Tag: film bioskop

  • 8 kutipan cinta penuh makna film Sore: Istri dari Masa Depan

    8 kutipan cinta penuh makna film Sore: Istri dari Masa Depan

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Sore: Istri dari Masa Depan, film romantis-fantasi karya Yandy Laurens, sudah pernah mengundang perhatian rakyat sejak penayangannya pada 10 Juli 2025. Film ini mengangkat kisah Sore, istri dari masa depan, yang dimaksud berjuang melintasi waktu demi menyelamatkan suaminya, Jonathan, dari kematian akibat gaya hidup yang digunakan tak sehat.

    Disutradarai juga ditulis oleh Yandy Laurens, film Sore: Istri dari Masa Depan adalah adaptasi dari web series ramai tahun 2017 yang dimaksud saat ini diperluas ke layar lebar. Film ini dibintangi oleh dua pemeran utama yaitu Sheila Dara Aisha (Sore) kemudian Dion Wiyoko (Jonathan).

    Film ini membalutkan narasi puitis kemudian konsep time loop, film ini juga menyuguhkan dialog-dialog yang tersebut resonan tentang cinta, pengorbanan, penerimaan, dan juga kekuatan waktu. Berikut 8 kutipan yang paling menyentuh hati, diantaranya yaitu:

    1. “Hai, aku Sore. Istri kamu dari masa depan.”

    Kutipan pembuka ini secara langsung menarik rasa penasaran. Sore muncul dari masa depan untuk menyelamatkan Jonathan sekaligus menandai kisah cinta antardimensi yang dimaksud akan terjalin.

    2. “Ada tiga hal yang tidaklah dapat dibatalkan oleh waktu: masa lalu, rasa sakit, dan juga kematian.”

    Dialog ini menegaskan bahwa ada konsekuensi abadi pada hidup. Sore memahami bahwa tiada semua hal bisa jadi diubah meskipun ia datang dari waktu yang tersebut berbeda.

    3. “Jika aku harus menjalani satu puluh ribu kehidupan, aku akan selalu memilihmu.”

    Ungkapan ini menggambarkan ketulusan cinta Sore yang tidaklah lekang oleh waktu serta menunjukkan komitmen yang mana tak tergoyahkan.

    4. “Tahu nggak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang beliau merah merekah bahagia, kadang ia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.”

    Perumpamaan senja juga langit menjadi simbol cinta tulus. Menerima pasangan apa adanya pada suka maupun duka.

    5. “Orang berubah tidak sebab rasa takut, tapi sebab dicintai.”

    Sore memahami bahwa inovasi sejati lahir dari cinta dan juga tidak paksaan. Ini adalah menjadi arahan kuat tentang metamorfosis emosional di hubungan.

    6. “Harusnya kamu tahu persis rasanya ditinggal … ujung-ujungnya kamu meninggal duluan.”

    Dalam dialog penuh emosi ini Sore menyatakan rasa sakit terdalamnya. Cinta tidak ada cuma mengakibatkan kebahagiaan tetapi juga dapat melukai ketika kehilangan datang lebih tinggi dulu.

    7. “Dalam senyap, beku bumi mengundang merek datang untuk seolah dapat menghentikan waktu.”

    Referensi ke lanskap di dalam Kutub Utara menggambarkan momen beku takdir juga kerinduan Sore untuk mengubah alur hidup Jonathan.

    8. “Marco, kau percaya manusia akan berubah?” “Tentu saja, semata-mata sekadar merek dapat berubah apabila dari dalam.”

    Percakapan ini menegaskan bahwa pembaharuan sejati hanya saja dapat datang dari kesadaran pada diri seseorang tidak lantaran tekanan dari luar.

    Makna cinta di 8 kutipan

    Kedelapan kutipan yang dimaksud menghadirkan arahan cinta yang mana mendalam, seperti komitmen tanpa batas waktu juga cinta yang digunakan menerima segala warna emosi. Setiap kutipan mengisyaratkan bahwa cinta sejati tidaklah setiap saat indah, tetapi mampu merangkul suka dan juga duka di satu pelukan yang digunakan utuh.

    Selain itu, kutipan-kutipan yang disebutkan menggambarkan pembaharuan yang lahir dari cinta, kesadaran bahwa kehilangan adalah bagian dari mencintai, dan juga kerelaan untuk berjuang demi orang terkasih. Kesatuan antara cinta serta pemaknaan hidup menjadi benang merah yang menguatkan nilai-nilai emosional di dalam dalamnya.

    Kendati demikian, film ini tidak belaka menyuguhkan kisah romantis yang mana memikat tetapi juga menghadirkan penonton merenungkan tentang kekuatan cinta. Bagaimana cinta mampu menghidupkan perubahan, menerima kelebihan lalu kekurangan, dan juga bertahan menghadapi luka.

    Sore mengajarkan bahwa cinta sejati tak semata-mata hadir pada momen bahagia tetapi juga ketika hati terluka kemudian mencoba tegar. Pesan ini menjadikan film yang disebutkan tambahan dari sekadar hiburan, melainkan refleksi tentang arti mencintai dengan tulus.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Makna filosofis cinta pada balik film “Sore: Istri dari Masa Depan”

    Makna filosofis cinta pada balik film “Sore: Istri dari Masa Depan”

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – Sore: Istri dari Masa Depan, film romantis-fantasi terbaru karya Yandy Laurens, menghadirkan lebih lanjut dari sekadar kisah cinta lintas waktu. Film yang tersebut dirilis di tempat bioskop Indonesia sejak 10 Juli 2025 ini mengusung tema-tema keberadaan di balutan emosi, refleksi, dan juga pesan-pesan mendalam tentang perjalanan hidup.

    Cerita ini meminta penonton merenungkan esensi hubungan antar manusia, termasuk arti komitmen, pengorbanan, serta kedewasaan di menghadapi berbagai fase kehidupan. Narasi yang digunakan disajikan pun terasa hangat sekaligus menyentuh, menimbulkan film ini relevan bagi berbagai generasi.

    7 makna filosofis cinta di area balik film Sore: Istri dari Masa Depan

    1. Penerimaan sebagai cinta sejati

    Salah satu instruksi utama film ini adalah bahwa penerimaan, termasuk terhadap “versi rapuh” pasangan, menjadi fondasi cinta sejati. Cinta tiada hanya sekali tentang menerima kelebihan, tetapi juga tentang mengawasi ilustrasi diri terdalam yang mana belum selesai berkembang.

    2. Perubahan yang tersebut bertambah dari kasih sayang

    Karakter Sore berjuang mengubah gaya hidup Jonathan melalui kesabaran lalu kehangatan, bukanlah dengan tekanan. Film ini menegaskan bahwa perubahan fundamental sejati lahir dari rasa dicintai, bukanlah dari rasa takut.

