Tag: ahok

  • Ahok Disenggol PSI: Harusnya Jadi Whistle Blower pada waktu Jabat Komut Pertamina

    Ahok Disenggol PSI: Harusnya Jadi Whistle Blower pada waktu Jabat Komut Pertamina

    Ligapedianews.com JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman menyimak pernyataan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) terkait tindakan hukum dugaan korupsi tata kelola minyak mentah pada tubuh PT Pertamina (Persero). Dia menyesalkan Ahok yang dimaksud dianggapnya bukan mengambil kesempatan membenahi Pertamina ketika menjabat komisaris utama pada perusahaan pelat merah tersebut.

    “Beberapa hari ini kita menyimak wawancara Pak Ahok tentang perkara Pertamina Patra Niaga. Beliau mengaku meninjau berbagai ketidakberesan ketika menjadi komisaris utama. Pak Ahok seharusnya menjadi whistle blower ketika ada di tempat tempat yang disebutkan namun itu tidaklah terjadi,” kata Andy, Selasa (4/3/2024).

    Dia menuturkan, Ahok seharusnya menindaklanjuti sesuai aturan main yang tersebut ada apabila benar mempunyai indikasi korupsi di tempat Pertamina. Dia menjelaskan, ketika menjabat Komisaris Utama Pertamina, Ahok punya kewenangan besar untuk menghindari serta mengawasi direksi.

    Bahkan, lanjut dia, ketika baru menemukan indikasi, Komut bisa jadi menyebabkan mekanisme pemeriksaan. Andy menambahkan, Pertamina punya Tata Kerja Organisasi yang mana mengatur tentang Whistle Blower System (WBS) untuk menghindari juga menemukan jikalau terjadi dugaan pelanggaran.

    “Misalnya fraud, kecurangan di laporan keuangan, konflik kepentingan, korupsi, suap, juga lain-lain,” kata Andy.

    Maka itu, beliau menilai Ahok abai lalu tiada menjalankan kewajiban sebagai Komut Pertamina apabila baru bicara pada hari-hari ini pasca tiada menjabat Komut Pertamina. “Kenapa Pak Ahok tiada melakukan itu semua? Kewajibannya sebagai komisaris utama tidak ada dijalankan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

  • Politikus Gerindra Sebut Ahok Pahlawan Kesiangan: Semua Udah Ditangkap, Tiba-tiba Dia Nongol

    Politikus Gerindra Sebut Ahok Pahlawan Kesiangan: Semua Udah Ditangkap, Tiba-tiba Dia Nongol

    Ligapedianews.com JAKARTA – Politikus Partai Gerindra Hendarsam Marantoko menilai Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) adalah pahlawan kesiangan di tindakan hukum dugaan korupsi pada tata kelola minyak mentah serta hasil kilang PT Pertamina (Persero). Sebab, kata dia, Ahok tanpa peringatan muncul setelahnya Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dituduh pada persoalan hukum tersebut.

    Kemudian, Ahok menyatakan bahwa dirinya akan mengungkap pelaku lain. “Pak Ahok ini pahlawan kesiangan, semua udah ditangkap, bahkan kemungkinan besar akan berlanjut terhadap terperiksa lain, tanpa peringatan ia nongol, itu yang digunakan janggal,” kata Hendarsam pada acara Rakyat Bersuara pada iNews, Selasa (4/3/2025).

    Bahkan, Hendarsam mengaku heran sebab pada beberapa tayangan podcast yang digunakan menghadirkan Ahok sebagai bintang tamu. Ahok disebut tidaklah menjawab ketika ditanyakan apakah mengetahui tindakan pidana yang disebutkan atau tidak.

    “Saya sudah ada tonton semua podcastnya, itu sudah ada ditanyakan ‘Anda tahu enggak perkara Patra Niaga’, enggak dijawab mirip dia, beliau ngomongnya malah prestasi, yang mana ditanyakan simple, Anda tahu atau tidak, tapi enggak dijawab,” ucapnya.

    Ahok, kata Hendarsam, dapat terseret di persoalan hukum ini apabila terbukti mengetahui perbuatan pidana korupsi pada PT Pertamina Patra Niaga, namun membiarkannya. “Yang menjadi dua faktor, ia tau atau tidak, kalau bukan tau, beliau tidaklah menjalankan fungsi pengawasan,” katanya.

    “Kedua, kalau ia tau tapi tutup mata ini yang mana jadi masalah, artinya beliau membiarkan perbuatan pidana terjadi, bahkan sanggup dikatakan ini ada obstruction of justice, akibat fungsi beliau mengawasi, bahkan beliau bisa saja memberikan masukan terhadap direksi, menteri BUMN, lalu Presiden,” sambungnya.

  • Bikin Kejutan di area 2025, Anies-Ahok: Periode Depan Tunggu Tanggal Mainnya!

    Bikin Kejutan di area 2025, Anies-Ahok: Periode Depan Tunggu Tanggal Mainnya!

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ada kejutan pada konferensi Gubernur Ibukota Indonesia 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Gubernur Ibukota Indonesia 2017-2022 Anies Baswedan pada acara Bentang Harapan ‘JakAsa’ dalam Balai Pusat Kota Jakarta, Selasa (31/12/2024) sore.

    Anies serta Ahok kompak tiada membocorkan isi pembicaraan mereka dan juga memohon rakyat untuk mengantisipasi bulan depan akan ada kejutan.

