Tag: elon musk

  • Berbagai reaksi usai Elon Musk diduga menunjukan gestur Nazi Salute

    Berbagai reaksi usai Elon Musk diduga menunjukan gestur Nazi Salute

    Ligapedianews.com Ibukota – Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat ke-47, Hari Senin (20/1). Sejumlah tamu undangan penting dari bidang teknologi mengunjungi upacara pelantikan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump pada Wahsington D.C, salah satunya pemilik perusahaan Tesla juga Space X Elon Musk.

    Dalam kehadirannya itu, Elon sempat menyebabkan kontroversi sebab dirinya memberikan gestur yang mana dianggap seperti hormat khas Nazi atau Nazi Salute.

    Kejadian itu terjadi ketika dirinya mendapat kesempatan berpidato pada acara tersebut. Awalnya Elon mengucapkan terima kasih terhadap para pendukung Trump.

    Elon kemudian memberikan gestur tangan kanan ke dadanya dengan jari yang digunakan direntangkan terbuka, kemudian mengangkat tangannya dengan sikap lurus ke melawan dengan telapak tangan mengarah ke bawah dan juga jarinya rapat.

    Saat kerumunan orang bersorak, Elon berbalik badan membelakangi hadirin serta kembali melakukan gestur yang dimaksud yang dimaksud dianggap sebagai hormat Nazi atau Nazi Salute.

    Hal yang disebutkan menyebabkan berbagai reaksi, khususnya reaksi negatif dari berbagai pihak. Dilansir dari The Guardian, berbagai reaksi kemarahan muncul dalam seluruh Eropa terhadap dugaan Elon Musk menggunakan pergerakan yang tersebut dilarang dikarenakan hubungannya dengan Nazi dalam Jerman.

    Beberapa pihak mengecam tindakan yang dimaksud sebagai provokasi jahat atau bentuk solidaritas dengan kelompok sayap kanan ekstrem.

    Michel Friedman, pribadi publicist Jerman-Prancis terkemuka sekaligus mantan duta ketua Dewan Pusat Yahudi dalam Jerman, mengatakan tindakan Elon sebagai aib. Ia menilai hal ini menunjukkan bahwa "titik berbahaya bagi dunia bebas" telah terjadi tercapai.

    Friedman, yang merupakan keturunan keluarga Yahudi Polandia dan juga sebagian besar keluarganya tak selamat dari Holocaust, mengaku terkejut pada waktu menyaksikan pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Negeri Paman Sam secara segera dalam televisi.

    Menurutnya, Elon dengan jelas melakukan salam Nazi "Heil Hitler", meskipun ada upaya untuk meremehkan maknanya. Friedman menyatakan terhadap harian Tagesspiegel, “Saya berpikir, pelanggaran terhadap tabu telah dilakukan mencapai titik yang mana berbahaya bagi dunia bebas. Kebrutalan, dehumanisasi, Auschwitz—semua itu adalah Hitler. Seorang pembunuh massal, penghasut perang, seseorang yang digunakan menganggap manusia tak lebih besar dari angka—sasaran empuk yang digunakan tidak ada berarti.”

    Charlotte Knobloch, Presiden Komunitas Yahudi di tempat Munich kemudian Bavaria Atas, juga mengumumkan gestur yang disebutkan sebagai sesuatu yang "sangat mengganggu." Namun, ia menambahkan bahwa tindakan Elon baru-baru ini yang tersebut mencoba mencampuri kebijakan pemerintah Jerman berjauhan lebih tinggi mengkhawatirkan. Elon diketahui memberikan dukungan untuk partai sayap kanan ekstrem Alternative für Deutschland (AfD) mendekati pemilihan umum federal bulan depan.

    “Yang berjauhan lebih lanjut mengkhawatirkan adalah sikap kebijakan pemerintah Elon Musk, intervensinya yang dimaksud ofensif pada kampanye pemilihan umum Jerman, dan juga dukungannya terhadap partai yang mana memiliki tujuan anti-demokrasi,” ujar Knobloch pada pernyataannya.

    Elon melakukan pergerakan yang disebutkan sebagai pembicara di area melawan panggung sebelum kedatangan Trump di tempat arena Capital One, Washington, Mulai Pekan lalu. Ia mengucapkan terima kasih untuk para pendukung Trump dengan meletakkan tangan kanannya dalam dada sebelum mengangkatnya ke menghadapi secara cepat. Ia kemudian mengulangi pergerakan mirip ke arah lain sambil mengatakan, "Hatiku untuk kalian."

