Tag: Bapanas

  • Bapanas: Rencana SPHP fokus pada wilayah dengan nilai tukar beras dalam menghadapi HET

    Bapanas: Rencana SPHP fokus pada wilayah dengan nilai tukar beras dalam menghadapi HET

    Ibukota – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan penyaluran beras Rencana Stabilisasi Pasokan kemudian Harga Pangan (SPHP) akan lebih lanjut fokus pada wilayah yang dimaksud nilai tukar beras mediumnya tambahan lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Deputi Lingkup Ketersediaan dan juga Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengutarakan pada area yang digunakan disebut "merah" atau memiliki nilai tukar membesar dibandingkan dengan wilayah lainnya seperti Kepulauan Maluku serta Papua.

    "Indikator keberhasilan acara beras SPHP kali ini tidak ukuran yang tersebut disalurkan, tapi efektivitas di penurunan nilai di wilayah yang mana disalurkan," ujar Ketut pada Jakarta, Selasa.

    Menurut Ketut, salah satu langkah yang digunakan dapat direalisasikan adalah dengan menggandakan pasokan ke wilayah tersebut.

    Misalnya, kata Ketut, apabila di Papua biasa mendapat 1.000 ton beras maka akan digandakan bermetamorfosis menjadi 2.000 ton beras. Upaya ini diyakini Ketut dapat menekan biaya beras di dalam tempat yang tersebut dianggap terus-menerus tinggi.

    Lebih lanjut, Ketut menyampaikan penyaluran beras SPHP dengan total yang serupa rata pada tiap daerah, bukan lagi bisa jadi diterapkan pada 2025.

    "Jangan sampai kejadiannya, kita laksanakan SPHP, membiarkan semuanya begini belaka (volume beras yang digunakan sama), tapi tidak ada ada penurunan harga. Hal ini berubah menjadi koreksi kami, evaluasi kami pada tahun 2023-2024," kata Ketut.

    Diberitakan sebelumnya, Bapanas akan memberikan sanksi terhadap penjual yang digunakan jual beras Stabilisasi Pasokan kemudian Harga Pangan (SPHP) di dalam berhadapan dengan harga jual eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

    "Ini adalah beras pemerintah, begitu beras pemerintah maka penerapan HET-nya bermetamorfosis menjadi wajib. Wajib dan juga apabila dilanggar ada sanksi," ujar Ketut.

    Ketut menyampaikan seluruh pihak terkait harus mematuhi aturan yang mana berlaku untuk SPHP. Dengan demikian, nilai tukar beras yang digunakan diterima oleh konsumen sesuai dengan HET.

    Penyaluran beras SPHP sendiri merupakan upaya dari pemerintah untuk menekan biaya beras. Oleh karenanya, ia menekankan tidaklah boleh ada permainan harga jual di dalam tingkat pengecer.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Harta kekayaan Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional yang digunakan baru

    Harta kekayaan Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional yang digunakan baru

    DKI Jakarta – Andi Amran Sulaiman dipilih oleh Presiden Prabowo mengisi sikap strategis sebagai Kepala Badan Pangan Nasional. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 116/P tahun 2025 per tanggal 9 Oktober 2025.

    Jabatan baru Amran menggantikan kedudukan Arief Prasetyo Adi. Sebelumnya, Amran Sulaiman menjabat sebagai Menteri Pertanian sejak 25 Oktober 2023 lalu memegang tempat menteri yang dimaksud mirip pada periode 2014-2019 era Presiden Jokowi.

    Lalu, pria kelahiran Sulawesi ini juga pernah menduduki kedudukan Kepala Operasi Lapangan juga Logistik di dalam PT Perkebunan Nusantara XIV.

    Selain ke globus pemerintah, Amran juga terjun pada globus bisnis. Ia merupakan pemimpin Tiran Group, perusahaan holding yang mana ia dirikan sejak 1998 dan juga beroperasi utama di dalam Negara Indonesia Timur.

    Dengan jejak karir tersebut, Amran pun salah satunya di figur pemerintahan yang kaya. Lantas, berapakah harta kekayaan yang dimilikinya? Berikut mengambil dari data LHKPN.

