Tag: FIFA

  • Pachuca tertunduk 1-2 untuk Salzburg walaupun tampil dominan

    Pachuca tertunduk 1-2 untuk Salzburg walaupun tampil dominan

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Klub Meksiko Pachuca yang tersebut tampil dominan tertunduk 1-2 terhadap pasukan Austria RB Salzburg pada laga Grup H Piala Bumi Antarklub 2025 di tempat Stadion TQL, Cincinnati, Amerika Serikat, Kamis pagi WIB.

    Laman FIFA dalam DKI Jakarta menyebutkan, Pachuca yang mendapatkan sebuah gol dari Bryan Gonzalez mendominasi laga dengan 65 persen penguasaan bola lalu 15 peluang.

    Sementara Salzburg bermain lebih tinggi klinis dengan menciptakan dua gol yang digunakan diciptakan Oscar Gloukh juga Karim Onisiwo, meskipun semata-mata dengan 34 persen penguasaan bola kemudian 10 peluang.

    RB Salzburg mengawasi klasemen Grup H dengan tiga poin dari satu laga, sedangkan Pachuca dalam dasar klasemen lantaran belum berpoin.

    Situasi di area Grup H di area luar perkiraan sejumlah pihak oleh sebab itu kelompok raksasa Spanyol Real Madrid berada dalam bawah RB Salzburg.

    Madrid yang digunakan mengarungi kejuaraan ini dengan ahli anyar Xabi Alonso dan juga beberapa pemain baru seperti Trent Alexander-Arnold dan juga Dean Huijsen, dipaksa imbang 1-1 oleh klub Arab Saudi Al-Hilal pada Kamis dini hari WIB.

    Pachuca juga Salzburg bermain dengan mentalitas menyerang sejak awal.

    Penyerang gaek Pachuca, Salomon Rondon, mengancam pada menit ke-10 tetapi usahanyha digagalkan kiper Salzburg Christian Zawieschitzky.

    Salzburg justru lebih lanjut dahulu menciptakan gol pada menit ke-42 lewat sepakan kaki kanan Oscar Gloukh setelahnya memanfaatkan assist Valentin Sulzbacher.

    Usai jeda, pertandingan sempat ditunda beberapa pada waktu mulai menit ke-55 lantaran cuaca buruk.

    Ketika laga dilanjutkan, Pachuca menyamakan kedudukan 1-1 berkat tendangan bebas Bryan Gonzalez yang dimaksud bersarang ke gawang Salzburg.

    Baik Pachuca maupun Salzburg sama-sama termotivasi mendapatkan gol tambahan. Akhirnya, pada menit ke-76, gol itu datang untuk Salzburg.

    Operan silang Mads Bidstrup dikonversi menjadi gol oleh Karim Onisiwo melalui sundulan akurat. Salzburg mengatur 2-1 lalu skor yang dimaksud tiada berubah sampai laga tuntas.

    Pada pertandingan berikutnya di dalam Grup H, Mingguan pekan ini, Pachuca akan menghadapi Real Madrid dan juga RB Salzburg menjajal Al-Hilal.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Efek doping pada sepak bola: Dari kondisi tubuh atlet hingga sanksi FIFA

    Efek doping pada sepak bola: Dari kondisi tubuh atlet hingga sanksi FIFA

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Doping merupakan pelanggaran kritis pada dunia olahraga, termasuk sepak bola. Tindakan pengaplikasian zat atau metode terlarang untuk meningkatkan performa fisik atau mental secara tidak ada wajar ini bukanlah hanya sekali membahayakan kemampuan fisik atlet, tetapi juga mencederai prinsip fair play yang dimaksud menjadi dasar di setiap kompetisi olahraga.

    Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sebagai badan pengelola sepak bola dunia menerapkan aturan ketat terkait doping. Kerja sebanding erat dengan World Anti-Doping Agency (WADA) diadakan untuk memberantas pemakaian doping secara menyeluruh, baik melalui tes rutin, pengawasan obat-obatan, hingga penerapan sanksi tegas.

    Pengertian lalu jenis doping

    Doping merujuk pada penyelenggaraan zat atau metode yang mana termasuk di daftar terlarang (prohibited list) WADA. Tujuannya adalah memperoleh keuntungan kompetitif secara tidak ada adil, seperti peningkatan kekuatan otot, daya tahan, atau kecepatan pemulihan tubuh.

    Beberapa zat yang dimaksud kerap digunakan pada praktik doping meliputi:

    • Stimulansia, seperti amfetamin kemudian kokain, untuk meningkatkan fokus lalu energi.
    • Steroid anabolik, untuk menambah massa otot serta kekuatan.
    • Hormon perkembangan manusia (HGH), guna mempercepat pemulihan jaringan.
    • Erythropoietin (EPO), yang mana meningkatkan kadar oksigen di darah.
    • Diuretik, yang digunakan digunakan untuk menurunkan berat badan dengan cepat serta menyembunyikan jejak zat terlarang.

    Selain zat kimia, terdapat pula metode doping seperti blood doping (penyuntikan ulang darah sendiri), manipulasi genetik (gene doping), juga pengaplikasian zat penyamaran (masking agents).

    Langkah-langkah FIFA di pengawasan doping

    ​​​​​​​FIFA menetapkan beberapa orang langkah strategis guna menghindari kemudian menindak penyelenggaraan doping di sepak bola, antara lain:

    1. Tes acak dan juga rutin
    Pemain dapat dipanggil untuk menjalani tes doping kapan saja, baik pada waktu kompetisi berlangsung maupun pada luar musim. Sampel urine dan juga darah diambil untuk dianalisis oleh laboratorium resmi yang tersebut terakreditasi WADA.

    2. Therapeutic Use Exemption (TUE)
    Jika pemain membutuhkan obat yang dimaksud mengandung zat terlarang untuk alasan medis, maka harus mengajukan TUE terhadap otoritas terkait. Tanpa izin ini, pemanfaatan obat yang dimaksud masih dianggap sebagai pelanggaran doping.

    3. Sanksi tegas
    FIFA menjatuhkan sanksi berat bagi pelaku doping, termasuk:

    • Larangan bermain, yang mana dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun, seperti perkara Paul Pogba.
    • Diskualifikasi tim, apabila ditemukan pelanggaran doping massal di satu tim.
    • Denda finansial terhadap pemain atau klub yang tersebut melanggar.

