digunakan empat di dalam antaranya tepat sasaran, sementara Atalanta unggul penguasaan bola dengan 55 persen.

    Atalanta mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu kemudian sempat memberikan ancaman melalui tendangan Ademola Lookman yang mana masih diblokir pemain Fiorentina.

    Meski sempat ditekan oleh Atalanta, Fiorentina mampu unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Moise Kean pada menit ke-45 sehingga skor berubah menjadi 1-0.

    Memasuki sesi kedua, Fiorentina mempunyai kesempatan untuk menggandakan keunggulan lewat tendangan Albert Gudmundsson yang dimaksud masih melambung di tempat menghadapi mistar gawang Atalanta.

    Fiorentina kembali mendapatkan prospek lewat tendangan Nicolo Faglioli, namun kali ini bola masih dapat diselamatkan oleh kiper Atalanta Marco Carnesecchi.

    Kean sempat miliki prospek untuk menggandakan keunggulan, akan tetapi tendangannya masih melambung tipis di tempat melawan mistar gawang Atalanta.

    Atalanta sempat mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui upaya Charles De Ketelaere, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang Fiorentina.

    Pada waktu yang dimaksud tersisa, Fiorentina sempat beberapa kali menciptakan prospek untuk menggandakan keunggulan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor satu-nol untuk kemenangan kelompok tuan rumah masih bertahan.

  • Mencekam! Pemain Kolaps di dalam Lapangan, Duel Inter vs Fiorentina Dihentikan

    Mencekam! Pemain Kolaps di dalam Lapangan, Duel Inter vs Fiorentina Dihentikan

    Ligapedianews.com – Momen menegangkan terjadi dalam Stadion Artemio Franchi, Akhir Pekan (1/12/2024), pada waktu gelandang Fiorentina , Edoardo Bove, tanpa peringatan kolaps di tempat berada dalam pertandingan melawan Inter Milan. Kejadian ini menyebabkan laga Serie A yang dimaksud dihentikan pada menit ke-16 dengan skor masih imbang 0-0.

    Insiden mengerikan ini terjadi ketika permainan berlangsung pada sisi lain lapangan. Bove, yang mana baru berusia 22 tahun, mendadak jatuh ke tanah tanpa kontak dengan pemain lain. Rekan-rekannya dengan sigap memanggil kelompok medis, sementara para pemain Fiorentina lalu Inter membentuk barisan untuk memberikan ruang privasi bagi Bove yang digunakan sedang mendapatkan perawatan darurat.

    Sang gelandang segera dibawa ke ambulans yang dimaksud telah dilakukan siaga pada pinggir lapangan. Beberapa pemain Fiorentina terlihat menangis, mengingatkan masyarakat pada tragedi yang pernah dialami klub ini enam tahun lalu, ketika kapten mereka, Davide Astori, meninggal dunia mendadak dalam kamar hotel sebelum pertandingan.

    Baik pemain Fiorentina maupun Inter Milan tampak terpukul berhadapan dengan kejadian ini. Mereka saling menguatkan di area sedang lapangan sebelum meninggalkan pertandingan. Wasit akhirnya memutuskan untuk menghentikan laga demi menghormati situasi yang terjadi.

    Insiden Kedua pada Serie A Tahun Ini

    Insiden Bove menjadi tindakan hukum kedua pemain yang kolaps di area Serie A tahun ini, setelahnya kejadian sejenis menimpa bek Amerika Serikat Roma, Evan Ndicka, di laga melawan Udinese pada April lalu. Situasi ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan kemampuan fisik juga penanganan darurat dalam dunia sepak bola.

    Para penggemar Fiorentina di dalam stadion memberikan dukungan dengan tepuk tangan serta nyanyian sebagai bentuk solidaritas terhadap Bove. Di media sosial, gelombang dukungan juga datang dari berbagai kalangan sepak bola, berharap pemain muda ini dapat segera pulih.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada kabar terbaru mengenai kondisi Edoardo Bove. Fiorentina serta Serie A kemungkinan besar akan merilis pernyataan resmi di beberapa jam mendatang. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya kebugaran pemain di dunia olahraga profesional.

