Tag: DEDI MULYADI

  • Profil Dini Yuliani, sosok pendamping setia Pimpinan Daerah Purwakarta Om Zein

    Profil Dini Yuliani, sosok pendamping setia Pimpinan Daerah Purwakarta Om Zein

    Ibukota – Dini Yuliani, istri Kepala Kabupaten Purwakarta Saepul Bahri atau yang tersebut akrab disapa Om Zein, dikabarkan wafat pada Selasa (28/10) sekitar pukul 03.10 Waktu Indonesia Barat di dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta.

    Kabar berpulang-nya almarhumah beredar luas pasca beberapa jumlah tokoh menyampaikan belasungkawa, salah satunya Pemimpin wilayah Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram resminya, ia menyampaikan doa dan juga dukungan untuk keluarga yang ditinggalkan.

    "Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik serta @omzein_bupatiaing beserta keluarga diberikan ketabahan" tulis di dalam akun instagram resminya @dedimulyadi71.

    Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan dalam TPU Kampung Genggereng, Desa Salem. Semasa hidupnya, Dini Yuliani bukanlah hanya saja dikenal sebagai istri pemukim nomor satu pada Purwakarta, tetapi juga terlibat mendampingi sang suami di bermacam rencana pemerintahan juga kegiatan sosial.

    Sikapnya yang hangat juga dekat dengan warga menghasilkan berbagai warga merasa kehilangan menghadapi kepergiannya. Lantas, seperti apa sosok serta perjalanan Dini Yuliani semasa hidup? Berikut profil singkatnya yang tersebut dirangkum dari bervariasi sumber.

    Profil Dini Yuliani

    Latar belakang Dini Yuliani

    Dini Yuliani dikenal luas sebagai pendamping setia Kepala Kabupaten Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein. Kepribadian-nya yang ramah, rendah hati, kemudian ringan berbaur menjadikannya dekat dengan rakyat dan juga para tokoh area di Jawa Barat.

    Namanya mulai tambahan sejumlah disorot rakyat sejak sang suami dilantik sebagai Kepala Daerah Purwakarta pada 20 Februari 2025 untuk periode 2025–2030. Dalam perannya, ia kerap terlibat pada beragam program sosial dan juga acara pemerintah yang mana menyentuh kepentingan warga.

    Kehadirannya kerap berubah menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ia juga dipercaya mengemban beberapa tugas penting, seperti Ketua TP PKK dan juga Ketua Tim Pembina Posyandu Wilayah Purwakarta pada periode yang sama.

    Tak hanya saja itu, sebelum fokus mendampingi tugas pemerintahan suaminya, Dini Yuliani pernah berkiprah sebagai anggota DPRD Purwakarta periode 2019–2024. Ia juga terjun ke dunia usaha, khususnya perusahaan ritel lalu kuliner, yang tersebut menunjukkan kapasitasnya di mengawasi juga menjalankan usaha.

    Penyebab lalu wasiat sebelum wafat

    Bagi Om Zein lalu keluarga, Dini Yuliani merupakan sosok perempuan kuat yang terus-menerus berjuang tegar. Walaupun belum ada pernyataan resmi mengenai penyakit yang dimaksud diderita, keluarga menyampaikan bahwa ia sudah pernah menjalani perawatan intensif pada waktu yang tersebut tidak ada sebentar, sembari masih berjuang menghadapi kondisinya.

    Salah satu arahan terakhirnya terhadap sang suami adalah agar tradisi tadarus setiap bulan Ramadhan yang mana telah berlangsung selama 12 tahun dalam Purwakarta tetap dilanjutkan.

    Dedi Mulyadi turut berduka

    Kabar duka meninggalnya Dini Yuliani turut disampaikan oleh Kepala daerah Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram miliknya serta mengundang komunitas untuk mendoakan almarhumah.

    “Saya menyampaikan kabar duka, sudah pernah meninggal globus Ibu Dini, istrinya Om Zein Kepala Daerah Purwakarta,” tulis di dalam akun @dedimulyadi71, pada Selasa (28/10).

