Tag: AI

  • PBB: Kecerdasan buatan dapat jadi ancaman bagi umat manusia

    PBB: Kecerdasan buatan dapat jadi ancaman bagi umat manusia

    Wilayah Moskow – Kecerdasan buatan (AI) dapat berubah menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia sehingga wajib segera ditangani, kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Orang Volker Turk pada Senin.

    "Saya sependapat dengan perasaan khawatir para pelaku bidang bahwa Kecerdasan Buatan canggih dapat menyebabkan risiko eksistensial bagi umat manusia … Saya menyerukan upaya habis-habisan untuk meyakinkan jaminan kuat menghadapi keselamatan lalu keamanan Kecerdasan Buatan sebelum terlambat," kata Turk, menurut pernyataan kantornya.

    Turk menyampaikan pernyataan yang disebutkan di pembukaan ke-63 Dewan HAM PBB.

    Ia menambahkan akan mengirim surat terkait hal yang dimaksud untuk seluruh perusahaan pengembang Teknologi AI terkemuka di beberapa hari mendatang.

    Pada ketika yang mana sama, Turk juga menyoroti bahwa semata-mata segelintir pendatang yang mana memiliki "kekuasaan hampir bukan terbatas melawan AI."

    "Setidaknya, kita membutuhkan negara-negara tempat Artificial Intelligence dikembangkan dan juga negara-negara yang mana terlibat pada rantai pasoknya untuk bersama-sama menyepakati batas-batas yang tersebut bukan boleh dilanggar," kata Turk.

    Pada Desember 2025, Kepala Ekonom Biro Lokal Asia-Pasifik Proyek Pembangunan PBB (UNDP) Philip Schellekens memberi peringatan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence untuk kepentingan militer dapat bermetamorfosis menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia kemudian menyebabkan penderita jiwa pada jumlah keseluruhan besar.

    Schellekens menekankan perlunya regulasi yang digunakan sangat bertanggung jawab untuk mengendalikan pengaplikasian Artificial Intelligence dalam bidang militer.

    Pada Januari 2025, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyampaikan Teknologi AI yang digunakan tak terkendali akan bermetamorfosis menjadi ancaman eksistensial, dengan dengan pembaharuan iklim serta senjata nuklir.

    Sumber: Sputnik

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Belajar dari Singapura, Begini Siapkan Sarjana di Era Gempuran Kecerdasan Buatan

    Belajar dari Singapura, Begini Siapkan Sarjana di Era Gempuran Kecerdasan Buatan

    Jakarta – Di era kecerdasan buatan (AI) kemudian pembaharuan teknologi yang dimaksud begitu cepat, universitas tak lagi sekadar tempat mengejar nilai. Singapura contohnya yang dimaksud sekarang memprioritaskan relevansi institusi belajar terhadap bumi kerja ketimbang tempat ke peringkat global.

    Presiden National University of Singapore (NUS) Professor Tan Eng Chye mengatakan, fokus utama pemerintah bukanlah pada ranking universitas. Menurutnya sekarang ini kemampuan lulusan untuk segera bekerja dan juga bertahan ke berada dalam disrupsi lapangan usaha bermetamorfosis menjadi fokus utamanya.

    “Yang penting bagi kami adalah apakah lulusan bisa jadi mendapatkan pekerjaan lalu mempertahankannya. Universitas bertanggung jawab membantu alumni meningkatkan keterampilan agar tak tertinggal,” kata beliau di diskusi dengan media pada rangkaian kegiatan NUS Innovation Diskusi DKI Jakarta 2025, Hari Jumat (24/10/2025).

    Setiap tahun, kata ia, Kementerian Pendidikan Singapura melakukan survei terhadap lulusan NUS enam bulan setelahnya wisuda. Hasilnya berubah menjadi tolok ukur keberhasilan universitas di membentuk manusia yang mana adaptif, tidak sekadar akademis. “Kami mengawasi sekolah sebagai langkah-langkah seumur hidup,” imbuhnya.

    Open AI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)Foto: Open AI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
    Open AI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

    AI kemudian Cara Belajar Baru pada Kampus

    Wakil Rektor Lingkup Inovasi Pendidikan sekaligus Dekan NUS College Professor Simon Chesterman menegaskan, pembaharuan paling besar justru muncul di ruang kelas. Menurutnya, hal-hal mendasar harus dimulai dimana para siswa belajar.

