Tag: fiersa besari

  • 10 Anggota Rombongan Fiersa Besari yang digunakan Mendaki Puncak Carstensz, 2 Meninggal Bumi

    10 Anggota Rombongan Fiersa Besari yang digunakan Mendaki Puncak Carstensz, 2 Meninggal Bumi

    Ligapedianews,com JAKARTA – Musisi Fiersa Besari selamat pada pada waktu mendaki Puncak Carstensz, Papua pada Jumat, 28 Februari 2025. Ia dievakuasi oleh regu penyelamat dari lokasi pendakian dengan beberapa pendaki lainnya.

    Diberitakan sebelumnya, Fiersa memang benar masuk rombongan pendaki yang digunakan mengalami insiden di dalam Puncak Carstensz . Setelah beberapa waktu dikhawatirkan kondisinya, pelantun lagu Waktu yang digunakan Salah itu akhirnya mengunggah sebuah tweet di tempat X miliknya pada Mulai Pekan (3/3/2025), guna menyampaikan kabar terkini.

    10 Anggota Rombongan Fiersa Besari yang mana Mendaki Puncak Carstensz

    Dihimpun dari berbagai sumber, total anggota pasukan ekspedisi Puncak Carstensz diketahui berjumlah sebanyak 15 orang. Masing-masing terdiri berhadapan dengan 10 pendaki dan juga lima pemandu gunung profesional.

    Selain itu, dari 10 pendaki yang dimaksud naik, terdapat tiga di area antaranya warga negara asing (WNA). Masing-masing dua dari Turki, serta satu Rusia. Berikut daftar lengkapnya.

    10 Anggota Rombongan Fiersa Besari yang tersebut Mendaki Puncak Carstensz, 2 Meninggal Dunia

    Foto/Instagram Fiersa Besari

    Pendaki

    1. Fiersa Besari
    2. Indira Alaika
    3. Furki
    4. Elsa Laksono
    5. Lilie Wijayanti Poegiono
    6. Saroni
    7. Ludy Hadiyanto
    8. WNA Turki
    9. WNA Turki
    10. WNA Rusia

    Pemandu

    1. Nurhuda
    2. Alvin Pertama
    3. Arlen Kolinug
    4. Jeni Dainga
    5. Ruslan

    Namun, perlu diketahui bahwa ada dua pendaki dari nama-nama di area menghadapi yang mana meninggal dunia pada waktu pendakian akibat hipotermia ketika turun dari Puncak Carstensz pada 1 Maret 2025. Mereka adalah Lilie Wijayanti Poegiono serta Elsa Laksono.

  • Profil Aqia Nurfadla, Istri Fiersa Besari yang Menanti Kepulangan sang Suami dari Puncak Carstensz

    Profil Aqia Nurfadla, Istri Fiersa Besari yang Menanti Kepulangan sang Suami dari Puncak Carstensz

    Ligapedianews,com JAKARTA – Aqia Nurfadla , istri Fiersa Besari menjadi sorotan setelahnya dengan penuh harap menanti kepulangan sang suami dari Puncak Carstensz, Papua. Musisi yang dimaksud mendaki sama-sama pendaki lainnya, yang mana mana dua di area antaranya meninggal dunia disebabkan hipotermia akibat cuaca buruk.

    Perempuan kelahiran Bandung ini pun menunjukkan ketegaran setelahnya sempat hilang kontak dengan Fiersa Besari . Profilnya sebagai manusia istri, sekaligus ibu pun secara langsung menarik perhatian publik.

    Berikut profil Aqia Nurfadla dirangkum dari berbagai sumber, Hari Senin (3/3/2025).

    Profil Aqia Nurfadla

    Profil Aqia Nurfadla, Istri Fiersa Besari yang mana Menanti Kepulangan sang Suami dari Puncak Carstensz

    Foto/Instagram @aqianr

    Aqia Nurfadla lahir pada 23 April 1995 di tempat Bandung, Jawa Barat, menjadikannya berusia 30 tahun pada tahun 2025. Beragama Islam, ia menjalani keberadaan yang tersebut relatif tertutup dari sorotan media sebelum menikah dengan Fiersa.