    Dalam kesempatannya melayat, Dedi Mulyadi menggambarkan almarhumah sebagai pribadi yang dimaksud tulus, setia, kemudian sepenuhnya mengabdikan hidup untuk keluarga. Menurutnya, ketulusan itu pula yang bermetamorfosis menjadi sumber kebaikan lalu keberhasilan bagi banyak pemukim di sekitarnya.

    "Ini perempuan yang sangat ikhlas pada kehidupannya serta mendedikasikan dirinya pada suami lalu anak" ucap Dedi Mulyadi pasca hadir di pemakaman.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dedi Mulyadi minta Sekda Jabar koordinasikan iuran bonus untuk Persib

    Dedi Mulyadi minta Sekda Jabar koordinasikan iuran bonus untuk Persib

    ligapedianews.com Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji memberikan bonus untuk Persib Bandung dari dana pribadi sekaligus memohon Sekda Jabar Herman Suryatman mengkoordinasikan iuran dari para pejabat Jabar untuk bonus tambahan bagi klub yang baru belaka menjuarai Kompetisi 1 Indonesia itu.

    Dedi menyatakan pada hadapan para Bobotoh Persib yang dimaksud memadati Gedung Sate Bandung, Minggu, bahwa ia mengajukan permohonan Sekda Jabar untuk mengkoordinasikan agar nilai iuran bonus dari para pejabat Pemprov Jabar mencapai Rp1 miliar, sementara ia akan memberikan Rp1 miliar lainnya.

    Meskipun demikian, Dedi mengungkapkan bonus ini tidaklah akan serta bukan boleh bersumber dari Anggaran Pendapat serta Belanja Daerah (APBD).

    "Saya menyampaikan bonus. Bukan APBD yah, gak boleh pakai dana pemerintah. Bonus dari saya Rp1 miliar. Dan saya tugaskan Pak Sekda untuk mengkoordinasi para pejabat Pemprov Jabar agar memberi bonus Rp1 miliar, tapi tak boleh pakai duit APBD. Jadi bonusnya Rp2 miliar," kata Dedi.

    Di lokasi yang tersebut sama, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengapresiasi lalu mengucapkan terima kasih menghadapi penghargaan yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi kemudian semua pihak.

    "Terima kasih pada Bapak Gubernur untuk penyampaian apa yang dimaksud disampaikan dari semua kalangan. Alhamdulillah se-Jawa Barat kumpul di dalam sini. Insyaallah tahun depan kita juara lagi," ucap Umuh.

    Umuh juga mengungkapkan rasa terima kasih pada para Bobotoh berhadapan dengan dukungan untuk Persib Bandung. Dia juga mengingatkan agar semua tertib lalu selamat sampai ke rumah masing-masing.

    "Terima kasih Bobotoh, semua tertib, pulang dengan aman, nyaman, kemudian semua di keadaan selamat, juga sehat wal afiat, terima kasih. Hidup Persib, Persib juara lagi," ujarnya.

    Perayaan Diwarnai Kehilangan Barang Sampai Pasangan

    Hari ini, Minggu, ditetapkan sebagai waktu konvoi resmi juara back to back Persib yang tersebut rutenya mulai dari Balai Perkotaan Bandung Jalan Wastukancana – Jalan Riau – Jalan Ir. H. Juanda (persimpangan Jalan Sulanjana) – Jalan Diponegoro – finis di area Gedung Sate Bandung (pintu belakang).

    Akan tetapi perayaan juara Persib Bandung pada Gedung Sate diwarnai beberapa kejadian kehilangan mulai dari barang, sampai pasangan.

    Dari pengeras ucapan mobil pengurai massa (Raisa) kepolisian, petugas menyampaikan kehilangan berbagai jenis barang antara lain dompet, kunci motor, sampai anggota keluarganya seperti anak, suami, dan juga istri.