    Harta kekayaan Andi Amran Sulaiman

    Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Amran Sulaiman tercatat miliki kekayaan bersih mencapai Rp1.382.900.461.435 atau Rp1,3 triliun. Laporan ini disampaikan pada 20 Maret 2025 periode 2024.

    Dari besaran total tersebut, mayoritas harta kekayaannya berasal dari aset surat berharga senilai Rp863,4 miliar.

    Kemudian, aset lainnya terdiri dari kas dan juga setara kas sebesar Rp516 miliar, harta bergerak mencapai Rp2,8 miliar, juga harta lainnya senilai Rp38,5 juta.

    Tak hanya sekali itu, Amran juga miliki aset tanah juga bangunan dengan total nilai Rp296,8 miliar, dan juga alat transportasi dan juga mesin sebesar Rp18,6 miliar.

    Dengan total kekayaan kotor mencapai Rp1,69 triliun, ia memiliki hutang sekitar Rp315,5 miliar. Sehingga kekayaan yang digunakan dimilikinya berubah jadi Rp1,38 triliun.

    Untuk selengkapnya, berikut rincian harta kekayaan Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional yang baru.

    1. Tanah lalu bangunan: Rp296.831.372.750

    • Tanah lalu bangunan seluas 600 m²/320 m² dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp600.000.000
    • Tanah dan juga bangunan seluas 150 m²/70 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp500.000.000
    • Tanah serta bangunan seluas 201 m²/120 m² ke Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp500.000.000
    • Tanah seluas 5.000 m² ke Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp5.000.000.000
    • Tanah seluas 65.984 m² ke Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp10.532.246.865
    • Tanah seluas 5.043 m² di Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp579.945.000
    • Tanah seluas 193 m² di Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp482.500.000
    • Tanah seluas 361 m² di Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp902.500.000
    • Tanah seluas 2.976 m² dalam Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp5.952.000.000
    • Tanah seluas 1.093 m² di dalam Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp2.732.500.000
    • Tanah seluas 9.318 m² ke Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp1.487.322.325
    • Tanah seluas 49.997 m² ke Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp7.980.430.810
    • Tanah seluas 5.000 m² pada Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp5.000.000.000
    • Tanah seluas 300 m² dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp2.156.700.000
    • Tanah seluas 119 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp855.491.000
    • Tanah seluas 151 m² dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp830.500.000
    • Tanah seluas 150 m² dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp825.000.000
    • Tanah seluas 928 m² di dalam Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp928.000.000
    • Tanah seluas 242 m² di Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp242.000.000
    • Tanah seluas 8.036 m² di Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp803.600.000
    • Tanah seluas 3.122 m² di dalam Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp312.200.000
    • Tanah seluas 2.928 m² pada Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp292.800.000
    • Tanah seluas 18.790 m² dalam Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp1.879.000.000
    • Tanah seluas 11.357 m² di Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp1.135.700.000
    • Tanah seluas 11.392 m² di dalam Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp1.139.200.000
    • Tanah seluas 6.097 m² pada Kab/Kota Bone, hasil sendiri Rp43.593.550
    • Tanah seluas 6.848 m² dalam Kab/Kota Bone, hasil sendiri Rp48.963.200
    • Tanah seluas 155 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp780.465.000
    • Tanah seluas 150 m² dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp759.690.000
    • Tanah seluas 191 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp270.456.000
    • Tanah seluas 139 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp600.000.000
    • Tanah seluas 294 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp2.000.000.000
    • Tanah seluas 74.700 m² di Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp21.289.500.000
    • Tanah seluas 14.956 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp4.262.460.000
    • Tanah seluas 33.000 m² ke Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp9.405.000.000
    • Tanah seluas 27.440 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri Rp196.196.000
    • Tanah seluas 17.820 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri Rp127.413.000
    • Tanah seluas 8.694 m² di dalam Kab/Kota Bone, hasil sendiri Rp100.000.000
    • Tanah seluas 1.087 m² ke Kab/Kota Bone, hasil sendiri Rp50.000.000
    • Tanah seluas 1.400 m² di Kab/Kota Pangkajene lalu Kepulauan, hasil sendiri Rp7.000.000
    • Tanah seluas 4.376 m² di dalam Kab/Kota Pangkajene dan juga Kepulauan, hasil sendiri Rp21.880.000
    • Tanah seluas 4.198 m² ke Kab/Kota Pangkajene kemudian Kepulauan, hasil sendiri Rp20.990.000
    • Tanah seluas 2.833 m² pada Kab/Kota Pangkajene kemudian Kepulauan, hasil sendiri Rp14.165.000
    • Tanah seluas 1.315 m² pada Kab/Kota Pangkajene dan juga Kepulauan, hasil sendiri Rp6.575.000
    • Tanah seluas 693 m² pada Kab/Kota Ibukota Selatan, hasil sendiri Rp11.883.395.256
    • Tanah seluas 7.000 m² ke Kab/Kota Ibukota Selatan, hasil sendiri Rp62.817.371.863
    • Tanah seluas 995 m² ke Kab/Kota Ibukota Selatan, hasil sendiri Rp12.775.078.594
    • Tanah seluas 1.313 m² pada Kab/Kota Ibukota Indonesia Selatan, hasil sendiri Rp22.515.004.287
    • Tanah seluas 29.950 m² di Kab/Kota Konawe Utara, hasil sendiri Rp599.000.000
    • Tanah seluas 15.000 m² pada Kab/Kota Konawe Utara, hasil sendiri Rp300.000.000
    • Tanah seluas 57.644 m² di dalam Kab/Kota Makassar, hibah tanpa akta Rp16.428.540.000
    • Tanah seluas 153 m² pada Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp841.500.000
    • Tanah seluas 460.000 m² pada Kab/Kota Makassar, hibah tanpa akta Rp23.000.000.000
    • Tanah seluas 3.275 m² dalam Kab/Kota Makassar, hibah tanpa akta Rp49.125.000.000
    • Tanah seluas 305 m² ke Kab/Kota Makassar, hasil sendiri Rp1.677.500.000
    • Tanah seluas 120.000 m² di Kab/Kota Gowa, hasil sendiri Rp1.215.000.000