    Dampak doping di sepak bola

    Penggunaan doping mempunyai dampak serius, baik dari segi kebugaran maupun reputasi olahraga. Dari sisi fisik, doping dapat menyebabkan gangguan jantung, kerusakan organ dalam, hingga ketidakseimbangan hormon. Sementara dari sisi psikologis, pengguna berisiko mengalami kecemasan, depresi, kemudian ketergantungan.

    Secara kompetitif, doping merusak semangat fair play juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kejujuran pertandingan. Pemain yang terbukti melakukan doping kerap kehilangan dukungan klub, sponsor, bahkan penggemar.

    Upaya global memberantas doping

    ​​​​​​​FIFA dengan WADA juga lembaga anti-doping nasional terlibat mengembangkan sistem deteksi doping yang mana lebih besar akurat, seperti biological passport yang mana memantau inovasi biologis tubuh atlet secara jangka panjang. Selain itu, kampanye edukasi serta seminar rutin diselenggarakan untuk menyosialisasikan bahaya doping, teristimewa terhadap pemain muda.

    Beberapa negara juga mulai menerapkan sanksi hukum terhadap pelaku doping. Negara seperti Jerman kemudian Italia telah terjadi memasukkan pelanggaran doping sebagai langkah pidana, sehingga pelaku dapat dijerat dengan hukuman penjara.

    FIFA memandang doping sebagai pelanggaran berat yang tersebut merusak nilai-nilai sportivitas pada sepak bola. Melalui regulasi yang digunakan ketat, pengawasan medis yang dimaksud ketat, juga sanksi yang dimaksud tegas, FIFA berazam menjaga integritas dan juga keadilan di setiap pertandingan.

    Edukasi lalu kesadaran kolektif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci di menciptakan sepak bola yang digunakan bersih kemudian sehat dari doping.

  • Melihat peta kekuatan sepak bola Asia di tempat 2025: Mampukah bersaing?

    Melihat peta kekuatan sepak bola Asia di tempat 2025: Mampukah bersaing?

    Ligapedia.news DKI Jakarta – ​Sepak bola Asia sudah mengalami perubahan struktural signifikan di beberapa tahun terakhir, dengan berbagai inisiatif dan juga pembangunan ekonomi yang digunakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lalu daya saing pada kancah global. Namun, pertanyaannya masih "mampukah Asia menyaingi dominasi tradisional Eropa lalu Amerika Selatan pada sepak bola dunia?​"

    Investasi besar-besaran di dalam Timur Tengah

    Salah satu perkembangan paling mencolok adalah pembangunan ekonomi besar-besaran yang mana diadakan oleh negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Kompetisi Pro Saudi telah terjadi menarik perhatian dunia dengan merekrut atlet bintang seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Roberto Firmino, hingga Sadio Mané.

    Investasi ini bukan semata-mata meningkatkan profil liga domestik tetapi juga memberikan dampak positif bagi sepak bola Asia secara keseluruhan. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menyatakan bahwa peluncuran pemain kelas dunia pada klub-klub Saudi akan memberikan faedah besar bagi sepak bola Asia dengan mentransfer pengalaman dan juga standar profesionalisme yang dimaksud tinggi ke liga-liga nasional lainnya di dalam benua ini. ​

    Menurut peringkat yang mana dirilis oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk musim 2024/2025, liga-liga terbaik di area Asia adalah sebagai berikut:​

    1. Arab Saudi (109.054 poin)​
    2. Jepang (102.153 poin)​
    3. Korea Selatan (89.990 poin)​
    4. Uni Emirat Arab (71.653 poin)​
    5. Iran (68.312 poin)​

    Arab Saudi menempati sikap teratas berkat performa impresif klub-klub seperti Al-Hilal, Al-Nassr, juga Al-Ittihad di tempat kompetisi kontinental. Negeri Matahari Terbit juga Korea Selatan juga menunjukkan konsistensi melalui klub-klub seperti Urawa Red Diamonds lalu Jeonbuk Hyundai Motors.

    Peningkatan infrastruktur kemudian kompetisi klub

    Selain pembangunan ekonomi di pemain, peningkatan infrastruktur sepak bola juga menjadi fokus utama. FIFA, melalui kegiatan Forward, sudah pernah menyokong pengembangan infrastruktur di tempat seluruh Asia, termasuk perkembangan 112 lapangan baru lalu peluncuran 31 liga domestik. Inisiatif ini memberikan tambahan dari 18.000 pemain wanita dan juga 98.000 pemain pria kesempatan untuk berkompetisi lalu berprogres di lingkungan yang dimaksud lebih banyak profesional. ​

    Lebih lanjut, FIFA Club World Cup 2025 yang dimaksud akan diadakan pada Amerika Serikat diharapkan menjadi era baru bagi sepak bola klub, dengan partisipasi empat klub Asia: Ulsan HD (Korea Selatan), Urawa Red Diamonds (Jepang), Al Hilal SFC (Arab Saudi), dan juga Al Ain FC (Uni Emirat Arab). Kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas lalu solidaritas di sepak bola klub global. ​

    Kolaborasi regional dan juga pengembangan sumber daya manusia

    Kolaborasi antara FIFA serta negara-negara ASEAN juga menunjukkan komitmen untuk mentransformasi sepak bola di area kawasan tersebut. Dengan pengaktifan kantor FIFA di dalam Ibukota pada November 2023, disertai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan ASEAN, diharapkan sinergi antara pemangku kepentingan sepak bola di dalam Asia Tenggara dapat ditingkatkan. Langkah ini mencakup workshop kemudian inisiatif yang dimaksud berfokus pada tata kelola keuangan lalu pengembangan kapasitas. ​

    Selain itu, acara FIFA Football Executive Programme yang digunakan diselenggarakan di tempat Ibukota Indonesia pada Mei 2024 melibatkan perwakilan dari 29 asosiasi anggota FIFA pada Asia lalu Oseania. Proyek ini bertujuan untuk membekali para eksekutif sepak bola dengan pengetahuan serta keterampilan pada pengelolaan organisasi sepak bola, termasuk perencanaan anggaran, pengadaan, serta manajemen krisis.

