Tag: Bulu Tangkis

  • Rekam jejak prestasi Jonatan Christie yang tersebut tinggalkan Pelatnas PBSI

    Rekam jejak prestasi Jonatan Christie yang tersebut tinggalkan Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Nama Jonatan Christie telah dilakukan lama menjadi salah satu ikon bulu tangkis Indonesia yang digunakan konsisten menorehkan prestasi di dalam tingkat nasional dan juga internasional. Atlet tunggal putra yang dimaksud akrab disapa Jojo ini memulai karier profesionalnya sejak usia muda kemudian terus menunjukkan performa impresif hingga kini.

    Jonatan pertama kali mencuri perhatian rakyat pada waktu meraih medali emas di area SEA Games 2017 yang tersebut dijalankan dalam Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, ia mengalahkan duta Thailand, Khosit Phetpradab, dengan skor meyakinkan 21-19, 21-10. Keberhasilan yang disebutkan menandai tonggak awal karier cemerlangnya pada level senior.

    Puncak pencapaian Jojo datang pada Asian Games 2018 di dalam Jakarta-Palembang. Di hadapan masyarakat sendiri, ia tampil gemilang dan juga berhasil meraih medali emas nomor tunggal putra seusai menundukkan pebulu tangkis Taiwan, Chou Tien Chen, lewat rubber game 21-18, 20-22, lalu 21-15. Kejayaan yang disebutkan mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung sektor tunggal putra Indonesia.

    Di level Kejuaraan Asia, Jojo pernah meraih medali perak edisi 2022 seusai dikalahkan Lee Zii Jia jika Negara Malaysia serta sukses menyabet emas edisi 2024 di tempat Ningbo, China, dengan kemenangan melawan perwakilan tuan rumah Li Shifeng 21-15, 21-16.

    Di kancah BWF World Tour, Jonatan telah dilakukan mengoleksi tujuh peringkat juara lalu delapan kali menjadi runner-up. Beberapa kemenangan pentingnya antara lain:

    • Juara New Zealand Open 2019 (Super 300)
    • Juara Australian Open 2019 (Super 300)
    • Juara Swiss Open 2022 (Super 300)
    • Juara Indonesia Masters 2023 (Super 500)
    • Juara Hong Kong Open 2023 (Super 500)
    • Juara French Open 2023 (Super 750)
    • Juara All England 2024 (Super 1000)

    Sementara itu, Jonatan juga tercatat sebagai finalis di dalam berbagai kejuaraan bergengsi seperti French Open, Japan Open, dan juga China Masters.

    Selain prestasi individu, Jonatan turut berkontribusi besar pada event beregu. Ia menjadi bagian dari regu Indonesia yang tersebut menjuarai Piala Thomas 2020 di tempat Aarhus, Denmark. Keberhasilan yang disebutkan mengakhiri penantian selama 19 tahun sejak terakhir kali Indonesia meraih gelar kejuaraan tersebut. Meskipun pada waktu itu Indonesia berada dalam dikenai sanksi oleh WADA sehingga tiada dapat mengibarkan bendera Merah Putih, prestasi yang disebutkan tetap memperlihatkan menjadi kebanggaan nasional.

    Jonatan juga pernah mencicipi podium runner-up di banyak turnamen BWF Superseries serta Grand Prix, seperti Korea Open 2017 juga Thailand Open 2017, juga menyabet peringkat juara di tempat pertandingan tingkat International Challenge seperti Indonesia International (2013) dan juga Swiss International (2014). Terakhir, Jonatan Christie juga dipercaya sebagai kapten pasukan Indonesia di dalam turnamen Piala Sudirman 2025.

    Baru-baru ini, Jonatan mengumumkan keputusannya sama-sama Chico Atmosfer Dwi Wardoyo untuk pergi dari dari Pelatnas PBSI Cipayung lalu memilih menjalani pola latihan berbasis klub. Meski demikian, PBSI menegaskan bahwa keduanya tetap memperlihatkan bagian dari pasukan nasional lalu akan dipanggil untuk meningkatkan kekuatan Merah Putih pada turnamen internasional resmi.

    Dengan sederet prestasi serta komitmen tinggi untuk terus membela bangsa, Jonatan Christie membuktikan bahwa profesionalisme pribadi atlet tidak ada cuma ditentukan oleh tempat ia berlatih, melainkan oleh integritas kemudian dedikasi di menjunjung nama Indonesia pada panggung dunia.