    “Dulu universitas menyiapkan peserta didik untuk bumi kerja. Sekarang, bola kerja berubah tambahan cepat dari materi kuliah itu sendiri,” katanya.

    NUS pun pada saat ini menawarkan lebih tinggi dari 175 modul berbasis Artificial Intelligence juga menerapkan pendekatan T-shaped education, yakni model pembelajaran lintas disiplin yang menekankan koneksi antar ilmu. “Mahasiswa kami didorong untuk belajar di dalam luar kelas, bereksperimen, bahkan menjelajahi dunia. Karena kemampuan manusia seperti kreativitas kemudian empati justru tak bisa jadi digantikan AI,” jelasnya.

    Transformasi sekolah itu juga diwujudkan lewat kolaborasi regional. NUS menjalin kerja sejenis dengan beberapa universitas besar di dalam Negara Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Gadjah Mada.

    Selain itu, NUS juga mengatur jaringan Block 71 dalam Jakarta, Bandung, serta Yogyakarta. Itu adalah habitat perubahan yang dimaksud mempertemukan mahasiswa, peneliti, serta startup untuk berkolaborasi juga berprogres secara global.

    “Kami ingin mendirikan hubungan yang lebih besar kuat antara Singapura dan juga Indonesia. Planet terus berubah, serta tidaklah ada universitas yang digunakan punya semua jawaban,” ujar Chesterman.

    Peluang untuk Mahasiswa Indonesia

    Dalam kesempatan yang mana sama, Tan menegaskan, NUS membuka bervariasi inisiatif beasiswa bagi peserta didik Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Untuk tingkat sarjana (S1), tersedia beasiswa gabungan dari universitas juga Kementerian Pendidikan Singapura yang tersebut ditujukan khusus bagi pelajar ASEAN.

    Sementara untuk kegiatan magister (S2), NUS menawarkan 50-100 beasiswa setiap tahun, dan juga untuk acara doktor (PhD), seluruh pelajar penerima seleksi kompetitif mendapatkan dukungan penuh.

    “Indonesia adalah salah satu negara dengan talenta paling populer ke Asia Tenggara,” ujar Tan. “Kami berharap semakin sejumlah pelajar Nusantara melanjutkan studi serta berkontribusi pada sistem ekologi sekolah juga perubahan ke NUS,” ucapannya menambahkan.

    (hsy/hsy)
    [Gambas:Video CNBC] Next Article 10 Jurusan dengan Prospek Gaji Paling Kecil, Jangan Sampe Nyesal

  • 3 Jurusan Kuliah yang mana Lulusannya Paling Terancam Tergusur Teknologi AI

    3 Jurusan Kuliah yang mana Lulusannya Paling Terancam Tergusur Teknologi AI

    Daftar Isi
    • 1. Akuntansi
    • 2. Komunikasi, Periklanan, kemudian Marketing
    • 3. Desain Grafis

    Jakarta – Gelombang kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan mengubah wajah dunia kerja secara besar-besaran di waktu dekat. Menurut laporan Forbes, setidaknya ada tiga jurusan kuliah yang digunakan paling berisiko kehilangan relevansi akibat peran manusianya sederhana digantikan oleh teknologi otomatis.

    Laporan yang dimaksud mengutip proyeksi World Economic Wadah yang memperkirakan sekitar 92 jt pekerjaan akan hilang akibat otomatisasi, sementara 78 jt pekerjaan baru muncul untuk memperkuat dunia usaha berbasis AI. Namun, pembaharuan ini juga menuntut bumi lembaga pendidikan untuk meninjau ulang jurusan juga keterampilan yang digunakan diajarkan di dalam kampus.

    1. Akuntansi

    Forbes menyampaikan jurusan akuntansi juga pembukuan tradisional berada di dalam sikap paling rentan. Pekerjaan administratif lalu penghitungan dasar sekarang ini bisa jadi direalisasikan oleh perangkat lunak berbasis AI.

    Karena itu, siswa di dalam bidang keuangan disarankan untuk memperluas kompetensinya, misalnya mengambil spesialisasi seperti Teknologi AI for Finance atau fokus pada analisis kemudian strategi pembangunan ekonomi yang tersebut tak mudah-mudahan diotomasi.