    Fokus pada pengembangan usia dini kemudian manajemen olahraga

    Di tingkat nasional, beberapa negara Asia sudah pernah menjalin kerja identik internasional untuk meningkatkan kualitas sepak bola mereka. Di Indonesia sendiri, Kementerian Pemuda dan juga Olahraga (Kemenpora) bekerja identik dengan La Kejuaraan Asia untuk mengembangkan pembinaan usia dini serta manajemen olahraga.

    Menteri Pemuda serta Olahraga, Dito Ariotedjo, menekankan pentingnya pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput kemudian berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

    Tantangan lalu prospek ke depan

    Meskipun terdapat kemajuan signifikan, tantangan masih ada. Dominasi tradisional Eropa kemudian Amerika Selatan di sepak bola dunia bukanlah sesuatu yang dimaksud mudah untuk diatasi. Namun, dengan penanaman modal yang mana berkelanjutan di infrastruktur, pengembangan pemain muda, peningkatan standar liga domestik, kemudian kolaborasi regional yang digunakan erat, Asia memiliki peluang untuk mempersempit kesenjangan tersebut.​

    Inisiatif seperti peningkatan jumlah total slot untuk kelompok Asia di tempat Piala Global FIFA dari empat menjadi delapan regu juga memberikan potensi lebih banyak besar bagi negara-negara Asia untuk berkompetisi pada level tertinggi. Hal ini diharapkan dapat menggerakkan penanaman modal lebih tinggi lanjut lalu meningkatkan standar sepak bola pada seluruh benua. ​

    Secara keseluruhan, sepak bola Asia berada di dalam jalur yang digunakan tepat menuju perubahan yang signifikan. Melalui komitmen dari berbagai pemangku kepentingan dan juga dukungan dari organisasi internasional seperti FIFA, masa depan sepak bola Asia tampak cerah. Namun, perjalanan menuju tingkat kompetitif yang setara dengan Eropa serta Amerika Selatan memerlukan upaya berkelanjutan, strategi yang dimaksud tepat, lalu dedikasi dari semua pihak yang terlibat.

  • Mengenal aturan naturalisasi menurut FIFA, simak ulasannya

    Mengenal aturan naturalisasi menurut FIFA, simak ulasannya

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Naturalisasi pemain sepak bola untuk membela pasukan nasional suatu negara merupakan proses yang mana memiliki regulasi ketat. FIFA sudah menetapkan beberapa jumlah aturan agar proses ini tak disalahgunakan oleh negara atau federasi sepak bola untuk sekadar menguatkan skuad nasional tanpa ada hubungan nyata antara pemain dengan negara tersebut.

    Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai aturan naturalisasi pemain sepak bola berdasarkan regulasi FIFA dan juga hukum Indonesia.

    Aturan naturalisasi Pesepak bola menurut FIFA

    FIFA mengatur aturan naturalisasi dalam Pasal 7 Regulasi FIFA tentang Kelayakan Bermain untuk Tim Nasional. Seorang pemain yang tersebut ingin membela kelompok nasional negara barunya harus memenuhi setidaknya satu dari empat kriteria berikut, mengutip FIFA:

    1. Lahir di area wilayah negara tersebut.

    2. Memiliki orang tua biologis yang lahir pada negara tersebut.

    3. Memiliki kakek atau nenek yang digunakan lahir di tempat negara tersebut.

    4. Tinggal di tempat negara yang disebutkan pada jangka waktu tertentu:

    • Minimal 3 tahun jikalau mulai tinggal sebelum usia 10 tahun.
    • Minimal 5 tahun jikalau mulai tinggal antara usia 10-18 tahun.
    • Minimal 5 tahun jikalau mulai tinggal pasca usia 18 tahun.

    Jika pribadi pemain bukan mempunyai hubungan keluarga dengan negara tersebut, mereka wajib menjalani periode tinggal minimal lima tahun sebelum bisa saja membela regu nasional.

    Selain itu, pemain harus membuktikan bahwa kepindahannya ke negara yang disebutkan bukanlah bertujuan untuk bermain bagi pasukan nasional, dengan menyertakan dokumen pendukung, seperti kontrak kerja, dokumen sekolah, atau bukti kepindahan keluarga.

    Aturan perpindahan asosiasi sepak bola (change of association)

    Bagi pemain yang dimaksud sebelumnya telah terjadi membela pasukan nasional suatu negara, FIFA juga mengatur aturan inovasi asosiasi yang dimaksud diatur pada Pasal 9 Regulasi FIFA. Pemain hanya sekali dapat mengganti kelompok nasional jika:

    1. Pernah bermain pada pertandingan resmi untuk kelompok nasional negara asalnya, tetapi bukanlah pada level senior (A team).

    2. Memegang kewarganegaraan baru sebelum berjuang di pertandingan resmi untuk negara asalnya.

    3. Berusia di area bawah 21 tahun ketika terakhir kali bermain untuk negara asalnya pada pertandingan resmi.

    4. Tidak bermain lebih tinggi dari tiga pertandingan resmi di dalam level senior (A team) untuk negara asalnya.

    5. Telah melintasi tiga tahun sejak terakhir kali bermain untuk negara asalnya.

    6. Tidak pernah bermain dalam Piala Planet FIFA atau kejuaraan resmi konfederasi (misalnya Euro, Copa América, atau Piala Asia).

    Jika semua aturan ini terpenuhi, pemain dapat mengajukan inovasi asosiasi ke Komite Status Pemain FIFA.

    Persyaratan naturalisasi berdasarkan hukum Indonesia

    Selain aturan FIFA, pemain yang mana ingin dinaturalisasi juga harus memenuhi regulasi nasional. Di Indonesia, naturalisasi diatur di Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, khususnya Pasal 9 lalu Pasal 19. Syarat utama untuk mengajukan kewarganegaraan Indonesia antara lain:

    • Berusia minimal 18 tahun atau sudah ada menikah.

    • Tinggal di tempat Indonesia minimal 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tiada berturut-turut.

    • Sehat jasmani kemudian rohani.

    • Bisa berbahasa Indonesia kemudian memahami Pancasila dan juga UUD 1945.

    • Tidak pernah terlibat pada perbuatan kejahatan dengan ancaman hukuman lebih banyak dari 1 tahun.

    • Bersedia mengurangi kewarganegaraan sebelumnya.

    Selain itu, Pasal 20 UU ini menyebutkan bahwa Presiden dapat memberikan kewarganegaraan Indonesia terhadap individu yang tersebut dianggap berjasa atau mempunyai kepentingan besar bagi negara pasca mendapat pertimbangan dari DPR RI.