  • Keluar dari Pelatnas, ini profil serta catatan karier Jonatan Christie

    Keluar dari Pelatnas, ini profil serta catatan karier Jonatan Christie

    ligapedianews.com Ibukota – Jonatan Christie, atlet bulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, dikenal sebagai sosok pekerja keras yang telah dilakukan mencetak beragam prestasi gemilang pada panggung nasional lalu internasional sejak usia belia. Lahir di tempat Ibukota pada 15 September 1997, Jojo—sapaan akrabnya—merupakan putra dari pasangan Andreas Adi lalu Marianti Djaja yang memperkenalkannya pada dunia bulu tangkis sejak usia enam tahun.

    Sebelum fokus menekuni bulu tangkis, Jojo sempat mencoba olahraga lain seperti bola basket kemudian sepak bola. Namun, dukungan kemudian dorongan dari sang ayah membuatnya menekuni bulu tangkis secara serius. Ia mulai berlatih di dalam klub Taurus dan juga menunjukkan bakat luar biasa dengan meraih berbagai penghargaan sejak usia dini.

    Tonggak penting pada kariernya terjadi pada 2008, ketika Jojo yang dimaksud baru berusia 11 tahun berhasil meraih tujuh trofi dari berbagai perlombaan tingkat DKI, nasional, hingga internasional. Di tahun yang tersebut sama, ia juga menyumbangkan medali emas di turnamen Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara yang mana dijalankan di tempat Jakarta.

    Atas prestasinya tersebut, Jojo dianugerahi penghargaan Satyalancana oleh Presiden Ke-5 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009. Penghargaan ini tak membuatnya puas, justru semakin memotivasi Jojo untuk mengikuti jejak idolanya, Lin Dan, legenda bulu tangkis dengan syarat Tiongkok.

    Pada 2010, Jonatan meraih peringkat Juara Junior Asia U-15 pada Ichiba, Jepang. Kariernya di tempat level senior dimulai pada 2013 ketika ia menjuarai Indonesia International Challenge, mengalahkan Alamsyah Yunus pada final meskipun usianya baru 15 tahun.

    Tahun-tahun berikutnya menjadi fase penting di pembentukan karakter juga mental juara. Pada Indonesia Open 2015, Jojo tampil impresif hingga mencapai perempat final, juga menjadikannya sorotan publik. Di SEA Games 2015, ia bergabung berkontribusi di keberhasilan regu nasional meraih medali emas.

    Puncak prestasi Jojo datang pada Asian Games 2018 yang dimaksud diselenggarakan di area Ibukota Indonesia juga Palembang. Dalam final tunggal putra, ia menundukkan Chou Tien Chen (Taiwan) lewat pertandingan tiga gim: 21–18, 20–22, dan juga 21–15. Kemenangan ini tidak ada belaka membawanya meraih medali emas, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai ikon bulu tangkis nasional.

    Prestasi lain yang tersebut membanggakan antara lain emas SEA Games 2017 di area Malaysia, gelar kejuaraan juara BWF World Tour di area Australia Terbuka kemudian Selandia Baru, dan juga medali perak pada Prancis juga Jepang. Pada 2022, ia juga sukses menjuarai Swiss Open Super 300. Di tingkat beregu, Jojo turut menghadirkan Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 di dalam Aarhus, Denmark, sekaligus mengakhiri penantian 19 tahun.

    Di tahun 2025 ini, Jonatan Christie dipercaya sebagai kapten pasukan Indonesia di dalam kompetisi Piala Sudirman, hal ini tentu memperlihatkan kualitas kepemimpinannya di area pada kemudian luar lapangan.

    Meski pada Kamis (15/5) ini ia juga rekan sesama tunggal putra, Chico Atmosfer Dwi Wardoyo, memutuskan untuk berlatih dalam luar Pelatnas Cipayung, PBSI menegaskan bahwa kebijakan yang disebutkan merupakan bentuk kolaborasi lalu profesionalisme. PBSI tetap memperlihatkan memberi dukungan teknis, lalu keduanya tetap saja dipanggil membela regu nasional di kompetisi resmi.

    “Ini tidak perpisahan, ini bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim dalam negara-negara besar,” ujar Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat.

    Saat ini, Jojo menempati peringkat ke-5 dunia pada daftar tunggal putra BWF, dan juga menjadi salah satu pilar utama bulu tangkis Indonesia di tempat tingkat global.

    Melalui konsistensi, semangat juang, juga profesionalisme yang digunakan tinggi, Jonatan Christie terus menunjukkan dedikasinya untuk mengharumkan nama Indonesia di tempat panggung olahraga dunia.