    2. Komunikasi, Periklanan, dan juga Marketing

    Bidang komunikasi serta pemasaran juga menghadapi pembaharuan besar. Artificial Intelligence telah sejumlah digunakan pada pembuatan konten, strategi kampanye, hingga penyusunan siaran pers kemudian unggahan media sosial.

    Forbes menilai, universitas penting menyesuaikan kurikulum agar peserta didik belajar menggunakan Kecerdasan Buatan secara etis dan juga kreatif. Keterampilan mengoperasikan alat seperti HubSpot AI, SEMrush, atau Jasper Kecerdasan Buatan akan berubah menjadi nilai tambah, sementara pendekatan manusia permanen penting untuk melindungi kata-kata kemudian karakter sebuah merek.

    3. Desain Grafis

    Jurusan desain grafis juga disebut semakin rentan tergerus. Kehadiran website desain memungkinkan siapa pun menyebabkan logo atau materi penawaran dengan mudah. Agar permanen relevan, inisiatif studi desain disarankan lebih lanjut menekankan aspek psikologi dan juga strategi komunikasi visual, tidak semata-mata kemampuan teknis menggambar atau mengedit.

    Pendidikan Harus Berubah

    Presiden dan juga direktur utama DeVry University, Elise Awwad, mengatakan, lembaga pendidikan tinggi sekarang ini berada di dalam garis depan perubahan. “Jika kampus tidak ada memprioritaskan institusi belajar Kecerdasan Buatan serta keadilan pada penerapannya, merek bukanlah hanya sekali gagal mendidik mahasiswa, tapi juga gagal mempersiapkan tenaga kerja masa depan,” ucapannya dilansir Forbes.

    Awwad menambahkan, DeVry telah terjadi mengintegrasikan modul Artificial Intelligence ke di beragam jurusan. Hasilnya, tingkat penyelesaian kursus Teknologi AI meningkat 29% di tahunan terakhir.

    “Kami ingin para lulusan siap berinteraksi dengan teknologi ini sejak hari pertama merekan bekerja,” katanya.

    Tnggung jawab untuk beradaptasi dengan era Kecerdasan Buatan tidak ada hanya saja ada dalam tangan universitas. Korporasi juga wajib memberi pelatihan agar karyawan siap menghadapi pembaharuan kemudian Pekerja didorong memanfaatkan wadah belajar daring seperti Coursera, LinkedIn Learning, kemudian Udacity untuk mengasah keterampilan baru.

    (hsy/hsy)
    [Gambas:Video CNBC] Next Article Studi PBB Ungkap Teknologi AI Lebih Kejam terhadap Pekerja Perempuan

  • Cara edit foto miniatur 3D pakai Artificial Intelligence yang digunakan berada dalam tersebar luas di dalam sosmed

    Cara edit foto miniatur 3D pakai Artificial Intelligence yang digunakan berada dalam tersebar luas di dalam sosmed

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – Fenomena konten foto miniatur berbasis kecerdasan buatan (AI) saat ini sedang merebak di area media sosial, teristimewa TikTok juga Instagram. Sederhana namun memukau, konten ini menunjukkan objek seperti motor, mobil, bahkan manusia diubah menjadi figur miniatur 3D.

    Hasilnya menyerupai action figure atau model kit premium dengan efek presisi, pencahayaan realistis, juga tekstur mendetail yang dimaksud membuatnya terlihat profesional. Padahal, proses pembuatannya ternyata sangat mudah dilakukan.

    Tren ini semakin populer setelahnya beberapa kreator membagikan tutorial yang digunakan ditonton hingga jutaan kali. Berikut penjelasan dan juga cara membuatnya dengan mudah.

    Apa itu tren miniatur AI

    Trennya melibatkan foto biasa yang tersebut diubah menjadi gambar 3D miniatur realistis seolah menuju koleksi eksklusif, lengkap dengan latar nyata seperti meja komputer atau kotak kemasan mainan. Latar realistis ini menambah kesan estetika kemudian profesionalisme tanpa perlu teknik editing rumit.

    Alat dan juga jaringan yang dimaksud digunakan

    • Google Gemini Artificial Intelligence melalui fasilitas Nano Banana (Gemini 2.5 Flash Image) via program maupun web

    • Alternatif lainnya seperti Lmarena Artificial Intelligence atau Dreamina juga banyak digunakan

    • Peralatan yang dibutuhkan: smartphone atau komputer dengan koneksi internet stabil.