    Elon, yang dimaksud mengawasi departemen efisiensi pemerintahan Trump, kemudian menanggapi kritik pada wadah X dengan menulis, “Sejujurnya, merekan butuh trik kotor yang tersebut tambahan baik. Serangan ‘semua adalah Hitler’ itu sudah ada sangat basi.”

    Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menilai dukungan Elon Musk terhadap sayap kanan ekstrem sebagai hal yang tersebut bukan dapat diterima. Ia menegaskan bahwa meskipun kebebasan berbicara berlaku pada Eropa, mengupayakan kedudukan ekstrem masih bukan sanggup diterima. Scholz juga menyerukan agar penduduk tetap memperlihatkan bersikap tenang di merespons pemerintahan Trump. Elon kemudian menulis dalam X dengan menyindir Scholz, “Shame on Oaf Schitz!”

    Seorang hakim Berlin, Kai-Uwe Herbst, menyatakan untuk Berliner Zeitung bahwa pergerakan tangan diagonal yang disengaja telah cukup untuk menjadi bukti pelanggaran hukum dalam Jerman. Namun, ia menambahkan bahwa perlu dibuktikan adanya niat jahat juga kesadaran individu bahwa pergerakan yang disebutkan adalah salam Hitler. Herbst menjelaskan bahwa tindakan hukum seperti ini kerap muncul di konteks provokasi, bukanlah untuk menyebarkan ideologi Nazi.

    Sementara itu, Turnamen Anti-Pencemaran Nama Baik Negeri Paman Sam (ADL) menyatakan bahwa pergerakan Elon bukanlah salam Nazi, melainkan "gerakan canggung pada momen antusiasme." ADL memohonkan semua pihak untuk saling memberikan toleransi.

    Jurnalis Lenz Jacobsen juga menulis pada Die Zeit bahwa salam yang disebutkan bukan mampu dianggap sebagai sesuatu yang tersebut kebetulan. “Siapa pun yang mana berada dalam panggung politik, di area depan audiens yang mana sebagian merupakan sayap kanan ekstrem, serta melakukan aksi tangan secara diagonal dengan kuat juga berulang kali, itu adalah salam Hitler. Tidak ada ‘mungkin’ atau ‘mirip’ pada hal ini. Gestur yang dimaksud berbicara sendiri.”

    Sebaliknya, Miriam Hollstein dari majalah Stern menganggap perhatian terhadap salam yang disebutkan tidak ada perlu, lantaran isu-isu lain terkait Elon Musk lebih besar penting untuk dibahas.

    Friedman mendesak Elon untuk menunjukkan tanggung jawab politik, seraya mengingatkan bahwa hampir seluruh keluarganya tewas di area kamp Auschwitz-Birkenau, yang digunakan peringatan keras pembebasannya ke-80 akan diperingati pada hari Mingguan mendatang.

  • Apa itu Nazi Salute? kemudian mengapa itu sangat dilarang untuk dijalankan

    Apa itu Nazi Salute? kemudian mengapa itu sangat dilarang untuk dijalankan

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat ke-47, Mulai Pekan (20/1). Sejumlah tamu undangan penting dari bidang teknologi mengunjungi upacara pelantikan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump pada Wahsington D.C, salah satunya pemilik perusahaan Tesla serta Space X Elon Musk.

    Dalam kehadirannya itu, Elon sempat menyebabkan kontroversi lantaran dirinya memberikan gestur yang dimaksud dianggap seperti hormat khas Nazi atau Nazi Salute.

    Kejadian itu terjadi pada waktu dirinya mendapat kesempatan berpidato pada acara tersebut. Awalnya Elon mengucapkan terima kasih untuk para pendukung Trump.

    Elon kemudian memberikan gestur tangan kanan ke dadanya dengan jari yang direntangkan terbuka, kemudian mengangkat tangannya dengan tempat lurus ke melawan dengan telapak tangan mengarah ke bawah dan juga jarinya rapat.

    Saat kerumunan orang bersorak, Elon berbalik badan membelakangi hadirin serta kembali melakukan gestur yang dimaksud yang dimaksud dianggap sebagai hormat Nazi atau Nazi Salute.

    Apa itu Nazi salute?