  • Profil Chico Keadaan Dwi Wardoyo yang dimaksud meninggalkan dari Pelatnas PBSI

    Profil Chico Keadaan Dwi Wardoyo yang dimaksud meninggalkan dari Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com Ibukota – Nama Chico Atmosfer Dwi Wardoyo sudah ada tidak ada asing di area kalangan pecinta bulu tangkis Indonesia. Pebulu tangkis tunggal putra kelahiran Jayapura, 15 Juni 1998, ini sudah pernah mencatatkan berbagai prestasi di dalam kancah nasional juga internasional sejak mengawali kariernya sebagai atlet muda di area PB Pemda Papua.

    Chico mulai menunjukkan bakatnya sejak bergabung dengan PB Exist Ibukota pada 2013, sebelum akhirnya masuk pada pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI dalam Cipayung. Di bawah bimbingan pelatih-pelatih nasional, ia terus mengasah kemampuannya lalu berhasil menembus jajaran atlet andalan Indonesia dalam sektor tunggal putra.

    Perjalanan karier internasionalnya cukup menjanjikan. Pada 2016, Chico meraih medali perak dalam Kejuaraan Planet Junior pasca mencapai putaran final. Ia kemudian melanjutkan tren positif yang disebutkan dengan menyabet medali perunggu di dalam Kejuaraan Asia 2022 dan juga meraih peringkat juara dalam Malaya Masters 2022, usai menumbangkan Ng Ka Long dari Hong Kong.

    Namun, performa Chico sempat mengalami penurunan di beberapa kompetisi sepanjang musim 2023 dan juga awal 2025. Dalam Thailand Masters 2025, ia harus tertahan di tempat sesi 16 besar usai dikalahkan oleh perwakilan India, Sankar Muthusamy Subramanian, pada pertandingan tiga gim dengan skor 21-9, 10-21, 17-21. Sebelumnya, pada Indonesia Masters 2025, Chico juga tersingkir dalam sesi pertama setelahnya kalah dari Kenta Nishimoto.

    Pelatih tunggal putra Indonesia, Mulyo Handoyo, menyampaikan evaluasi bahwa Chico belum menunjukkan perkembangan yang dimaksud signifikan walaupun telah lama menjalani pelatnas selama hampir delapan tahun. Ia menilai Chico masih kurang pada variasi strategi serta kerap kesulitan beradaptasi ketika menghadapi lawan yang agresif. Chico sendiri mengakui kelemahan yang disebutkan juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki pola permainan lalu meningkatkan mental bertanding.

    Seiring dinamika pembinaan atlet nasional, kabar mengejutkan datang dari Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta. Pada Kamis (15/5), Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menyatakan bahwa Chico bersatu pebulutangkis lainnya, Jonatan Christie, memilih mengundurkan diri dari dari pelatnas kemudian akan menjalani kegiatan latihan berbasis klub.

    "Hari ini, Jonatan dan juga Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di dalam luar Pelatnas. Kami menghargai tindakan yang disebutkan sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," kata Taufik di konferensi pers.

    PBSI menegaskan bahwa langkah yang dimaksud tidak bentuk perpisahan, melainkan bagian dari sistem pembinaan yang dimaksud lebih banyak fleksibel juga adaptif, seperti yang tersebut sudah ada diterapkan dalam beberapa negara besar. Taufik menyatakan bahwa PBSI akan tetap saja memberikan dukungan teknis kemudian masih memanggil Chico dan juga Jonatan untuk membela Merah Putih di ajang-ajang internasional resmi.

    "PBSI adalah rumah besar yang tersebut terbuka. Profesionalisme atlet tak ditentukan oleh tempat berlatih, tetapi oleh komitmen lalu integritasnya," ujar Taufik.

    Selama kariernya, Chico telah lama meraih beberapa prestasi, pada antaranya:

    • Medali perak Kejuaraan Bumi Junior 2016
    • Medali perunggu Kejuaraan Asia 2022
    • Juara Malaya Masters 2022 (Super 500)
    • Juara Taipei Open 2023 (Super 300)
    • Medali emas beregu kemudian medali perak tunggal SEA Games 2023

    Langkah Chico meninggalkan pelatnas menjadi peluang penting pada kariernya. Dengan pengalaman juga semangat baru di dalam luar sistem pelatnas, Chico diharapkan mampu kembali menemukan performa terbaiknya lalu terus mengharumkan nama Indonesia dalam panggung bulu tangkis dunia.

