Tag: baterai HP

  • 8 faktor elemen penyimpan daya handphone bocor lalu cara mencegahnya agar awet

    8 faktor elemen penyimpan daya handphone bocor lalu cara mencegahnya agar awet

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Ponsel atau smartphone pada masa kini sudah menjadi salah satu keinginan primer bagi sebagian besar rakyat pada era digital. Kehadirannya dianggap mampu membantu manusia melakukan berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi hingga hiburan, sehingga perannya identik pentingnya dengan permintaan pokok lainnya.

    Meski demikian, ponsel tetaplah perangkat elektronik yang dimaksud miliki kelemahan. Salah satu hambatan yang dimaksud kerap dikeluhkan para pengguna adalah sel yang tersebut bocor. Baterai yang digunakan mengalami kebocoran tak hanya sekali mempengaruhi performa perangkat, tetapi juga berpotensi mengakibatkan risiko keselamatan seperti kebakaran atau ledakan.

    Berikut ini beberapa faktor penyimpan daya handphone bocor yang penting diketahui agar pengguna dapat mengantisipasi dan juga merawat perangkat dengan lebih lanjut bijak.

    1. Menggunakan ponsel pada waktu terlalu panas

    Paparan suhu panas yang berlebih dapat memicu kebocoran pada elemen penyimpan daya ponsel. Misalnya, menggunakan ponsel di tempat bawah terik matahari atau memainkan perangkat lunak berat seperti gim di durasi panjang memproduksi suhu perangkat naik signifikan. Sebaiknya istirahatkan ponsel atau kurangi aktivitas yang dimaksud memicu panas berlebih.

    2. Mengisi daya bukan sampai penuh

    Khusus bagi sel jenis Lithium Ion (Li-Ion), umur sel ditentukan dari siklus isi ulang. Terlalu banyak mencabut charger sebelum daya terisi penuh dapat memperpendek usia akumulator sehingga rentan bocor. Mulai sekarang, biasakan mengisi daya hingga penuh sebelum melepas charger.

    3. Mengisi daya ketika sel belum lemah

    Selain mencabut charger terlalu cepat, kebiasaan mengisi daya sebelum akumulator benar-benar lemah juga berpotensi merusak siklus baterai. Idealnya, pengisian diadakan ketika daya tinggal sekitar 15 persen atau lebih tinggi rendah agar umur akumulator tetap saja optimal.

    4. Menggunakan ponsel pada waktu dicharge

    Kebiasaan memainkan ponsel pada waktu sedang diisi daya menjadi salah satu faktor umum sel cepat rusak. Aktivitas ini memicu peningkatan suhu yang tersebut signifikan pada perangkat. Jika memang sebenarnya mendesak, sebaiknya pilih ponsel dengan teknologi pengisian daya cepat (fast charging) agar proses pengisian bukan memakan waktu lama.

    Beberapa produsen, seperti Samsung, bahkan menyarankan pengguna tidak ada mengisi daya hingga 100 persen. Disarankan untuk mulai mengisi daya ketika akumulator berada pada bilangan 30 persen serta mencabut pengisian di area kisaran 80–85 persen. Beberapa model ponsel juga sudah pernah dilengkapi fitur protect battery untuk membatasi pengisian daya agar usia sel lebih banyak panjang.

    5. Menjalankan sejumlah aplikasi mobile sekaligus

    Multitugas memang sebenarnya menjadi keunggulan smartphone modern. Namun, membuka berbagai perangkat lunak sekaligus dapat menyebabkan penyimpan daya terkuras lebih besar cepat. Pastikan untuk menghentikan program yang mana tidak ada digunakan melalui task manager atau atur batas penyelenggaraan program pada latar belakang melalui layanan background usage limit.

    6. Tidak menggunakan charger asli

    Penggunaan charger non-original atau palsu dapat mempengaruhi kualitas pengisian daya. Meski charger asli harganya lebih besar mahal, perangkat yang dimaksud dirancang sesuai standar keamanan juga kompatibel dengan ponsel, sehingga dapat meminimalkan risiko kebocoran baterai.

    7. Mengisi daya semalaman

    Meninggalkan ponsel terhubung ke charger sepanjang di malam hari dapat memicu kerusakan pada baterai. Pasokan listrik yang tersebut terus mengalir walaupun sel telah penuh akan memproduksi komponen elemen penyimpan daya cepat aus kemudian berpotensi bocor. Biasakan mencabut charger begitu akumulator terisi penuh.

    8. Korosi pada lempengan baterai

    Korosi pada terminal penyimpan daya juga dapat mengganggu penghantaran arus listrik sehingga akumulator bukan berfungsi dengan optimal. Endapan pada terminal perlu dibersihkan secara berkala agar arus listrik tetap saja lancar kemudian risiko kebocoran dapat dihindari.