    Cara memproduksi foto miniatur AI

    1. Siapkan foto yang tersebut tepat

    Pilih foto beresolusi tinggi dengan objek utama jelas serta lengkap agar Artificial Intelligence dapat membaca juga memprosesnya dengan baik.

    2. Akses wadah AI

    • Web: kunjungi gemini.google.com lalu masuk dengan akun Google

    • Aplikasi: unduh dari Play Store atau App Store lalu login

    3. Unggah foto juga masukkan prompt

    Masukkan perintah teks (prompt) detil untuk mengarahkan hasil. Contoh dua prompt populer:

    • Create a 1/7 scale commercialized figurine of the object in the picture, in a realistic style, in a real environment. The figurine is placed on a computer desk with a round transparent acrylic base, no text on the base. The computer screen shows the ZBrush modeling process of this figurine. Next to the screen is a BANDAI style toy packaging box with two dimensional flat illustrations of the original artwork.

    • Turn this photo into a character figure. Behind it, place a box with the character’s image printed on it, and a computer showing the Blender modeling process on its screen. In front, add a round plastic base with the character figure standing on it. Make the PVC material clear, and set the scene indoors.​​

    4. Tunggu pemrosesan lalu unduh hasil

    Dalam hitungan detik hingga menit, Artificial Intelligence akan menghasilkan kembali visual miniatur yang dimaksud siap disimpan.

    5. Edit tambahan dan juga bagikan

    Jika perlu, lanjutkan dengan editing simpel menggunakan perangkat lunak seperti Canva. Setelah itu unggah ke TikTok, Instagram, atau X dengan tagar seperti #MiniaturAI, #AIArtIndonesia, atau #ActionFigureAI untuk menjangkau audiens lebih besar luas.

    Tips anti gagal untuk hasil optimal

    • Pilih objek utama yang tersebut jelas lalu latar mudah agar Artificial Intelligence lebih besar fokus

    • Pastikan koneksi internet stabil agar proses berjalan mulus

    • Gunakan prompt yang tersebut jelas, detil, dan juga spesifik dikarenakan menjadi penentu utama hasil visual

    • Bereksperimen dengan skala figur seperti 1/6, 1/7, atau 1/15 untuk variasi visual

    • Personalisasi prompt, misalnya menyertakan nama pada kemasan figurin untuk kesan unik

    Mengapa tren ini dilirik sejumlah orang?

    • Mudah serta tanpa skill khusus: Cukup menggunakan Teknologi AI dan juga prompt singkat, siapa belaka dapat menciptakan visual keren tanpa pengalaman editing profesional

    • Hasil estetis dan juga dinamis: Visual miniatur realistik yang seolah mampu disentuh menghasilkan konten lebih banyak menarik dan juga berbeda

    • Engagement tinggi di tempat media sosial: Konten unik ini sangat scroll-stopping sehingga menarik reaksi juga share dari pengguna lain

    Dengan demikian, tren foto miniatur Teknologi AI yang dimaksud sedang popular membuktikan bahwa kreativitas digital saat ini lebih lanjut inklusif juga mudah diakses. Dengan menggunakan jaringan Artificial Intelligence seperti Gemini, beberapa langkah sederhana, lalu prompt yang tersebut tepat siapa semata bisa saja menciptakan karya visual unik, estetis, kemudian siap merebak pada media sosial.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Akademi teknik China rilis daftar teknologi Teknologi AI emerging utama

    Akademi teknik China rilis daftar teknologi Teknologi AI emerging utama

    Ligapedianews.com Beijing – Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering/CAE) pada Kamis (31/7) merilis daftar teknologi rekayasa informasi generasi mendatang kemudian kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang sedang mengalami perkembangan (emerging), yang dimaksud diperkirakan akan menjadi sorotan utama di pengembangan Teknologi AI di lima hingga 10 tahun ke depan.

    Daftar itu mencakup hampir 300 teknologi yang digunakan terbagi pada tiga kategori.

    Untuk perubahan di area bidang rekayasa informasi, daftar ini mengidentifikasi 163 teknologi, termasuk komunikasi 6G, model Kecerdasan Buatan skala besar multimoda, dan juga agen serbaguna super (super general-purpose agents).