  • Rekam jejak Chico Atmosfer Dwi Wardoyo selama menguatkan Pelatnas PBSI

    Rekam jejak Chico Atmosfer Dwi Wardoyo selama menguatkan Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Nama Chico Keadaan Dwi Wardoyo sudah lama menghiasi dunia bulu tangkis Indonesia sebagai salah satu atlet tunggal putra yang dimaksud menjanjikan. Lahir di tempat Jayapura, Papua, pada 15 Juni 1998, Chico memulai kiprah bulu tangkisnya dari PB Pemda Papua sebelum akhirnya pindah ke PB Exist DKI Jakarta pada 2013 juga bergabung dengan Pelatnas PBSI Cipayung.

    Prestasi internasional pertamanya datang pada 2016 pada waktu Chico meraih medali perak di dalam Kejuaraan Planet Junior dalam Bilbao, Spanyol, usai kalah dari perwakilan China Sun Feixiang. Prestasi itu menandai awal dari perjalanan panjangnya di area level elite dunia.

    Torehan prestasi

    Karier senior Chico mulai menanjak ketika ia berhasil menjuarai kompetisi BWF International Challenge Indonesia International 2018, mengalahkan seniornya Sony Dwi Kuncoro. Ia juga menjadi runner-up di tempat Vietnam International 2019.

    Di level BWF World Tour, Chico mencatatkan data dua penghargaan juara, yakni Tanah Melayu Masters 2022 (Super 500) serta Taipei Open 2023 (Super 300). Di Negara Malaysia Masters, ia mengalahkan duta Hong Kong, Ng Ka Long, dua gim langsung. Sementara pada Taipei Open 2023, Chico menaklukkan Su Li-yang dari Chinese Taipei dengan skor 23-21, 21-15.

    Ia juga dua kali menjadi runner-up, yakni pada Spain Masters 2021 (Super 300) kemudian Indonesia Masters 2023 (Super 500). Di Indonesia Masters, Chico menciptakan final sesama pemain Indonesia dengan Jonatan Christie—pertama kali terjadi sejak 2013.

    Di level perlombaan regional serta multievent, Chico meraih medali perunggu di area Kejuaraan Asia 2022 usai dikalahkan Jonatan Christie. Pada SEA Games 2023 dalam Kamboja, Chico turut mempersembahkan emas bagi kelompok putra Indonesia juga meraih medali perak dari sektor tunggal putra pasca kalah dari Christian Adinata di dalam final.

    Performa merosot dalam tahun 2025

    Memasuki musim 2025, Chico menghadapi tantangan berat. Hasil-hasil kurang memuaskan membayangi kiprahnya di area beberapa kejuaraan awal tahun. Di Indonesia Masters 2025, Chico secara langsung tersingkir pada putaran pertama oleh Kenta Nishimoto. Di Thailand Masters, ia kembali gagal melangkah terpencil setelahnya kalah dari Sankar Muthusamy Subramanian pada sesi 16 besar.

    Performa ini berlanjut di dalam All England 2025, di tempat mana Chico kalah telak dari unggulan pertama dengan syarat China, Shi Yuqi, dengan skor 13-21, 8-21 di area sesi pertama. Nasib sejenis menimpanya di tempat Kejuaraan Asia 2025, setelahnya kembali tersingkir pada sesi pertama usai ditundukkan Loh Kean Yew dari Singapura di dua gim langsung.

    Dari empat pertandingan BWF awal 2025, pencapaian terbaik Chico cuma menembus putaran kedua di area Thailand Masters, sementara tiga lainnya berakhir dalam sesi pertama. Catatan ini memunculkan sorotan dari pasukan ahli Pelatnas PBSI.

    Pelatih tunggal putra Indonesia, Mulyo Handoyo, mengatakan Chico belum menunjukkan kematangan permainan meskipun sudah berada di dalam pelatnas selama tujuh hingga delapan tahun. Ia menilai Chico masih minim variasi strategi serta kurang mampu beradaptasi ketika pertandingan berlangsung.

    Chico pun mengakui kelemahan yang dimaksud dan juga berjanji untuk memperbaiki aspek strategi, fokus, dan juga mentalitas di area lapangan.

    Dalam perkembangan terbaru, Chico bersatu Jonatan Christie memutuskan untuk meninggalkan dari Pelatnas PBSI kemudian berlatih secara mandiri di tempat klub. Keputusan ini disebut sebagai bagian dari metamorfosis sistem pembinaan atlet yang tersebut lebih banyak fleksibel.

    Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa langkah ini bukanlah perpisahan, melainkan bentuk kolaborasi baru yang mana tetap saja menempatkan kepentingan bangsa sebagai prioritas. PBSI akan terus memberikan dukungan teknis dan juga memverifikasi bahwa Chico tetap memperlihatkan menjadi bagian dari kelompok nasional bila dibutuhkan.

    Meski menghadapi masa-masa sulit di dalam awal 2025, rekam jejak Chico Atmosfer Dwi Wardoyo masih menunjukkan dedikasi dan juga kontribusinya bagi bulu tangkis Indonesia. Lewat pendekatan baru dalam luar pelatnas, rakyat berharap Chico dapat kembali menemukan performa terbaiknya lalu terus mengharumkan nama Indonesia dalam kancah dunia.

  • Ini adalah alasan Jonatan Christie lalu Chico mengundurkan diri dari dari Pelatnas PBSI

    Ini adalah alasan Jonatan Christie lalu Chico mengundurkan diri dari dari Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Dua pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie lalu Chico Suasana Dwi Wardoyo, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di area Cipayung, Jakarta. Keputusan yang disebutkan diberitahukan secara resmi oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di konferensi pers yang mana dilakukan di tempat Pelatnas PBSI, Kamis (15/5).

    Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa tindakan Jonatan kemudian Chico untuk pergi dari dari pelatnas bukanlah bentuk perpisahan, melainkan langkah kolaboratif pada rangka metamorfosis sistem pembinaan atlet nasional yang tersebut lebih lanjut adaptif kemudian fleksibel.

    "Hari ini, Jonatan lalu Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di area luar pelatnas. Kami menghargai tindakan yang disebutkan sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," ujar Taufik.

    Menurut Taufik, PBSI tetap saja akan memberikan dukungan juga koordinasi teknis terhadap kedua atlet tersebut, yang tersebut akan terus dipanggil untuk membela regu nasional Indonesia pada ajang-ajang internasional resmi.

    "Ini tidak perpisahan. Hal ini bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim diterapkan di dalam negara-negara besar juga sekarang ini Indonesia juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang dimaksud lebih besar fleksibel," katanya menambahkan.

    Berikut alasan kedua pebulutangkis yang dimaksud pergi dari dari Pelatnas PBSI

    Alasan Jonatan Christie

    Jonatan Christie mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan dari pelatnas telah dilakukan melalui proses panjang sejak usai tampil pada Olimpiade Paris 2024. Hasil yang digunakan tiada sesuai harapan membuatnya merenung lalu mempertimbangkan berbagai kemungkinan pada kelanjutan kariernya.

    "Kalau boleh cerita sedikit, sebenarnya awal ini bermula pasca Olimpiade Paris. Kami semua sudah ada komitmen juga berupaya maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Saya pribadi cukup kecewa," tutur Jonatan.

    Kekecewaan itu sempat menimbulkan Jonatan berpikir untuk mundur total dari dunia bulu tangkis. Namun setelahnya berdiskusi dengan pelatih, keluarga, kemudian orang-orang terdekat, ia memutuskan untuk masih melanjutkan karier sebagai atlet dengan pendekatan berbeda melalui sistem latihan profesional berbasis klub.

    "Dari rumah saya ke Cipayung jaraknya cukup sangat serta membutuhkan penyesuaian. Saya memberanikan diri menyampaikan keinginan untuk menjadi pemain profesional. Di mana pun saya berlatih, saya tetap memperlihatkan menghadirkan nama Indonesia," ujar Jonatan.

    PBSI juga Jonatan kemudian setuju bahwa kejuaraan Piala Sudirman 2025 menjadi kompetisi terakhirnya sebagai bagian dari Pelatnas Cipayung. Dalam event tersebut, Jonatan didapuk menjadi kapten pasukan kemudian berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.

    Alasan Chico Wardoyo

    ​​​​​​​Sementara itu, Chico Suasana Dwi Wardoyo menegaskan keputusannya meninggalkan dari pelatnas tidak akibat tekanan dari pihak manapun, melainkan murni keinginan pribadi untuk mencari suasana baru di latihan dan juga pengalaman sebagai pemain profesional.

    "Enggak ada tekanan mirip sekali, dari PBSI maupun dari luar. Saya cuma ingin mencoba pengalaman berlatih pada luar lalu menjadi pemain profesional," kata Chico.

    Setelah hampir sembilan tahun bergabung di tempat Pelatnas Cipayung, Chico merasa saatnya mencoba pendekatan baru di pengembangan kariernya. Ia mengaku langkah ini telah terjadi melalui pertimbangan matang, termasuk diskusi dengan pelatih, keluarga, juga klub.

