Tag: BMKG

  • BMKG Prakirakan Mayoritas DKI Jakarta Berawan Sepanjang Hari, Ibukota Indonesia Selatan serta Timur Hujan Ringan

    BMKG Prakirakan Mayoritas DKI Jakarta Berawan Sepanjang Hari, Ibukota Indonesia Selatan serta Timur Hujan Ringan

    Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi juga Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas Ibukota mengalami cuaca berawan sepanjang Kamis pagi hingga menjauhi malam, 12 September 2024, kecuali dalam Ibukota Selatan dan juga Timur yang diperkirakan hujan ringan.

    Pada pagi hingga siang hari, seluruh wilayah DKI Jakarta mengalami cuaca berawan.

    Pada siang hingga menjauhi malam, Ibukota Pusat, Ibukota Utara, Ibukota Barat, dan juga Kepulauan Seribu masih berawan, sementara DKI Jakarta Selatan juga Timur berpotensi hujan ringan.

    Pada waktu malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta cerah berawan, kecuali Ibukota Indonesia Selatan dan juga Timur yang dimaksud berawan.

    BMKG memperkirakan suhu udara DKI Jakarta berada di tempat kisaran 24-31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara di tempat kisaran 75-92 persen.

    Sementara itu, angin bertiup dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan 5-10 kilometer per jam.

    Pilihan Editor: Daftar HP Tidak Mendapat Pembaruan Android 15 lalu Prakiraan Cuaca BMKG di area Top 3 Tekno

  • Beberapa Area Pekan Hal ini Mulai Diguyur Hujan, Kapan Awal Musim Hujan pada Jawa Barat?

    Beberapa Area Pekan Hal ini Mulai Diguyur Hujan, Kapan Awal Musim Hujan pada Jawa Barat?

    Jakarta -nnBadan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa pada September 2024, sebagian wilayah Jawa Barat akan mengalami masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan atau yang tersebut disebut pancaroba. Hal ini ditandai dengan melemahnya angin timuran atau Monsun Australia.

    “Musim hujan dalam sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan dimulai pada Oktober,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, pada Rabu, 11 September 2024.

    Namun, ada beberapa pengecualian, seperti wilayah Tasikmalaya serta Pangandaran, yang dimaksud diprediksi akan memasuki musim hujan pada dasarian ketiga September 2024. Sementara itu, area pantai utara seperti Bekasi, Karawang, Subang, kemudian Indramayu diperkirakan baru memasuki musim hujan pada awal hingga pertengahan November.

    Walaupun begitu, prediksi cuaca harian BMKG pada Rabu, 11 September 2024, menunjukkan prospek hujan ringan hingga sedang pada pukul 07.00-13.00 Waktu Indonesia Barat di tempat beberapa wilayah seperti Daerah juga Pusat Kota Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Daerah lalu Daerah Perkotaan Bogor, Wilayah Bekasi, Ciamis, Pusat Kota Banjar, Karawang, kemudian Indramayu.

    Antara pukul 13.00-19.00 WIB, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Daerah Bandung Barat, Daerah serta Pusat Kota Bogor, Perkotaan Depok, Cianjur, juga Kota juga Pusat Kota Sukabumi. Daerah lain dalam Jawa Barat diperkirakan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Sedangkan dari pukul 19.00-01.00 WIB, kemungkinan hujan ringan hingga sedang terjadi di tempat sebagian wilayah Daerah Bogor, Wilayah kemudian Perkotaan Sukabumi, Cianjur, Garut, dan juga Kota dan juga Pusat Kota Tasikmalaya.

    BMKG juga memberikan peringatan serius dini mengenai peluang hujan yang tersebut dapat disertai petir kemudian angin kencang pada skala lokal, teristimewa mendekati siang hingga waktu malam lalu dini hari. Wilayah yang dimaksud berpotensi mengalami kondisi ini antara lain Daerah juga Pusat Kota Sukabumi, Daerah kemudian Daerah Perkotaan Bogor, Cianjur, Karawang, Wilayah lalu Pusat Kota Tasikmalaya, Wilayah Bandung Barat, Garut, Wilayah juga Perkotaan Bandung, Pusat Kota Cimahi, Pangandaran, Indramayu, kemudian Kuningan.