    Lalu, apa sebenarnya hormat Nazi atau Nazi Salute ini? Nazi salute atau yang digunakan dikenal di Bahasa Jerman sebagai Hitlergruß adalah sebuah gestur yang digunakan sebagai tanda penghormatan untuk Adolf Hitler kemudian simbol ideologi Nazi selama masa pemerintahan Nazi dalam Jerman (1933-1945).

    Gestur ini diadakan dengan mengangkat tangan kanan secara lurus ke depan dengan telapak tangan menghadap ke bawah, banyak kali disertai dengan ucapan "Heil Hitler" atau "Sieg Heil" yang tersebut berarti "Hidup Hitler" lalu "Salam Kemenangan".

    Asal-usul Nazi salute

    Gestur ini sebenarnya tidak ada sepenuhnya berasal dari ideologi Nazi. Sebelum digunakan oleh partai Nazi, aksi sejenis pernah terlihat di budaya lain, termasuk Romawi kuno. Namun, Adolf Hitler dan juga partai Nazi mengadopsi kemudian mempopulerkan aksi ini sebagai simbol loyalitas dan juga ketaatan penuh terhadap rezim Nazi.

    Selama periode kekuasaannya, Nazi salute menjadi kewajiban dalam Jerman lalu digunakan pada berbagai acara resmi, militer, hingga di interaksi sehari-hari sebagai bentuk dukungan terhadap Hitler juga ideologi fasisme.

    Mengapa Nazi salute sangat dilarang?

    Setelah kekalahan Nazi di Perang Global II, simbol-simbol yang digunakan berkaitan dengan rezim ini, termasuk Nazi salute, menjadi sangat sensitif juga dilarang di tempat berbagai negara, khususnya di dalam Jerman kemudian Austria. Pelarangan ini didasarkan pada beberapa alasan utama di tempat bawah ini:

    1. Hubungannya dengan kejahatan kemanusiaan

    Nazi salute identik dengan rezim Hitler yang dimaksud bertanggung jawab menghadapi Holocaust, di dalam mana sekitar enam jt orang Yahudi juga jutaan lainnya, termasuk orang Romani, penyandang disabilitas, kemudian lawan politik, dibunuh secara sistematis. Menggunakan gestur ini dianggap sebagai glorifikasi terhadap ideologi fasisme yang mana penuh kebencian dan juga bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

    2. Penghormatan terhadap korban

    Banyak keluarga korban Holocaust dan kejahatan Nazi yang masih hidup hingga pada waktu ini. Melakukan Nazi salute akan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap kenangan dia kemudian penderitaan yang mana mereka itu alami. Untuk itu Nazi salute dilarang untuk menghormati kehilangan yang keluarga korban alami.

    3. Pencegahan kebangkitan ideologi Nazi atau Fasisme

    Pelarangan ini juga bertujuan untuk menghindari kebangkitan kembali ideologi ekstrem yang mana mengiklankan rasisme, anti-Semitisme, juga supremasi rasial. Di banyak negara, termasuk Jerman, tindakan yang digunakan membantu atau memperkenalkan ideologi Nazi dianggap sebagai ancaman penting terhadap demokrasi.

    Hukum terkait Nazi salute

    Di Jerman, penyelenggaraan Nazi salute adalah tindakan ilegal serta diatur di Pasal 86a dari Strafgesetzbuch (KUHP Jerman). Pelaku dapat dikenakan hukuman penjara hingga tiga tahun atau denda.

    Hal sejenis juga berlaku dalam Austria, di area mana hukum melarang keras simbolisme Nazi. Negara-negara lain, seperti Prancis, Polandia, lalu Israel, juga mempunyai undang-undang mirip untuk melarang gestur atau simbol yang mana terkait dengan Nazi.

    Namun, pada beberapa negara, pelarangan ini tidak ada diatur secara khusus. Meskipun demikian, Nazi salute tetap saja dianggap sebagai tindakan yang sangat tidak ada etis kemudian memicu kontroversi.

  • Elon Musk Siap Umumkan Kecerdasan Buatan Terpintar Grok-3 Besok!

    Elon Musk Siap Umumkan Kecerdasan Buatan Terpintar Grok-3 Besok!

    Ligapedianews – TEXAS – Elon Musk siap mengumumkan peluncuran Grok-3 pada pukul 12 siang hari Selasa ini, 18 Februari 2025, termasuk mendemonstrasikan kemampuan kecerdasan buatan yang dimaksud untuk publik.