    "Ini tidak kebijakan yang mudah. Tapi saya ingin mencoba pengalaman baru kemudian merasakan suasana latihan berbeda dalam luar pelatnas," ujarnya.

    Performa Chico sepanjang musim 2025 yang mana belum menunjukkan hasil maksimal juga turut mempengaruhi keputusannya untuk mengambil pendekatan berbeda pada latihan.

    PBSI menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggalang atlet-atlet nasional, baik yang menjalani latihan dalam pelatnas maupun di tempat luar. Bagi PBSI, yang digunakan membedakan hanya saja lokasi latihan, namun semangat serta komitmen masih sama: untuk Indonesia.

    "PBSI akan selalu memperkuat atlet-atlet yang digunakan berjuang demi Merah Putih. Yang membedakan cuma lokasi latihan, tapi semangatnya masih satu: untuk Indonesia," kata Taufik.

    Ia menegaskan bahwa PBSI adalah rumah besar yang dimaksud terbuka, juga langkah Jonatan juga Chico diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa profesionalisme atlet bukan ditentukan oleh tempat berlatih, tetapi oleh komitmen juga integritas.

  • Tunda Bulan Madu, Gregoria Mariska Ditemani Mikha Angelo di dalam All England 2025

    Tunda Bulan Madu, Gregoria Mariska Ditemani Mikha Angelo di dalam All England 2025

    Ligapedianews.com JAKARTA – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung , akan ditemani sang suami, Mikha Angelo tampil di area All England 2025. Namun begitu, Gregoria melakukan konfirmasi tak ada rencana bulan madu di waktu dekat, termasuk usai kompetisi All England 2025.

    Sebagaimana diketahui, Gregoria ketika ini sudah pernah resmi berstatus sebagai seseorang istri usai mengucap janji setia dengan Mikha pada 21 Februari 2025. Akan tetapi, tak seperti pasangan suami istri pada umumnya, Gregoria lalu Mikha takkan segera bulan madu.

    Pasalnya usai menikah Gregoria harus mempersiapkan diri ke kompetisi All England 2025 yang mana akan berlangsung pekan depan. Bahkan untuk ketika ini, Gregoria kemudian Mikha pun belum memiliki rencana bulan madu di waktu dekat.

    “Belum ada (plan untuk bulan madu). Mungkin kayak Juni akibat ada kosong setelahnya Indonesia Open,” ungkap Gregoria pada waktu ditemui dalam Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (5/3/2025).

    “Itu kan ada US Open dan juga Kanada Open, itu kan aku enggak ikut, jadi kemungkinan besar di dalam Juni. Tapi belum plan mau ke mana,” tambahnya.

    Meski begitu, Gregoria akan berangkat ke All England 2025 bersatu sang suami Mikha. Sama seperti tahun lalu, musisi jebolan X Factor Indonesia itu akan mendampingi Gregoria.

    Akan tetapi berbeda dengan tahun lalu, kali ini Mikha sudah ada berstatus sebagai suami ketika menemani Gregoria. Bahkan Mikha juga berencana menyaksikan klub sepakbola kesayangannya, Newcastle United yang mana akan melakoni laga final Piala Turnamen Inggris kontra Liverpool pada Mingguan 16 Maret 2025.

    “(Mikha) mengambil bagian (ke All England), kayak tahun lalu ikut,” ucap peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu.

    “(Selain menemani ke All England), tujuan ia itu nonton Newcastle oleh sebab itu klubnya lagi main final di dalam pertandingan. Jadi beliau mau ke sana nemenin aku sekaligus nonton klub favoritnya,” jelasnya.

    All England 2025 sendiri akan berlangsung pekan depan dalam Birmingham, Inggris pada 11-16 Maret 2025. Pada sesi pertama, Gregoria akan ditunggu oleh pemain dengan syarat Kanada, Michelle Li.

  • Apriyani/Fadia Comeback, Siap Gebrak Eropa: Makin Excited!

    Apriyani/Fadia Comeback, Siap Gebrak Eropa: Makin Excited!

    Ligapedianews.com – Pasangan ganda putri andalan, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti , akan segera kembali beraksi di dalam lapangan. Fadia mengaku telah tak sabar untuk kembali berduet dengan Apriyani setelahnya sekian lama terpisah.

    Seperti diketahui, Apriyani harus menepi dari lapangan selama hampir setengah tahun sebab cedera. Setelah Olimpiade Paris 2024, ia fokus menjalani pemulihan hingga kondisinya benar-benar pulih. Selama masa pemulihan Apriyani, Fadia sempat dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari, bahkan bermain rangkap di area ganda campuran dengan Dejan Ferdinansyah.