    "Pada anggota keluarga dari anak berusia 13 tahun bernama Ibra agar mendekati sumber suara," kata pengumuman dari pengeras pendapat itu pada warga yang dimaksud masih berada di area Gedung Sate.

    Sampai massa terurai, semua barang dapat kembali ke pemiliknya, serta semua orang yang digunakan sempat terpisah dapat bertemu kembali dengan anggota keluarganya.

    Skuad Persib Bandung yang dimaksud menjuarai Turnamen 1 Indonesia 2024/2025 disambut ribuan Bobotoh yang memadati sekitar Gedung Sate Bandung, Hari Minggu siang.

    Rombongan pemain lalu ofisial skuad Persib Bandung itu didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba dalam Gedung Sate Bandung sekitar pukul 11.10 Waktu Indonesia Barat serta segera disambut ribuan Bobotoh juga Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna.

    Skuad Persib datang dengan dipimpin oleh dua pemain andalannya Marc Klok lalu Ciro Alves sembari menghadirkan dan juga mengangkat trofi juara.

    Di lokasi perayaan, legenda-legenda Persib Bandung juga turut terlihat hadir seperti Yudi Guntara, Asep Kustiana, Dadang Kurnia, Yadi Mulyadi, Hendra Komara, Keke Zakaria, Sutiono Lamso, Tatang Suryana, Roy Darwis, Asep Sumantri, Robi Darwis, Indra Thohir, lalu lainnya.

  • Jelang Lebaran, Dedi Mulyadi lakukan mutasi 25 pejabat, ini daftarnya

    Jelang Lebaran, Dedi Mulyadi lakukan mutasi 25 pejabat, ini daftarnya

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Menjelang Lebaran, eksekutif Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) baru semata melakukan perombakan besar di struktur birokrasi dengan merotasi lalu memasarkan 25 pejabat eselon II.

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan pergantian beberapa pejabat di dalam lingkungan Pemprov Jabar, mencakup kepala dinas, kepala biro, hingga direktur rumah sakit. Langkah ini bertujuan untuk menyegarkan organisasi kemudian meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah.

    Menariknya, berbeda dari biasanya yang dilakukan pada Gedung Sate atau Gedung Pakuan, pelantikan kali ini dijalankan di tempat lapangan terbuka dalam Daerah Karawang pada Kamis (27/3), semata-mata beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Prosesi ini disiarkan secara dengan segera melalui kanal YouTube resmi otoritas Provinsi Jawa Barat.

    Dalam daftar yang tersebut diumumkan, terdapat 25 nama pejabat yang mana mengalami rotasi maupun promosi. Beberapa pada antaranya merupakan pejabat yang mana diangkat oleh gubernur sebelumnya, Ridwan Kamil, namun pada saat ini dipindah atau mendapatkan kedudukan baru dalam era kepemimpinan Dedi Mulyadi.

    Perombakan ini dilaksanakan sebelum Gubernur Dedi Mulyadi genap menjabat 100 hari. Dalam sambutannya, ia berharap para pejabat yang tersebut dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab lalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

    "Kami melantik saudara-saudara sebagai pejabat di area lingkungan pemerintahan Provinsi Jawa Barat sesuai dengan jabatan yang digunakan sudah pernah ditetapkan. Semoga amanah ini dijalankan dengan baik, sesuai aturan yang mana berlaku, dan juga didedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat," ujar Dedi Mulyadi di siaran dengan segera Humas Jabar, Kamis (27/3).

    Berikut adalah daftar pejabat yang baru hanya dilantik sebagai pimpinan tinggi pratama di area lingkungan eksekutif Provinsi Jawa Barat, mengambil berbagai sumber.

    Daftar nama pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik di tempat lingkungan pemprov Jabar

    1. Dedi Taufik Kurohman, yang tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pada masa kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan juga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

    2. Nining Yuliastiani, yang dimaksud sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMPTSP, sekarang ini menduduki kedudukan Kepala Dinas Pertambangan serta Perdagangan (Disperindag).