    Elon Musk mengklaim Grok-3 akan menjadi model kecerdasan buatan terpintar di area pasaran, melampaui penyedia lain seperti Open Artificial Intelligence serta DeepSeek.

    Grok adalah chatbot dari perusahaan kecerdasan buatan Musk, xAI, juga sekarang ditawarkan melalui layanan X dan juga perangkat lunak khusus di tempat iOS kemudian Android secara bertahap di tempat setiap negara.

    Elon Musk juga menyatakan bahwa Grok-3 akan menjadi model kecerdasan buatan terpintar di dalam pasaran apabila dibandingkan dengan berbagai penyedia lainnya.

    Dengan harapan tinggi ini, tentu berbagai yang menantikan bagaimana kinerja Grok-3 dibandingkan dengan penawaran Perusahaan AI Terbuka atau DeepSeek.

    Grok adalah chatbot yang tersebut ditawarkan melalui perusahaan milik Elon Musk yang mana berfokus pada kecerdasan buatan, xAI.

    Saat ini, ditawarkan melalui layanan X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

    Selain itu, xAI juga mulai memperluas penawarannya menggunakan perangkat lunak Grok khusus di tempat iOS juga Android secara bertahap di tempat setiap negara.

  • Diklaim Lebih Terampil dari DeepSeek, Elon Musk Luncurkan Grok 3

    Diklaim Lebih Terampil dari DeepSeek, Elon Musk Luncurkan Grok 3

    Ligapedianews – JAKARTA – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik miliarder Amerika Elon Musk meluncurkan versi terbaru chatbotnya, Grok 3.


    Grok 3 yang tersebut diharapkan dapat bersaing dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dimaksud sudah ada ada seperti Pengolah Bahasa Alami GPT serta DeepSeek yang tersebut diproduksi di dalam China.

    Seperti dilansir dari CNET, peluncuran itu dilaksanakan pada waktu ‘orang kuat’ Presiden Donald Trump diberi wewenang untuk mengatur ulang dan juga membubarkan lembaga-lembaga federal, yang tersebut mengakibatkan kerugian besar.

    “Grok dirancang untuk memahami alam semesta. Kami berjuang memenuhi keingintahuan manusia dengan menciptakan Kecerdasan Buatan yang dapat memecahkan semua pertanyaan, bahkan jikalau itu mungkin saja bertentangan dengan apa yang digunakan benar kemudian salah,” kata pemilik perusahaan xAI tersebut.

    Grok 3, yang mana dijuluki chatbot ‘luar biasa cerdas’, miliki kemampuan penalaran yang mana sangat kuat lalu dilatih pada data sintetis juga menggunakan mekanisme koreksi diri untuk menghindari kesalahan, yang dikenal sebagai ‘halusinasi’, yang mengganggu beberapa chatbot AI.

  • Elon Musk Tegaskan Tak Berminat Membeli TikTok Walau Dipaksa Trump

    Elon Musk Tegaskan Tak Berminat Membeli TikTok Walau Dipaksa Trump

    ligapedianews.com NEW YORK – Gembar-gembor Elon Musk akan membeli TikTok mulai terbantahkan, alasannya Elon Musk menegaskan bahwa ia tak berminat mengakuisisi TikTok dari China milik ByteDance.

    Komentar Musk yang mana disampaikan pada akhir Januari dipublikasikan secara daring pada Hari Sabtu (8/2) oleh media The WELT Group, bagian dari Axel Springer SE. Perusahaan media Jerman itu mengadakan pertemuan puncak yang mana disertai Musk melalui konferensi video.

    “Saya belum mengajukan penawaran untuk TikTok,” ujar Musk, seminggu pasca Presiden Amerika Donald Trump menyatakan bahwa ia terbuka jikalau Musk ingin membeli program milik ByteDance itu.

    “Saya bukan punya rencana apa pun jikalau saya memiliki TikTok,” kata Musk. Ia menambahkan bahwa ia bukan menggunakan aplikasi mobile itu secara pribadi kemudian tiada familier dengan formatnya.

    “Saya tak berminat mengakuisisi TikTok. Saya jarang mengakuisisi perusahaan,” kata Musk, seraya menambahkan bahwa pembelian Twitter sekarang bernama X senilai miliaran dolar adalah pengecualian.

    “Saya biasanya memulai pembangunan perusahaan dari awal,” kata Musk.