    3. Takdir juga kesempatan berulang kali

    Alur cerita yang mana berputar kemudian berujung pada konferensi kembali Sore juga Jonathan menunjukkan bahwa apa yang dimaksud ditakdirkan akan menemukan jalannya meskipun harus melalui perjalanan berliku.

    4. Trauma masa lalu lalu hubungan antargenerasi

    Jonathan menyebabkan luka dari hubungan dengan ayahnya. Film ini menggambarkan bagaimana trauma yang disebutkan mempengaruhi kemampuannya untuk membuka diri terhadap pasangan. Kehadiran Sore membantu Jonathan berdamai dengan masa lalu.

    5. Kekuasaan keterbukaan serta komunikasi

    Dialog antara Sore lalu Jonathan menyoroti pentingnya komunikasi di sebuah hubungan, yaitu kejujuran, empati, juga saling menyokong untuk mengurai rasa takut juga kurangnya kepercayaan diri.

    6. Cinta yang dimaksud melampaui waktu

    Meskipun tubuh bisa saja berubah, kenangan juga cinta masih melekat. Hal ini ditunjukkan melalui visual rapat merek di tempat masa sekarang ini yang mana menggabungkan memori dari masa lalu dan juga masa depan.

    7. Kesederhanaan fantasi sebagai metafora

    Alih-alih mengandalkan efek khusus, Yandy Laurens memilih menyajikan elemen perjalanan waktu dengan mudah namun kuat. Hal ini menjadi metafora bahwa cinta sejati adalah perhatian yang dimaksud berkesinambungan.

    Pendekatan sinematik yang menyentuh hati penonton

    Film ini mengambil lokasi syuting di area Jakarta, Kroasia, juga Finlandia. Setiap tempat menghadirkan nuansa visual yang dimaksud estetik serta memperkaya latar cerita dengan keindahan masing-masing. Kombinasi ketiga lokasi ini memberikan sentuhan internasional yang tersebut menciptakan jalan cerita semakin memikat.

    Musik latar, termasuk karya Barasuara juga Adhitia Sofyan, turut meningkatkan kekuatan kedalaman emosi lalu menghadirkan pengalaman sinematik yang hangat bagi penonton. Aransemen musik yang dimaksud selaras dengan adegan menyebabkan emosi penonton mengambil bagian larut pada setiap momen penting film ini.

    Dengan demikian, Sore: Istri dari Masa Depan tidak sekadar film romantis-fantasi. Film ini menjadi refleksi tentang cinta, penerimaan, komunikasi, serta perjalanan batin manusia. Setiap elemen cerita disusun untuk menggugah kesadaran emosional lalu memperlihatkan dinamika hubungan antarpasangan.

    Dengan menjaga kesederhanaan fantasi juga menitikberatkan aspek emosional, karya ini mengundang penonton untuk bercermin bahwa cinta sejati adalah proses menerima, memahami, kemudian bertambah bersama. Pesan ini disampaikan dengan cara yang tersebut halus namun membekas, menjadikan film ini relevan untuk direnungkan oleh siapa pun yang pernah merasakan cinta.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sinopsis film sekuel “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia” tayang 8 Mei 2025

    Sinopsis film sekuel “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia” tayang 8 Mei 2025

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Setelah sukses menayangkan film "Sayap-Sayap Patah" pada tahun 2022, Denny Siregar Production akan menghadirkan sekuel film yang dimaksud yang dimaksud berjudul "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia".

    Sedikit berbeda pada film pertamanya, "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia" menyorot kisah tentang hubungan individu ayah dan juga anak, pada mana sang ayah merupakan anggota Densus 88 sekaligus baru menjadi orang tua tunggal yang dimaksud memiliki putri semata wayang.

    Walaupun sudah menyajikan kisah baru, sekuel ini tetap memperlihatkan menyebabkan kisah pahit dari film pertama dengan hadirnya sosok Leong juga Sadikin, tokoh teroris yang dimaksud sudah ada bebas dari penjara dan juga kembali mengancam untuk balas dendam.

    Digadang-gadang akan hadir sebagai film bernuansa keluarga yang menyentuh hati kemudian dibalut ketegangan, berikut sinopsis serta daftar pemain "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia".

    Sinopsis "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia"

    Film bioskop yang berdurasi sekitar 1 jam 54 menit ini menceritakan Pandu (Arya Saloka), pribadi anggota Densus 88 yang mana menjadi ayah tunggal setelahnya istrinya meninggal dikarenakan sakit.

    Ditengah kesibukannya, walau sulit Pandu terus-menerus berupaya membagi waktu bersatu putrinya, Olivia (Myesha Lin), yang tersebut membutuhkan sosok ayahnya sebab masih berduka melawan kepergian ibunya.

    Selain ayahnya, ada guru Olivia bernama Suri (Dara Sarasvat), yang dimaksud mendekati serta mengisi hati Olivia yang dimaksud kosong. Mulai ketika itu, hubungan Pandu, Suri, dan juga Olivia semakin dekat seperti keluarga kecil baru.

    Namun, waktu Pandu semakin disibukkan oleh tanggung jawab pekerjaannya sejak terjadi insiden bom meledak di area sebuah cafe. Nyatanya, perkembangan itu juga bersamaan dengan momen kebebasan Leong dari penjara.

    Kepolisian kembali mencurigai Leong sebagai dalang dibalik insiden tersebut, lalu Pandu ditunjuk untuk menyelidiki Leong.

    Ancaman balas dendam dari Leong dan juga kelompoknya ternyata masih terus membayangi. Di sisi lain, wajah Pandu yang tersebut sempat terlihat pada waktu operasi penyergapan, memproduksi dirinya lalu Olivia menjadi target utama teroris tersebut.

    Sehingga, Pandu dihadapkan pada pilihan, tambahan utamakan melindungi negara dari ancaman teror atau satu-satunya keluarga yang mana ia miliki, yaitu Olivia.

    Deretan aktris juga aktor pemain "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia"

    Film ini disutradarai oleh Ferry Pei Irawan serta diproduksi oleh Denny Siregar Production. Sementara, naskah cerita ditulis oleh Rahabi Mandra kemudian Jocelyn Cordelia

    Dalam film ini, Arya Sakola dan juga Myesha Lin menjadi tokoh utama sebagai ayah dan juga anak. Berikut deretan aktor lalu aktris papan melawan lainnya yang dimaksud berperan pada "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia”.

