Tag: FIBA

  • Jadwal FIBA 3×3 Women’s Series di Inaspro 3×3 Ibukota 2025

    Jadwal FIBA 3×3 Women’s Series di Inaspro 3×3 Ibukota 2025

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) merilis jadwal pertandingan untuk FIBA 3×3 Women's Series, yang mana menjadi bagian dari pelaksanaan Inaspro 3×3 DKI Jakarta 2025, di tempat Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

    Dalam laman FIBA3x3 yang digunakan dikutipkan di area Jakarta, Kamis, sebanyak enam pasukan akan memulai kejuaraan melalui sesi kualifikasi (qualifying draw) yang digunakan terbagi masing-masing tiga regu di tempat grup A juga B.

    Sedangkan untuk fase utama (main draw), terdiri menghadapi grup A, B, C, lalu D, yang dimaksud diisi masing-masing tiga tim.

    Namun satu di tempat antara tiga regu di grup C juga D, berasal dari masing-masing peringkat pertama grup pada sesi kualifikasi.

    Pada kompetisi bergengsi itu, Indonesia diwakili oleh satu pasukan bernama Jakarta, yang tersebut dengan segera berada dalam grup B, sama-sama Australia lalu Filipina.

    Tim yang dimaksud diisi oleh empat pebasket putri andalan yang dimaksud masuk di daftar nama (rosters), yakni Evelyn Fiyo, Nathasa Debby Christaline, Natasya Amelia Putri juga Valencia Callistan.

    Sementara itu, pengumuman jadwal dari FIBA telah lama menegaskan bahwa sebanyak 16 regu akan berpartisipasi lalu enam di dalam antaranya memulai dari putaran kualifikasi.

    Selain event 3×3 untuk putri, Inaspro 3×3 Ibukota Indonesia 2025 juga berisi program FIBA 3×3 Challenger yang mana juga disertai 16 kelompok untuk kategori putra.

    Berikut jadwal FIBA 3×3 Women's Series:

    Kamis, 24 Juli

    Babak kualifikasi (qualifying draw/QD)

    QD A

    1. Amerika Serikat vs Mongolia, pukul 11.30 WIB.

    2. Thailand vs Mongolia, pukul 12.20 WIB.

    3. Amerika Serikat vs Thailand, pukul 13.10 WIB.

    QD B

    1. Jepun vs Rumania, pukul 11.55 WIB.

    2. Puerto Rico vs Rumania, pukul 12.45 WIB.

    3. Jepun vs Puerto Rico, pukul 13.35 WIB.

    Istirahat pukul 14.00 WIB

    Babak utama

    1. Christchurch vs peringkat pertama QD B, pukul 15.20 Waktu Indonesia Barat (grup D).

    2. Australia vs Jakarta, pukul 15.45 Waktu Indonesia Barat (grup B).

    3. Ulaanbaatar Amazons vs peringkat pertama QD A, pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (grup C).

    4. Spanyol vs Orleans, pukul 16.35 Waktu Indonesia Barat (grup A).

    5. Christchurch vs Singapura, pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat (grup D).

    6. Australia vs Filipina, pukul 17.25 Waktu Indonesia Barat (grup B).

    Istirahat hiburan 17.50 WIB.

    7. Ulaanbaatar Amazons vs Bonn Baskets, pukul 18.00 Waktu Indonesia Barat (grup C).

    8. Spanyol vs Uganda, pukul 18.25 Waktu Indonesia Barat (grup A).

    9. Singapura vs peringkat pertama QD B, pukul 18.50 Waktu Indonesia Barat (grup D).

    Seremoni pengaktifan pukul 19.15 WIB.

    10. Filipina vs Jakarta, pukul 19.45 Waktu Indonesia Barat (grup B).

    11. Bonn Baskets vs peringkat pertama QD A, pukul 20.10 Waktu Indonesia Barat (grup C).

    12. Uganda vs Orleans, pukul 20.35 Waktu Indonesia Barat (grup A).

    Jumat, 25 Juli

    Perempat final
    1. Peringkat pertama grup A vs tempat kedua grup C, pukul 16.10 WIB.