    2. Alat transportasi lalu mesin: Rp18.664.760.000

    • Mobil Hummer Jeep tahun 2009, hasil sendiri Rp2.500.000.000
    • Mobil Toyota Camry Sedan tahun 2005, hasil sendiri Rp300.000.000
    • Mobil Toyota Fortuner Jeep tahun 2006, hasil sendiri Rp450.000.000
    • Mobil Toyota Kijang Innova Minibus tahun 2005, hasil sendiri Rp170.000.000
    • Mobil Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019, hasil sendiri Rp1.800.000.000
    • Mobil Mini Cooper S Countryman tahun 2018, hasil sendiri Rp1.000.000.000
    • Mobil Honda Brio Satya 1.2 E CVT CKD tahun 2021, hadiah Rp160.000.000
    • Mobil Mercedes-Benz Maybach S-Class tahun 2021, hasil sendiri Rp8.184.760.000
    • Mobil Toyota Alphard 3.5 Q A/T tahun 2018, hibah tanpa akta Rp1.400.000.000
    • Mobil Toyota Alphard 3.5 Q A/T warna hitam metalik tahun 2018, hasil sendiri Rp2.700.000.000

    3. Harta melakukan pergerakan lainnya: Rp2.814.812.500

    4. Surat berharga: Rp863.494.000.000

    5. Kas serta setara kas: Rp516.593.937.108

    6. Harta lainnya: Rp38.520.100

    Sub total: Rp1.698.437.402.458

    7. Hutang: Rp315.536.941.023

    Total harta kekayaan (dikurangi hutang): Rp1.382.900.461.435

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bapanas: Harga cabai rawit Rp46.767/kg, bawang merah Rp47.100/kg

    Bapanas: Harga cabai rawit Rp46.767/kg, bawang merah Rp47.100/kg

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatatkan data penurunan nilai tukar cabai rawit merah tingkat konsumen Rp46.767 per kilogram (kg) dibandingkan sebelumnya Rp52.003 per kg, sedangkan bawang merah Rp47.100 per kg turun dari sebelumnya Rp54.151 per kg.

    Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas pada Jakarta, Senin, pukul 07.30 WIB, tarif pangan lainnya dalam tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium di dalam harga jual Rp16.164 per kg turun dari sebelumnya Rp16.243 per kg.

    Lalu, beras medium di area nilai tukar Rp14.312 per kg turun dari hari sebelumnya Rp14.476 per kg, beras Kelancaran Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.661 per kg turun tipis dari sebelumnya Rp12.674 per kg.

