Tag: BNI

  • Cara mengungkap account Mandiri, BRI, BNI, serta BTN online untuk BSU 2025

    Cara mengungkap account Mandiri, BRI, BNI, serta BTN online untuk BSU 2025

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – otoritas kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap Juni-Juli 2025 sebesar Rp600.000. Salah satu aturan mutlak untuk menerima bantuan ini adalah memiliki account berpartisipasi di dalam salah satu bank yang tergabung di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, atau BTN. Alternatif lainnya, penerima juga dapat menggunakan layanan PosPay melalui Kantor Pos.

    Bagi Anda yang belum mempunyai account di tempat salah satu bank tersebut, tak perlu khawatir. Berikut panduan lengkap yang digunakan dapat Anda ikuti untuk membuka akun baru atau menggunakan layanan PosPay agar masih mampu menerima BSU secara tepat waktu.

    Cara menyebabkan tabungan Bank Himbara secara online

    1. BRI (melalui aplikasi mobile BRImo)

    – Unduh program BRImo pada Play Store/App Store.

    – Pilih “Belum Punya Rekening BRI”, lalu tentukan komoditas tabungan kemudian cabang.

    – Foto e‑KTP, isi data diri, dan juga verifikasi via OTP SMS dan juga email.

    – Lakukan verifikasi wajah (selfie).

    – Setujui ketentuan & ketentuan, buat username, password, kemudian PIN.

    – Rekening terlibat pasca selesai.

    2. BNI (via aplikasi mobile BNI Mobile Banking)

    – Unduh dan juga membuka perangkat lunak BNI Mobile Banking.

    – Klik “Buka Rekening BNI”, pilih komoditas (biasanya Taplus).

    – Siapkan e‑KTP, NPWP (jika ada), lalu tanda tangan di area kertas putih.

    – Isi data diri, selfie, serta verifikasi.

    – Rekening terlibat pasca muncul nomor tabungan serta kartu debit virtual.

    – Lakukan setoran awal (mulai Rp50.000) agar account tidak ada otomatis tutup.

    3. BTN (melalui aplikasi mobile BTN Digital/Mobile)

    – Unduh aplikasi mobile BTN Digital (atau Btn Mobile Banking).

    – Pilih “Daftar” > “Buka Rekening Baru”.

    – Unggah e‑KTP juga isi data sesuai identitas.

    – Masukkan kode OTP dari SMS/email.

    – Isi data pekerjaan kemudian penghasilan (opsional apabila ibu rumah tangga/pelajar).

    – Buat ID pengguna, kata sandi, kemudian lakukan verifikasi wajah.

    – Proses selesai, info tabungan dikirim via email.

    4. Mandiri (melalui Livin’ by Mandiri)

    – Unduh perangkat lunak Livin’ by Mandiri.

    – Pilih “Belum Punya Rekening”, lalu “Buka Tabungan”.

    – Unggah e‑KTP juga foto jelas KTP.

    – Isi NIK, nama ibu kandung, nomor HP, juga email.

    – Verifikasi via SMS OTP juga email.

    – Buat password, PIN, serta ID pengguna.

    – Konfirmasi data juga akun berpartisipasi siap digunakan.

    Setelah account aktif, lakukan langkah untuk update BSU

    – Kunjungi situs bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id atau bpjsketenagakerjaan.go.id.

    – Masukkan NIK, tanggal lahir, nama ibu kandung, nomor HP, serta email.

    – Sistem akan menampilkan status penerima BSU. Jika eligible, lanjutkan ke update rekening.

    – Pilih nama bank Himbara lalu masukkan nomor account bergerak sesuai buku tabungan.

    – Klik "Lanjutkan", sistem akan menampilkan notifikasi “Pembaruan Rekening Berhasil”.

    – Proses verifikasi dan juga dana sebesar Rp600.000 akan dicairkan secara langsung ke rekening.

    Sebagai informasi, penerima juga bisa jadi menerima BSU melalui PosPay apabila belum miliki account Himbara, dengan pencairan tunai di area Kantor Pos, cukup mengakibatkan KTP kemudian notifikasi penerima BSU.