    2. Peringkat pertama grup D vs sikap kedua grup B, pukul 16.35 WIB.

    3. Peringkat pertama grup B vs kedudukan kedua grup D, pukul 17.00 WIB.

    4. Peringkat pertama grup C vs sikap kedua grup A, pukul 17.25 WIB.

    Istirahat hiburan pukul 17.50 WIB

    Semifinal

    1. Pemenang pertama perempat final vs pemenang kedua perempat final, pukul 18.00 WIB.

    2 Pemenang ketiga perempat final vs pemenang keempat perempat final, pukul 18.25 WIB.

    Final

    1. Pemenang semifinal pertama vs pemenang semifinal kedua, pukul 19.20 WIB.

    Pengalungan medali juga seremoni penutupan, pukul 19.45 WIB.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Daftar 16 pasukan serta “rosters” FIBA 3×3 Challenger 2025 di area DKI Jakarta

    Daftar 16 pasukan serta “rosters” FIBA 3×3 Challenger 2025 di area DKI Jakarta

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) telah dilakukan merilis 16 regu juga daftar nama (rosters) pemain yang digunakan akan bermain pada FIBA 3×3 Challenger, dalam Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu-Minggu (26-27) Juli.

    Dalam laman FIBA yang tersebut diambil dalam Jakarta, Kamis, turnamen itu merupakan bagian dari Inaspro 3×3 DKI Jakarta 2025, yang dimaksud juga menyelenggarakan FIBA 3×3 Women's Series lalu dilaksanakan di dalam tempat yang sama, pada Kamis-Jumat (24-25) Juli.

    Ajang Challenger diselenggarakan untuk kategori putra, yang digunakan tiga pasukan di area antaranya berasal dari Indonesia, yaitu Batavia Mandiri, Ibukota Mandiri, dan juga South Ibukota Inaspro.

    Tiga kelompok yang dimaksud mewakili Merah Putih itu, sebagian diisi oleh para pemain Indonesian Basketball League (IBL), seperti Jarron Crump (Satria Muda Pertamina Jakarta), Daffa Dhoifullah (Pacific Caesar Surabaya), juga Ebrahim Enguio Lopez alias Biboy (Tangerang Hawks Basketball).

    Sementara, salah satu nama besar yang dimaksud tampil nanti adalah Guim Exposito.

    Pemain dengan syarat regu Barcelona (Spanyol) itu merupakan pemain terbaik (MVP) di area Piala Planet FIBA 3×3 2025 yang dijalankan pada Ulanbaatar, Mongolia.

    Berikut daftar 16 kelompok partisipan juga rosters pemain yang digunakan akan tampil:

    1. Ibukota Mandiri (Indonesia): Mohammed Aymane Garudi Arip, Yogi Saputra Chan, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, dan juga Jonathan Patrick Alex.

    2. Batavia Mandiri (Indonesia): DeAnte Bernard Barnes, Serigne Modou Kane, Justin Jaya Wiyanto, dan juga Daffa Dhoifullah.

    3. South Ibukota Indonesia Inaspro (Indonesia): Jarron Tevanti Crump, Dame Diagne, Ebrahim Lopez Enguio, serta Reggie William Mononimbar.

    4. Barcelona (Spanyol): Nil Bria, Guim Exposito, Ramon Vila, serta Jaume Zanca.

    5. Miami (Amerika Serikat): Trey Bardsley, Mitch Hahn, Andrew Kelly, dan juga James Parrott.

    6. Riffa (Bahrain): Andrej Cuyvers, Dennis Donkor, Jonas Foerts, dan juga Vic Van Oosterwyck.

    7. Chongming (China): Cameron Forte, Karlis Lasmanis, Xingrui Wu, juga Dianliang Zhang.

    8. Hangzhou (China): Milos Jovanovic, Filip Kaluderovic, Aleksandar Lazic, kemudian Goran Vidovic.

    9. Utrecht (Belanda): Olusheyi Adetunji, Nesta Agasi, Norbert Thelissen, lalu Dimeo van der Horst.

    10. Marijampole Mantinga (Lithuania): Tautvydas Kliucinykas, Gintautas Matulis, Zygimantas Simonis, juga Vytautas Sulskis.