    Baterai merupakan komponen vital di ponsel yang mana membutuhkan perawatan juga pengaplikasian secara bijak. Dengan memahami berbagai pemicu kebocoran penyimpan daya dalam atas, diharapkan pengguna dapat menjaga kondisi tubuh sel agar performa ponsel tetap memperlihatkan optimal dan juga risiko keselamatan dapat diminimalisir.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Tips agar Baterai HP iPhone Tetap Awet lalu Tahan Lama

    Tips agar Baterai HP iPhone Tetap Awet lalu Tahan Lama

    Jakarta – Untuk menghemat pemakaian baterai, iPhone menyematkan layanan khusus menghemat elemen penyimpan daya iPhone atau low power mode. 

    Fitur ini dapat dimanfaatkan ketika elemen penyimpan daya HP iPhone pada kondisi rendah. Fitur ini cukup bermanfaat sebab dapat menunda kekuatan sel pada HP iPhone. 

    Selain memanfaatkan ciri low power mode, ada beberapa tips lain yang digunakan mampu Anda gunakan agar elemen penyimpan daya iPhone masih awet dan juga tahan lama. 

    Tips agar Baterai iPhone Awet

    Mengutip dari laman resmi Apple, berikut ini tips untuk mempertahankan sel iPhone agar awet digunakan untuk waktu lama.

    1. Aktifkan Mode Daya Rendah

    Pada iPhone iOS 9, terdapat fasilitas khusus Mode Daya Rendah untuk memaksimalkan daya akumulator ponsel sehingga waktu penggunaannya lebih besar lama.

    Saat kapasitas akumulator mencapai 10 atau 20 persen, sistem iPhone akan memberikan notifikasi khusus untuk mengingatkan pengguna mengaktifkan Mode Daya Rendah belaka dengan satu ketukan.

    Cara kerja Mode Daya Rendah untuk memaksimalkan pengaplikasian akumulator dengan mengempiskan kecerahan layar, menghurangi animasi sistem berjalan, hingga mengoptimalkan performa handphone.

    Aktivitas yang mana dapat dijalankan pengguna di Mode Daya Rendah cuma melakukan fungsi utama. Di antaranya menerima pesan, panggilan telepon, email, hingga mengakses internet.

    Dalam pemanfaatan internet, Anda bukan bisa jadi mengunduh konten pada latar belakang serta ciri AirDrop dan juga iCloud.

    2. Optimalisasi Pengaturan Ponsel

    Cara lain untuk mengoptimalkan elemen penyimpan daya adalah dengan menyesuaikan kecerahan layar lalu jaringan internet dari Wi-Fi.

    Untuk menyesuaikan kecerahan layar ponsel, di area antaranya:

    • Cara meredupkan kecerahan dengan mengakses Pusat Kontrol kemudian seret slider kecerahan ke bawah
    • Cara untuk menyesuaikan kecerahan otomatis dengan mengakses menu “Pengaturan”, kemudian pilih menu “Umum” lalu “Aksesibilitas” dan juga terakhir klik “Akomodasi Layar juga Atur Kecerahan Otomatis ke Nyala”

    Sementara itu, menggunakan jaringan internet Wi-Fi untuk mengoptimalkan akumulator sangat dianjurkan.

    Pasalnya pemakaian akumulator handphone untuk mengakses internet melalui data internet justru lebih besar besar memakan daya sel daripada menggunakan jaringan Wi-Fi.

    Oleh oleh sebab itu itu, disarankan untuk menggunakan jaringan internet Wi-Fi bila Anda ingin menghemat daya sel sambil masih mengakses internet.

    3. Update Gadget Lunak ke Versi Terbaru

    Langkah yang digunakan terakhir adalah meng-upgrade perangkat lunak iPhone Anda ke iOS versi terbaru.

    • Membuka menu atau perangkat lunak “Pengaturan” di tempat ponsel
    • Memilih menu “Umum”
    • Memilih menu “Pembaruan Peralatan Lunak”
    • Mengikuti seluruh instruksi pembaruan perangkat lunak sampai berhasil

    Namun, bila notifikasi pembaruan sudah pernah tersedia, segera hubungkan perangkat ke sumber daya. Lalu lakukan pembaruan secara nirkabel atau dengan menghubungkannya ke komputer. Kemudian update pembaruan iOS sekaligus iTunes versi terbaru.

    Nah, itulah tips agar akumulator iPhone awet digunakan untuk waktu yang tersebut cukup lama. Terus-menerus mengisi daya smartphone sebenarnya tak disarankan sebab berpotensi menurunkan kapabilitas elemen penyimpan daya ponsel tersebut.

    Apabila kebiasaan mengisi daya ulang sel ponsel banyak dilakukan, maka kemungkinan Anda harus mengganti elemen penyimpan daya ponsel dengan yang tersebut baru semakin cepat.

    HERZANINDYA MAULIANTI

    Pilihan Editor: Cara Mengaktifkan Hotspot pada iPhone dengan Mudah