    Komoditas jagung Tk peternak tercatat Rp6.013 per kg turun dari sebelumnya Rp6.378 per kg, kedelai biji kering (impor) dalam tarif Rp10.560 per kg turun dari sebelumnya Rp10.943 per kg.

    Berikutnya bawang putih bonggol di tempat nilai tukar Rp37.800 per kg turun dari hari sebelumnya Rp38.887 per kg.

    Selanjutnya, komoditas cabai merah keriting di dalam biaya Rp39.212 per kg turun dari sebelumnya Rp44.861 per kg, lalu cabai merah besar di dalam biaya Rp42.154 per kg turun dari sebelumnya Rp44.849 per kg.

    Lalu daging sapi murni Rp133.125 per kg turun dari sebelumnya Rp135.413 per kg, daging ayam ras Rp33.113 per kg turun dari sebelumnya Rp35.439 per kg, lalu telur ayam ras Rp28.995 per kg turun dari sebelumnya Rp29.643 per kg.

    Gula konsumsi di dalam biaya Rp17.939 per kg turun tipis dari sebelumnya tercatat Rp18.271 per kg.

    Kemudian, minyak goreng kemasan Rp20.229 per liter turun dari sebelumnya Rp20.922 per liter, minyak goreng curah Rp16.148 per liter turun dari sebelumnya Rp17.515 per liter, MinyaKita Rp16.995 per liter turun dari sebelumnya Rp17.540 per liter.

    Selanjutnya, tepung terigu curah Rp9.838 per kg turun dari sebelumnya Rp9.835 per kg, lalu tepung terigu kemasan Rp12.603 per kg turun dari sebelumnya Rp13.041 per kg.

    Komoditas ikan kembung di dalam nilai Rp42.550 per kg naik dari sebelumnya Rp41.352 per kg, ikan tongkol Rp35.289 per kg naik dari sebelumnya Rp34.599 per kg, ikan bandeng Rp36.769 per kg turun dari sebelumnya Rp34.685 per kg.

    Selanjutnya, garam konsumsi di tempat harga jual Rp11.463 per kg turun dari hari sebelumnya Rp11.612 per kg.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bapanas: Proyek SPHP fokus di area wilayah dengan tarif beras di area berhadapan dengan HET

    Bapanas: Proyek SPHP fokus di area wilayah dengan tarif beras di area berhadapan dengan HET

    Ligapedianews.com Indikator keberhasilan inisiatif beras SPHP kali ini tidak besar yang dimaksud disalurkan, tapi efektivitas penurunan biaya di area wilayah yang tersebut disalurkan

    Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan penyaluran beras Proyek Stabilisasi Pasokan serta Harga Pangan (SPHP) akan lebih lanjut fokus pada wilayah yang tersebut nilai beras mediumnya lebih lanjut tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Deputi Area Ketersediaan lalu Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyatakan pada area yang dimaksud disebut "merah" atau memiliki nilai tinggi dibandingkan dengan tempat lainnya seperti Kepulauan Maluku kemudian Papua.

    "Indikator keberhasilan kegiatan beras SPHP kali ini tidak besar yang mana disalurkan, tapi efektivitas pada penurunan tarif di dalam wilayah yang disalurkan," ujar Ketut di dalam Jakarta, Selasa.

    Menurut Ketut, salah satu langkah yang tersebut dapat diadakan adalah dengan menggandakan pasokan ke wilayah tersebut.

    Misalnya, kata Ketut, apabila dalam Papua biasa mendapat 1.000 ton beras maka akan digandakan menjadi 2.000 ton beras. Upaya ini diyakini Ketut dapat menekan nilai beras di tempat tempat yang dimaksud dianggap terus-menerus tinggi.

    Lebih lanjut, Ketut menyampaikan penyaluran beras SPHP dengan jumlah agregat yang serupa rata pada tiap daerah, tiada lagi sanggup diterapkan pada 2025.

    "Jangan sampai kejadiannya, kita laksanakan SPHP, membiarkan semuanya begini hanya (volume beras yang tersebut sama), tapi tidak ada ada penurunan harga. Ini adalah menjadi koreksi kami, evaluasi kami di dalam tahun 2023-2024," kata Ketut.

