Tag: Biomedical and Genome Science Initiative

  • Menkes paparkan pengembangan genomika RI terhadap Putri Mahkota Swedia

    Menkes paparkan pengembangan genomika RI terhadap Putri Mahkota Swedia

    DKI Jakarta – Menteri Kesejahteraan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan pengembangan genomika Indonesi melalui acara Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) untuk Putri Mahkota Swedia, Victoria.

    Kunjungan ke Pusat Biomedis lalu Genomika Bidang Kesehatan di dalam Gedung Eijkman, Jakarta, Jumat. dikerjakan Putri Mahkota Victoria di kapasitasnya sebagai Duta Kehormatan Proyek Pembangunan Bangsa-Bangsa (UNDP).

    Menkes Budi menyampaikan Putri Victoria menyampaikan ketertarikan setelahnya mengetahui bahwa Indonesi memiliki acara yang dimaksud memanfaatkan ilmu genomika untuk menguatkan kedokteran presisi dan juga kesiapsiagaan wabah pada Indonesia.

    “Dia tertarik akibat ia tidaklah sadar Indonesia sudah ada melakukan ini. Ini adalah kan inisiatif yang mana dilakukannya dalam Eropa, Amerika, UK, UAE. Negara-negara kaya kan dia ingin usia panjang kan? Orang kaya nggak ingin meninggalnya cepat, ingin umurnya 120 tahun, 130 tahun,” kata Menkes Budi.

    Menkes menjelaskan bahwa seiring perkembangan ilmu pengetahuan, pada masa kini para peneliti lebih banyak enteng udah mengerti akan cara tubuh manusia bekerja, mulai dari komponen terkecil yang tersebut bernama DNA.

    Pemahaman terhadap DNA, lanjutnya, memungkinkan tenaga kesejahteraan dan juga peneliti mengetahui karakteristik genetik yang tersebut berkaitan dengan penyakit. Dengan demikian, diagnosis dan juga terapi dalam masa depan dapat direalisasikan secara tambahan tepat sesuai keadaan biologis setiap-tiap individu.

    Budi mengutarakan teknologi genome sequencing sebelumnya sejumlah dimanfaatkan untuk mengidentifikasi karakteristik virus. Namun, teknologi yang mana sejenis sekarang ini dikembangkan untuk mengerti genom manusia yang tersebut sangat tambahan kompleks.

    “Virus kan cuma 30 ribu base pair. Kalau manusia itu ada 2 miliar. Jadi kalau misalnya ginjalnya rusak, ya salah satu DNA-nya itu ya mesti dibenarkan, yang mana mana, kita mesti cari,” katanya.

    Selain menghimpun data dari pasien rumah sakit, Budi mengutarakan pemerintah juga mulai memasukkan data dari warga baik untuk memulai pembangunan basis data genom Indonesia.

    Pengembangan basis data yang disebutkan membutuhkan kapasitas penyimpanan yang dimaksud besar. Budi mengumumkan kapasitas data yang tersebut tersedia pada waktu ini mencapai sekitar 4,5 petabyte kemudian ditargetkan meningkat berubah menjadi 10 petabyte.

    Melalui kegiatan BGSi yang dimaksud didukung oleh UNDP, Kemenkes telah dilakukan mendirikan 10 pusat genomik khusus dan juga 29 laboratorium surveilans nasional dan juga berusaha mencapai sekuensing 400.000 genom hingga 2030.

    Adapun Putri Mahkota Victoria tiba dalam Tanah Air pada Jumat, untuk kunjungan resmi selama empat hari yang digunakan akan mencakup Ibukota dan juga Lombok.

    Melalui kunjungannya, Victoria akan menyaksikan dengan segera perjalanan pembangunan Indonesia, mulai dari sains genomik serta digitalisasi layanan kesehatan, ekosistem biru, hutan adat, serta komunitas yang tersebut turut merancang masa depan yang digunakan tangguh dan juga berkelanjutan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • UNDP: Kunjungan Putri Swedia mengungkap kesempatan kerja serupa baru genomika

    UNDP: Kunjungan Putri Swedia mengungkap kesempatan kerja serupa baru genomika

    Ibukota – Kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria selaku Duta Kehormatan Proyek Pembangunan Bangsa-Bangsa (UNDP) ke DKI Jakarta mengupayakan kesempatan kerja mirip baru untuk mengoptimalkan genomika Tanah Air melalui inisiatif Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi).

    Perwakilan UNDP Indonesia, Siprianus Bate Soro, di Jakarta, Jumat, menyatakan BGSi merupakan inisiatif inisiatif nasional unggulan Kementerian Aspek Kesehatan yang didukung oleh UNDP dengan memanfaatkan ilmu genomika untuk menguatkan kedokteran presisi lalu kesiapsiagaan wabah dalam Indonesia.

    “Tentu cuma ada harapan bahwa melalui kunjungan ini akan ada kerjasama baru misalnya. Sementara tadi sifatnya baru memperkenalkan programnya seperti itu, tidaklah ada pembicaraan-pembicaraan yang tersebut lebih banyak teknis,” kata Siprianus di dalam Pusat Biomedis kemudian Genomika Bidang Kesehatan di dalam Gedung Eijkman, Jakarta.

    Siprianus menyampaikan bahwa BGSi pada waktu ini masih pada proses menuju fungsi yang mana optimal, teristimewa di pemenuhan keinginan data genomik juga kapasitas penyimpanan data.

    Ia menjelaskan salah satu keinginan penting pada pengembangan BGSI adalah biobank atau ketersediaan data genomik pada jumlah agregat besar yang dimaksud pada waktu ini masih di serangkaian pengumpulan.

    Selain itu, kapasitas penyimpanan data juga masih perlu diperkuat. Kebutuhan penyimpanan data yang diperlukan untuk menggalang BGSi disebut mencapai sekitar 10 petabyte, sementara kapasitas yang dimaksud tersedia ketika ini baru sekitar 4,5 petabyte.

    Kebutuhan tersebut, lanjutnya, menunjukkan masih besarnya ruang pengembangan BGSI, baik dari sisi jumlah agregat data genomik yang mana dikumpulkan maupun infrastruktur penyimpanan yang dimaksud dibutuhkan.

    Ia menyatakan kecepatan pengumpulan data genomik lalu pengembangan kapasitas yang disebutkan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran.

    “Pak Menteri sendiri menyampaikan bahwa keinginannya adalah seperti total data genomic science yang tersebut mau dikumpulkan di BGSI itu masih diperlukan sejumlah sekali, serta juga data server masih diperlukan sejumlah sekali, serta kecepatan pengumpulan data-data seperti ini kan sangat tergantung dari anggaran yang dimaksud tersedia,” kata Siprianus.

    Adapun Putri Mahkota Victoria tiba di Negara Indonesia pada Jumat, untuk kunjungan resmi selama empat hari yang mana akan mencakup Ibukota Indonesia serta Lombok.

    Melalui kunjungan tersebut, Victoria akan menyaksikan secara langsung perjalanan perkembangan Indonesia, mulai dari sains genomik dan juga digitalisasi layanan kesehatan, biosfer biru, hutan adat, serta komunitas yang digunakan turut mendirikan masa depan yang mana tangguh kemudian berkelanjutan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.