    BPBD Jawa Barat Siaga Menjelang Musim Hujan8

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dengan BPBD kabupaten kemudian kota dan juga berbagai pemangku kepentingan keadaan darurat di dalam wilayah Jabar, perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Hal ini penting teristimewa untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana ketika pemilihan kepala tempat serentak pada 27 November 2024.

    Diperkirakan, pilkada serentak akan berlangsung di area musim hujan, sehingga peluang bencana terkait hidrometeorologi basah perlu diwaspadai agar tiada mengganggu proses pemungutan serta perhitungan suara.

    Pelaksana Harian Kepala BPBD Jabar, Anne Hermadianne Adnan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis juga memberikan arahan untuk BPBD kabupaten juga kota di dalam Jabar guna meningkatkan kesiapsiagaan. “BPBD Jabar akan segera mengadakan apel kesiapsiagaan menghadapi prospek bencana hidrometeorologi untuk menggalang pelaksanaan pemilihan gubernur Serentak 2024,” ungkap Anne di tempat Bandung pada Rabu, 11 September 2024.

    Apel yang disebutkan akan melibatkan berbagai pihak, seperti BASARNAS, damkar, KPU Jabar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Kodam III Siliwangi, Brimob, Polda Jabar, serta unsur relawan.

    Pada September 2024, Jabar diperkirakan memasuki masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Masa ini ditandai dengan gejala cuaca tidaklah menentu seperti pembaharuan suhu, hujan deras mendadak, angin kencang, petir, kelembapan tinggi, dan juga cuaca yang tersebut tak stabil, yang tersebut meningkatkan risiko bencana lalu penyakit.

    Ke depan, intensitas hujan diperkirakan meningkat di dalam seluruh wilayah Jabar, mengancam daerah-daerah rawan bencana.

    Anne juga menambahkan bahwa selain apel kesiapsiagaan, akan dijalankan rapat koordinasi kemudian penyusunan rencana aksi untuk menghadapi bencana selama pemilihan. Langkah ini mencakup penerbitan kebijakan Gubernur Jabar terkait kesiapsiagaan darurat bencana banjir, longsor, serta angin kencang dalam seluruh wilayah Jabar, dan juga pembentukan pos komando pada tingkat kabupaten/kota apabila diperlukan.

    Sebelumnya, pemerintahan Provinsi Jabar sudah mengeluarkan Surat Edaran No. 8386/PEM.05/BPBD pada 21 Agustus 2024, yang mana meminta-minta kesiapsiagaan bencana selama Pemilihan Kepala Daerah terhadap Sekretaris Daerah di area seluruh kabupaten/kota di area Jabar.

    Anne menggalakkan pemerintah tempat untuk menyelenggarakan apel kesiapsiagaan, rapat koordinasi, dan juga menyusun rencana aksi yang mana sesuai. Dia juga mengimbau pemda untuk mengidentifikasi keinginan sumber daya yang dimaksud tersedia lalu mempersiapkannya untuk diaktifkan apabila dibutuhkan.

    “Semoga pelaksanaan pemilihan gubernur 2024 berjalan lancar, serta upaya kesiapsiagaan ini mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana agar pemilihan tetap saja terlaksana sesuai jadwal,” tambah Anne.

    EIBEN HEIZAR | ANWAR SISWADI
    Pilihan editor: Awal Musim Hujan Jawa Barat Bervariasi: Dari Dasarian 3 September Hingga November

  • Info Terkini Gempa M4,5 Guncang Gunungkidul, BMKG: Gempa Susulan ke-258 di tempat Zona Megathrust

    Info Terkini Gempa M4,5 Guncang Gunungkidul, BMKG: Gempa Susulan ke-258 di tempat Zona Megathrust

    Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan juga Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik mengguncang wilayah Gunungkidul, Yogyakarta, juga sekitarnya pada hari Kamis, 12 September 2024 pukul 10.25.13 WIB.

    Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini miliki parameter dengan magnitudo M4,5. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.72° LS kemudian 110.25° BT tepatnya di dalam laut pada jarak 90 kilometer arah barat daya Gunungkidul, DIY, dengan kedalaman 30 Km.

    “Dengan memperhatikan lokasi episenter kemudian kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang tersebut terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di area bidang kontak antar lempeng (megathrust),” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi kemudian Tsunami BMKG Daryono, Kamis.