    3. Noneng Komara Nengsih, yang tersebut sebelumnya mengatur Disperindag, saat ini beralih tugas sebagai Kepala Dinas Sosial.

    4. Bambang Tirtoyuliono, dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan juga Penataan Ruang (DBMPR), sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Daya dan juga Informan Daya Mineral (ESDM).

    5. Ai Saadiyah Dwidaningsih, yang digunakan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM, pada saat ini dipercaya mengatur Dinas Lingkungan Hidup.

    6. Dedi Supandi, yang dimaksud sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian kemudian Pembangunan, pada masa kini menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

    7. Sumasna, yang mana sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKD, sekarang ini menempati tempat sebagai Asisten Perekonomian serta Pembangunan.

    8. Mohammad Taufiq Budi, yang tersebut sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan juga Pembangunan, sekarang ini dipercaya sebagai Kepala Badan Penelitian juga Pembangunan Daerah.

    9. Linda Al Amin, yang digunakan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan juga Penguraian Daerah, pada saat ini mengawasi Dinas Ketahanan Pangan dan juga Peternakan.

    10. Mas Adi Komar, yang tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Jabar, pada masa kini menduduki jabatan Kepala Dinas Komunikasi juga Informatika.

    11. Ika Mardiah, yang mana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi kemudian Informatika, pada masa kini dipercaya sebagai Kepala Badan Penguraian Informan Daya Manusia.

    12. Hery Antasari, dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Badan Penguraian Narasumber Daya Manusia, saat ini berpindah menjadi Kepala Dinas Pemuda serta Olahraga.

    13. Asep Sukmana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda kemudian Olahraga, pada masa kini menempati tempat Asisten Pemerintahan juga Keseimbangan Rakyat.

    14. Wahyu Mijaya, yang mana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, pada masa kini dipercaya sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa kemudian Politik.

    15. Benny Bachtiar, yang tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Peluang Usaha Pariwisata serta Kebudayaan, pada masa kini bertugas sebagai Staf Ahli Area Pemerintahan, Hukum, serta Politik.

    16. Iendra Sofyan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Jabar, pada saat ini menduduki jabatan Kepala Dinas Peluang Usaha Pariwisata juga Kebudayaan.

    17. Teten Ali Mulku Engkun, dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Biro Organisasi, sekarang ini beralih menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

    18. Yuke Mauliani Septina, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian, pada masa kini dipercaya mengawasi Dinas Koperasi kemudian Usaha Kecil.

    19. Tulus Arifan, yang digunakan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum, saat ini ditugaskan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

    20. Mochamad Ade Afriandi, yang tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP, sekarang ini beralih tugas sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Warga kemudian Desa.

    21. Lusi Lesminingwati, yang dimaksud sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro BUMD, Investasi, juga Administrasi Pembangunan, sekarang dipercaya sebagai Staf Ahli Area Kemasyarakatan lalu Narasumber Daya Manusia.

    22. Dedi Mulyadi, yang digunakan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lingkup Perencanaan serta Penguraian Bappeda Jabar, sekarang menempati kedudukan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

    23. Deny Hermawan, yang mana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Area Perencanaan Anggaran Bappeda Jabar, pada masa kini dipercaya sebagai Kepala Biro Badan Usaha Milik Daerah, Investasi, serta Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.

    24. Akhmad Taufiqurrachman, yang mana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sektor di tempat Biro Kesra, sekarang ini menduduki tempat sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah.

    25. Ferry Achmad Firdaus Mansoer, pada masa kini resmi menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

    Meski sudah pernah dilaksanakan rotasi, beberapa sikap di area lingkungan Pemprov Jabar masih kosong, seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Bina Marga kemudian Penataan Ruang, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Organisasi, juga Kepala Biro Perekonomian.

  • Tunggakan pajak kendaraan dihapus, ini jadwal dan juga metode untuk Jabar

    Tunggakan pajak kendaraan dihapus, ini jadwal dan juga metode untuk Jabar

    Ibukota – eksekutif Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) resmi menghapus seluruh tunggakan pajak kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, bagi publik yang belum melunasi kewajibannya.