    Untuk perubahan fundamental lapangan usaha tradisional lalu integrasi interdisipliner, daftar yang dimaksud mencakup 122 teknologi emerging, seperti ilmu saraf komputasional, perangkat pintar yang digunakan dapat dikenakan (smart wearable), juga formulasi obat berbantuan Artificial Intelligence yang tersebut dapat mengatalisasi revolusi produktivitas.

    Daftar itu juga menyoroti 12 tren utama pada bidang Teknologi AI yang mana berkaitan erat dengan keberadaan sehari-hari, termasuk teknologi model Artificial Intelligence skala besar, sistem nirawak cerdas, lalu kecerdasan yang digunakan terintegrasi dengan wujud fisik (embodied intelligence).

    Menurut akademisi CAE Yu Shaohua, daftar yang disebutkan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman rakyat tentang dampak sosial Artificial Intelligence di dalam masa depan sekaligus menyediakan referensi strategis bagi rencana pengembangan AI.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kenapa pelajar wajib melek AI?

    Kenapa pelajar wajib melek AI?

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Di era sekarang, teknologi tumbuh lebih banyak cepat dari yang mana sanggup kita bayangkan.

    Salah satunya adalah kecerdasan buatan atau Kecerdasan Buatan yang dimaksud mulai masuk ke berbagai bidang kehidupan. Tanpa kita sadari, Artificial Intelligence telah mengambil bagian ambil peran pada sekitar kita, dari rekomendasi tontonan, sistem pembayaran, sampai prediksi cuaca.

    Kalau dulu teknologi ini terasa sangat kemudian hanya sekali dipakai perusahaan besar, sekarang Artificial Intelligence telah mulai jadi bagian dari keseharian. Karena itulah, pelajar sebagai generasi muda dituntut untuk tambahan paham juga melek Teknologi AI agar dapat bersaing pada masa depan yang tersebut serba digital.

    Wamenkomdigi Nezar Patria juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi era ini. Ia menyebutkan, prospek dunia usaha digital Indonesia diperkirakan mampu mencapai Rp5.000 triliun pada tahun 2030, dengan partisipasi ke Barang Domestik Bruto (PDB) yang tersebut diproyeksikan mencapai 40 persen. Menariknya, teknologi Artificial Intelligence sendiri diyakini mampu meningkatkan produktivitas hingga 3,5 persen.

    Melihat nomor kemudian potensi sebesar ini, sudah ada saatnya siswa tidaklah hanya sekali menjadi pengguna, tapi juga pengembang juga pelaku berpartisipasi pada pemanfaatan AI.

    Apa itu kecerdasan buatan (AI)?

    Kecerdasan buatan atau pada bahasa inggrisnya disebut artificial intelligent adalah teknologi yang digunakan dapat bekerja seperti manusia. Artificial Intelligence mampu memecahkan masalah, mengenali gambar, menulis, bahkan menciptakan prediksi berdasarkan data.

    Saat ini, sejumlah organisasi yang mana mengoleksi data di total besar dari berbagai sumber, mulai dari sensor pintar, alat pemantau, hingga konten buatan manusia. Nah, Kecerdasan Buatan inilah yang digunakan bertugas menganalisis data-data tersebut, lalu membantu pekerjaan jadi lebih besar cepat kemudian efisien.

    Contohnya, Artificial Intelligence bisa jadi menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis, menimbulkan gambar atau teks untuk promosi, hingga memberikan saran cerdas lewat data yang dimaksud dikumpulkan. Intinya, Kecerdasan Buatan dibuat untuk memproduksi software atau teknologi jadi tambahan pintar, bisa jadi diajak “mengobrol”, membantu kita mengambil keputusan, serta menyelesaikan permasalahan yang mana rumit. Berikut beberapa alasan kenapa peserta didik wajib melek AI:

    1. Teknologi AI akan menjadi bagian dari keberadaan sehari-hari

    Teknologi Kecerdasan Buatan telah banyak diterapkan, bahkan rutin kali tanpa disadari. Mulai dari rekomendasi film, filter wajah, chatbot layanan pelanggan, hingga berbagai aplikasi mobile kampus. Wakil Menteri Komunikasi lalu Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa kita harus bersiap menghadapi masa pada mana semuanya akan serba AI, lalu masa itu telah semakin dekat.