    Namun, penantian para penggemar akhirnya usai. Apriyani/Fadia dipastikan akan kembali berduet dan juga sudah didaftarkan pada tiga kejuaraan Eropa, yaitu Orleans Masters, All England, kemudian Swiss Open 2025.

    Fadia pun mengungkapkan kegembiraannya menyambut comeback sama-sama Apriyani. Ia yakin bahwa chemistry dia masih terjaga dengan baik, meskipun sudah ada lama bukan bermain bersama.

    “Harusnya makin excited dong. Walaupun enggak partneran tapi setiap hari setiap saat bareng jadi chemistry-nya masih terjaga kemudian sangat amat baik,” ujar Fadia.

    Keduanya memang benar tetap saja menjalin komunikasi yang mana baik selama terpisah. Bahkan, ketika Fadia tampil di dalam Badminton Asia Mixed Team Championship 2025, Apriyani sudah ada menunggunya untuk latihan bersama.

    “Sering sih (komunikasi), kemarin juga ngasih support, ngasih ucapan selamat,” jelas Fadia.

    “Ditunggu di tempat DKI Jakarta lantaran belum sempat latihan bareng juga dari awal tahun sampai sekarang,” lanjutnya.

    Comeback Apriyani/Fadia tentu sangat dinantikan oleh para penggemar. Mampukah mereka itu secara langsung tampil solid juga meraih hasil positif di area turnamen-turnamen mendatang? Patut kita saksikan bersama!

  • Susunan Pemain Indonesia vs Taiwan pada Perempat Final BAMTC 2025: Siti Fadia Turun 2 Nomor

    Susunan Pemain Indonesia vs Taiwan pada Perempat Final BAMTC 2025: Siti Fadia Turun 2 Nomor

    ligapedianews.com QINGDAO – Tim bulu tangkis Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan di dalam perempatfinal Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Laga yang dimaksud akan berlangsung dalam Qingdao Conson Sports Center, Qingdao, China pada hari terakhir pekan (14/2/2025) sore WIB.

    Susunan pemain kedua pasukan sudah ada bisa jadi diketahui mendekati pertandingan itu. Baik Indonesia maupun Taiwan menurunkan susunan pemain terbaiknya demi tiket semifinal BAMTC 2025.

    Duel kedua kelompok akan dibuka oleh konferensi dua ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia) versus Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang akan menjadi laga pembuka.

    Kemudian pasca itu, ada duel tunggal putra yang mana mempertemukan Alwi Farhan (Indonesia) versus Lee Chia Hao (Taiwan). Duel ini akan menarik sebab kedua tunggal putra telah pernah bertemu di empat laga sebelumnya.

    Dalam empat konferensi itu, Lee unggul dengan tiga kemenangan menghadapi Alwi Farhan. Selepas pertandingan tunggal putra, tunggal putri dari masing-masing negara akan saling berhadapan.

    Putri Kusuma Wardani (Indonesia) akan bersua dengan Sung Shuo Yun (Taiwan). Sebelum melangkah ke laga keempat, perlu diketahui bahwa pertandingan ini akan menjadi best of three atau siapa yang mana mendapatkan tiga poin lebih besar dulu dipastikan mengundurkan diri dari sebagai pemenang.

    Kemudian untuk laga keempat, ada pertandingan ganda putra antara Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin (Indonesia) versus Liu Kuang Heng/Wang Chi-Lin (Taiwan).

    Lalu jikalau laga berlanjut ke pertandingan kelima, ada bentrokan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia) versus Hung En-Tzu/Teng Chun Hsun (Taiwan). Artinya, Siti Fadia akan tampil di dalam dua nomor membela Merah Putih.

    Diharapkan, kelompok bulu tangkis Indonesia sanggup meraih hasil terbaik di area putaran perempatfinal BAMTC 2025.

  • Hasil BAMTC 2025: Dejan/Fadia Sumbang Poin, Indonesia vs Taiwan satu-nol

    Hasil BAMTC 2025: Dejan/Fadia Sumbang Poin, Indonesia vs Taiwan satu-nol

    ligapedianews.com Dejan Ferdinansyah/ Siti Fadia Silva Ramadhanti , menyebabkan pasukan bulu tangkis Indonesia unggul satu gol tanpa balas menghadapi Taiwan di area laga pertama perempat final Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Dejan/Fadia menyumbang poin pertama untuk Merah Putih usai kalahkan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang.

