Tag: afc

  • Indonesia U-23 tertinggal 0-1 dari Korea Selatan di tempat putaran pertama

    Indonesia U-23 tertinggal 0-1 dari Korea Selatan di tempat putaran pertama

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Timnas Indonesia U-23 tertinggal 0-1 di area fase pertama Kualifikasi Piala Asia U-23 melawan Korea Selatan di area Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (9/9) waktu malam WIB.

    Gol tunggal Korea Selatan dicetak oleh Hwang Doyun pada menit ke-6.

    Timnas Indonesia U-23 secara langsung tampil agresif sejak menit awal. Pada menit pertama, tekanan Garuda Muda menciptakan kemelut pada depan gawang Korea, tetapi umpan Rayhan Hannan bukan dapat diselesaikan oleh rekan setimnya.

    Korea Selatan membalas dengan gol cepat pada menit ke-6 melalui Hwang Doyun, yang melegakan tembakan keras ke tiang dekat pasca memanfaatkan serangan dari sisi kiri pertahanan Indonesia. Kiper Cahya Supriadi gagal mengantisipasi, menghasilkan skor menjadi satu gol tanpa balas untuk Korea.

    setelah kebobolan, Indonesia berjuang bangkit dengan meningkatkan tekanan. Hokky Caraka sempat menerobos sisi kiri pertahanan Korea, tetapi umpannya terhadap Rafael Struick dipotong bek lawan.

    Pada menit ke-24, Hokky kembali mendapat peluang, namun tendangannya belaka mengenai sisi luar gawang Korea.

    Pada menit ke-36, tendangan bebas Arkhan Fikri ke Kadek Arel dianulir oleh sebab itu offside. Kadek Arel juga gagal memanfaatkan umpan sepak pojok dari Arkhan dengan sundulan yang mana melenceng.

    Di injury time, sundulan Rahmat Arjuna dari umpan Arkhan kembali meleset tipis.

    Korea Selatan, di dalam sisi lain, terus memanfaatkan kesempatan dengan serangan bertubi-tubi, meskipun tak menambah gol hingga fase pertama berakhir.

    Babak kedua diharapkan menjadi momen bagi Garuda Muda untuk membalikkan keadaan.

    Susunan Pemain
    Timnas Indonesia U-23: Cahya Supriadi; Mikael Tata, Kadek Arel, Dion Markx, Dony Tri; Rayhan Hannan, Arkhan Fikri, Zanadin Faris, Rahmat Arjuna; Hokky Caraka, Rafael Struick.

    Korea Selatan: Moon Hyunho; Kang Minjun, Choi Woojin, Choi Seok Hyun, Lee Hyunyong, Kim Jisoo; Hwang Doyun, Joung Jihun, Lee Seungwon, Park Seungho, Jeong Jaesang.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Klasemen akhir Grup J: Timnas U-23 Indonesia finis sikap kedua

    Klasemen akhir Grup J: Timnas U-23 Indonesia finis sikap kedua

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Timnas U-23 Indonesia harus puas menempati finis tempat kedua pada klasemen Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pasca kalah 0-1 dari Korea Selatan pada laga pamungkas di dalam Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa.

    Kekalahan ini menciptakan Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026 di dalam Arab Saudi.

    Indonesia membutuhkan kemenangan untuk lolos sebagai juara grup, sebab kesempatan sebagai runner-up terbaik sudah ada tertutup.

    Namun, harapan yang dimaksud pupus pasca Korea Selatan mencetak gol cepat melalui Hwang Do-yun pada menit ke-6. Hasil satu-nol bertahan hingga laga usai, memverifikasi Korea Selatan meninggalkan sebagai juara Grup J dengan poin sempurna, sembilan poin dari tiga pertandingan.

    Indonesia dan juga Laos sama-sama mengoleksi empat poin, tetapi Indonesia berhak berhadapan dengan tempat kedua berkat keunggulan selisih gol.

    Laos melakukan konfirmasi poin merek dengan kemenangan 3-1 melawan Makau di tempat laga terakhir grup.

