Tag: EVOS Esports

  • EVOS “berebut kue” esport di tempat Indonesia dengan perluas kemitraan

    EVOS “berebut kue” esport di tempat Indonesia dengan perluas kemitraan

    Ligapedianews.com Kami mengamati bidang esport sekarang sangat pesat. Kita tidaklah ngomongin ini niche market lagi tapi mass market

    Jakarta – Organisasi esport EVOS memperluas kemitraan dengan mengumumkan kolaborasi bersatu Chupa Chups Big Babol untuk berebut "kue" prospek kegiatan ekonomi di bidang esport pada Indonesia.

    Head of Commercial EVOS Tony Tham menyatakan bahwa kerjasama yang dimaksud membuka lebih besar sejumlah kemungkinan untuk tidaklah cuma perihal kejuaraan esport tetapi juga gaming-entertainment, ranah yang dimaksud sudah ada dijajaki EVOS.

    "Sebenarnya tambah partner baru telah pasti itu akan menambah secara support kita. Kalau ngomongin secara ekosistem kemudian keseluruhan dari EVOS sendiri penambahan partner ini juga memberikan potensi baru buat kita semakin untuk membuka prospek yang digunakan lain juga pada hal mengeksplorasi dunia esport kemudian memajukan esport di tempat Indonesia," ujar Tony usai konferensi pers di area Jakarta, Rabu.

    Menurut Tony, bidang esport yang digunakan terus bertumbuh juga tak lepas dari dukungan pemerintah di hal ini Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) sebagai induk organisasi esports pada Indonesia.

    "Dari data, Indonesia itu sendiri dari tahun lalu ke tahun ini cuma naik 10 persen. Jadi kalau kita ngomongin dari 2023 ke 2024 itu telah naik 10 persen, memang sebenarnya sudah ada segede itu. Secara viewership belaka dari tahun ke tahun naiknya bisa saja lebih tinggi dari 100 persen."

    Menurut perusahaan riset bursa Statista, pangsa esport di tempat Indonesia diperkirakan akan bertambah sebesar 25,34 persen dari 2019 hingga 2028, mencapai 13,88 jt dolar Negeri Paman Sam pada 2028. Pasar esport di area Indonesia terbagi menjadi beberapa segmen, pada antaranya sponsorship yang tersebut memegang pangsa pangsa yang digunakan signifikan lebih lanjut dari 38 persen pada 2021.

    Terkait dengan kolaborasi dengan Chupa Chups Big Babol, Tony mengungkapkan kerjasama yang disebutkan sebagai upaya untuk mencari cara baru pada memperkaya pengalaman gaming, menciptakan pengalaman unik yang mana memadukan dunia gaming kemudian keseruan menikmati bubble gum.

    Bagi Chupa Chups Big Babol, kerjasama dengan EVOS merupakan kali pertama masuk di bidang esport.

    "Kami mengawasi lapangan usaha esport sekarang sangat pesat. Kita tiada ngomongin ini niche market lagi tapi mass market," kata Marketing Manager Gum, PT Perfetti Van Melle Indonesia, Taufan Haryo Indraswara.

    "Growth-nya double digit kemarin (tahun lalu), lalu kami harapkan lebih tinggi besar dengan kerjasama dengan EVOS," ujar Taufan, menambahkan bahwa market size Chupa Chups Big Babol mencapai triliunan rupiah.

    Kegiatan yang digunakan diadakan oleh EVOS kemudian Chupa Chups Big Babol akan beragam dimulai dari aktivasi media sosial, aktivasi dengan melibatkan EVOS Fams (community) seperti watch party, konten kolaboratif juga akan ada exclusive merchandise kemudian special edition yang dimaksud akan dilaksanakan pada 2025.

  • EVOS rombak besar-besaran jelang MPL ID Season 15

    EVOS rombak besar-besaran jelang MPL ID Season 15

    Ligapedianews.com Targetnya telah pasti harus lolos ke sana (kejuaraan dunia), plus bahkan kalau sanggup juara satu

    Jakarta – Tim esports EVOS melakukan rombak besar-besaran mendekati Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 15.

    Head of Esports Performance EVOS Mohammad Refie Fakhreno usai konferensi pers di area Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa tindakan itu diambil pasca meninjau evaluasi tahun sebelumnya, ketika EVOS Glory gagal ke play off MPL Season 14.

    "Kita telah bilang kalau EVOS akan rebuild, EVOS akan rombak besar-besaran, tapi rombaknya ini sebenarnya tidak cuma player saja juga. Kan, biasanya regu esport lain kalau rombak itu artinya player-nya, cadangannya, coaching staffnya, kalau kita tambahan menyeluruh," kata pria yang digunakan akrab disapa Reno itu.

    "Jadi dari sistemnya, terus dari gaming house-nya mungkin saja furniture-nya Terus players-playersnya, kemudian bahkan sampai contohnya seperti ketika mau masuk ke EVOS, sistem trialnya juga kita rombak, kita ubah, jadi kita naikkan standardnya."

    Langkah-langkah perombakan hasil evaluasi yang disebutkan telah mulai diterapkan pada musim ini, termasuk sistem trial, sistem training, bahkan perekrutan pemain.

    Namun, menurut Reno, masih ada beberapa poin perbaikan yang digunakan belum diterapkan, di area antaranya sistem data analis.

    "Sistem translate dari data-data itu untuk coaching staff kita. Terus bahkan sampai ke sistem latihan yang dimaksud baru kita. Terus bahkan pre-match tournament itu juga kita udah bikin sistem baru juga, lalu itu yang tersebut kemungkinan besar akan di-apply ke depannya," ujar Reno.

    Soal target untuk musim ini, Reno mengungkapkan bahwa dapat meraih gelar kejuaraan juara nasional adalah tujuan utama. Target selain itu adalah dapat bermain pada kejuaraan internasional, yakni Esports World Cup (EWC) di area Riyadh pada pertengahan tahun serta perlombaan dunia masing-masing game pada akhir tahun.

    "Targetnya telah pasti harus lolos ke sana (kejuaraan dunia), plus bahkan kalau mampu juara satu. Itu sudah ada pasti targetnya, tapi kalau misalnya target yang digunakan mendekati atau enggak muluk-muluk at least kita lolos play off, lolos sampai final, top two mampu lolos ke internasional, itu dari sisi manajemen," kata Reno.

    Dari sisi kepelatihan, Reno mengungkapkan EVOS juga sudah ada memasang target bahkan ketika latih tanding atau scrim. Para pemain diberikan target untuk miliki rasio kemenangan di tempat melawan 70 persen.

    "Itu selama merek scrim dari awal tahun sampe sekarang itu harus di-maintain enggak boleh turun dari 70 persen win rate-nya." ujar Reno.

    "Walaupun itu lawannya kemungkinan besar ketika scrim 'kan kita enggak main identik kelompok Indonesia saja, kita main serupa pasukan Filipina, terus kelompok Malaysia, pasukan Kamboja itu 'kan kuat-kuat semua, itu kita harus maintain win rate."