    Dejan/Fadia mengunci kemenangan melawan Hsuan/Fang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-16, lalu 21-19. Laga yang disebutkan berlangsung di area Qingdao Conson Sports Center, Qingdao, China, Hari Jumat (14/2/2025) sore WIB.

    Dejan/Fadia mendapat tekanan sejak awal dari Hsuan/Fang. Racikan baru Pelatnas PBSI Cipayung itu bahkan harus tertinggal cukup sangat jauh dengan skor 3-7.

    Namun pasca itu, Dejan/Fadia mampu bangkit serta menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Ganda campuran Indonesia itu secara mengejutkan berhasil ungguli Hsuan/Fang dalam interval game pertama dengan skor 11-10.

    Tapi sayangnya, Dejan/Fadia tampak kehilangan fokus usai jeda. Pasalnya, mereka tertinggal dengan skor 16-19. Pada akhirnya, dia harus kalah 16-21 dari Hsuan/Fang di area gim pertama.

    Di game kedua, Dejan/Fadia terlihat menemukan celah permainannya. Mereka ungguli pasangan Taiwan dengan skor 7-4. Poin demi poin terus dicuri oleh mereka.

    Hingga akhirnya Dejan/Fadia unggul di tempat interval gim kedua dengan skor 11-6. Setelah jeda, merek terus memperlebar jarak menjadi 19-14. Hasilnya, Dejan/Fadia merebut kemenangan dalam gim kedua dengan skor 21-16, yang tersebut sekaligus memaksa laga berlanjut ke game ketiga.

    Dejan/Fadia mendominasi permainan pada gim ketiga dengan ungguli Hsuan/Fang dengan skor 7-3. Meski mendapat tekanan dari lawan, Dejan/Fadia mampu unggul lebih besar dulu di area interval game ketiga dengan skor 11-10.

    Setelah itu, kedua pasangan bermain sengit hingga skor sempat imbang 18-18. Namun pada akhirnya, Dejan/Fadia berhasil pergi dari dari tekanan di tempat poin-poin kritis itu. Mereka pun membungkus game ketiga dengan kemenangan 21-19 berhadapan dengan Hsuan/Fang

    Kemenangan ini membuka keunggulan pasukan Indonesia melawan Taiwan. Pada partai kedua akan dimainkan sektor tunggal putra antara Alwi Farhan (Indonesia) versus Lee Chia Hao (Taiwan).

  • Hasil BAMTC 2025: Alwi Farhan Kepayahan Raih Poin, Indonesia vs Taiwan 2-0

    Hasil BAMTC 2025: Alwi Farhan Kepayahan Raih Poin, Indonesia vs Taiwan 2-0

    ligapedianews.com Alwi Farhan memperbesar keunggulan pasukan bulu tangkis Indonesia menjadi 2-0 berhadapan dengan Taiwan di area perempat final Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Hasil positif itu diraih Alwi usai mengalahkan Lee Chia Hao melalui pertarungan sengit rubber game 21-16, 21-23, juga 21-11 di tempat Qingdao Conson Sports Center, Hari Jumat (14/2/2025).

    Alwi tampil penuh percaya diri. Dia berhasil unggul 11-8 di dalam interval pertama. Setelah jeda, Alwi terus menjaga keunggulannya.

    Perolehan poin terus dikumpulkan hingga akhirnya Alwi sukses merebut game pertama dengan skor 21-16. Di game kedua, permainan Alwi masih belum terbendung.

    Alwi berhasil mendikte permainan Lee Chia Hao. Ia pun berhasil menghimpun 11-9 di area interval kedua. Setelah jeda, Lee berbalik menekan.

    Lee bahkan mampu menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Di poin-poin kritis, Alwi justru kehilangan konsentrasi hingga akhirnya kalah 21-23.

    Di game penentuan, Alwi tak ingin kecolongan lagi. Dia secara langsung menggempur hingga akhirnya unggul sangat 11-6 di tempat interval ketiga.

    Setelah jeda, Alwi tak memberikan kesempatan untuk lawannya untuk menemukan ritme permainan terbaiknya. Hingga akhirnya mengungguli laga dengan skor 21-11.

    Dengan demikian, Indonesia ketika ini unggul 2-0 menghadapi Taiwan. Putri Kusuma Wardani akan datang menjadi delegasi ketiga Indonesia sekaligus penentu, apakah ia mampu mengakibatkan regu Merah Putih lolos ke semifinal BAMTC 2025 atau tidak?