    • Arya Saloka sebagai Pandu, anggota Densus 88 dan juga ayah Olivia.
    • Myesha Lin sebagai Olivia, putri Pandu.
    • Dara Sarasvati sebagai Suri, guru Olivia.
    • Iwa K sebagai Leong, mantan teroris.
    • Nugie sebagai Sadikin, atasan Pandu pada Densus 88
    • Juan Bione sebagai Askar
    • Muhammad Khan sebagai Wabil
    • Meriam Bellina sebagai Indri
    • Aufa Assagaf sebagai Simson
    • Samo Rafael
    • Givina Lukita
    • Aji Santosa
    • Norman R. Akyuwen

    Selain menyajikan film yang dimaksud menegangkan oleh sebab itu aksi kepolisian serta teroris, "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia" juga memperlihatkan perjuangan orang ayah untuk anaknya.

    Film ini dijadwalkan tayang serentak di dalam seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Mei 2025. Para penonton sanggup mengawasi trailer "Sayap-Sayap Patah 2: Olivia" yang mana telah tersedia di tempat website resmi bioskop kesayangan Anda.

  • Sinopsis film bioskop “Pembantaian Dukun Santet” dan juga daftar pemainnya

    Sinopsis film bioskop “Pembantaian Dukun Santet” dan juga daftar pemainnya

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Awal bulan Mei 2025, bioskop Indonesia akan menayangkan film horor baru berjudul "Pembantaian Dukun Santet". Film hasil rumah produksi Pichouse Films ini direncanakan tayang pada 8 Mei 2025.

    "Pembantaian Dukun Santet" diadaptasi dari kisah nyata yang tersebut ditulis di unggahan thread @jeropoint tahun 2023 di dalam media sosial X.

    Film ini mengangkat kisah dari perkembangan nyata dalam Banyuwangi pada tahun 1998, ketika terjadi pembantaian terhadap banyak orang yang dimaksud dituduh sebagai dukun santet secara tragis.

    Sinopsis dan juga daftar pemain "Pembantaian Dukun Santet"

    Dengan latar cerita tahun 1990-an, kisah film ini menyorot pribadi santri bernama Satrio (Kevin Ardilova) yang dimaksud tinggal dan juga belajar di tempat sebuah pondok pesantren Jawa.

    Satrio merupakan salah satu santri yang mana menjadi saksi pembantaian yang digunakan diadakan oleh kelompok orang bertopeng pakaian serba hitam terhadap empat gurunya.

    Sekelompok orang yang disebutkan ternyata mengincar orang-orang yang digunakan dianggap sebagai dukun santet, bahkan orang yang mana bukanlah dukun, seperti guru-guru, dituduh lalu dibunuh tanpa adanya pembelaan diri.

    Kejadian teror lalu fitnah ini menyebar luas ke rakyat hingga sampai ke penghuni pondok pesantren. Para guru lalu santri mulai menjadi korban pembunuhan satu per satu secara misterius.

    Dalam situasi yang tersebut semakin mencekam, Satrio pun mencoba mencari tahu siapa dalang dibalik insiden ini.

    Saat melakukan penyelidikannya, ia pun mengetahui sejarah kelam keluarganya juga ada pribadi dukun santet yang tersebut ingin balas dendam.

    Satrio harus berjuang untuk menyelamatkan dirinya lalu menjaga keselamatan orang tuanya yang mana juga terancam bahaya.

    Dalam visual poster film yang digunakan bernuansa gelap, menampilkan sosok tanpa kepala yang mana berdiri di dalam sedang hutan berkabut, dikelilingi kaki yang mana menggantung dalam pohon, tengkorak dan juga tulang belulang yang mana berserakan di dalam tanah, menyiratkan kisah misteri horor supranatural dan juga kematian yang dimaksud kejam.

    Film "Pembantaian Dukun Santet" dibintangi oleh beberapa aktor dan juga aktris ternama, dalam antaranya:

    • Kevin Ardilova sebagai Satrio
    • Aurora Ribero sebagai Annisa
    • Kaneishia Yusuf sebagai Nurul
    • Iqbal Sulaiman sebagai Ali
    • Siti Aziizah Chairunnisa sebagai Wulan
    • Sasya Anastaysa sebagai Ningsih
    • Teuku Rifnu Wikana sebagai Ustadz Ridwan
    • Ariyo Wahab sebagai Ustadz Bagas
    • Totos Rasiti sebagai Ustadz Samir
    • Annisa Hertami sebagai Ustadzah Ratih
    • Pritt Timothy sebagai Kyai Ahmad
    • Sapta Taliwang sebagai Ustadz Rohim
    • Fairuz Adzhofir sebagai Ustadz Yanuar
    • Oce Permatasari sebagai Bi Yati
    • Iyang Darmawan sebagai Ustadz Sobo
    • Ayu Dyah Pasha sebagai Aminah
    • Nelly Sukma sebagai Ibu Annisa
    • Eduwart Manalu sebagai Ayah Annisa
    • Abellia Febriyani sebagai Annisa Kecil
    • Muridi sebagai Ismet

    Sementara, penulisan naskah dilaksanakan oleh Jeropoint, Baskoroadi Wuryanto, dan juga Andri Cahyadi, yang dimaksud merancang alur cerita penuh ketegangan dengan nuansa lokal yang mana kuat.

    Produksi film ini dilaksanakan oleh Pichouse Films juga MD Pictures, dengan Manoj Punjabi sebagai produser serta Azhar Kinoi Lubis sebagai sutradara.

  • Sinopsis “Perang Kota”: Dari pertempuran hingga segregasi gender

    Sinopsis “Perang Kota”: Dari pertempuran hingga segregasi gender

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Film "Perang Kota" karya sutradara Mouly Surya menghadirkan sebuah kisah dramatis yang digunakan tidak ada hanya sekali berpusat pada aksi pertempuran kemerdekaan, tetapi juga menyentuh isu-isu yang digunakan tambahan dalam, seperti pertarungan ideologi, bahasa, kemudian segregasi gender di relasi kekuasaan.

    Film berdurasi 118 menit ini diproduksi oleh Cinesurya, Starvision, lalu Kaninga Pictures, dan juga dibintangi oleh aktor-aktris ternama seperti Chicco Jerikho, Ariel Tatum, lalu Jerome Kurnia.

    Berlatar waktu dalam DKI Jakarta pada tahun 1946, film ini menggambarkan suasana kota yang digunakan porak poranda akibat konflik bersenjata pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

    Di sedang kekacauan tersebut, penonton diajak mengikuti kisah ISA (diperankan Chicco Jerikho), seseorang mantan pejuang juga pemain biola berusia 35 tahun yang tersebut pada masa kini menjadi guru sekolah dasar. Meski dikenal sebagai pahlawan revolusi, Isa menyimpan trauma mendalam yang mana membuatnya mengalami disfungsi seksual pada rumah tangganya.