    Diberitakan sebelumnya, Bapanas akan memberikan sanksi untuk penjual yang mana memasarkan beras Stabilisasi Pasokan dan juga Harga Pangan (SPHP) di dalam berhadapan dengan biaya eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

    "Ini adalah beras pemerintah, begitu beras pemerintah maka penerapan HET-nya menjadi wajib. Wajib serta apabila dilanggar ada sanksi," ujar Ketut.

    Ketut menyampaikan seluruh pihak terkait harus mematuhi aturan yang digunakan berlaku untuk SPHP. Dengan demikian, tarif beras yang tersebut diterima oleh konsumen sesuai dengan HET.

    Penyaluran beras SPHP sendiri merupakan upaya dari pemerintah untuk menekan harga jual beras. Oleh karenanya, ia menekankan tidaklah boleh ada permainan harga jual di area tingkat pengecer.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bapanas: Harga bawang merah Rp37.900/kg, cabai rawit Rp53.800/kg

    Bapanas: Harga bawang merah Rp37.900/kg, cabai rawit Rp53.800/kg

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatatkan data biaya bawang merah tingkat konsumen mencapai Rp37.900 per kilogram (kg) dibandingkan sebelumnya Rp44.955 per kg, sedangkan cabai rawit merah Rp53.800 per kg turun dari sebelumnya Rp55.398 per kg.

    Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas pada Jakarta, Hari Jumat pukul 06.30 WIB, tarif pangan lainnya dalam tingkat tukang jualan eceran secara nasional, beras premium pada tarif Rp15.625 per kg naik tipis dari sebelumnya Rp15.819 per kg.

    Lalu, beras medium pada harga jual Rp14.130 per kg turun tipis dari hari sebelumnya Rp14.003 per kg; lalu beras stabilitas pasokan dan juga harga jual pangan (SPHP) Bulog di area tarif Rp13.000 per kg naik dari sebelumnya Rp12.565 per kg.

    Komoditas jagung Tk peternak tercatat Rp5.813 per kg turun dari sebelumnya Rp6.131 per kg; kedelai biji kering (impor) pada nilai tukar Rp10.390 per kg turun dari sebelumnya Rp10.845 per kg.

    Berikutnya bawang putih bonggol di tempat harga jual Rp33.400 per kg turun tipis dari hari sebelumnya Rp39.999 per kg.

    Selanjutnya, komoditas cabai merah keriting dalam tarif Rp30.762 per kg turun dari sebelumnya Rp42.697 per kg; lalu cabai merah besar di tempat biaya Rp28.235 per kg turun dari sebelumnya Rp42.918 per kg.

    Lalu daging sapi murni Rp119.647 per kg turun dari sebelumnya Rp135.045 per kg, daging ayam ras Rp33.158 per kg turun dari sebelumnya Rp34.792 per kg, lalu telur ayam ras Rp29.128 per kg turun tipis dari sebelumnya 29.210 per kg.

    Gula konsumsi di tempat harga jual Rp18.136 per kg turun tipis dari sebelumnya tercatat Rp18.447 per kg.

    Kemudian, minyak goreng kemasan Rp19.773 per liter turun dari sebelumnya Rp20.832 per liter; minyak goreng curah Rp16.818 per liter turun dari sebelumnya Rp17.587 per liter; Minyakita Rp16.318 per liter turun tipis dari sebelumnya dRp17.584 per liter.

    Selanjutnya, tepung terigu curah Rp9.571 per kg turun tipis dari sebelumnya Rp9.862 per kg; lalu tepung terigu kemasan Rp12.005 per kg turun dari sebelumnya Rp12.988 per kg.

    Komoditas ikan kembung di area nilai tukar Rp33.950 per kg turun dari sebelumnya Rp41.243 per kg; ikan tongkol 29.022 per kg turun dari sebelumnya Rp34.349 per kg; ikan bandeng Rp32.000 per kg turun dari sebelumnya Rp34.301 per kg.

    Selanjutnya, garam konsumsi di area harga jual Rp9.750 per kg turun tipis dibandingkan harga jual sebelumnya Rp11.665 per kg.