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini mencakup seluruh tunggakan pajak kendaraan hingga tahun 2024 tanpa batasan total tahun. Rencana ini memberikan pembebasan terhadap pokok pajak serta denda bagi pemilik atau pengguna kendaraan bermotor pada wilayah hukum Polda Jawa Barat juga Polda Metro Jaya.

    “Kami dari otoritas Provinsi Jawa Barat memberikan pengampunan menghadapi seluruh tunggakan pajak kendaraan bermotor. Namun, pasca Lebaran, saya harap kebijakan ini dapat diperpanjang,” ujar Dedi Mulyadi pada Selasa (18/3) di pernyataannya.

    Berikut ini adalah jadwal, persyaratan juga ketentuan, dan juga cara membayar kendaraan tanpa tunggakan, mengutip situs resmi Samsat dan juga berbagai sumber lainnya.

    Jadwal inisiatif bebas tunggakan kemudian denda pajak

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang tersebut akrab disapa KDM, menyampaikan bahwa penduduk diberikan kesempatan untuk menunda masa berlaku pajak kendaraan-nya mulai 20 Maret hingga 6 Juni 2025.

    Dalam inisiatif ini, pemilik kendaraan cuma perlu membayar pajak untuk tahun berjalan tanpa harus melunasi tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya. Rencana ini diharapkan dapat meringankan beban rakyat dan juga memberikan ketenangan mendekati perayaan Idul Fitri.

    Kebijakan ini pun diinformasikan sebagai "kado Lebaran" bagi warga Jawa Barat, memungkinkan merek untuk membayar pajak kendaraan tanpa dikenakan denda maupun kewajiban melunasi tunggakan lama.

    Dengan demikian, rakyat yang digunakan miliki tunggakan pajak cuma perlu membayar pajak untuk tahun 2025 saja. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kesadaran rakyat pada memenuhi kewajiban pajak juga menyokong peningkatan pendapatan wilayah dari sektor pajak kendaraan bermotor.

    Syarat kemudian ketentuan kegiatan bebas tunggakan lalu denda pajak

    Mengutip informasi dari situs resmi Samsat, terdapat beberapa aturan lalu ketentuan yang harus dipenuhi oleh pemilik kendaraan untuk memanfaatkan inisiatif ini. Berikut dokumen yang dimaksud perlu disiapkan:

    1. Balik nama serta pajak 5 tahunan (Ganti Plat)

    • KTP asli (khusus balik nama, hanya sekali diperlukan KTP pemilik baru).
    • STNK asli.
    • BPKB asli.
    • Cek fisik kendaraan (kendaraan harus dibawa ke kantor Samsat).
    • Kwitansi pembelian (khusus untuk balik nama).

    Proses pembayaran untuk balik nama juga pajak 5 tahunan semata-mata dapat dijalankan di area kantor Samsat Induk wilayah kabupaten/kota.

    2. Perpanjangan pajak tahunan

    • KTP asli.
    • STNK asli.

    Pembayaran pajak tahunan dapat dijalankan di dalam beberapa tempat, seperti Samsat Induk wilayah kabupaten/kota, Samsat Keliling, Gerai Samsat, Samsat Outlet, lalu layanan lainnya yang sudah disediakan.

    Cara membayar pajak kendaraan tanpa tunggakan

    Bagi publik yang ingin memanfaatkan inisiatif ini, berikut langkah-langkah yang dimaksud perlu dilakukan:

    1. Siapkan dokumen kendaraan

    Pastikan menghadirkan dokumen kendaraan yang mana diperlukan, seperti KTP, STNK, lalu BPKB sesuai ketentuan yang tersebut berlaku.

    2. Kunjungi kantor samsat terdekat

    Datangi kantor Samsat terdekat sesuai dengan domisili atau lokasi kendaraan terdaftar.

    3. Proses verifikasi data

    Petugas Samsat akan melakukan pengecekan terhadap data kendaraan juga jumlah total tunggakan pajak yang mana tercatat.