    Proses pengajuan naturalisasi pemain sepak bola di dalam Indonesia

    Proses naturalisasi pemain sepak bola di area Indonesia biasanya melibatkan beberapa tahapan:

    1. Pengajuan dari klub atau federasi

    • Klub atau PSSI mengajukan permohonan terhadap pemerintah agar pemain diberikan kewarganegaraan Indonesia.
    • Disertai dengan rekomendasi dari instruktur pasukan nasional.

    2. Verifikasi oleh Kementerian Hukum dan juga HAM

    • Pemerintah akan meninjau apakah pemain memenuhi semua persyaratan yang tersebut ditentukan oleh UU.

    3. Pertimbangan pada DPR RI

    • DPR akan mempertimbangkan apakah pemain yang disebutkan layak untuk diberi kewarganegaraan.

    • Proses ini bisa jadi melibatkan sidang lalu uji kelayakan.

    4. Keputusan Presiden

    • Presiden akan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) jikalau pemain dianggap layak mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.​​​​​​​

    5. Pengambilan sumpah Warga Negara Indonesia

    • Pemain harus mengucapkan sumpah setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    • Setelah itu, pemain mampu didaftarkan sebagai pemain kelompok nasional Indonesia.​​​​​​​​​​​​​​

    Aturan naturalisasi FIFA bertujuan untuk memverifikasi bahwa pemain yang mana membela regu nasional memiliki hubungan nyata dengan negara tersebut, bukanlah hanya saja sebagai cara instan menguatkan skuad.

    Selain memenuhi aturan FIFA, pemain juga harus mematuhi hukum kewarganegaraan negara yang bersangkutan. Di Indonesia, pemain harus tinggal minimal lima tahun sebelum bisa jadi menjadi WNI dan juga harus mendapatkan persetujuan dari Presiden juga DPR jikalau naturalisasi dilaksanakan untuk kepentingan nasional.

    Dengan aturan ini, FIFA ingin menegaskan bahwa sepak bola internasional tetap memperlihatkan berjalan dengan adil, tanpa praktik naturalisasi instan yang digunakan semata-mata berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Oleh dikarenakan itu, setiap federasi dan juga negara harus menjamin bahwa proses naturalisasi diadakan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang bagi perkembangan sepak bola nasional.

  • Daftar 3 negara yang dibanned FIFA bergabung dan juga pada Piala Global 2026

    Daftar 3 negara yang dibanned FIFA bergabung dan juga pada Piala Global 2026

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Piala Planet 2026 akan dijalankan di area Amerika Serikat, Kanada, lalu Meksiko dengan 16 stadion sebagai lokasi pertandingan. Turnamen sepak bola terbesar di area dunia ini menjadi kompetisi impian bagi sejumlah pemain lalu penggemar pada seluruh dunia. Namun, FIFA sudah mengonfirmasi bahwa ada tiga negara yang tak diizinkan berpartisipasi pada kompetisi tersebut.

    FIFA menjatuhkan sanksi untuk Rusia, Kongo, lalu Pakistan, yang tersebut menyebabkan ketiganya tidak ada dapat mengikuti Piala Bumi 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan berbagai pelanggaran yang mana dilaksanakan oleh federasi sepak bola masing-masing negara. Sanksi yang dimaksud menunjukkan ketegasan FIFA pada menegakkan aturan juga standar pada sepak bola internasional.

    Berbagai faktor menjadi alasan di tempat balik larangan ini, termasuk pelanggaran administratif, intervensi pemerintah, kemudian hambatan lain yang melanggar regulasi FIFA.

    Keputusan ini tentu berdampak besar bagi sepak bola pada ketiga negara tersebut. Berikut ulasan selengkapnya mengenai penyulut serta implikasi dari sanksi FIFA terhadap Rusia, Kongo, kemudian Pakistan.

    Daftar 3 negara yang dimaksud dibanned FIFA bergabung juga Pildun 2026

    1. Rusia (Sanksi akibat konflik geopolitik)

    Sejak invasi Rusia ke negara Ukraina pada 2022, FIFA dan juga UEFA sudah melarang Rusia berpartisipasi di kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia. Sanksi ini menimbulkan Rusia absen pada dua edisi berturut-turut, termasuk Piala Global 2026. Keputusan yang dimaksud diambil sebagai bagian dari respons komunitas internasional terhadap konflik yang digunakan berlangsung.

    Bagi Rusia, larangan ini menjadi pukulan berat, khususnya setelahnya menjadi tuan rumah Piala Planet 2018. Turnamen yang disebutkan sempat meningkatkan popularitas lalu perkembangan sepak bola di area negara itu. Namun, dengan absennya Rusia dari panggung dunia, sepak bola nasional menghadapi tantangan besar pada menjaga kompetitivitas dan juga regenerasi pemain.

    2. Kongo (Intervensi pihak ketiga pada Federasi Sepak Bola)

    Federasi Sepak Bola Kongo (FECOFOOT) menerima sanksi dari FIFA lantaran adanya campur tangan pihak ketiga pada pengelolaan organisasi. Hal ini melanggar statuta FIFA yang dimaksud mengharuskan federasi sepak bola nasional beroperasi secara independen. Akibatnya, Kongo dilarang berpartisipasi pada Piala Bumi 2026 dan juga semua kompetisi internasional di area bawah naungan FIFA.

    Namun, FIFA memberikan kesempatan bagi Kongo untuk mencabut larangan ini jikalau merek memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memulihkan kendali penuh menghadapi federasi terhadap FECOFOOT sebelum kompetisi dimulai.

    3. Pakistan (Gagal menerapkan revisi konstitusi)

    Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) dijatuhi sanksi sebab gagal mengadopsi revisi konstitusi yang mana disarankan oleh FIFA dan juga Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Revisi ini bertujuan untuk meyakinkan pemilihan yang adil serta demokratis pada tubuh federasi.

    Sebelumnya, PFF juga pernah mendapatkan sanksi pada 2017 kemudian 2021 akibat campur tangan pihak ketiga. FIFA menyatakan bahwa sanksi ini cuma akan dicabut jikalau PFF menyetujui revisi konstitusi yang tersebut diusulkan.