  • Profil Edoardo Bove, Pemain Fiorentina yang digunakan Tiba-tiba Ambruk dalam Lapangan

    Profil Edoardo Bove, Pemain Fiorentina yang digunakan Tiba-tiba Ambruk dalam Lapangan

    Ligapedianews.com – Gelandang Fiorentina Edoardo Bove mendadak ambruk di area lapangan selama fase pertama pertandingan kandang melawan Inter Milan di dalam Stadio Artemio Franchi, Awal Minggu (2/12/2024). Akibat kejadian ini, pertandingan lanjutan Turnamen Italia 2024/2025 terpaksa ditunda oleh sebab itu keadaan darurat medis.

    Insiden mengerikan ini terjadi ketika permainan berlangsung di area sisi lain lapangan. Bove, yang dimaksud baru berusia 22 tahun, mendadak jatuh ke tanah tanpa kontak dengan pemain lain. Rekan-rekannya dengan sigap memanggil pasukan medis, sementara para pemain Fiorentina lalu Inter membentuk barisan untuk memberikan ruang privasi bagi Bove yang sedang mendapatkan perawatan darurat.

    Banyak pemain Fiorentina lalu Inter yang tersebut menangis ketika meninjau Bove meninggalkan lapangan. Tetapi laporan selanjutnya mengonfirmasi bahwa ia sadar kembali pasca dibawa ke rumah sakit Careggi di area Florence.

    Profil Edoardo Bove, Pemain Fiorentina yang digunakan Tiba-tiba Ambruk di area Lapangan

    Foto: BeSoccer

    Profil Edoardo Bove

    Edoardo Bove lahir pada Mei 2002. Ia mengawali kiprahnya di dalam dunia sepak bola dengan klub lokal Boreale Don Orione sebelum pindah ke akademi muda Amerika Serikat Roma pada 2012.

    Bove bertambah dalam jajaran pemain muda Giallorossi hingga 2021, pada waktu ia mendapatkan panggilan pertamanya dengan regu senior dan juga akhirnya melakoni debutnya di dalam Serie A dalam bawah ahli Paulo Fonseca pada salah satu pertandingan terakhir timnya melawan Crotone.

    Namun, kedatangan Jose Mourinho di dalam Stadio Olimpico terbukti menjadi titik balik karier sang gelandang, lantaran ia perlahan-lahan berhasil mendapatkan kepercayaan dari manajer selama Portugal tersebut, yang dimaksud memujinya setelahnya menyaksikan Bove mencetak gol melawan Bayer Leverkusen di tempat semifinal Kejuaraan Europa.

    Pemain jika Italia itu kemudian membuktikan dirinya sebagai pemain inti, status yang dimaksud ditegaskan pada waktu Daniele De Rossi mengambil alih kursi kepelatihan Amerika Serikat Roma. Namun, klub mengawasi kesempatan untuk meraup untung darinya pada waktu mereka itu memutuskan untuk meminjamkannya ke Fiorentina, pada kesepakatan yang tersebut mencakup kewajiban untuk membeli, pada hari kedua terakhir bursa pengiriman musim panas.

    Pelatih Raffaele Palladino tiada butuh waktu lama untuk menunjukkan apresiasinya terhadap kualitas pemain berusia 22 tahun itu, memberinya 10 kesempatan bermain sebagai pemain inti di tempat Serie A, termasuk di pertandingan melawan mantan klubnya Roma yang tersebut ironisnya, menciptakan Bove mencetak gol liga pertamanya untuk Viola pada waktu dia mengalahkan Giallorossi 5-1.

    Bove juga masuk di starting XI Fiorentina melawan Inter, ketika ia mendadak pingsan pasca 15 menit bermain, memicu kepanikan lalu air mata dari banyak pemain di area lapangan. Klub mengumumkan bahwa pemainnya menjalani sedasi farmakologis dan juga dirawat pada rumah sakit pada perawatan intensif.

    Bove nantinya akan dievaluasi ulang di 24 jam ke depan. “Bove tiba pada kondisi hemodinamik yang tersebut stabil dan juga tes kardiologis serta neurologis pertama yang dilaksanakan sudah pernah menyingkirkan kemungkinan kehancuran akut pada sistem saraf pusat dan juga sistem kardio-pernapasan,” demikian pernyataan tim.