    Nama lengkapnya, Siti Aqia Nurfadla, mencerminkan akar budaya Sunda yang digunakan kuat, meskipun detail mengenai latar belakang keluarganya tak banyak terungkap ke publik.

    Pertemuan dengan sang suami terjadi secara bukan sengaja dalam Stasiun Kroya, Jawa Tengah, yang kemudian menginspirasi panggilan akrab Mbak Kroya dari suaminya. Kisah pertemuan ini rutin menjadi unsur cerita romantis pasangan yang dimaksud pada berbagai kesempatan, menunjukkan betapa momen kebetulan yang dimaksud menjadi titik balik pada hidup merek berdua.

    Pendidikan serta Karier

    Meskipun informasi mengenai latar belakang sekolah Aqia tak berbagai diungkap, aktivitasnya di dalam media sosial kemudian kanal YouTube pribadi menunjukkan minat yang kuat di bidang kreatif lalu petualangan.

  • 3 Fakta Fiersa Besari Selamat dari Cuaca Negatif Puncak Carstensz, Sempat Umumkan Hiatus

    3 Fakta Fiersa Besari Selamat dari Cuaca Negatif Puncak Carstensz, Sempat Umumkan Hiatus

    Ligapedianews,com JAKARTA – Fiersa Besari mengungkap ucapan pasca dirinya terlibat pada rombongan pendakian Gunung Carstensz dalam Timika, Papua. Namun, pendakian ini menimbulkan dua orang mengalami hipotermia hingga meninggal dunia. Mereka adalah Lilie Wijayati Poegiono dan juga Elsa Laksono.

    Fiersa Besari berhasil selamat dari cuaca buruk yang digunakan melanda Puncak Carstensz, pada waktu ekspedisinya pada akhir Februari 2025. Dia kemudian rekannya, Furky Syahroni, mampu bertahan serta mencapai basecamp Yellow Valley dengan selamat pada 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT.

    Fiersa Besari yang menjadi sorotan pun menyebabkan berbagai orang penasaran tentang sosoknya. Ada beberapa fakta menarik tentang Fiersa Besari. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya, Hari Senin (3/3/2025).

    3 Fakta Fiersa Besari Selamat dari Cuaca Negatif Puncak Carstensz, Sempat Umumkan Hiatus

    Fakta Fiersa Besari yang mana Selamat dari Cuaca Tidak Baik Puncak Carstensz

    1. Musisi serta Penulis Buku

    Fiersa Besari terkenal di dalam bidang hiburan berkat karya-karyanya yang dimaksud menakjubkan. Dia dikenal sebagai salah satu musisi ternama Tanah Air lewat lagu-lagunya yang mana syahdu juga bikin nyaman pendengar.

    Beberapa lagu ciptaannya seperti Celengan Rindu, Waktu Yang Salah, Pelukku untuk Pelikmu, hingga Ada Selamanya begitu hits juga didengarkan para pecinta musik Indonesia.

    Fiersa juga merupakan pribadi penulis novel. Beberapa buku seperti Garis Waktu, Konspirasi Alam Semesta serta Catatan Juang merupakan hasil karya tangannya.

    2. Hobi Mendaki Gunung

    Selain sebagai musisi, Fiersa Besari juga dikenal sebagai pria yang gemar mendaki gunung. Ia kerap membagikan keseruan juga momen natural pada waktu sedang berada di dalam sedang alam.

    Fiersa bahkan memiliki kanal YouTube, Fiersa Besari yang digunakan berisikan perjalanannya selama mendaki beberapa gunung dalam Indonesia hingga luar negeri. Kecintaannya pada alam pun kerap menginspirasi berbagai orang.