    4. Penghapusan tunggakan pajak

    Jika kendaraan memiliki tunggakan, sistem akan otomatis menghapus-nya, sehingga pemilik semata-mata perlu membayar pajak untuk tahun 2025 saja.

  • Antisipasi Geng Motor lalu Tawuran, Dedi Mulyadi Bakal Buat Kurikulum Wamil di dalam SMA

    Antisipasi Geng Motor lalu Tawuran, Dedi Mulyadi Bakal Buat Kurikulum Wamil di dalam SMA

    Ligapedianews.com – JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, akan memasukkan kurikulum wajib militer pada Sekolah Menengah Atas (SMA).

    “Saya berencana memasukkan kurikulum wajib militer (Wamil) untuk SMA untuk pembentukan karakter bela negara,” kata Dedi usai pelantikan di tempat Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

    Dedi menjelaskan, alasannya ingin memasukkan wamil pada kurikulum SMA, untuk mengantisipasi balapan liar serta perkelahian antar pemuda.

    “Rencananya dia yang dimaksud tertangkap sebab balapan liar dalam jalan kemudian terlibat geng motor perkelahian antarpemuda, antarsiswa kita akan masukin wamil,” jelasnya.

    Dedi pun akan berkerja sebanding dengan pihak TNI dari Kodam III Siliwangi kemudian kepolisian untuk merencanakan hal tersebut. Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan pemerintah Jabar akan mengalokasikan dana khusus untuk menangani geng motor serta premanisme.

    “Geng motor kita telah menyebabkan alokasi utk menangani geng motor juga premanisme di dalam jabar, relatif lumayan alokasinya,” ungkapnya.

  • Hari Pertama Kerja Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Copot Kepsek SMAN 6 Depok

    Hari Pertama Kerja Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Copot Kepsek SMAN 6 Depok

    Ligapedianews.com – JAKARTA – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengaku dengan segera mengambil tindakan tegas dalam hari pertama jabatannya dengan mencopot Kepala SMAN 6 Depok oleh sebab itu melanggar aturan larangan study tour ke luar provinsi.

    “Saya secara langsung kerja, hari ini juga secara langsung kerja. Hari ini telah ada langkah tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok dikarenakan ia melanggar surat edaran gubernur yang tersebut tidak ada boleh siswanya berpergian ke luar provinsi,” tegas Dedi usai dilantik dalam Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

    Dedi menilai biaya study tour yang tersebut mencapai Rp3,5 juta-Rp5,5 jt per siswa terlalu membebani orang tua. Selain study tour, Dedi juga menyoroti pungutan liar pada sekolah lalu sudah pernah memerintahkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan.

    Dedi juga mengungkapkan hal itu merupakan langkah pembenahan di area Jabar. Dedi pun mengaku tak ingin sekolah yang dimaksud ada di area Jabar melakukan bepergian ke luar provinsi untuk study tour sebab membebani orang tua.

    “Nah ini salah satu bagian yang mana akan kita benahi, dan juga hari ini juga sudah ada diperintahkan inspektur untuk memeriksa apakah sekolah itu ada pungutan-pungutan pada luar ketentuan atau tidak,” ujarnya.

    “Ini kinerja saya pertama ingin membenahi manajemen di tempat kependidikan di tempat Provinsi Jawa Barat, akibat kan isu PIP, pungutan, study tour, itu isu yang digunakan begitu meresahkan rakyat di tempat Jawa Barat,” pungkasnya.

    Diketahui 347 siswa SMAN 6 Depok tetap saja berangkat menuju Surabaya, Jawa Timur, di rangka Kunjungan Barang Belajar (KOB) selama delapan hari hingga Awal Minggu (24/2/2025). Hal ini masih dijalankan walau sebelumnya telah dilakukan ada imbauan agar SMAN 6 Depok meniadakan study tour.