    Donald Trump tegaskan siapa hanya yang tersebut ingin ia beli untuk program video populer yang dimaksud lalu salah satu nama di daftarnya adalah seseorang yang dimaksud kemungkinan besar bukan perlu berbagai diperkenalkan: Elon Musk .

    TikTok berhenti beroperasi pada hari Akhir Pekan (19 Januari) menyusul larangan federal oleh Mahkamah Agung yang digunakan mengharuskan perusahaan induknya, ByteDance, untuk mengirimkan versi media AS- nya lantaran kesulitan keamanan nasional menghadapi hubungan TikTok dengan China – meskipun TikTok berulang kali membantah bahwa merekan berbagi informasi dengan negara tersebut.

    Konon, salah satu langkah pertama Trump sebagai presiden adalah menunda larangan yang disebutkan selama 75 hari.

    Ia juga menyatakan bahwa ia ingin Larry Ellison, salah satu pendiri raksasa perangkat lunak Oracle, menjadi pembeli potensial: “Saya berhak menciptakan kesepakatan, kesepakatan yang sedang saya pikirkan, Larry, mari kita bernegosiasi di area depan media,” katanya.

    Di tempat lain, MrBeast juga menunjukkan ketertarikannya pada klip TikTok terbarunya: “TikTok, saya sedang berada dalam jet pribadi sekarang, akan mengajukan tawaran resmi untuk sistem ini. Saya mungkin saja akan menjadi direktur utama baru kalian, saya sangat gembira,” katanya terhadap para penggemar.

  • Kontroversi Elon Musk Bikin Konsumen Tesla Menyesal? Ini adalah Faktanya!

    Kontroversi Elon Musk Bikin Konsumen Tesla Menyesal? Ini adalah Faktanya!

    ligapedianews.com JAKARTA – Gelombang penyesalan melanda sebagian pemilik mobil listrik Tesla pada Amerika Serikat, yang dimaksud termotivasi oleh kontroversi seputar Elon Musk, sang pendiri perusahaan.

    Mereka mengekspresikan kekecewaan melalui stiker bertuliskan, “Saya membeli ini sebelum kami tahu Elon gila,” yang dimaksud ditempelkan di tempat kendaraan mereka.

    Fenomena ini mencuat sebagai respons terhadap perilaku kemudian pernyataan Elon Musk yang digunakan dianggap kontroversial serta memecah belah di beberapa tahun terakhir. Tindakan Musk, termasuk pembelian Twitter (kini X) serta keterlibatannya di kebijakan pemerintah memicu kekecewaan pada kalangan konsumen Tesla.

    Kontroversi Elon Musk: Efek terhadap Citra Tesla

    Kontroversi Elon Musk Bikin User Tesla Menyesal? Hal ini Faktanya!

    Sejak mengambil alih Twitter, Elon Musk semakin bergerak menyuarakan pandangan politiknya, yang mana seringkali menyebabkan kontroversi. Perdebatan dengan Presiden Joe Biden, pernyataan anti-transgender, dan juga kritiknya terhadap Partai Demokrat sebagai “partai perpecahan kemudian kebencian” adalah beberapa contoh yang tersebut memperburuk citra Musk di dalam mata publik.

    Tak hanya sekali itu, ancaman tuntutan hukum terhadap Anti-Defamation League (ADL) pasca organisasi yang disebutkan mendokumentasikan peningkatan ujaran kebencian di area jaringan X sejak Musk mengambil alih, semakin memperdalam kekecewaan publik.

    Penunjukan Elon Musk sebagai sekutu oleh figur kontroversial juga menjadi pemicu penyesalan bagi pemilik Tesla, khususnya terkait isu kemanusiaan dalam Gaza, hak-hak transgender, lalu deportasi imigran ilegal.

    Survei lalu Keluhan Konsumen

    Survei Bloomberg awal tahun ini terhadap lebih banyak dari 5.000 pemilik Tesla Model 3 mengungkapkan bahwa sejumlah dari merekan merasa tak nyaman dengan diperkenalkan Musk dalam dunia maya juga pandangan kontroversialnya.

    Beberapa pemilik Tesla bahkan menyatakan sudah pernah meninggalkan merek yang disebutkan akibat tindakan Musk, sementara yang mana lain menarik diri dari Tesla sebab pandangan politiknya.

    Selain kesulitan citra, konsumen Tesla juga mengeluhkan kualitas mobil Tesla. Kesulitan pengunduran kembali (recall) sebab berbagai masalah, mulai dari akumulator hingga kap mesin, menjadi perhatian utama.

