Tag: China-PBB-Jubir Kemenlu

  • Jubir Kemenlu China: PBB akui “Taiwan sebagai provinsi pada China”

    Ligapedianews.com Beijing – Telah dinyatakan dengan jelas di pendapat hukum resmi Kantor Urusan Hukum Sekretariat PBB bahwa "PBB menganggap 'Taiwan' sebagai provinsi China tanpa status terpisah," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning pada hari Hari Senin (10/3) sebagaimana warta Kantor Berita Xinhua.

    Saat menanggapi pertanyaan tentang Taiwan pada konferensi pers yang digunakan diselenggarakan pada 7 Maret lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan bahwa satu-satunya referensi untuk Taiwan di area PBB adalah "Taiwan sebagai Provinsi dalam China."

    "Ini merupakan sikap konsisten PBB, yang sudah pernah didokumentasikan dengan baik," ujar Mao di konferensi pers harian ketika menjawab pertanyaan tentang apakah pernyataan Wang menunjukkan kebijakan China Daratan yang digunakan lebih tinggi keras terhadap Taiwan.

    Resolusi 2758 yang digunakan diadopsi pada 1971 oleh Majelis Umum PBB telah menjelaskan bahwa hanya saja ada satu China di tempat dunia, Taiwan bukanlah negara, kemudian Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari China, kata jubir tersebut.

    Dia menyatakan bahwa hal itu juga menjelaskan bahwa cuma ada satu kursi China di tempat PBB, serta pemerintahan Republik Rakyat China adalah satu-satunya perwakilan yang sah pada PBB.

    "Resolusi ini dipatuhi oleh PBB serta badan-badan khususnya sebagaimana dibuktikan oleh referensi merekan untuk 'Taiwan sebagai Provinsi pada China,'" katanya.

    Mao menekankan bahwa terkait kesulitan Taiwan, sikap China konsisten serta jelas.

    "Kami masih berikrar pada prinsip Satu China serta Konsensus 1992. Kami siap bekerja dengan sangat tulus serta mengerahkan upaya maksimal untuk mewujudkan reunifikasi damai. Sementara itu, China akan mengambil semua langkah yang digunakan diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan juga integritas teritorial, dan juga dengan tegas menentang separatisme 'kemerdekaan Taiwan' maupun campur tangan eksternal," tutur Mao