    Dengan demikian, penerimaan BSU 2025 senilai Rp600.000 sangat bergantung pada kepemilikan lalu validitas akun di dalam bank Himbara atau layanan PosPay. Proses inisiasi akun pada masa kini semakin mudah dan juga praktis lantaran dapat diadakan secara online melalui aplikasi mobile resmi masing-masing bank, seperti Mandiri, BRI, BNI, juga BTN.

    Setelah memiliki tabungan aktif, pastikan untuk memperbarui data di area situs resmi BPJS Ketenagakerjaan agar proses pencairan bantuan dapat segera dilakukan. Dengan langkah ini, diharapkan jutaan pekerja berpenghasilan rendah bisa saja menerima bantuan subsidi upah secara cepat, tepat, serta tanpa hambatan administratif.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • BNI raih laba bersih Rp5,4 triliun pada kuartal pertama 2025

    BNI raih laba bersih Rp5,4 triliun pada kuartal pertama 2025

    Ligapedia.news DKI Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencetak laba bersih yang tersebut meningkat menjadi Rp5,4 triliun juga pendapatan operasional naik 2,8 persen menjadi Rp15,25 triliun pada periode kuartal pertama 2025.

    Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mana solid dibarengi dengan peningkatan perusahaan yang digunakan prudent, di dalam sedang dinamika lalu tantangan ketidakpastian global.

    "Pencapaian kinerja keuangan BNI pada kuartal I-2025 mencerminkan peningkatan kredit yang mana sehat dan juga keberhasilan dari perubahan digital yang tersebut turut mengupayakan peningkatan tabungan,” kata Paolo pada keterangannya pada Jakarta, Senin.

    Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit BNI meningkat sebesar 10,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp765,47 triliun per Maret 2025, didorong oleh segmen korporasi yang tersebut bertambah 16 persen yoy menjadi Rp433,4 triliun.

    Dalam segmen korporasi, pembiayaan ke sektor swasta serta institusi naik 17 persen menjadi Rp317,1 triliun, sementara kredit ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkat 13,3 persen menjadi Rp116,3 triliun.

    Sementara segmen konsumer menjadi kontributor terbesar kedua pasca korporasi dengan pertumbuhan sebesar 13 persen yoy menjadi Rp144,9 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari personal loan yang mana meningkat 13,7 persen dan juga kredit pemilikan rumah (KPR) meningkat 12,5 persen yoy.

    Pada kredit segmen menengah, pertumbuhan kreditnya ditopang dari kredit komersial yang tersebut meningkat 2,6 persen yoy. Sedangkan pada segmen kecil tercatat perkembangan pembiayaan non-Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6,1 persen yoy.

    Secara keseluruhan, komposisi kredit BNI didominasi segmen korporasi sebanyak 56,6 persen dari total pembiayaan, disusul oleh segmen konsumer 18,9 persen, kredit ke segmen menengah lalu kecil masing- masing 12,6 persen lalu 9,6 persen. Sedangkan sumbangan pembiayaan dari anak bidang usaha meningkat dari 1,6 persen menjadi 2,2 persen.

    Perseroan menyampaikan, perkembangan kredit BNI secara konsolidasi pada kuartal I 2025 telah terjadi sesuai dengan target yang mana ditetapkan sepanjang tahun ini.

    Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) terjaga di area level 2 persen lalu loan at risk (LAR) turun menjadi 10,9 persen dari 13,3 persen pada kuartal I 2024.

    Perbaikan kualitas ini juga memunculkan penghematan beban pencadangan yang dimaksud dibentuk atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen, sejalan dengan target aspirasi BNI tahun ini.

    Dari sisi pendanaan, BNI mencatat perkembangan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5 persen yoy menjadi Rp819,6 triliun dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari penghimpunan dana terjangkau (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 6,3 persen.

    Produk tabungan yang digunakan meningkat solid sebesar 10,2 persen menjadi Rp257,8 triliun, sedangkan giro bertambah 3,4 persen menjadi Rp320 triliun.

    Paolo mengatakan, digitalisasi melalui perangkat lunak wondr by BNI serta BNIdirect telah terjadi berkontribusi terhadap peningkatan CASA sehingga rasio dana diskon meningkat menjadi 70,5 persen terhadap total DPK atau tertinggi dari empat kuartal sebelumnya.