    Dampak Jangka Panjang

    Kontroversi seputar Elon Musk juga permasalahan kualitas Tesla berpotensi merusak citra merek lalu mempengaruhi pemasaran di area masa depan. Customer yang mana semakin sadar akan isu-isu sosial serta urusan politik cenderung memilih merek yang sejalan dengan nilai-nilai mereka. Jika Tesla tidak ada mampu mengatasi hambatan ini, tidak tidaklah kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kerugian reputasi yangsignifikan.

  • Menolak Membeli TikTok, Elon Musk Justru Tertarik Memiliki Perusahaan AI Terbuka

    Menolak Membeli TikTok, Elon Musk Justru Tertarik Memiliki Perusahaan AI Terbuka

    ligapedianews.com LONDON – Elon Musk mengatakan bahwa ia tidak ada berminat membeli TikTok, namun Elon Musk justru berniat membeli OpenAI, pencipta ChatGPT.

    Pada hari Mulai Pekan (10 Februari), Musk mengumumkan terhadap masyarakat bahwa ia serta sekelompok pemodal bersedia menawarkan OpenAI – sebuah organisasi penelitian kecerdasan buatan – seharga USD97,4 miliar (£78,7 miliar).

    Pada tahun 2015, Musk mendirikan perusahaan yang disebutkan sama-sama kepala eksekutifnya pada waktu ini Sam Altman, tetapi ia pergi dari sebelum semuanya benar-benar berjalan lancar dengan peluncuran Pengolah Bahasa Alami GPT pada tahun 2022.

    OpenAI awalnya dirilis sebagai perusahaan nirlaba tetapi pada waktu ini sedang di proses transisi menjadi perusahaan yang mana mencari laba. Perusahaan nirlaba inilah yang dimaksud mengendalikan Perusahaan AI Terbuka yang tersebut ditawarkan Musk untuk dibeli.

    Tawaran Musk, yang dimaksud dilaporkan oleh The Wall Street Journal , muncul di dalam sedang gugatan hukum melawan arahan perusahaan, yang mana sudah pernah berlangsung selama beberapa tahun. Musk menyatakan ia tak setuju untuk meninggalkan status nirlaba.

    Dalam siaran pers tentang tawaran tersebut, ia berkata: “Sudah saatnya Open Artificial Intelligence kembali menjadi kekuatan yang bersumber terbuka serta berfokus pada keselamatan seperti dulu.

    “Kami akan meyakinkan hal itu terjadi.”

    Tampaknya tidaklah ada rasa cinta yang tersebut tersisa antara Musk dan juga mantan rekannya Altman, pada waktu kepala OpenAI itu menyampaikan pendapatnya tentang tawaran yang tersebut tak diminta itu di tempat X/Twitter.

    Altman menulis: “Tidak, terima kasih, tetapi kami akan membeli Twitter seharga USD9,74 miliar jikalau Anda mau.”

  • Tesla Siap Kenalkan Model Q dengan Harga Terpenuhi Anggaran pada 2025

    Tesla Siap Kenalkan Model Q dengan Harga Terpenuhi Anggaran pada 2025

    Ligapedianews,com TEXAS – Tesla dilaporkan akan meluncurkan kendaraan listrik (EV) baru dengan nilai terjangkau yang tersebut dikenal sebagai “Model Q” pada paruh pertama tahun 2025.

    Informasi yang dimaksud muncul dari laporan Deutsche Bank usai AutoTech Conference yang dimaksud berlangsung pada 5 Desember 2024 yang dimaksud juga turut hadir Head of Pihak yang Berinvestasi Relations Tesla, Travis Axelrod.

    Diperkirakan mobil ini akan dijual dengan nilai tukar awal £30.000 atau kurang dari USD30.000 pasca subsidi.

    EV ini akan dikembangkan berdasarkan wadah Tesla yang dimaksud telah ada, namun detail lebih banyak lanjut mengenai ukuran, desain, juga perbedaannya dengan model lain seperti Model 3 belum terungkap.

    Laporan yang tersebut identik juga menyebutkan bahwa Tesla kemungkinan besar akan meluncurkan model tambahan untuk memperluas bursa serta mencapai target perkembangan hingga 30 persen.

    Salah satu model baru yang mana digadang-gadang adalah Model Y versi long wheelbase dengan tiga baris jok, dimana menyasar lingkungan ekonomi China namun berpotensi menarik pembeli di tempat negara lain.