    Isa tinggal dengan istrinya, Fatimah (Ariel Tatum), lalu anak angkat mereka, Salim. Untuk menyambung hidup, Isa mencuri buku tulis lantaran murid-murid tak lagi datang ke sekolah. Pusat Kota Jakarta, yang tersebut disebut pernah dideklarasikan sebagai kota merdeka, saat ini dikuasai oleh tentara Gurkha, Inggris, juga Belanda, juga bahkan ditinggalkan oleh presiden.

    Bersama Hazil (Jerome Kurnia), pribadi pemuda tampan yang mana juga murid biolanya, Isa berpartisipasi pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Namun di dalam balik semangat Hazil, tersembunyi perselingkuhan dengan Fatimah. Menyadari bahwa Hazil mampu menghamili istrinya, Isa memilih diam kemudian bersedia mengakui bayi yang dimaksud sebagai anaknya sendiri.

    Konflik memuncak ketika Isa juga Hazil menyusun rencana untuk meledakkan sebuah bioskop di area Pasar Senen—tempat berkumpulnya para pejabat Nica serta kolonial Belanda.

    Target utama mereka adalah Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang mana masih menganggap Indonesia sebagai tanah airnya. Namun, misi yang disebutkan berakhir dengan pengkhianatan. Hazil membocorkan nama-nama rekannya kemudian Fatimah akhirnya meninggalkan Isa.

    Meski ditinggalkan serta dikhianati, Isa akhirnya menemukan kedamaian batin. Film ini pun menyajikan refleksi tentang makna perjuangan bagi orang-orang biasa di sebuah kota yang digunakan sedang berkobar.

    Film "Perang Kota" diadaptasi dari novel klasik "Jalan Tak Ada Ujung" karya Mochtar Lubis, kemudian tak belaka menghadirkan aksi, namun juga nuansa kebahasaan serta gender yang tersebut kuat.

    Bahasa Belanda pada film ini ditampilkan sebagai simbol kekuasaan kolonial pasca-Perang Global II yang digunakan harus dilawan. Di sisi lain, penyelenggaraan Bahasa Indonesia menjadi simbol perlawanan terhadap warisan kolonial di keberadaan sehari-hari. Seruan “merdeka!” pada dialog para tokoh menggambarkan semangat itu secara jelas.

    Keputusan Mouly Surya untuk mempertahankan keberagaman bahasa di dialog menjadi pendekatan artistik yang mana berani. Meski berisiko memunculkan kebingungan bagi sebagian penonton, tata pernyataan yang dimaksud ditata oleh Vincent Villa jika Prancis lalu diadakan di dalam Kamboja berhasil menyampaikan dialog dengan lantang. Penambahan teks terjemahan turut membantu penonton mengikuti alur cerita dengan tambahan mudah.

    Daftar pemeran pada film "Perang Kota"
    Film Perang Daerah Perkotaan dibintangi oleh aktor lalu aktris kenamaan Indonesia, seperti:

    • Chicco Jerikho sebagai Isa
    • Ariel Tatum sebagai Fatimah
    • Jerome Kurnia sebagai Hazil
    • Rukman Rosadi
    • Imelda Therinne
    • Faiz Vishal
    • Anggun Priambodo
    • Indra Birowo
    • Alex Abbad
    • Dea Panendra
    • Ar Barrani Lintang
    • Kin Wah Chew

    Film ini dijadwalkan tayang pada bioskop seluruh Indonesia pada 30 April 2025 mendatang.

    "Perang Kota" diklasifikasikan sebagai film untuk penonton usia 17 tahun ke berhadapan dengan oleh Lembaga Sensor Film. Selain menyajikan kisah perjuangan, film ini juga menggugah pemikiran tentang identitas, relasi kekuasaan, dan juga perjuangan personal yang terbungkus pada gejolak sejarah Indonesia.

  • 6 film terbaru yang dimaksud tayang pada bioskop pada Mei 2025

    6 film terbaru yang dimaksud tayang pada bioskop pada Mei 2025

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Setiap awal bulan baru, para pecinta bioskop kerap menanti tayangan film terbaru, teristimewa ketika momen akhir pekan atau liburan.

    Mulai film bergenre thriller, romantis, horor, dan juga drama dari Indonesia atau luar negeri, para penonton akan dimanjakan melalui deretan film dengan kisah penuh plot twist lalu visual yang tersebut memukau.

    Berikut enam film terbaru yang dimaksud tayang di area bioskop sepanjang Mei 2025, lengkap dengan tanggal rilis, sinopsis singkat, kemudian daftar pemain utamanya.

    1. "Tabayyun"

    Film drama "Tabayyun" diadaptasi dari novel berjudul identik karya Ilyas Bachtiar dengan mengangkat tema tentang keberadaan sosial yang mana umum kerap terjadi.

    "Tabayyun” mengisahkan perjalanan hidup Zalina, individu ibu tunggal yang membesarkan putranya, Arka, yang pribadi diri. Latar belakang ayah Arka yang mana tidak ada pernah diungkapkan secara jelas, menghasilkan Zalina kerap menjadi komponen gosip di tempat kantor tempatnya bekerja.

    Kehidupan Zalina semakin rumit ketika Arlo, anak dari pimpinan perusahaan tempat Zalina bekerja, jatuh cinta kepadanya. Namun, Arlo sudah ada dijodohkan dengan Arum.

    Hubungan Zalina lalu Arlo mendapat tantangan perihal restu juga status. Arlo yang tak menyerah memperjuangkan Zalina, akhirnya sang ibu, Samira, bertemu secara langsung dengan Zalina untuk ber-tabbayun. Ternyata bukan disangka, Zalina mempunyai masa lalu yang tambahan buruk.

    Film ini menghadirkan deretan aktor juga aktris ternama, seperti Titi Kamal sebagai Zalina, Ibrahim Risyad sebagai Arlo, Naysilla Mirdad sebagai Arum, Farrell Rafisqy sebagai Arka, dan juga Jenny Rachman sebagai Samira.

    Film "Tabayyun" akan tayang pada 8 Mei 2025 kemudian beberapa bioskop menyediakan pre-order tiket bagi para penonton.

    2. "Dasim"

    Film horor “Dasim” mengisahkan pasangan muda bernama Salma kemudian Arman yang awalnya hidup bahagia. Namun, kebahagiaan mereka itu terusik oleh teror jin bernama Dasim yang dikenal sebagai perusak keharmonisan rumah tangga dan juga hubungan manusia.