    3. Sempat Umumkan Hiatus

    Satu lagi fakta sosok Fiersa Besari ialah sempat mengumumkan hiatus dari dunia musik Indonesia. Awal tahun 2025 ini, penyanyi 41 tahun itu mengungkapkan ingin rehat dari kegiatan manggung dan juga fokus pada keluarganya.

    Setelah mengumumkan hiatus, Fiersa nampaknya masih ingin menikmati keindahan alam. Ia pun memutuskan mendaki gunung Carstensz dalam Timika, Papua pasca menyeberangi perizinan juga persiapan yang digunakan matang.

  • 5 Gunung yang Pernah Ditaklukkan Fiersa Besari, Cocok untuk Pemula

    5 Gunung yang Pernah Ditaklukkan Fiersa Besari, Cocok untuk Pemula

    Ligapedianews,com JAKARTA – Gunung yang digunakan pernah ditaklukkan Fiersa Besari cukup banyak, terakhir, musisi dengan segudang lagu hits ini menjadi menyebar usai selamat pada waktu mendaki Puncak Carstensz, Papua pada Jumat, 28 Februari 2025. Fiersa Besaridievakuasi oleh kelompok penyelamat dari lokasi pendakian sama-sama beberapa pendaki lainnya.

    Lepas dari kejadian tersebut, Fiersa Besari memang sebenarnya suka naik gunung. Berbagai gunung kerap ditaklukkannya. Bahkan, ia mengenal gunung yang digunakan mudah lalu sulit untuk didaki.

    Di YouTube, musisi kemudian penulis lagu dengan syarat Bandung ini berbagi gunung yang dimaksud pernah ditaklukkan, tapi sangat cocok untuk pemula lantaran jalur pendakiannya yang digunakan bukan sulit serta rintangannya yang tiada berat.

    Gunung yang mana Pernah Ditaklukkan Fiersa Besari

    1. Gunung Sindoro

    Gunung Sindoro yang mana bertetangga dengan Gunung Sumbing ini memiliki ketinggian 3.136 mdpl. Fiersa Besari menyatakan jalur pendakian gunung ini tidak ada terlalu sulit. Bahkan, untuk memudahkan pendakian, mampu naik ojek dari basecamp hingga ke pos satu. Sementara, pada jalur menuju puncak juga berbagai warung untuk sekadar istirahat atau membeli makanan.

    Sampai di tempat atas, tepatnya di dalam pos sunrise lebih tinggi apik ketimbang dilihat dari puncak. Tapi mencapai puncak juga nggak kalah menarik. Terlihat gunung-gunung tetangga Sindoro.

    “Kenangan adalah hal berbahaya bagi orang-orang yang tersebut belum merelakan. Tapi kita harus dapat membedakan antara kembali untuk memperbaiki kesalahan, dengan kembali untuk mengulangi kesalahan. Maka itu, kami kembali ke Gunung Sindoro dengan persiapan yang digunakan lebih besar matang,” tulisnya di tempat Instagram.

    2. Gunung Papandayan

    Papandayan juga pernah ditaklukkan Fiersa Besari lalu cocok untuk pemula. Gunung yang mana terletak dalam Garut, Jawa Barat ini menurut Fiersa mempunyai jalur yang mana menyenangkan oleh sebab itu relatif mudah dengan ketinggian ideal, khususnya bagi yang mana baru pertama kali nanjak. Ketinggian Gunung Papandayan ini sekira 2.622 mdpl.

    3 Gunung Ijen

    Gunung Ijen tersohor dengan api birunya. Menariknya lagi, Gunung Ijen yang tersebut miliki ketinggian 2.386 mdpl ini miliki jalur pendakian yang mana relatif lebih banyak mudah. Pihak pengelola juga sudah ada menciptakan jalan yang sangat nyaman, bahkan menyediakan tangga di area beberapa titik. Di menghadapi gunung ini, tidaklah hanya saja pemadangan indah dari ketinggian, jikalau beruntung, api biru akan terlihat terang.