    Keputusan FIFA ini menegaskan komitmen organisasi yang disebutkan di menegakkan aturan juga menjaga integritas sepak bola di dalam seluruh dunia. Sanksi yang diberikan menunjukkan bahwa FIFA tak akan mentoleransi pelanggaran yang tersebut bertentangan dengan regulasi yang mana sudah pernah ditetapkan.

    Absennya ketiga negara ini dari Piala Planet 2026 menjadi peringatan serius bagi federasi sepak bola lainnya untuk lebih lanjut berhati-hati pada mengurus organisasi mereka. Kepatuhan terhadap aturan FIFA sangat penting agar setiap negara masih mampu berpartisipasi di kompetisi internasional.

  • Waduh! Jairo Riedewald Punya 3 Caps Timnas Belanda, Apakah Boleh Main pada Timnas Indonesia?

    Waduh! Jairo Riedewald Punya 3 Caps Timnas Belanda, Apakah Boleh Main pada Timnas Indonesia?

    ligapedianews.com Pertanyaan mengenai kelayakan Jairo Riedewald menguatkan Timnas Indonesia di tempat era Patrick Kluivert merupakan hal menarik kemudian perlu dibahas secara mendalam. Kenapa menarik? Karena beliau pernah membela kelompok nasional senior Belanda sebanyak tiga kali.

    Ketiga penampilan Jairo Riedewald sama-sama Timnas Belanda terjadi di dalam Kualifikasi Piala Eropa 2016. Saat itu, pemain serbabisa ini bermain menghadapi Islandia, Turki, juga Republik Ceko.

    Pertandingan yang dimaksud dijalankan pada September lalu Oktober 2015. Saat itu, Jairo Riedewald memulai debutnya dengan Timnas Belanda di area usia 18 tahun, 11 bulan, serta 28 hari.


    Berdasarkan regulasi FIFA Pasal 9 Poin C, yang mana diperbarui pada 2021 menyebutkan batas maksimal pribadi pemain mampu pindah asosiasi. Pemain sanggup mengubah kewarganegaraan jikalau tak pernah bermain tambahan dari 3 kali di tempat laga kompetitif untuk timnas suatu negara.

    Aturan kedua adalah pemain harus berusia di tempat bawah 21 tahun pada waktu membela timnas negara tersebut. Jika pemain berusia di tempat menghadapi 21 tahun pada waktu membela negara tersebut, maka pemain itu tidaklah diperbolehkan untuk berpindah negara.


    Mengacu pada regulasi tersebut, maka Jairo Riedewald dipastikan bisa saja membela Timnas Indonesia lantaran memenuhi aturan naturalisasi FIFA tersebut. Sekarang penggemar tinggal menanti proses naturalisasi pemain berusia 28 tahun tersebut.

    Diharapkan, proses naturalisasi Jairo Riedewald rampung serta ia segera mengucap sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sebelum laga lanjutan fase Grup A putaran ketiga Kualifikasi Piala Global 2026 zona Asia, melawan Australia juga Bahrain. Dua laga krusial itu dijadwalkan berlangsung pada Maret 2025 mendatang.

  • FIFA Jatuhkan Denda Rp179 Juta ke Timnas Indonesia, Kasus Apa?

    FIFA Jatuhkan Denda Rp179 Juta ke Timnas Indonesia, Kasus Apa?

    Federasi Sepak Bola Planet ( FIFA ) resmi menjatuhkan sanksi kemudian denda untuk banyak pelanggaran yang mana dijalankan Timnas Indonesia. Ada empat pelanggaran yang digunakan melibatkan Timnas Indonesia .

    Melansir rilis resmi FIFA, sanksi pertama adalah hukuman berdasarkan Artikel 14 Kode Disiplin FIFA, akibat Timnas Indonesia telat memasuki lapangan sebelum pertandingan melawan Australia, 10 September 2024 lalu. Atas pelanggaran ini, FIFA hanya saja menghukum Timnas Indonesia dengan teguran.

    Kemudian, sanksi selanjutnya adalah Timnas Indonesia melakukan pelanggaran yang dimaksud sebanding ketika berhadapan dengan China pada 15 Oktober 2024 lalu. Kali ini, Timnas Indonesia ditegur serta terkena denda 10.000 Franc Swiss atau sekitar Rp179 juta.

    Sanksi ketiga lalu keempat berkaitan dengan staff kemudian pasukan kepelatihan Timnas Indonesia. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji melanggar Artikel 14.1 Kode Disiplin FIFA. Dalam rilis resmi, dituliskan Sumardji ‘Misconduct’ yang digunakan kemungkinan berkaitan dengan menentang kerasnya pada laga melawan Bahrain pada 10 Oktober 2024 lalu.

    Sumardji terkena skors satu pertandingan kemudian denda sebesar 5.000 Franc Swiss atau sekira Rp89,5 juta. Dalam pertandingan melawan Bahrain, Sumardji juga diketahui mendapat kartu merah oleh sebab itu memprotes kepemimpinan wasit yang dianggap tak adil.

    Sanksi terakhir didapat oleh asisten instruktur Shin Tae-yong, Kim Jong-jin. Sama seperti Sumardji, Kim melanggar Artikel 14.1 Kode Disiplin FIFA pada pertandingan melawan Bahrain.


    Dia pun terkena hukuman skors empat pertandingan kemudian denda 5.000 Franc Swiss atau sekitar Rp89,5 juta. Belum diketahui apakah Timnas Indonesia melalui PSSI bisa saja mengajukan banding untuk banyak pelanggaran ini.

    Ada pun ketika ini, Timnas Indonesia sedang bersiap untuk melakoni dua pertandingan kandang melawan Jepun kemudian Arab Saudi. Skuad Garuda akan menjamu dua regu itu pada Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Ibukota pada 15 lalu 19 November 2024.

  • Sejarah FIFA serta perkembangannya

    Sejarah FIFA serta perkembangannya

    Ibukota –

    Federation Internationale de Football Association (FIFA) atau federasi asosiasi sepak bola internasional, didirikan pada 21 Mei 1904 di area Paris, Prancis. Sebagai otoritas global pada sepak bola, FIFA memainkan peran penting di menjalankan juga memajukan olahraga ini secara internasional. FIFA berpusat pada Zurich, Swiss, kemudian mencakup 211 asosiasi sepak bola nasional.