    Saat Salma hamil kemudian Arman banyak lembur oleh sebab itu proyek besar, mereka itu pindah ke rumah ibu Arman. Di sana, Salma kerap mengalami gangguan mistis, permasalahan dengan mertua, serta curiga untuk Arman berselingkuh.

    Dalam situasi ini, Salma memohonkan pertolongan untuk tetangganya yang tersebut misterius untuk menghadapi teror yang mengancam keluarganya.

    "Dasim" diperankan oleh artis papan atas, seperti Omar Daniel sebagai Arman, Zulfa Maharani sebagai Salma, Adinda Thomas, Meriam Bellina, Dinda Kanya Dewi, lalu Morgan Oey. Film ini akan tayang pada 15 Mei 2025.

    3. "Dendam Waktu senja Kelam"

    Film "Dendam Waktu senja Kelam" yang tersebut disutradarai kemudian ditulis naskah oleh Danial Rifki akan tayang dalam bioskop mulai 28 Mei 2025.

    Falcon Picture akan menyuguhkan film drama-thriller yang mana mengisahkan tentang Jefri yang mana berselingkuh dengan Sarah, pelajar yang mana diajar Jefri. Mereka nekat membunuh Sofia, istri sah Jefri, demi melanggengkan hubungan mereka.

    Mereka berupaya mati-matian menyusun rencana lalu alasan yang dimaksud rapi ketika jenazah Sofia mendadak menghilang dari kamar mayat. Kondisi ini pun memicu kepanikan dan juga penyelidikan polisi lebih besar di yang tersebut dipimpin oleh detektif Arya Pradana.

    Film ini diperankan oleh aktris senior hingga divisi junior ternama, seperti Marissa Anita sebagai Sarah, Bront Palarae sebagai Arya Pradana, Arya Saloka sebagai Jefri, serta Davina Karamoy sebagai Sofia.

    4. "Mungkin Kita Perlu Waktu"

    Film karya Teddy Soeriaatmadja yang mana berjudul "Mungkin Kita Perlu Waktu" adalah drama keluarga yang mana mengangkat kisah tentang perjuangan sebuah keluarga menghadapi trauma akibat kehilangan anak sulung dia bernama Sarah. Film ini akan tayang pada 15 Mei 2025.

    Restu, Kasih, kemudian Ombak, yang tersebut merupakan ayah, ibu, kemudian adik dari Sarah harus berjuang menyeberangi luka mendalam yang digunakan menciptakan hubungan dia semakin renggang kemudian komunikasi yang mana buruk.

    Ombak yang tersebut mengalami depresi, mendapatkan ketenangan lalu semangat pasca bertemu teman dekatnya, Aleiqa kemudian ahli psikolog bernama Nana.

    Sementara itu, Kasih mencoba mengatasi kesedihan serta kemarahannya dengan ibadah pergi umroh, juga Restu mencoba menyelamatkan keutuhan keluarganya.

    Dalam film ini, para penonton akan menyaksikan adu akting para artis Tanah Air, seperti Lukman Sardi sebagai Restu, Sha Ine Febriyanti sebagai Kasih, Bima Azriel sebagai Ombak, Tissa Biani sebagai Aleiqa, Naura Hakim sebagai sarah, serta Asri Welas sebagai Nana.

    5. "Final Destination: Bloodlines"

    Film "Final Destination: Bloodlines" adalah serial keenam dari film horor legendaris "Final Destination" yang digunakan tayang di area bioskop pada 16 Mei 2025.

    Film ini mengisahkan Stefanie, remaja perempuan yang dimaksud selalu mimpi buruk tentang kematian tragis yang digunakan terjadi pada dirinya juga keluarganya. Ia menduga bahwa hal ini merupakan bawaan keturunan dari neneknya.

    Mimpi itu seperti tanda untuk dirinya, tetapi semakin ia berupaya menyelamatkan diri juga orang-orang terdekatnya, kematian justru semakin dekat dengan cara yang tersebut makin brutal.

    Tertekan oleh mimpi serta insiden kematian tersebut, Stefanie pergi ke kampung halaman untuk mencari seseorang yang diyakini dapat memutus kutukan kematian yang mana mengancam darah keluarganya.

    Film ini diproduksi oleh Warner Bros. Pictures, dengan Adam Stein lalu Zach Lipovsky sebagai sutradara, dan juga naskah yang digunakan ditulis oleh Guy Busick serta Lori Evans Taylor.

    Para pemain film dalam antaranya, seperti Kaitlyn Santa Juana, Teo Briones, Richard Harmon, Owen Patrick Joyner, Rya Kihlstedt, Tony Todd, Anna Lore, dan juga Brec Bassinger.

    6. "Mission: Impossible – The Final Reckoning"

    Film "Mission: Impossible – The Final Reckoning" akan tayang di area bioskop pada 23 Mei 2025, pasca sukses menayangkan "Dead Reckoning" pada tahun 2023.

    Film sekuel ini melanjutkan kisah Ethan Hunt yang digunakan harus menghadapi ancaman terbesar merupakan kecerdasan buatan jahat bernama The Entity.

    Misi Ethan kali ini adalah melawan ancaman yang dimaksud dengan mencari bangkai kapal selam Rusia bernama Sevastopol yang menyimpan kunci untuk menghentikan The Entity.

    Dalam perjalanannya, Ethan dan juga timnya menghadapi banyak tantangan bahaya, termasuk konflik dengan musuh baru yang datang dari masa lalunya, Gabriel serta menghadapi dilema yang tersebut menguji keyakinan berhasilnya misi mereka.

    Selain Tom Cruise sebagai Ethan, film ini juga dibintangi oleh Simon Pegg sebagai Benji Dunn, Ving Rhames sebagai Luther Stickell, Hayley Atwell sebagai Grace, Vanessa Kirby sebagai The White Widow, Pom Klementieff, Esai Morales, dan juga Angela Bassett.

    Sutradara sekaligus penulis naskah film ini adalah Christopher McQuarrie. Sementara, film diproduksi oleh Paramount Pictures, yang dimaksud menghadirkan aksi ekstrem yang dimaksud diadakan secara langsung oleh Tom Cruise.

  • Sinopsis film “Jalan Pulang”: Kisah teror gaib & perjuangan sang ibu

    Sinopsis film “Jalan Pulang”: Kisah teror gaib & perjuangan sang ibu

    ligapedianews.com Ibukota – Para pecinta horor akan segera disuguhkan film bioskop terbaru berjudul "Jalan Pulang". Film hasil produksi Leo Picture ini direncanakan tayang pada 19 Juni 2025.

    Film horor ini disutradarai oleh Jeropoint, kreator yang mana populer dengan thread horor pada media sosial X miliknya. Melalui karya filmnya, ia merangkai kisah sebuah keluarga yang dimaksud dibaluti nuansa mistis juga supranatural.