    Guncangan gempa bumi ini dirasakan pada tempat Gunungkidul, Bantul, Pacitan, Wonogiri II MMI, yaitu getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga pada waktu ini belum ada laporan dampak kehancuran yang tersebut ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

    Hingga hari Kamis, 12 September 2024 pukul 11.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan gempa bumi ini merupakan bagian rangkaian gempa bumi Gunungkidul M5,8  yang terjadi pada hari Hari Senin tanggal 26 Agustus 2024 pukul 19.57.42 Waktu Indonesia Barat juga sudah pernah tercatat adanya 258 kali gempa bumi susulan (aftershock).

    Pilihan Editor: Daftar HP Tidak Mendapat Pembaruan Android 15 lalu Prakiraan Cuaca BMKG di tempat Top 3 Tekno

  • Kapan Musim Hujan 2024 Tiba? Hal ini Penerangan BMKG

    Kapan Musim Hujan 2024 Tiba? Hal ini Penerangan BMKG

    Jakarta – Sejumlah tempat dalam Indonesia masih mengalami musim kemarau. Hal itu ditandai dengan cuaca panas dan juga kekeringan hingga kekurangan air yang mana melanda beberapa wilayah, misalnya dalam Batang, Jawa Tengah juga Kota Bekasi, Jawa Barat. 

    Berdasarkan Update Prediksi Musim Kemarau 2024 (Pemutakhiran Juni) pada Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di dalam Sulawesi terjadi pada Agustus hingga September, sedangkan puncak musim kemarau terbanyak pada zona musim (Zom) Maluku kemudian Papua diperkirakan terjadi pada Oktober 2024. 

    Lantas, Kapan Musim Hujan 2024 Tiba?

    Merujuk pada Buletin Data Iklim Agustus 2024, wilayah Indonesia umumnya diperkirakan mengalami curah hujan dengan kategori menengah hingga tinggi pada September hingga November 2024. Pada September 2024, sebanyak 21,75 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yaitu 0-100 milimeter per bulan. 

    Kemudian, 69,49 persen wilayah diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah sebesar 100-300 milimeter per bulan. Sisanya, sebesar 8,76 persen wilayah di area Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi, yaitu lebih lanjut dari 300 milimeter per bulan. 

    Sementara pada Oktober 2024, terdapat sekitar 7,64 persen tempat yang mana diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah, 64,57 persen kategori menengah, kemudian 27,79 persen berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. 

    Selanjutnya pada November 2024, BMKG memperkirakan sebanyak 0,65 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, 52,59 persen pada kategori menengah, kemudian 46,76 persen sisanya diprediksi pada kondisi tinggi hingga sangat tinggi. 

    Sebagian Daerah Mengalami Hujan Ringan

    Melansir Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III Agustus 2024 dari laman BMKG, pada September Dasarian II hingga III 2024, sebagian wilayah dalam Indonesia umumnya diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian. Berikut daftarnya: 

    September II 2024

    Sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan Barat, serta Kalimantan Tengah. 

    Selanjutnya, sebagian besar Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian Maluku, Maluku Utara, sebagian kecil Papua, sebagian Papua Barat, Papua Pegunungan, kemudian sebagian Papua Selatan. 

    September III 2024

    Sebagian Aceh, sebagain Riau, sebagian Sumatra Utara, sebagian Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan juga sebagian Kalimantan Tengah. 

    Kemudian, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Maluku Utara, sebagian kecil Papua, sebagian Papua Barat, Papua Pegunungan, lalu sebagian Papua Selatan. 

    Tak belaka itu, BMKG juga memprediksi curah hujan kurang dari 100 milimeter per bulan pada September 2024 hingga Februari 2025. Berikut daftarnya:

    –   September 2024: berpeluang tinggi terjadi di tempat sebagian Sumatra Selatan, sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, serta sebagian Papua Selatan.

    –   Oktober 2024: berpeluang tinggi terjadi dalam sebagian Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, juga sebagian Papua Selatan.

    –   November-Desember 2024: berpeluang kecil terjadi pada Sulawesi Tengah.

    –   Januari-Februari 2025: berpeluang kecil terjadi di area pesisir timur Sumatra bagian utara. 

    Pilihan Editor: BMKG: Jawa Barat Masuk Musim Hujan Awal Oktober, DKI Jakarta Hujan Ringan