    11. Lugano (Swiss): Grant Audu, Malik Hluchoweckyj, Westher Molteni, kemudian Jose Carlos Zesati Espinoza.

    12. Taipei WanBao (Taiwan): Te Wei Cheng, Petar Ivanovic, Dorde Simeunovic, kemudian Hsin-wei Wang.

    13. Mataro (Spanyol): Javier Beiran, Jordi Boix Colet, Francisco Garrido Teban, dan juga Jordi Juanola.

    14. Bucharest Stinta (Rumania): Artem Lopukhov, Vladyslav Mustiatsa, Robert-Ionut Nanu, kemudian Ovidiu Negoita.

    15. Siliguri IB3L (India): Jonathan Kennedy, Viraj Kulhari, Govinda Prasad Sharma, kemudian Robin Sharma.

    16. Manila Melmac (Filipina): Christian Manaytay, Adeshokan Odou, Matthew David Salem, serta Mac Tallo.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Perbedaan peraturan NBA lalu liga basket lainnya

    Perbedaan peraturan NBA lalu liga basket lainnya

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di tempat dunia, Basket mempunyai beberapa orang peraturan yang berbeda antara liga basket pada umumnya yang tersebut mengikuti aturan Federasi Bola Basket International (FIBA) dengan liga basket Amerika Serikat National Basketball Association (NB).

    Kedua badan itu memiliki standar dan juga regulasi yang agak berbeda, meskipun dasarnya masih sama. Perbedaan-perbedaan peraturan ini mencakup aspek-aspek penting seperti ukuran lapangan, durasi permainan, aturan permainan, hingga teknis peralatan yang mana digunakan.

    Berikut adalah beberapa perbedaan peraturan basket FIBA juga NBA.

    1. Waktu pertandingan

    Perbedaan peraturan basket paling mencolok antara FIBA lalu NBA adalah durasi permainan. Dalam pertandingan FIBA, setiap game terdiri dari empat kuarter yang digunakan masing-masing berdurasi 10 menit sehingga total durasi permainan adalah 40 menit.

    Sementara itu, NBA memiliki empat kuarter dengan durasi masing-masing 12 menit sehingga total waktu permainan menjadi 48 menit. Dengan durasi yang mana lebih besar panjang, pertandingan NBA cenderung lebih lanjut lama dibandingkan pertandingan yang digunakan diatur oleh FIBA.

    2. Ukuran lapangan

    Ukuran lapangan di peraturan FIBA dan juga NBA juga berbeda. Lapangan basket FIBA miliki panjang 28 meter juga lebar 15 meter, sedangkan lapangan NBA tambahan besar dengan panjang 28,65 meter dan juga lebar 15,24 meter.

    Perbedaan itu kemungkinan besar tampak kecil, tetapi, pada konteks kecepatan kemudian pergerakan pemain, ukuran lapangan yang digunakan sedikit lebih lanjut besar dapat mempengaruhi dinamika permainan.

    3. Garis tiga poin

    Garis tiga poin pada NBA tambahan berjauhan dibandingkan FIBA. Pada pertandingan NBA, jarak garis tiga poin adalah 7,24 meter (23 kaki 9 inci) dari keranjang di area bagian tengah, sedangkan di dalam FIBA jaraknya lebih besar pendek, yaitu 6,75 meter (22 kaki 2 inci).

    Jarak yang dimaksud menimbulkan tembakan tiga poin di tempat NBA memerlukan kekuatan kemudian akurasi tambahan melebihi pertandingan basket dalam bawah naungan FIBA.