    Selain itu, film ini juga diproduseri oleh Agung Saputra serta alur cerita yang ditulis oleh Kelanara Studio.

    Sinopsis film bioskop "Jalan Pulang"

    Film "Jalan Pulang" menyuguhkan kisah perjuangan Lastini, manusia istri yang digunakan sedang bersedih menghadapi kehilangan sang suami, Edward secara janggal juga misterius.

    Namun, luka itu belum sempat pulih lantaran putri mereka, Arum jatuh sakit secara misterius juga. Kondisinya tak kunjung membaik dikarenakan perawatan medis pun tak bisa saja memberikan kesembuhan.

    Seiring waktu, Lastini mulai meyakini putrinya tidak ada mengalami penyakit biasa, namun ada hal gaib yang dimaksud menguasai jiwa juga tubuh anaknya itu.

    Demi kesembuhan putrinya, Lastini mesti menghadapi perjalanan panjang yang tersebut penuh tantangan. Ditambah Arum harus sembuh sebelum waktu ulang tahunnya yang jatuh pada tahun kabisat apabila ingin selamat.

    Perjalanan Lastini lalu Arum ditemani dua anak lainnya, yaitu Lia serta Rama. Mereka menyusuri berbagai pelosok Pulau Jawa demi mencari pertolongan dari para dukun serta kekuatan ilmu leluhur.

    Di sedang perjalanan jalan, merekan tak cuma melawan ancaman dari sosok gaib yang digunakan jahat, tetapi juga menghadapi rasa takut, keputusasaan, dan juga ujian kekuatan cinta keluarga dan juga kasih sayang seseorang ibu. Bahkan, mereka itu pun menemukan fakta tak pernah diduga yang digunakan mengubah hidup mereka.

    Dalam film ini, akan menyajikan konflik batin orang istri yang mana harus kehilangan suami, sekaligus perjuangan orang ibu yang digunakan penuh kasih sayang untuk menyelamatkan anaknya.

    Nama aktor pemain film "Jalan Pulang"

    Film horor ini diperankan oleh berbagai aktor serta aktris ternama. Bahkan, film ini akan menampilkan tiga aktris yang digunakan dijuluki sebagai "ratu horor Indonesia" yaitu Luna Maya, Taskya Namya, kemudian Shareefa Daanish.

    Selain itu, ada Saskia Chadwick, Raffan Al Aryan, Teuku Rifnu Wikana, Sujiwo Tejo, Kiki Narendra, Ruth Marini, lalu Jajang C. Noer, yang menyokong alur cerita film ini semakin menarik.

    Dengan latar film di dalam pulau Jawa, tradisi supranatural yang dimaksud menguatkan nuansa horor, juga deretan pemain dari aktor ternama, "Jalan Pulang" menjadi film bioskop yang dimaksud dinantikan para penonton di area bulan Juni tahun ini.

  • Sinopsis film “La Tahzan”: Kisah perselingkuhan majikan dan juga pengasuh

    Sinopsis film “La Tahzan”: Kisah perselingkuhan majikan dan juga pengasuh

    ligapedianews.com DKI Jakarta – MD Pictures kembali menyajikan film drama tentang hidup rumah tangga dan juga perselingkuhan di judul terbarunya "La Tahzan". Film ini tayang pada 28 Mei 2025 di tempat seluruh bioskop Indonesia.

    Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata yang digunakan dibagikan Elizasyifaa melalui akun TikTok miliknya. Sebelum diadaptasi menjadi karya film, kisah ini telah menarik sejumlah perhatian kemudian sempat tersebar luas pada media sosial tersebut.

    "La Tahzan" menjadi salah satu film yang dimaksud disutradarai oleh Hanung Bramantyo serta diproduseri oleh Manoj Punjabi, yang sebelumnya juga sukses menghadirkan film "Ipar Adalah Maut" ke layar lebar.

    Dengan tagline "Cinta, Dosa, Luka…", film ini menyorot tentang kesetiaan, godaan, kemudian pengkhianatan, isu yang kerap relevan di keberadaan sebuah rumah tangga kemudian hubungan suami istri.

    Sinopsis film bioskop "La Tahzan"

    Film ini menceritakan tentang Alina yang merupakan seseorang ibu muda sekaligus bekerja sebagai jastiper. Untuk memenuhi kebutuhan pekerjaannya, Alina banyak melakukan perjalanan ke luar negeri.

    Dibalik pekerjaan Alina yang sukses, ada sosok suami yang terus-menerus mendukungnya, Reza. Selama Alina sibuk bekerja, Reza mengurus anak merekan di dalam rumah. Keluarga mereka penuh cinta serta harmonis.

    Perihal mengurus anak, Reza dibantu oleh Asih, pengasuh baru yang digunakan juga tinggal di tempat rumah mereka. Namun, diperkenalkan Asih menjadi ancaman bagi keluarga harmonis Alina.

    Saat Alina tidak ada berada di tempat rumah, Reza berselingkuh dengan Asih. Selama tiga tahun menjalin hubungan gelap itu, Alina akhirnya mengetahui bahwa Asih mengandung anak dari Reza.

    Demi masa depan bayi tersebut, Alina terpaksa merestui pernikahan suaminya Reza dengan Asih. Luka batin yang dimaksud pada menciptakan Alina memutuskan untuk bercerai, meskipun putrinya, Rere, memilih tinggal sama-sama sang ayah. Alina harus kehilangan suami sekaligus anak tercintanya.

    Alina pun harus belajar menerima kenyataan pahit dengan hati yang digunakan hancur. Akan tetapi, dibalik hubungan Reza lalu Asih, ternyata ada ilmu gaib yang mana digunakan Asih agar Reza masih bersamanya.

    Dalam official poster film ini juga menampilkan visual yang mana penuh emosional sekaligus menyiratkan hubungan cinta yang dimaksud rumit, dosa, dan juga luka pada pemeran utama.

    Terlihat sosok pria yang mana memalingkan pandangannya. Sedangkan di dalam belakangnya terdapat tiga sosok perempuan dengan ekspresi yang menyimpan rahasia, terkejut, juga bingung.

    Lalu, sosok perempuan di area bayangan cermin seolah memberi kesan ada cerita tersembunyi yang digunakan belum terungkap pada hubungan mereka.

    Daftar nama aktris pemain film "La Tahzan"

    Dalam film ini, menampilkan adu akting pemeran utama yakni Marshanda sebagai Alina, Deva Mahenra sebagai Reza, Ariel Tatum sebagai Asih.