    2. Kans karier dalam bidang digital terus bertumbuh

    Indonesia berada dalam bersiap menuju era perubahan digital, dengan kemungkinan dunia usaha digital nasional diperkirakan mencapai Rp5.000 triliun pada 2030. Artificial Intelligence diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas hingga 3,5 persen. Mahasiswa yang mana melek Kecerdasan Buatan punya prospek lebih banyak besar untuk terlibat secara langsung di pengembangan teknologi kemudian sektor masa depan.

    3. Teknologi AI mampu meningkatkan produktivitas juga efisiensi

    Dengan bantuan AI, berbagai hal bisa jadi dikerjakan tambahan cepat dan juga akurat. Mahasiswa dapat memanfaatkan Artificial Intelligence untuk riset, belajar, menghasilkan karya kreatif, hingga merancang proyek digital.

    4. Indonesia sedang menuju perubahan fundamental digital

    Saat ini, penetrasi internet di dalam Indonesia sudah ada mencapai 80 persen dari total populasi. Pemerintah, di area bawah arahan Presiden Prabowo, memberikan perhatian besar terhadap penguatan infrastruktur digital, termasuk jaringan internet yang digunakan makin luas lalu stabil. Mahasiswa yang mana memahami Artificial Intelligence sanggup terlibat berperan, tidak hanya saja jadi user, tapi juga bergabung menciptakan pengembangan digital.

    5. Supaya bukan tertinggal perkembangan zaman

    Dunia digital terus berprogres tanpa mengantisipasi siapa pun. Kalau tiada belajar dari sekarang, peserta didik dapat tertinggal jauh. Melek Teknologi AI berarti siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.

  • Honda pekerjakan robot pada pabrik di area China untuk produki Ye P7

    Honda pekerjakan robot pada pabrik di area China untuk produki Ye P7

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia (ANTARA) – Merek otomotif dari Negeri Sakura Honda mempekerjakan robot lalu menggunakan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) untuk pabrik mobil listrik merek di dalam Guangzhou, China.

    Laman Carscopps, Kamis (27/3) melaporkan Honda baru-baru ini memproduksi mobil listrik Ye P7 bermitra dengan Guangzhou Automobile Group. Kini pabrik di tempat Guangzhou menggunakan robot kendaraan untuk mengangkut beberapa jumlah komponen mobil seperti akumulator yang digunakan berat, menggantikan tenaga manusia.

    Menurut laporan tersebut, pemanfaatan robot dan juga Artificial Intelligence di area pabrik itu mengempiskan petugas dalam lapangan sekitar 30 persen. Dalam sebuah wawancara dengan Nikkei Asia, Honda menyatakan pengaplikasian robot kemudian Artificial Intelligence untuk mengempiskan biaya tetap memperlihatkan sebanyak mungkin.

    Baca juga: Robot Asimo Honda akan pensiun setelahnya 20 tahun pukau publik

    Baca juga: Honda pangkas produksi ICE di dalam China usai pelanggan anjlok dan juga fokus EV

    Honda meninjau elektrifikasi sebagai kesempatan untuk membongkar bagaimana kendaraan diproduksi.

    Penggunaan robot dan juga Artificial Intelligence pada pembuatan mobil sudah ada lebih besar dulu dilakukan, antara lain, Dongfeng, BMW dan juga Mercedes-Benz.

    Ye P7 menjadi salah satu barang penting bagi Honda untuk mengikuti perkembangan mobil listrik. Mobil itu dibekali akumulator 89,8 kWh serta motor 268 hp untuk model dengan spesifikasi paling rendah.

    Honda menyediakan P7 pada dua tipe, yaitu rear-wheel drive yang mampu menjelajah hingga 650 kilometer lalu all-wheel drive dengan daya jelajah hingga 620 kilometer.

    Baca juga: Dongfeng Honda resmikan pabrik produksi kendaraan energi baru di tempat China

    Baca juga: SUV listrik Honda Ye S7 diklaim mampu tempuh 620 km

  • Menko PM sebut sistem data tunggal rakyat perlu diperkuat Artificial Intelligence

    Menko PM sebut sistem data tunggal rakyat perlu diperkuat Artificial Intelligence

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Menteri Koordinator Pemberdayaan Warga (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan sistem data tunggal sosial kegiatan ekonomi penduduk Indonesia perlu diperkuat oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), misalnya verifikasi identitas menggunakan pemindaian retina mata.