    Sementara itu, daging kerbau beku (impor) di area harga jual Rp99.887 per kg turun dari sebelumnya Rp104.871 kg; daging kerbau segar lokal Rp140.313 per kg turun dari sebelumnya mencapai Rp140.500 per kg.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mendag pastikan stok minyak goreng aman jelang Natal dan juga tahun baru

    Mendag pastikan stok minyak goreng aman jelang Natal dan juga tahun baru

    Kita koordinasi terus ya

    Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meyakinkan bahwa persediaan minyak goreng masih aman tercukupi mendekati perayaan Hari Raya Natal juga Tahun Baru (Nataru).

    Diketahui pada Hari Minggu (10/11), tarif minyak goreng kemasan simpel turun 0,05 persen atau Rp10 menjadi Rp18.280 per kg; begitu pun minyak goreng curah turun 0,12 persen atau Rp20 menjadi Rp16.740 per kg.

    “Sementara pasokan masih aman ya. Mungkin oleh sebab itu keperluan meningkat, tapi pasokan tetap memperlihatkan aman,” kata Budi ketika acara "UMKM Gathering Indogrosir se-Jabodetabek" yang diselenggarakan di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu.

    Budi mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan juga koordinasi dengan pemerintah tempat (Pemda) untuk tetap memperlihatkan menjamin stok minyak goreng tercukupi.

    Pihaknya juga berazam menjaga biaya minyak goreng agar masih stabil sehingga dapat dijangkau oleh warga mendekati akhir tahun.

    “Kita koordinasi terus ya. Kan juga harga-harga stabil, relatif stabil, tapi kita bukan diam, kita bergerak dengan daerah-daerah, melalui Satgas Pangan, dengan pemerintah daerah, dinas, dengan distributor serta para stakeholder untuk mengamankan Nataru,” ujarnya.

    Adapun Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatatkan data nilai beberapa komoditas pangan secara umum fluktuatif hari ini. Bawang putih naik tipis Rp440 menjadi Rp40.810 per kilogram (kg).

    Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas pukul 10.00 WIB, nilai tukar pangan di dalam tingkat peniaga eceran secara nasional, beras premium naik 0,19 persen atau Rp30 menjadi Rp15.460 per kg.

    Sedangkan beras medium turun 0,15 persen atau Rp20 menjadi Rp13.480 per kg; lalu beras stabilitas pasokan juga nilai pangan (SPHP) Bulog naik 0,16 persen atau Rp20 menjadi Rp12.570 per kg.

    Berikutnya komoditas bawang merah naik 2,14 persen atau Rp750 menjadi Rp35.780 per kg; begitu pula bawang putih bonggol naik 1,09 persen atau Rp440 menjadi Rp40.810 per kg.

    Sedangkan nilai tukar komoditas cabai merah keriting turun 0,04 persen atau Rp10 menjadi Rp28.150 per kg; sedangkan cabai rawit merah naik 0,74 persen atau Rp290 menjadi Rp39.740 per kg.

    Berikutnya, nilai tukar daging sapi murni naik 0,08 persen atau Rp110 menjadi Rp134.880 per kg; sedangkan daging ayam ras turun 0,53 persen atau Rp190 menjadi Rp35.920 per kg; lalu telur ayam ras naik 0,49 persen atau Rp140 menjadi Rp28.510 per kg.

    Berikutnya, nilai tukar kedelai biji kering (impor) terpantau naik 1,14 persen atau Rp120 menjadi Rp10.690 per kg; lalu gula konsumsi juga naik 0,39 persen atau Rp70 menjadi Rp18.000 per kg.

    Berikutnya tarif tepung terigu curah turun 1,68 persen atau Rp170 menjadi Rp9.960 per kg; lalu tepung terigu non curah juga turun 1,14 persen atau Rp150 menjadi Rp12.970 per kg.

    Kemudian, tarif jagung dalam tingkat peternak naik 2,03 persen atau Rp120 menjadi Rp6,020 per kg; harga jual garam halus beryodium juga naik 0,78 persen atau Rp90 menjadi Rp11.570 per kg.

    Berikutnya, harga jual ikan kembung terpantau naik 0,46 persen atau Rp170 menjadi Rp36.850 per kg; sedangkan ikan tongkol turun 1,78 persen atau Rp550 menjadi Rp30.270 per kg; lalu ikan bandeng juga turun 1,57 persen atau Rp520 menjadi Rp32.520 per kg.