    4. Waktu serangan (shot clock)

    Kedua organisasi ini sama-sama menerapkan aturan shot clock atau waktu serangan, tetapi dengan sedikit perbedaan di implementasinya.

    Dalam NBA, setiap pasukan miliki waktu 24 detik untuk melakukan serangan. Jika bola menyentuh ring, namun, kelompok yang dimaksud masih menguasai bola, shot clock disetel ulang menjadi 14 detik.

    Pada FIBA, prinsip shot clock juga sebanding dengan 24 detik, namun, penyetelan ulang waktu hanya sekali terjadi apabila ada rebound ofensif juga waktu yang mana diberikan kembali adalah 14 detik, mirip dengan NBA.

    5. Aturan timeout

    Perbedaan peraturan basket lainnya terlihat di aturan timeout. Pada NBA, instruktur diizinkan untuk meminta timeout kapan belaka selama permainan berjalan. Setiap pasukan diberikan tujuh timeout sepanjang pertandingan, dengan beberapa batasan di kuarter keempat.

    Sementara di dalam FIBA, timeout hanya dapat diminta oleh ahli ketika permainan dihentikan kemudian tiap-tiap kelompok hanya sekali miliki lima timeout sepanjang pertandingan (dua di area fase pertama kemudian tiga di tempat sesi kedua). Peraturan timeout berdampak signifikan pada strategi permainan serta stamina pemain.

    6. Defensive three seconds

    ​​​​​​​NBA menerapkan aturan yang dikenal sebagai defensive three seconds, dalam mana orang pemain bertahan tidaklah diperbolehkan berada di dalam area kunci (paint area) selama lebih besar dari tiga detik tanpa mencoba menjaga pemain lawan secara aktif.

    Peraturan itu tak ada di peraturan FIBA sehingga pemain bertahan dapat tinggal di area area kunci selama mungkin saja tanpa pelanggaran, selama tak melakukan pelanggaran lainnya.

    7. Pengaplikasian bola

    Bola yang digunakan digunakan pada pertandingan NBA juga FIBA miliki ukuran yang digunakan sama, tetapi, ada sedikit perbedaan di tekanan udara yang tersebut disarankan.

    Bola NBA biasanya tambahan keras dengan tekanan udara antara 7,5 hingga 8,5 psi (pounds per square inch), sementara di dalam FIBA, tekanan yang diizinkan sedikit tambahan rendah, yaitu 7,4 hingga 8,4 psi.

    Selain itu, bola NBA cenderung memiliki tekstur kemudian lapisan yang mana berbeda dibandingkan bola yang dimaksud digunakan pada kompetisi FIBA.

    8. Pelanggaran dan juga hukuman

    Kedua sistem peraturan memiliki kesamaan pada hal kategori pelanggaran seperti personal foul, technical foul, dan flagrant foul, tetapi, NBA memiliki beberapa aturan tambahan yang digunakan lebih tinggi spesifik.

    NBA memiliki aturan clear path foul, yaitu pelanggaran yang mana terjadi ketika seseorang pemain menyerang memiliki jalur segera ke keranjang tanpa ada pemain bertahan di tempat depannya.

    Meskipun NBA kemudian FIBA sama-sama berakar pada prinsip dasar yang digunakan serupa, perbedaan peraturan basket yang dimaksud merek ciptakan memberikan nuansa permainan yang digunakan berbeda.

    Durasi yang dimaksud lebih tinggi panjang, lapangan yang tersebut tambahan besar, dan juga garis tiga poin yang tersebut lebih banyak jarak jauh menyebabkan NBA terlihat lebih banyak cepat lalu tambahan menonjolkan permainan fisik.

    Sementara aturan FIBA yang dimaksud lebih besar ketat pada timeout dan fleksibilitas pertahanan memberikan permainan yang dimaksud lebih lanjut teknis.