    "Ke depan, mau bukan mau, data tunggal sosial perekonomian nasional harus diperkuat dengan Teknologi AI misalnya, identitas menggunakan retina mata. Jadi, orang enggak sanggup sembarangan mengambil data ganda dari bantuan sosial," kata Muhaimin di tempat DKI Jakarta Selatan, Selasa.

    Dalam kesempatan itu, Muhaimin bercerita bahwa pemerintah pada saat ini telah dilakukan berhasil menciptakan data tunggal penduduk Indonesia pasca beberapa kali percobaan.

    Dengan kesadaran pentingnya data tunggal, Muhaimin menyadari pentingnya integrasi Kecerdasan Buatan dengan percepatan digitalisasi pada sektor ini sehingga pemerintah dapat lebih tinggi produktif di melayani keinginan masyarakat.

    "Dengan kesadaran pentingnya data tunggal ini maka kita memasuki sebuah era di dalam mana akhirnya membutuhkan Artificial Intelligence untuk menjadi bagian integral dari era percepatan memanfaatkan seluruh teknologi bagi upaya kita berperan lebih lanjut produktif khususnya pemerintah di melayani seluruh keperluan publik kita," ujar dia.

    Di sisi lain, Muhaimin juga menekankan di tempat sedang perkembangan lalu pembaharuan bidang teknologi, salah satunya dengan penampilan AI, pemanfaatannya perlu mengedepankan prinsip etika, transparansi, serta keadilan.

    Diketahui, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf meyakinkan Fakta Tunggal Sosial Sektor Bisnis Nasional (DTSEN) akan segera digunakan sehingga penerima bantuan sosial dari pemerintah bisa saja tepat sasaran.

    "Sesuai arahan Presiden (Presiden Prabowo Subianto, red.), kita harus mengentaskan kemiskinan secara kolaboratif, sinergis, serta hasilnya signifikan," katanya.

    Terkait dengan hal itu, pihaknya harus menyebabkan perencanaan yang tersebut baik mengenai bagaimana berbagai intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran yang mana dimulai dengan menghasilkan data terbaru (DTSEN, red.) yang mana tunggal, sehingga permasalahan pengentasan kemiskinan menjadi intervensi semua kementerian, lembaga, kemudian pemerintah daerah.

    Ia mengharapkan pemakaian data tunggal yang tersebut disebut DTSEN itu dapat direalisasikan pada tahun 2025.

  • Kemkomdigi paparkan strategi cegah ancaman penyalahgunaan Artificial Intelligence

    Kemkomdigi paparkan strategi cegah ancaman penyalahgunaan Artificial Intelligence

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Pelaksana tugas (Plt) Pusat Kebijakan Krusial Kementerian Komunikasi serta Digital (Kemkomdigi) Oki Suryowahono memaparkan langkah-langkah strategis guna mengurangi ancaman penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    "AI selalu menjadi dua sisi mata uang, bukanlah hanya saja tentang alat penyimpanan data, tapi sebagai manusia menurut saya ini ada hubungannya dengan privasi, hak asasi, dan juga masa depan kita," kata Oki dalam DKI Jakarta Selatan pada Selasa.

    Oki memaparkan terdapat beberapa jumlah tantangan yang digunakan dihadapi manusia seiring dengan berkembangnya teknologi Artificial Intelligence pada waktu ini. Pertama, Kecerdasan Buatan dinilai berkaitan dengan isu hak asasi manusia.

    Apabila disalahgunakan, teknologi berbasis Teknologi AI seperti alat pemindai wajah kemudian deepfake berpotensi digunakan untuk memantau, mengontrol, hingga menindas manusia.

    Kedua, penyalahgunaan Kecerdasan Buatan juga dapat menyebabkan pelanggaran hak cipta, mengingat kemampuan teknologi yang disebutkan di menciptakan konten baru memanfaatkan berbagai konten yang mana sudah pernah ada sebelumnya.

    "Ada berbagai kemampuan Teknologi AI yang tersebut mampu menciptakan suatu image dari berbagai macam konten yang tersebut ada juga menyebabkan pertanyaan ini punya siapa? Hak cipta ini punya siapa?," ujar Oki.

    Ketiga, Kecerdasan Buatan juga dapat disalahgunakan untuk mencuri data juga melakukan kejahatan siber yang tersebut merugikan banyak pihak. Oleh dikarenakan itu, Oki memaparkan sebagian strategi yang dimaksud dilaksanakan Kemkomdigi pada menjaga dari hal-hal tersebut.