    Sebagai badan pengatur utama di sepak bola, FIFA bertanggung jawab untuk menetapkan peraturan permainan, menetapkan standar bagi wasit kemudian pelatih, mengawasi transaksi pemain internasional, menyelenggarakan Piala Global dan juga kejuaraan internasional lainnya, juga mengiklankan pengembangan olahraga sepak bola di area seluruh dunia.

    FIFA miliki pengaruh besar pada pengembangan sepak bola global, tidak ada belaka melalui penyelenggaraan kejuaraan besar tetapi juga melalui berbagai inisiatif pengembangan sepak bola di dalam tingkat grassroots.

    Sejarah awal berdirinya FIFA

    Ide untuk mendirikan FIFA muncul dari keinginan beberapa negara Eropa untuk menyatukan berbagai asosiasi sepak bola yang mana ada pada waktu itu. Dalam pertemuan di dalam Paris, tujuh negara, yaitu Prancis, Belgia, Inggris, Swiss, Spanyol, Italia, serta Denmark, setuju untuk membentuk sebuah federasi internasional.

    FIFA didirikan dengan tujuan utama untuk mengatur peraturan permainan, menyelenggarakan kompetisi internasional, kemudian memperkenalkan olahraga sepak bola secara global. Tujuh negara yang disebutkan lalu mendirikan FIFA dalam Paris pada tahun 1904.

    Enam tahun setelahnya didirikan, organisasi ini memperluas jangkauannya dengan menerima Afrika Selatan sebagai negara non-Eropa pertama yang digunakan bergabung.

    Pada konferensi pendirian, Robert Guérin, individu jurnalis Prancis yang tersebut mengatur inisiatif pembentukan FIFA, terpilih sebagai presiden pertama dan juga menjabat hingga tahun 1906.

    Sejak ketika itu, organisasi ini telah dilakukan dipimpin oleh tujuh presiden, termasuk Jules Rimet yang mana mengawasi selama 33 tahun dari 1921 hingga 1954.

    Saat ini, Gianni Infantino dari Italia menjabat sebagai presiden pasca terpilih pada Kongres FIFA tahun 2016 juga masih memegang sikap yang disebutkan hingga kini.

    FIFA sudah pernah tumbuh menjadi organisasi yang digunakan mengatur pertandingan internasional lalu mengatur pengembangan sepak bola di area seluruh dunia. Saat ini, FIFA terdiri dari 211 asosiasi nasional.

    Setiap asosiasi nasional tergabung di konfederasi regional sesuai benua: CAF (Afrika), AFC (Asia serta Australia), UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan juga Karibia), OFC (Oseania), dan juga CONMEBOL (Amerika Selatan).

    FIFA pertama kali menyelenggarakan Piala Bumi pertamanya pada Uruguay, disertai oleh 13 regu nasional diantaranya kelompok nasional dari Amerika Selatan, Eropa, kemudian Amerika Utara. Sejak ketika itu, Piala Bumi menjadi salah satu acara paling dinantikan oleh para penggemar olahraga setiap empat tahun sekali.

    Saat ini, FIFA bertugas menegaskan bahwa kompetisi sepak bola profesional di area seluruh dunia berlangsung dengan baik kemudian lancar. Selain itu, FIFA juga bertanggung jawab merancang aturan juga ketentuan permainan sepak bola, dan juga mengatur perangkat pendukung serta infrastruktur yang mana diperlukan.

    Sebagai federasi sepak bola terbesar dalam dunia, nyatanya FIFA tidaklah terlepas dari hal kontroversi. Organisasi ini rutin menghadapi kritik, teristimewa terkait pemilihan negara tuan rumah Piala Dunia. Italia, yang digunakan menjadi tuan rumah pada tahun 1934, mendapat kritik lantaran dianggap mengesahkan pemerintahan fasis di area bawah diktator Benito Mussolini.

    Lalu, pada tahun 2018 serta 2022, Rusia juga Qatar terpilih sebagai tuan rumah, kemudian langkah ini menuai kritik terkait dengan kebijakan intoleransi terhadap komunitas LGBT, invasi Rusia ke Krimea, dan juga tuduhan perlakuan buruk terhadap pekerja pada Qatar.

    FIFA juga pernah menghadapi tuduhan penyimpangan keuangan, termasuk kecurangan lalu pencucian uang. Pada tahun 2010, Chuck Blazer, kepala CONCACAF, menjadi target penyelidikan oleh Biro Investigasi Federal Negeri Paman Sam (FBI) dikarenakan menerima suap terkait dengan pertandingan Piala Global Pria 1998 serta 2010. Blazer mengaku bersalah dan juga menjadi informan terhadap pejabat FIFA yang dimaksud terlibat korupsi.

    Skandal korupsi FIFA 2015 mencuat ketika Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengeluarkan dakwaan pidana dengan 47 tuduhan terhadap tujuh pejabat FIFA yang dimaksud diduga menerima suap sebesar $150 jt selama dua dekade.

    Selanjutnya, lebih lanjut dari dua lusin eksekutif pemasaran olahraga serta pejabat tinggi FIFA terlibat pada skema suap terkait pemberian hak tuan rumah Piala Planet Pria 2018 terhadap Rusia juga Piala Bumi Pria 2022 untuk Qatar.

    Menanggapi krisis tersebut, FIFA meluncurkan beberapa reformasi untuk meningkatkan transparansi serta tata kelola, termasuk pembentukan Komite Audit juga Kepatuhan pada tahun 2016.

    Selain itu, wadah streaming Netflix meluncurkan seri dokumenter berjudul FIFA Uncovered yang mengeksplorasi berbagai hambatan internal FIFA sebagai organisasi sepak bola dunia.

    Seri yang terdiri dari empat episode ini mengungkap sisi gelap FIFA yang dimaksud terkait dengan politik, suap, serta kegiatan ilegal. Kebobrokan FIFA disebutkan sudah dimulai sejak era kepemimpinan Presiden FIFA, Joao Havelange, pada tahun 1970-an.

  • Jangka Waktu waktu pertandingan kemudian ukuran lapangan sepak bola

    Jangka Waktu waktu pertandingan kemudian ukuran lapangan sepak bola

    Ibukota Indonesia –

    Sepak bola merupakan salah satu olahraga paling populer lalu digemari oleh publik dari berbagai kalangan usia. Permainan ini diatur oleh banyak regulasi dasar, termasuk jumlah agregat pemain, ukuran lapangan, lalu durasi pertandingan.