    “Ngobrol sejenis semua lah. Pak Ahok ditanyain bisikin apa? Saya bilang bisikannya…, tunggu. Tunggu tanggal mainnya. Nanti dong. Kan telah dibilang tunggu. Kalau tunggu ya harus tunggu dong kita,” kata Anies usai acara dalam Balai Kota.

    “Bulan depan. Tunggu aja,” timpal Ahok.

    Sementara itu, Plt. Gubernur Ibukota periode 2017 sekaligus Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat menyampaikan akan ada kejutan dalam tahun 2025 mendatang.

    “Ada kejutan dalam tahun depan. Pasti ada kejutan,” ujar Djarot.

    Sebelumnya, pantauan SINDOnews di dalam lokasi acara Anies dan juga Ahok kompak mengenakan kemeja batik. Terlihat Anies serta Ahok asyik mengobrol ketika pembawa acara memperkenalkan satu persatu tokoh dan juga pejabat yang digunakan hadir di area acara tersebut.

  • Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Ahok: Rakyat Cuma Jadi Penonton

    Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Ahok: Rakyat Cuma Jadi Penonton

    Ligapedianews.com JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara tegas menolak wacana kepala tempat dipilih DPRD. Hal itu disampaikan usai hadir di acara Bentang Harapan ‘JakAsa’ di dalam Balai Pusat Kota Jakarta, Selasa (31/12/2024).

    “Kan dari dulu saya tolak,” kata Ahok.

    Dia pun menyinggung zaman Orde Baru dimana rakyat hanya saja menjadi penonton ketika penunjukkan kepala daerah. Ia juga menyoroti peluang praktik deal-dealan menggunakan uang terjadi apabila kepala wilayah dipilih DPRD.

    “Iya dong. Alasan paling penting kan kita harus mengalami zaman Orde Baru. Hasilnya apa? Rakyat kan cuma jadi penonton, nggak peduli. Kita cuma deal-dealan sesama ketua umum partai. Deal-dealan juga dapat pakai duit juga,” sebutnya.

    “Oknum DPRD dibagi, diatur atau diancam untuk pilih orang tertentu yang sudah ada ditentukan. Kita pernah ngalamin kok, zaman Orde Baru kok. Mungkin kalian masih kecil pada waktu itu ya,” ungkapnya.

  • Makna Bisik-bisik Anies-Ahok, Simbol Oposisi hingga Kans Berduet di area Pilpres 2029

    Makna Bisik-bisik Anies-Ahok, Simbol Oposisi hingga Kans Berduet di area Pilpres 2029

    Ligapedianews.com JAKARTA – Kedekatan antara Anies Baswedan kemudian Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) mengindikasikan eratnya hubungan kedua tokoh nasional tersebut. Banyak hal yang tersebut sanggup dimaknai dari momen saling berbisik kedua tokoh di dalam acara Bentang Harapan JakAsa pada Balai Perkotaan DKI Jakarta tersebut.

    Pengamat komunikasi kebijakan pemerintah dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa keeratan hubungan Anies-Ahok tentu diharapkan menular ke para pendukungnya. Setidaknya, hubungan harmonis di tempat antara kedua pendukung itu akan mengakibatkan suasana tenteram dan juga harmonis dalam Jakarta.

    “Harmonisnya pendukung Anies lalu Ahok dapat menjadi kekuatan di membantu Pramono-Rano memulai pembangunan Jakarta. Hal itu akan memudahkan Pramono-Rano merealisir janji-janji politiknya pada waktu kampanye pemilihan gubernur 2024 ,” kata Jamil pada keterangannya, Kamis (2/1/2025).

    Selain itu, ia mengamati momen saling bisik Anies-Ahok dapat semata keduanya secara dengan akan menyampaikan dukungan penuhnya untuk Pramono-Rano pada melaksanakan fungsi serta tugasnya sebagai gubernur lalu duta gubernur Jakarta.

    Meskipun dukungan itu sudah ada disampaikan ketika Pramono kemudian Rano sebaga calon gubernur dan juga perwakilan gubernur, hal itu disampaikan secara terpisah. “Efek politis, psikologis, juga sosiologisnya akan berbedah bila disampaikan bersamaan,” ujarnya.

    Selain itu, Jamil mengamati Anies kemudian Ahok tampaknya akan melakukan pidato urusan politik bersama. Pidato urusan politik itu mampu menjadi respons merekan terhadap persoalan hidup sebagai bangsa serta bernegara kontemporer.

    Di antaranya mampu jadi berkaitan dengan pilkada melalui DPRD, kembali ke UUD 1945, PPN 12 persen, pemberantasan korupsi, kolusi serta nepotisme (KKN), kemudian penanganan pelanggaran HAM. Isu-isu yang dimaksud mampu jadi menjadi topik utama bila Anies serta Ahok melakukan pidato kebijakan pemerintah bersama.

    “Jadi, Anies kemudian Ahok bisa jadi belaka menyampaikan hal-hal yang digunakan spesifik terkait Joko Widodo, teristimewa isu-isu sensitif terkait Jokowi pascapensiun presiden,” tuturnya.

    Anies serta Ahok, kata Jamil, menyampaikan hal itu dapat jadi sebagai awal mendeklarasikan sebagai simbol oposisi. “Mereka ingin menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintahan yang dimaksud berkuasa pada waktu ini,” katanya.