    4. Gunung Kerenceng

    Gunung Kerenceng terbilang underrated, apabila disandingkan dengan Gunung Papandayan, akibat pemandangan Gunung Kerenceng nggak kalah indah kendati ketinggiannya sangat dalam bawah Gunung Papandayan, yakni sekira 1.736 mdpl.

    Gunung di dalam Wilayah Sumedang ini juga mampu dinaiki pemula. Fiersa cukup paham dengan jalurnya. Namun, sebelum naik, pendaki disarankan untuk menginap dalam jalur pendakian untuk melanjutkan keesokan paginya. Hal ini untuk mengatur strategi agar bisa saja menikmati pesona utama Gunung Kerenceng yang dimaksud kerap diselimuti kabut pada berada dalam sinar mentari terbit.

    5. Gunung Tujuh Jambi

    Di luar pulau Jawa, Fiersa Besari punya rekomendasi untuk pemula, yakni Gunung Tujuh di tempat Jambi. Jalurnya lebih besar ramah dari Gunung Kerinci. Alamnya pun tak kalah. Bahkan, danaunya dinobatkan sebagai danau tertinggi dalam Asia Tenggara. Dengan luas 9,6 km².

  • Fiersa Besari Pulang dari Timika Hari Ini adalah usai Selamat pada Pendakian Puncak Carstensz

    Fiersa Besari Pulang dari Timika Hari Ini adalah usai Selamat pada Pendakian Puncak Carstensz

    Ligapedianews,com JAKARTA – Fiersa Besari akhirnya pulang dari Timika hari ini, Selasa (4/3/2025) setelahnya selamat pada pendakian Puncak Carstensz , Papua yang dimaksud menewaskan dua orang pendaki lainnya. Kepulangan Fiersa dikonfirmasi oleh sang manajer, Rizky Ubaidillah atau Ubay.

    Fiersa Besari , dikatakan Ubay akan melakukan penerbangan dari Timika ke Jakarta. Setelah itu, ia baru akan kembali ke rumahnya dalam Bandung, Jawa Barat.

    “Kemungkinan besok ya (hari ini). Iya (pulang dari Timika ke Jakarta). Insya Allah,” kata Ubay pada waktu dihubungi wartawan melalui arahan singkat pada Senin, 3 Maret 2025.

    Pemilik nama asli Senju Fiersa Besari ini akan meninggalkan Timika menuju Ibukota menggunakan pesawat komersil. Kepulangan ini tertunda satu hari dari rencana awal akibat perlu waktu untuk pemulihan kondisi fisik dan juga administrasi evakuasi.

    Fiersa Besari Pulang dari Timika Hari Ini adalah usai Selamat pada Pendakian Puncak Carstensz

    Foto/Instagram Fiersa Besari

    “Flight biasa. Iya (pulang naik pesawat komersial). Ini adalah info terakhir yang mana saya dapatkan ya,” jelasnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, pelantun Celengan Rindu masuk ke pada rombongan 10 orang pendaki ke Puncak Carstensz. Namun, misi pendakian ini berujung duka pasca dua orang pendaki dengan syarat DKI Jakarta serta Bandung, Elsa Laksono dan juga Lilie Wijayanti Poegiono meninggal dunia akibat hipotermia ketika menuruni puncak tertinggi di area Indonesia itu pada 1 Maret 2025.

    Penyanyi 41 tahun ini mencapai basecamp Yellow Valley dengan selamat pada 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT. Ia kemudian rekannya, Furky Syahroni harus mengawaitu selama dua hari di tempat Yellow Valley akibat cuaca buruk yang tersebut menghambat operasi helikopter penyelamat.

    Akses transportasi udara menjadi satu-satunya jalur evakuasi resmi menuju Timika. Dalam unggahan Instagram pribadinya, ia menjelaskan bahwa kondisi meteorologis ekstrem dalam ketinggian 4.400 MDPL yang disebutkan menciptakan lalu lintas helikopter tidaklah memungkinkan. Proses evakuasi baru mampu dijalankan ketika intensitas badai berkurang pada pagi 3 Maret 2025.