    Tesla juga berencana memperkenalkan layanan taksi tanpa pengemudi di tempat California dan juga Texas pada tahun 2025.

    Layanan ini akan menggunakan Model 3 lalu Model Y yang mana dibantu manusia untuk tujuan keselamatan.

    Hal ini diharapkan mendahului peluncuran kendaraan robotik penuh, yang mana dikenal sebagai “Cybercab,” yang digunakan direncanakan pada tahun 2026.

    Namun Tesla juga menyampaikan peringatan bahwa peluncuran model baru ini kemungkinan besar berdampak sementara terhadap keuntungan perusahaan, teristimewa sebab pembangunan ekonomi yang digunakan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

    Meski informasi ini menyebabkan banyak spekulasi, Tesla belum merilis pernyataan resmi mengenai Model Q atau jadwal peluncuran layanan taksi self-driving-nya.

  • Robot Bakal Gantikan Manusia? Bezos, Musk dan juga Gates Ramai-ramai Pengembangan Usaha Robot!

    Robot Bakal Gantikan Manusia? Bezos, Musk dan juga Gates Ramai-ramai Pengembangan Usaha Robot!

    ligapedianews.com AMERIKA – Jeff Bezos, pendiri Amazon, baru-baru ini berinvestasi pada startup robotika Physical Intelligence. Ternyata, ia tidak satu-satunya miliarder yang digunakan menaruh harapan pada masa depan robotika.

    Para miliarder ini mengamati peluang besar pada robotika untuk mengubah berbagai lapangan usaha kemudian aspek kehidupan. Penyertaan Modal mereka itu menggerakkan perkembangan teknologi robotika yang dimaksud tambahan canggih serta dapat diandalkan.

    Robot diharapkan dapat memainkan peran yang tersebut semakin penting pada hidup manusia, membantu menyelesaikan berbagai tugas, meningkatkan efisiensi, serta bahkan menciptakan potensi baru.

    Berikut beberapa pengusaha perusahaan kaya yang mana juga terlibat menanamkan modal di area sektor ini:

    1. Jeff Bezos

    Bezos sudah pernah berinvestasi di tempat Physical Intelligence, startup yang digunakan mengembangkan perangkat lunak untuk memungkinkan robot melakukan tugas-tugas seperti melipat pakaian, mengemas belanjaan, serta membersihkan meja. Startup ini mengumumkan pendanaan awal sebesar USD400 jt (Rp6,2 triliun) dari Bezos, OpenAI, lalu perusahaan modal ventura Thrive Capital lalu Lux Capital, dengan valuasi lebih banyak dari USD2 miliar (Rp31 triliun).

    2. Elon Musk

    Elon Musk telah dilakukan bertahun-tahun mengembangkan robot humanoid Optimus. Pada acara Robotaxi Tesla bulan lalu, robot ini mendemonstrasikan kemampuannya menuangkan minuman kemudian bermain batu-gunting-kertas dengan tamu (meskipun dikendalikan dari jarak sangat oleh manusia).

    Musk mengungkapkan bahwa Tesla akan memiliki “robot humanoid yang dimaksud benar-benar berguna ” untuk pengaplikasian internal perusahaan pada 2025 dan juga produksi yang tersebut lebih lanjut tinggi untuk dijual ke perusahaan lain pada tahun berikutnya.

    Di luar Tesla, Musk secara pribadi berinvestasi pada Vicarious, sebuah startup Teknologi AI yang mengembangkan kecerdasan umum untuk robot. Vicarious kemudian diakuisisi oleh Intrinsic, perusahaan robot Kecerdasan Buatan pada Alphabet, perusahaan induk Google.

    3. Bill Gates

    Pendiri Microsoft, Bill Gates, telah terjadi berinvestasi dalam Opentrons, startup yang dimaksud berfokus pada robotika pada sektor perawatan kesehatan. Gates optimis dengan kemungkinan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

    4. Vinod Khosla

    Khosla Ventures, perusahaan modal ventura yang didirikan oleh entrepreneur Vinod Khosla, mengawasi putaran pendanaan awal sebesar USD10 jt (Rp155 miliar) untuk perusahaan robotik Opentrons pada 2018.

    5. Mark Zuckerberg juga Dustin Moskovitz

    Bersama dengan Elon Musk, Zuckerberg juga menjadi pemodal utama pada putaran penanaman modal USD40 jt (Rp620 miliar) di area Vicarious pada 2014.