    Pertumbuhan yang berkualitas dari sisi kredit juga DPK pun mampu menyokong kenaikan net interest income (NII) di dalam BNI sebesar 4,7 persen yoy menjadi Rp9,8 triliun.

    Adapun program wondr by BNI turut mencatatkan kinerja positif hingga Maret 2025 dengan jumlah agregat pengguna mencapai 6,8 jt pengguna. Jumlah kegiatan tercatat sebanyak 218 jt proses dengan nilai Rp212 triliun sejak pertama kali diperkenalkan pada 5 Juli 2024.

    Sementara pada segmen wholesale, BNIdirect mencatat perkembangan nilai kegiatan sebesar 33,2 persen yoy atau sebesar Rp2.374 triliun, dengan peningkatan jumlah total operasi sebanyak 16,4 persen yoy menjadi 337 jt transaksi.

    Dari sisi keberlanjutan, BNI mencatat total sustainable portfolio atau pembiayaan untuk sektor kegiatan bisnis yang memenuhi Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sesuai aturan OJK sebesar Rp182,4 triliun atau 24,3 persen dari total portfolio kredit BNI.

    Dari total tersebut, sebanyak Rp110,2 triliun disalurkan untuk kegiatan pembiayaan lalu pemberdayaan Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) serta Rp72,2 triliun sebagai green loan.

  • BNI perketat kredit valas guna jaga kinerja di area sedang fluktuasi rupiah

    BNI perketat kredit valas guna jaga kinerja di area sedang fluktuasi rupiah

    Ligapedia.news DKI Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meningkatkan kehati-hatian di penyaluran kredit berdenominasi valuta asing (valas) untuk menjaga kinerja perusahaan di area berada dalam fluktuasi nilai tukar rupiah.

    “BNI secara berkala terus menerapkan manajemen risiko yang tersebut ketat, salah satunya dengan melakukan stress test terhadap kondisi makro dunia usaha termasuk pergerakan nilai tukar guna mengantisipasi agar tak berdampak terhadap kualitas aset,” kata Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo, dikutipkan di tempat Jakarta, Kamis.

    Pengetatan kredit valas itu dilaksanakan dengan memprioritaskan pemberian kredit untuk debitur yang mana memiliki natural hedge pada bidang usaha model mereka.

    Terkait kondisi likuiditas valas, Okki menegaskan bahwa likuiditas pada mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih berada pada level yang digunakan sangat memadai.

    "BNI menjaga kecukupan likuiditas pada berhadapan dengan rasio yang ditetapkan oleh regulator," ujar dia.

    Saat ini, rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) valas BNI masing-masing tercatat sebesar 151,72 persen kemudian 135,13 persen, sangat di dalam berhadapan dengan batas minimum yang digunakan ditetapkan regulator.

    Loan to Deposit Ratio (LDR) juga masih berada pada koridor yang dimaksud ditetapkan oleh manajemen.

    Selain itu, BNI miliki tempat alat likuid pada bentuk dolar Amerika Serikat yang mana mencukupi dan juga dijaga pada level lebih besar tinggi dari risk appetite internal bank.

    Dengan pengelolaan risiko yang tersebut disiplin juga kedudukan likuiditas yang kuat, BNI optimistis dapat menjaga stabilitas kinerja lalu memperkuat perkembangan sektor ekonomi nasional pada berada dalam kondisi lingkungan ekonomi global yang tersebut penuh tantangan.

    “Hal ini mencerminkan kesiapan BNI di menghadapi peluang tekanan likuiditas yang dimaksud kemungkinan besar timbul akibat dinamika nilai tukar global,” tutur Okki.

    Untuk diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini pada Ibukota menguat sebesar 50 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.823 per dolar Negeri Paman Sam dari sebelumnya Rp16.873 per dolar AS.

    Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi ekspektasi resesi Amerika Serikat mereda.

    Hal itu dipengaruhi pengumuman Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump terkait 75 negara lain akan diberikan penangguhan pemberlakuan kebijakan tarif selama 90 hari dari tenggat waktu Rabu (9/4). Sebelumnya, mereka itu dijadwalkan akan dikenakan tarif tambahan tinggi dari batas dasar 10 persen, bahkan di beberapa kasus, tarifnya sanggup jarak jauh lebih banyak tinggi.