    Pertama, Kemkomdigi meningkatkan kekuatan pendekatan berbasis etika di pemanfaatan teknologi AI. Hal itu didukung oleh Surat Edaran Menteri Komunikasi dan juga Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.

    Langkah berikutnya adalah pembangunan infrastruktur bidang digital yang mana tambahan merata dalam mana ia menyoroti masih terdapat kesenjangan infrastruktur antara Pulau Jawa dengan wilayah Indonesia Timur, khususnya di area area terpencil.

    Kemudian, peningkatan literasi dan juga kemampuan talenta digital Indonesia salah satunya melalui kegiatan Digital Talent Scholarship guna menciptakan sumber daya manusia berdaya saing global.

    "Bagaimana kami bisa jadi meningkatkan kemampuan dan juga daya saing talenta di dalam Indonesia untuk kemungkinan besar masuk ke generasi AI," ucap Oki.

    Terakhir, menggalakkan lalu memfasilitasi integrasi teknologi Teknologi AI dengan berbagai sektor strategis seperti perdagangan, kesehatan, hingga lembaga pendidikan agar berjalan lebih lanjut efisien.

    "Kami pada waktu ini telah mulai mencoba untuk meng-encourage ataupun memfasilitasi seluruh sektor-sektor kesehatan, institusi belajar atau logistik perdagangan itu sudah ada mulai masuk ke dunia digital serta dengan adanya Kecerdasan Buatan pasti akan semuanya menjadi lebih lanjut efisien," kata Oki.

  • Tools for Humanity hadirkan teknologi pembeda manusia dengan Artificial Intelligence

    Tools for Humanity hadirkan teknologi pembeda manusia dengan Artificial Intelligence

    Ligapedia.news Ibukota – Tools for Humanity meluncurkan teknologi bernama Proof of Human, sebuah teknologi dengan sistem yang digunakan dapat memverifikasi serta membedakan manusia asli dengan identitas artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) tanpa menggunakan identitas privasi, pada media World buatan mereka.

    World merupakan wadah open source dari Tools for Humanity, perusahaan teknologi yang didirikan pada awalnya oleh Sam Altman, Alex Blania dan juga Max Novendstern. World bertujuan menjadi layanan keuangan umum dan juga sistem keamanan identitas yang dapat diakses oleh semua orang.

    "World ini adalah sebuah sistem yang tersebut bisa jadi meyakinkan kita semua manusia, sanggup membuktikan kalau diri kita itu memang benar manusia. Di website, di dalam aplikasi, di area dunia online, tanpa kita harus membagikan data pribadi kita," ujar General Manager Tools for Humanity Indonesia Wafa Taftazani di dalam Jakarta, Selasa.

    World menjawab keinginan publik Indonesia untuk bisa jadi membedakan mana manusia asli kemudian identitas AI, secara aman, anonim serta tepercaya.

    Sebab World tidaklah memohonkan kemudian menyimpan data pribadi penggunanya. Proses verifikasi dari World tidak ada memerlukan nama, alamat, NIK, tanggal lahir dan juga data pribadi lainnya, sehingga menjadi terobosan di keamanan digital untuk menjaga privasi seseorang.

    "Menurut kami ke depannya harusnya di dalam dunia online yang digunakan aman serta private. Orang tiada perlu lagi meng-upload atau memberikan data pribadinya ke pihak lain. Cukup dengan menggunakan World ID sudah ada mampu membuktikan kalau ini memang sebenarnya manusia asli, tidak bot atau tidak AI. Kira-kira itulah sistem yang kami buat," ucap Wafa.

    Proses verifikasi untuk mengenali manusia asli dijalankan dengan menggunakan alat Orb, perangkat keras berbentuk bulat yang digunakan memanfaatkan neural network Teknologi AI untuk memverifikasi identitas manusia melalui iris mata manusia dan juga dikonversi menjadi kode unik.

    Solusi ini dapat melindungi warga dari tindakan pencurian data pribadi, penipuan deepfake, juga ancaman digital lainnya.

    Saat ini, World telah hadir pada lebih lanjut dari 20 negara. Di Asia, Indonesia menjadi negara selanjutnya setelahnya diperkenalkan di tempat Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura lalu Filipina.