    Vicarious juga mendapatkan pendanaan Seri A sebesar USD15 jt (Rp232 miliar) pada tahun 2012 yang tersebut dipimpin oleh Good Ventures, yang tersebut dibuat oleh pendiri Facebook dan juga pimpinan Asana, Dustin Moskovitz, juga istrinya, Cari Tuna.

    6. Peter Thiel

    Founders Fund milik Peter Thiel adalah salah satu pendukung awal Vicarious. Thiel juga sudah berinvestasi di tempat Quantum Systems, startup robot droneasalJerman.

  • Sam Nama orang Tuding Elon Musk Gunakan Artificial Intelligence Grok untuk Menangkan Trump

    Sam Nama orang Tuding Elon Musk Gunakan Artificial Intelligence Grok untuk Menangkan Trump

    Ligapedianews.com LONDON – Sam Nama individu , pimpinan OpenAI, juga Elon Musk terlibat pada perdebatan sengit setelahnya Nama tokoh membagikan tanggapan yang tersebut kontras dari dua chatbot Artificial Intelligence yakni Chatbot GPT dan juga Grok.

    Perselisihan itu bermula ketika Nama tokoh mengunggah tangkapan layar tanggapan kedua model yang disebutkan berhadapan dengan pertanyaan tentang calon presiden Negeri Paman Sam mana Kamala Harris atau Donald Trump yang digunakan akan menjadi Presiden.

    Altman memohonkan kedua Artificial Intelligence untuk ‘memilih satu’ kemudian memberikan alasannya. Namun, Pengolah Bahasa Alami GPT menolak untuk memilih kandidat, juga malah menawarkan perbandingan netral dari kebijakan kedua pemimpin tersebut. Dikatakan, “Sebagai Teknologi AI yang dimaksud dikembangkan oleh OpenAI, saya tak mempunyai pendapat pribadi atau kemampuan untuk mengupayakan kandidat politik. Namun, saya dapat memberikan perbandingan objektif dari tempat kebijakan Donald Trump lalu Kamala Harris untuk membantu mengevaluasi kemungkinan kepresidenan mereka.”

    Baca juga | ‘Persetan denganmu, Elon Musk’: Ibu Negara Brasil menghina pimpinan Space X, yang digunakan terakhir menjawab ‘Akan kalah…’

    Sementara itu, Grok, model Teknologi AI yang dikembangkan oleh perusahaan Musk, X (sebelumnya Twitter), menjawab dengan tegas: “Kamala Harris akan menjadi presiden Amerika Serikat yang digunakan lebih besar baik secara keseluruhan.”

    Dukungan Grok terhadap Harris mengejutkan berbagai orang, teristimewa dikarenakan Musk telah dilakukan menjadi pendukung vokal Donald Trump. Altman, tanpa mengatakan Musk secara langsung, mempertanyakan model Artificial Intelligence mana yang digunakan dapat dianggap sebagai “mesin propaganda sayap kiri.”

    Ia mencuit, “Yang mana yang tersebut seharusnya menjadi mesin propaganda sayap kiri lagi?”

    Postingannya memperoleh lebih tinggi dari 5,5 jt tampilan dan juga memicu perdebatan sengit pada X.

    Dalam tweet lainnya, Nama orang membela kenetralan ChatGPT, “Kami bangga dengan seberapa konsisten Pengolah Bahasa Alami GPT mendapat skor sebagai Kecerdasan Buatan yang paling tiada bias pada evaluasi. Itu adalah standar penting (dan kemudian pengguna akan miliki berbagai pilihan untuk menyesuaikan).”

    kami bangga dengan seberapa konsistennya chatgpt mendapat skor sebagai ai yang paling tidaklah bias pada evaluasi.

    Itu adalah standar penting (dan kemudian pengguna akan miliki berbagai pilihan untuk menyesuaikan).

    Musk menanggapi kritikan dengan membagikan komentar dari pengguna lain, yang digunakan berbunyi, “Sam si penipu melakukannya lagi…” Postingan yang tersebut di-retweet-nya mengatakan, “WOW: Sam Nama orang dengan tak jujur memotong bagian bawah jawaban dalam mana Grok menyajikan argumen untuk kedua kandidat kemudian secara eksplisit menahan diri untuk tiada memilih salah satu. Anda dapat menjalankan tes sendiri untuk memverifikasinya. Sam Nama orang berbohong.”