  • Harta kekayaan Cagub Jawa Barat, Dedi Mulyadi menurut LHKPN

    Harta kekayaan Cagub Jawa Barat, Dedi Mulyadi menurut LHKPN

    Ligapedianews.com Ibukota – Dedi Mulyadi resmi mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat di pemilihan kepala daerah 2024.

    Dedi Mulyadi miliki pengalaman panjang sebagai pejabat publik. Ia pernah menjabat sebagai Pimpinan Daerah Purwakarta selama dua periode, yakni dari 2008 hingga 2018. Setelah itu, Dedi menjadi anggota DPR RI untuk periode 2019-2023, mewakili wilayah pemilihan Jawa Barat VII, dan juga bertugas di area Komisi VI DPR.

    Harta kekayaan Dedi Mulyadi, yang mana merupakan salah satu calon Gubernur Jawa Barat 2024, menjadi perhatian rakyat pasca Ia melaporkan kekayaannya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

    Berdasarkan data yang dimaksud tercantum di LHKPN, dengan tanggal penyampaian 20 Agustus 2024, total kekayaannya dilaporkan mencapai Rp12.851.243.199.

    Lantas, seperti apa ilustrasi kekayaan Dedi Mulyadi berdasarkan data LHKPN?

    Berikut rincian aset yang dimaksud dimilikinya, meliputi berbagai jenis kekayaan seperti properti, kendaraan, harta bergerak lainnya, simpanan kas, juga total hutang yang mana dimilikinya.

    Harta kekayaan Dedi Mulyadi

    1. Tanah juga bangunan

    Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah dilakukan beliau laporkan, Dedi Mulyadi tercatat mempunyai harta merupakan tanah dan juga bangunan senilai Rp7.368.000.000.

    Kekayaannya terdiri dari 116 unit dari properti tanah dan juga bangunan yang tersebut tersebar di area Perkotaan Purwakarta serta Subang. Semua tanah dan juga bangunan yang disebutkan diperoleh dari diri sendiri.

    2. Transportasi lalu mesin

    Dedi memiliki total kekayaan dari alat transportasi serta mesin, senilai Rp8.004.000.000, meliputi:

    • Sepeda motor Honda keluaran tahun 2003 dengan nilai Rp24.000.000, diperoleh dari hasil sendiri.
    • Sepeda Polygon Collous T8 tahun 2017, hasil sendiri, dengan nilai Rp20.000.000.
    • Sepeda motor Triumph Scrambler 1200 XE keluaran tahun 2019, bernilai Rp440.000.000, berasal dari hasil sendiri.
    • Sepeda motor Vespa Sei Giorni Limited Edition tahun 2020, senilai Rp170.000.000, juga merupakan hasil sendiri.
    • Mobil Lexus LX 600 keluaran tahun 2022, diperoleh dari hasil sendiri, dengan nilai Rp3.900.000.000.
    • Mobil Mercedes Benz E 300 Coupe keluaran tahun 2018, bernilai Rp1.500.000.000, hasil sendiri.
    • Mobil Lexus minibus/microbus keluaran tahun 2023, mempunyai nilai Rp1.950.000.000, diperoleh dari hasil sendiri.

    3. Harta bergerak lainnya

    Dalam catatan, total kekayaan harta bergerak lainnya yang dimaksud dimiliki Dedi Mulyadi, senilai Rp160.000.000.

    4. Surat berharga: Tidak ada catatan yang terlapor

    5. Kas juga setara kas

    Dalam pembagian kas lalu setara kas, Ia mempunyai total senilai Rp1.157.055.199

    6. Harta lainnya: Tidak ada catatan yang terlapor

    7. Hutang

    Dedi Mulyadi tercatat mempunyai beberapa jumlah hutang, sebanyak Rp3.837.812.000

    Dedi Mulyadi miliki catatan hutang di laporannya pada LHKPN. Dengan demikian, sejak laporan yang disebutkan diterima total harta kekayaan bersihnya, mencapai Rp12.851.243.199 (dua belas miliar delapan ratus lima puluh satu jt dua ratus empat puluh tiga ribu seratus sembilan puluh sembilan rupiah).