    Selain itu, terdapat aktris pemeran pendukung lainnya:

    • Rachel Mikhayla sebagai Rere
    • Mikaeel Pahlevi Saputra Sebagai Malik
    • Asri Welas sebagai Mbak Kar
    • Benidictus Siregar sebagai Kang Karyo
    • Aditya Elmand sebagai Anggi
    • Patricia Gouw sebagai Eva
    • Reza Nangin sebagai Riko
    • Rukman Rosadi sebagai Ustadz Ridho
    • Elma Theana sebagai Umi Hasanah

    Dengan alur cerita yang digunakan diprediksi akan mengaduk emosi penonton, peran yang mana dibawakan oleh aktris ternama, juga instruksi moral yang tersebut disampaikan, "La Tahzan" menjadi salah satu film yang tersebut dinantikan di tempat layar kaca Indonesia pada bulan akhir bulan Mei ini.

  • Sinopsis film bioskop “Pengepungan di area Bukit Duri” karya Joko Anwar

    Sinopsis film bioskop “Pengepungan di area Bukit Duri” karya Joko Anwar

    Ligapedia.news Ibukota – Bioskop Indonesia akan kembali dihadirkan dengan karya film terbaru sutradara ternama Joko Anwar yang mana berjudul "Pengepungan di tempat Bukit Duri".

    Tak seperti film-film Joko Anwar sebelumnya yang identik dengan horor juga fiksi, karya ke-11 sutradara ini lebih lanjut menyoroti realitas tentang konflik antar remaja, krisis dunia pendidikan, juga ketegangan sosial dalam sedang masyarakat.

    Selain mempunyai genre action-thriller yang digunakan menegangkan, film ini mengangkat isu sosial yang relevan dengan kesulitan keberadaan warga pada Indonesia.

    Cerita film "Pengepungan pada Bukit Duri" berlatar masa depan dalam tahun 2027, dalam mana Indonesia digambarkan pada kondisi sosial yang dimaksud kacau oleh sebab itu ketimpangan, diskriminasi, serta kekerasan yang digunakan merajalela.

    Di sedang situasi ini, pribadi guru muda bernama Edwin (Morgan Oey), menerima penempatan tugas mengajar pada sebuah sekolah kawasan Ibukota Indonesia Timur bernama SMA Duri.

    Namun, dalam balik tugasnya sebagai pengajar, ia juga mempunyai tujuan lain yakni mencari anak dari almarhum kakaknya yang telah hilang bertahun-tahun yang dimaksud lalu. Hal ini merupakan janji terakhirnya untuk sang kakak, sehingga segala cara akan dilakukannya.

    SMA Duri merupakan sekolah terakhir di rencana pencarian keponakan Edwin. Namun, sekolah ini terkenal sebagai tempat siswa-siswa bermasalah lalu menjadi lingkungan lembaga pendidikan yang digunakan bukan biasa. Para murid hidup di sikap brutal kemudian kekerasan yang berujung mengancam nyawa.

    Tidak ada guru yang mana berani menghadapi para siswa SMA Duri. Edwin pun harus menghadapi tantangan berat ini, mengajar siswa-siswa yang dimaksud sekaligus mencari petunjuk untuk menemukan keponakannya itu.

    Bersama salah satu guru bernama Diana (Hana Malasan), merekan berjuang menghadapi para siswa beringas kemudian mempertahankan idealisnya sebagai pendidik.

    Para penonton akan diajak untuk menyaksikan bagaimana sistem sosial juga institusi belajar yang mana rusak tanpa adanya pembenahan, dapat berdampak buruk pada generasi penerus. Alur cerita ini pun menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami realitas sosial Indonesia.

    Dalam garapan karya film ini, Joko Anwar tidak ada semata-mata sebagai sutradara saja, namun juga terlibat pada penulisan skenario film yang tersebut telah ia buat sejak 2007.

    Film ini pun diproduksi oleh Come and See Pictures yang berkolaborasi dengan rumah produksi Hollywood Amazon MGM Studios.

    Selain Morgan Oey kemudian Hana Malasa, terdapat beberapa aktris lalu aktor ternama lainnya yang beradu akting di film "Pengepungan pada Bukit Duri", di area antaranya:

    • Omara Esteghlal sebagai Jefri
    • Endy Arfian sebagai Kristo
    • Fatih Unru sebagai Rangga
    • Dewa Dayana sebagai Gerry
    • Faris Fadjar Munggaran sebagai Raihan
    • Florian Rutters sebagai Sim
    • Farandika sebagai Jay
    • Sandy Pradana sebagai Santo
    • Raihan Khan
    • Kiki Narendra
    • Bima Azriel
    • Natalius Chendana
    • Satine Zaneta

    Film "Pengepungan di dalam Bukit Duri" akan dijadwalkan tayang perdana di tempat bioskop seluruh Indonesia pada 17 April 2025 dengan durasi 1 jam 58 menit. Beberapa bioskop juga sudah menyediakan pre-order tiket sebelum tanggal penayangan.

    Melihat rekam jejak sang sutradara, film "Pengepungan di dalam Bukit Duri" diprediksi akan menjadi salah satu film paling berpengaruh lalu dinantikan pada tahun ini.

  • 12 film bioskop seru untuk libur Lebaran 2025

    12 film bioskop seru untuk libur Lebaran 2025

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Libur Lebaran adalah momen yang dimaksud tepat untuk berkumpul sama-sama keluarga kemudian menikmati waktu santai pasca menjalani ibadah puasa sebulan penuh. Selain berkumpul lalu menikmati hidangan khas Lebaran, menonton film di dalam bioskop bersatu mampu menjadi pilihan hiburan yang dimaksud seru.

    Berbagai pilihan film menarik hadir untuk menemani momen spesial ini, mulai dari animasi yang dimaksud cocok untuk anak-anak hingga film horor yang menegangkan. Tidak cuma itu, beberapa film yang diangkat dari kisah nyata juga siap mengaduk emosi penonton.

    Dengan beragam genre yang tersedia, Anda dapat menemukan tontonan yang sesuai untuk dinikmati sama-sama keluarga serta teman terdekat. Berikut adalah dua belas rekomendasi film bioskop yang dapat menjadi pilihan menarik selama libur Lebaran 2025.

    1. Qodrat 2
    Setelah sukses dengan film pertamanya pada tahun 2022, Rapi Film bersatu MAGMA Entertainment kembali menghadirkan "Qodrat 2" dengan kisah horor religi yang mana lebih besar menegangkan. Film ini melanjutkan perjuangan Ustad Qodrat pada menghadapi kekuatan iblis jahat ketika ia mencari istrinya, Azizah.