    Dalam sepak bola, setiap kelompok terdiri dari sebelas pemain. Kedua pasukan bertujuan mencetak gol sebanyak kemungkinan besar ke gawang lawan tanpa menggunakan tangan.

    Perlu diketahui sebelumnya, secara umum peraturan di sepak bola harus mengikuti standar yang ditetapkan oleh FIFA. Namun, untuk pelaksanaan pertandingan, aturan ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB).

    Lalu, berapa lama durasi pertandingan sepak bola, termasuk waktu normal serta tambahan penalti? Selain itu, berapa ukuran lapangan sepak bola? Berikut penjelasannya.

     

    Durasi waktu pertandingan

     

    Dalam pertandingan sepak bola, durasi waktu pertandingan terbagi menjadi beberapa fase yang tersebut penting. Pertarungan umumnya berlangsung selama 90 menit, terbagi menjadi dua sesi masing-masing 45 menit (2×45 menit).

     

    Pada setiap babak, wasit dapat menambahkan waktu tambahan atau injury time, yang digunakan bertujuan untuk mengkompensasi jeda permainan akibat cedera atau gangguan lainnya.

     

    Pemain sepak bola berhak mendapatkan jeda waktu selama bukan lebih lanjut dari 15 menit di tempat antara putaran pertama juga kedua. Selain itu, jeda singkat untuk minum, tidak ada lebih tinggi dari satu menit, diperbolehkan selama putaran pertama atau perpanjangan waktu. Waktu jeda putaran pertama ditentukan oleh peraturan kompetisi serta semata-mata bisa saja diubah dengan izin wasit.

     

    Wasit juga memberikan waktu tambahan untuk mengakomodasi berbagai situasi yang digunakan menyebabkan waktu bermain hilang, seperti substitusi, penilaian cedera, membuang-buang waktu, sanksi disiplin, istirahat medis, pemeriksaan VAR, perayaan gol, lalu penundaan lainnya.

     

    Waktu tambahan minimum yang digunakan ditetapkan oleh wasit diberitahukan pada akhir setiap fase juga dapat ditambah tetapi tak dikurangi. Wasit tidak ada diperbolehkan mengubah durasi putaran kedua untuk mengkompensasi kesalahan pencatatan waktu pada fase pertama.

    Jika pertandingan berakhir dengan skor imbang setelahnya 90 menit, maka akan dilanjutkan ke putaran tambahan. Babak tambahan ini terdiri dari dua periode masing-masing 15 menit, yang digunakan dikenal sebagai extra time.

    Jika hasil tetap saja imbang pasca fase tambahan, maka pertandingan akan dilanjutkan dengan adu penalti. Adu penalti dijalankan dengan rangkaian tendangan dari titik penalti, di tempat mana pasukan yang digunakan berhasil mencetak gol terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.

    Ukuran lapangan

    Ukuran lapangan sepak bola ditetapkan oleh FIFA sebagai organisasi resmi yang mengatur olahraga ini di dalam seluruh dunia. Ukuran yang dimaksud mencakup panjang, lebar, bentuk, juga ukuran gawang. Berikut adalah rincian ukuran lapangan sepak bola menurut standar FIFA:

    – Panjang lapangan: 90-120 meter
    – Lebar lapangan: 54-90 meter
    – Bentuk: Persegi panjang dengan perbandingan panjang juga lebar 2:1
    – Garis lingkaran tengah: Diameter 9,15 meter, terletak dalam sedang lapangan
    – Kotak penalti:
    * Besar: Panjang 20-45 meter dan juga lebar 16-19 meter
    * Kecil: Panjang 18 meter kemudian lebar 5,5 meter

     

    – Gawang: Tinggi 2,4 meter lalu lebar 7,3 meter, dengan perbandingan 3:2

     

    Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola memiliki panjang antara 100-120 meter juga lebar 65-75 meter. Di berada dalam kedua ujung lapangan terdapat gawang berbentuk persegi empat dengan lebar 7,32 meter kemudian tinggi 2,44 meter.

     

    Pada depan gawang terdapat area penalti yang mana berjarak 16,5 meter dari gawang. Area ini menentukan batas dalam mana kiper boleh menggunakan tangan dan juga menjadi dasar tindakan mengenai pemberian tendangan penalti untuk pelanggaran.

     

    Pengaturan ukuran lapangan sepak bola memberikan fleksibilitas untuk strategi permainan sambil menegaskan lapangan dapat digunakan dengan efektif di berbagai kondisi cuaca serta lokasi. Standar ini juga mempertimbangkan keinginan ruang pada sekitar lapangan untuk menjaga keselamatan pemain dan juga ofisial.

     

    Aturan ukuran lapangan standar FIFA ini menjamin bahwa setiap pertandingan, baik di area liga domestik maupun kompetisi internasional, dilangsungkan dengan kualitas yang tersebut konsisten dan juga fair.

     

  • Daftar nama-nama klub sepak bola Indonesia dan juga asalnya

    Daftar nama-nama klub sepak bola Indonesia dan juga asalnya

    Ibukota –

    Sepak bola adalah olahraga yang digunakan sangat digemari di tempat seluruh dunia, termasuk di tempat Indonesia. Negara ini memiliki berbagai klub sepakbola besar dengan basis penggemar setia dalam setiap provinsinya.

    Klub-klub sepakbola dalam Indonesia tidak ada cuma berfungsi sebagai kelompok olahraga, tetapi juga sebagai simbol identitas dan juga kebanggaan lokal.

    Dari barat hingga timur nusantara, masing-masing klub miliki sejarah yang mana mendalam lalu dukungan penggemar yang dimaksud kuat. Klub-klub terkenal seperti Persija Jakarta, Arema FC, Persib Bandung dan juga Persebaya Surabaya menggambarkan kekayaan budaya kemudian semangat kompetitif yang tersebut ada dalam Indonesia.