    Azizah, yang dimaksud telah terjadi pergi dari dari rumah sakit jiwa lalu pada masa kini bekerja di dalam sebuah pabrik, mengalami permasalahan mistis akibat ritual iblis yang mana dilaksanakan pemilik pabrik. Qodrat pun harus menghadapi makhluk-makhluk jahat dan juga orang-orang licik di dalam balik tragedi ini.

    Film ini masih diperankan oleh Vino G. Bastian serta Acha Septriasa sebagai pemain utama dan juga disutradarai oleh Charles Gozali.

    2. A Working Man
    Film bergenre aksi juga thriller ini mengisahkan Levon Cade (Jason Statham), manusia mantan pasukan komando yang dimaksud ingin hidup normal. Namun, kehidupannya kembali berubah ketika ia diminta membantu mencari putri seseorang temannya yang tersebut menghilang. Dengan keterampilan yang dimaksud sudah pernah membuatnya menjadi legenda, ia harus kembali ke dunia berbahaya yang dimaksud berupaya ia tinggalkan.

    Disutradarai oleh David Ayer, film ini juga dibintangi oleh Michael Peña, Noemi Gonzalez, serta David Harbour.

    3. Komang
    Film drama romantis "Komang" merupakan hasil produksi Starvision yang disutradarai oleh Naya Anindita. Dibintangi oleh Aurora Ribero lalu Kiesha Alvaro, film ini mengangkat kisah nyata dari lagu berjudul serupa yang digunakan dipopulerkan oleh Raim Laode.

    Film ini mengisahkan perjalanan cinta antara Ode, pemuda dengan syarat Buton, juga Ade, perempuan Bali, yang harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk perbedaan keyakinan serta jarak yang dimaksud memisahkan mereka. Ketika Ode harus pergi ke Ibukota untuk mengikuti audisi stand-up comedy, muncul pria lain yang mana memproduksi Ade mulai meragukan hubungan mereka. Apakah cinta dia akan tetap saja bertahan?

    4. Pabrik Gula
    Film horor produksi MD Pictures ini mengisahkan sekelompok buruh pabrik yang diteror oleh makhluk gaib di dalam tempat merek bekerja, sebuah pabrik gula tua dengan sejarah kelam. Mereka menghadapi kecelakaan kerja misterius dan juga berbagai tragedi mencekam yang tersebut mengungkap rahasia tersembunyi dalam balik pabrik tersebut.

    Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi serta dibintangi oleh Arbani Yasiz, Erika Carlina, Bukie B. Mansyur, kemudian Ersya Aurelia.

    5. Setan Botak di tempat Jembatan Ancol
    Menggabungkan unsur horor serta komedi, film ini menghadirkan kisah Nirmala (Jamilah Saleem) yang tersebut dihantui oleh sosok bergaun merah setelahnya kematian tragis kakak angkatnya. Sementara itu, kampung Jembatan Ancol diteror oleh kemunculan Si Manis Jembatan Ancol, dan juga di tempat balik semua itu, ada Setan Botak (Ozi Syahputra), orang mantan preman yang digunakan menyamar untuk balas dendam.

    Disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini juga dibintangi oleh Indah Permatasari, Arief Didu, dan juga Cornelio Sunny.

    6. Norma: Antara Menantu lalu Mertua
    Diadaptasi dari kisah nyata yang dimaksud tersebar luas dalam media sosial, film ini mengisahkan perjalanan hidup Norma yang digunakan dikhianati oleh suaminya, Irfan, yang dimaksud berselingkuh dengan ibu kandungnya sendiri. Norma berjuang mencari jawaban menghadapi pengkhianatan yang menyakitkan ini.

    Film produksi Dee Company ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto kemudian dibintangi oleh Wulan Guritno, Tissa Biani, juga Yusuf Mahardika.

    7. Jumbo
    Film animasi "Jumbo" dari Visinema Studios menghadirkan kisah petualangan seru tentang Don, pribadi anak gemuk yang dimaksud banyak diejek oleh teman-temannya. Ketika Don bertemu dengan arwah bernama Meri, ia mulai menjalani petualangan yang mana mengubah hidupnya.

    Film ini menampilkan pendapat dari Ariel Noah, Bunga Citra Lestari, Prince Poetiray, serta Quinn Salman.

    8. Captain America: Brave New World
    Sebagai bagian dari Marvel Cinematic Universe, film ini menampilkan Sam Wilson (Anthony Mackie) sebagai Captain America yang dimaksud baru. Ia harus menghadapi konflik internasional juga mengungkap motif di dalam balik rencana global yang dimaksud jahat.

    Film ini disutradarai oleh Julius Onah serta dibintangi oleh Anthony Mackie, Harrison Ford, kemudian Liv Tyler.

    9. Interstellar
    Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-10, "Interstellar" kembali tayang dalam IMAX. Film ini mengisahkan perjalanan antar galaksi yang tersebut ditempuh oleh Cooper (Matthew McConaughey) dan juga Brand (Anne Hathaway) demi mencari masa depan bagi umat manusia.

    Disutradarai oleh Christopher Nolan, film ini juga dibintangi oleh Jessica Chastain, Timothée Chalamet, kemudian Matt Damon.

    10. Arwah Sinden
    Empat arsitek muda yang mana mendapat tugas merenovasi rumah tua mengalami teror hantu yang dikirim oleh Kliman (Yama Carlos), mandor pertama yang memulai pembangunan rumah tersebut. Misteri demi misteri mulai terungkap pada waktu merekan mencari cara untuk mengakhiri teror ini.

    Film ini disutradarai oleh Ubay Fox lalu dibintangi oleh Rendy Septino, Ismi Melinda, juga Ade Kurnia.

    11. In the Lost Lands
    Film petualangan fantasi ini mengisahkan Gray Alys (Milla Jovovich), pribadi penyihir, juga Boyce (Dave Bautista), prajurit pengembara misterius yang harus bertahan hidup di dalam "Lost Lands" yang penuh bahaya.

    Film ini disutradarai oleh Paul W.S. Anderson juga diadaptasi dari cerita George R.R. Martin.

    12. Pernikahan Arwah
    Mengisahkan Salim (Morgan Oey) serta Tasya (Zulfa Maharani) yang tersebut dihantui oleh arwah pengantin perempuan di dalam rumah leluhur Salim. Bersama kelompok photoshoot, mereka itu harus mengungkap misteri tragis yang mana menyelimuti keluarga Salim.

    Film ini disutradarai oleh Paul Agusta kemudian dibintangi oleh Morgan Oey, Zulfa Maharani, dan juga Jourdy Pranata.

    Itulah beberapa daftar rekomendasi film dengan beragam pilihan genre agar libur Lebaran Anda semakin seru dan juga menyenangkan!