    Dengan demikian, berikut merupakan beberapa klub sepak bola terkenal di dalam Indonesia, baik dari Kejuaraan 1 maupun Kompetisi 2, yang wajib diketahui oleh seluruh penggemar di tempat Tanah Air, antara lain:

    Daftar klub sepak bola Indonesia

     

    Liga 1 Indonesia

     

    Berikut merupakan klub-klub yang mana bermain pada Kompetisi 1 2023-2024:

     

    1. Klub: Arema FC

     

    – Kepanjangan: Arema Football Club
    – Daerah: Wilayah Malang

     

    2. Klub: Bali United FC

    – Kepanjangan: Bali United Football Club​​​​​​​
    – Daerah: Kota Gianyar

     

    3. Klub: Bhayangkara Presisi Indonesia FC

    – Kepanjangan: Bhayangkara Presisi Indonesia Football Club​​​​​​​
    – Daerah: Daerah Perkotaan Bekasi

    4. Klub: Borneo Samarinda FC

    – Kepanjangan: Borneo Samarinda Football Club​​​​​​​
    – Daerah: Perkotaan Samarinda

     

    5. Klub: Dewa United FC

    – Kepanjangan: Dewa United Football Club​​​​​​​
    – Daerah: Daerah Tangerang

    6. Klub: Madura United FC

     

    – Kepanjangan: Madura United Football Club
    ​​​​​​​- Daerah: Kota Pamekasan

     

    7. Klub: Persebaya

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Surabaya
    – Daerah: Daerah Perkotaan Surabaya

    8. Klub: Persib

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung
    – Daerah: Perkotaan Bandung

    9. Klub: Persija

     

    Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta
    Daerah: Perkotaan Administrasi DKI Jakarta Pusat

    10. Klub: Persik

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Kediri

     

    – Daerah: Pusat Kota Kediri

     

    11. Klub: Persikabo 1973

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Wilayah Bogor 1973

     

    – Daerah: Daerah Bogor

     

     

     

    12. Klub: Persis

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Surakarta

     

    – Daerah: Pusat Kota Solo

     

     

     

    13. Klub: Persita

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Tangerang

     

    – Daerah: Kota Tangerang

     

     

     

    14. Klub: PS Barito Putera

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Barito Putera

     

    – Daerah: Daerah Perkotaan Banjarmasin

     

     

     

    15. Klub: PSIS

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang

     

    – Daerah: Daerah Perkotaan Semarang

     

     

     

    16. Klub: PSM

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Makassar

     

    – Daerah: Perkotaan Makassar

     

     

     

    17. Klub: PSS

     

    – Kepanjangan: Perserikatan Sepakbola Sleman

     

    – Daerah: Daerah Sleman

     

     

     

    18. Klub: RANS Nusantara FC

     

    – Kepanjangan: Raffi Ahmad Nagita Slavina Nusantara Football Club

     

    – Daerah: Perkotaan Ibukota Indonesia Pusat

     

     

     

    Liga 2 Indonesia

     

     

     

    Berikut merupakan klub-klub yang dimaksud bermain di tempat Kejuaraan 2 2023-2024:

     

     

     

    1. Klub: FC Bekasi City

     

    – Kepanjangan: Football Club Bekasi City

     

    – Daerah: Daerah Perkotaan Bekasi

     

     

     

    2. Klub: Deltras Sidoarjo

     

    – Kepanjangan: Delta Raya Sidoarjo Football Club

     

    – Daerah: Kota Sidoarjo

     

     

     

    3. Klub: Gresik United

     

    – Kepanjangan: Gresik United Football Club

     

    – Daerah: Daerah Gresik

     

     

     

    4. Klub: Kalteng Putra

     

    – Kepanjangan: Kalimantan Tengah Putra

     

    – Daerah: Perkotaan Palangka Raya

     

     

     

    5. Klub: Malut United

     

    – Kepanjangan: Maluku Utara United

     

    – Daerah: Pusat Kota Ternate

     

     

     

    6. Klub: Nusantara United FC

     

    – Kepanjangan: Nusantara United Football Club

     

    – Daerah: Nusantara

     

     

     

    7. Klub: Persekat

     

    – Kepanjangan: Perserikatan Sepakbola Kota Tegal

     

    – Daerah: Kota Tegal

     

     

     

    8. Klub: Persela

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Lamongan

     

    – Daerah: Daerah Lamongan

     

     

     

    9. Klub: Perserang

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Serang

     

    – Daerah: Kota Serang

     

     

     

    10. Klub: Persewar

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Waropen

     

    – Daerah: Daerah Waropen

     

     

     

    11. Klub: Persiba

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Balikpapan

     

    – Daerah: Daerah Perkotaan Balikpapan

     

     

     

    12. Klub: Persijap

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Jepara

     

    – Daerah: Daerah Jepara

     

     

     

    13. Klub: Persipa

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Pati

     

    – Daerah: Daerah Pati

     

     

     

    14. Klub: Persipal BU

     

    – Kepanjangan: Persipal Babel United

     

    – Daerah: Daerah Perkotaan Palu

     

     

     

    15. Klub: Persipura Jayapura

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Jayapura

     

    – Daerah: Perkotaan Jayapura

     

     

     

    16. Klub: Persiraja Banda Aceh

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Kutaraja Banda Aceh

     

    – Daerah: Daerah Perkotaan Banda Aceh

     

     

     

    17. Klub: PSBS

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Biak Sekitarnya

     

    – Daerah: Daerah Biak Numfor

     

     

     

    18. Klub: PSCS

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Cilacap Sekitarnya

     

    – Daerah: Wilayah Cilacap

     

     

     

    19. Klub: PSDS

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Deli Serdang

     

    – Daerah: Wilayah Deli Serdang

     

     

     

    20. Klub: PSIM

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram

     

    – Daerah: Perkotaan Yogyakarta

     

     

     

    21. Klub: PSKC

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Daerah Perkotaan Cimahi

     

    – Daerah: Pusat Kota Cimahi

     

     

     

    22. Klub: PSMS

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya

     

    – Daerah: Perkotaan Medan

     

     

     

    23. Klub: PSPS

     

    – Kepanjangan: Persatuan Sepakbola Pekanbaru Sekitarnya

     

    – Daerah: Pusat Kota Pekanbaru

     

     

     

    24. Klub: Sada Sumut

     

    – Kepanjangan: Sada Sumatera Utara Football Club

     

    – Daerah: Daerah Karo

     

     

     

    25. Klub: Semen Padang FC

     

    – Kepanjangan: Semen Padang Football Club

     

    – Daerah: Pusat Kota Padang

     

     

     

    26. Klub: Sriwijaya FC

     

    – Kepanjangan: Sriwijaya Football Club

     

    – Daerah: Perkotaan Palembang

     

     

     

    27. Klub: Sulut United

     

    – Kepanjangan: Sulawesi Utara United

     

    – Daerah: Pusat Kota Manado