    Korea Selatan sendiri tampil dominan sepanjang kualifikasi, mencatatkan kemenangan telak menghadapi Makau (5-0), Laos (7-0), serta Indonesia (1-0). Sementara itu, Indonesia semata-mata mampu mengakumulasi empat poin dari hasil imbang serta satu kemenangan sebelum akhirnya tertunduk dari Korea Selatan.

    Dengan hasil ini, Korea Selatan melakukan konfirmasi tiket ke Piala Asia U-23 2026, sedangkan Timnas U-23 Indonesia harus mengakhiri perjuangan merekan pada sesi kualifikasi.

    Berdasarkan laman resmi AFC, Berikut hasil lalu klasemen Grup J usai pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Asia U-23 2026:

    Selasa, 9 September 2025
    Laos 3-1 Makau
    Indonesia 0-1 Korea Selatan

    No Tim Main Menang Seri Kalah Poin SG
    1 Korsel Selatan 3 3 0 0 9 +13
    2 Indonesia 3 1 1 1 4 +4
    3 Laos 3 1 1 1 4 -5
    4 Makau 3 0 0 3 0 -12

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • AFC sepakati transformasi jadwal kualifikasi yang digunakan diminta PSSI

    AFC sepakati transformasi jadwal kualifikasi yang digunakan diminta PSSI

    Ligapedianews.com Karena kita salah satu kelompok yang dimaksud terbang terjauh jika dibandingkan negara Timur Tengah lain, ada perbedaan waktu juga, jadi kita kirim surat ke AFC

    Jakarta – Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) menyepakati perubahan jadwal pertandingan kedua putaran keempat kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia melawan Irak, sesuai yang diminta oleh PSSI.

    "Lalu didapatkan juga surat tercatat bahwa slot bermain kita itu main 20.15 (waktu setempat) untuk gim pertama (melawan Arab Saudi), dan juga gim kedua jam 18.30 (waktu setempat, melawan Irak). Kami dengan segera diskusi internal dengan BTN kemudian kelompok kepelatihan, bahwa kita harus coba bicara secara sportivitas dan juga mengangkat memang sebenarnya perlu waktu recovery," kata Ketua PSSI Erick Thohir pada jumpa pers pada Jakarta, Kamis.

    "Karena kita salah satu pasukan yang mana terbang terjauh berbeda dengan negara Timur Tengah lain, ada perbedaan waktu juga, jadi kita kirim surat ke AFC."

    "Alhamdulillah AFC merespons dengan baik, laga kedua dimundurkan dari 18.30 jadi 22.30, kita jadi cukup waktu," lanjutnya.

    Dengan perubahan jadwal itu, maka jadwal pertandingan pertama melawan Arab Saudi akan masih berlangsung pada 9 Oktober pukul 00.15 WIB, sedangkan pertandingan kedua melawan Irak akan berlangsung pada 12 Oktober pukul 02.30 WIB.

    Dalam kesempatan itu, Erick menegaskan bahwa pihaknya sudah ada menerima penuh kebijakan AFC yang dimaksud menunjuk Arab Saudi dan juga Irak sebagai tuan rumah pertandingan-pertandingan putaran keempat kualifikasi Piala Global 2026 zona Asia.

    "Tapi yang digunakan kita challenge itu pukul 18.00 itu, kemudian ada aturan 48 jam recovery, dan juga jikalau kita lihat jangka waktu kita terbang, ada beda waktu juga, serta situasi temperatur yang tersebut panas di area sana, ya tentu kita coba adil saja," tutur sosok yang tersebut juga merupakan Menteri BUMN itu.

    Terkait upaya PSSI untuk menggeser jam dan juga bukanlah hari pertandingan, Erick menjelaskan bahwa hal itu disesuaikan dengan acara FIFA match day.

    "Slot FIFA Matychday ini kan cuma 10 hari, apabila biasa diisi dua pertandingan, diisi tiga ini, ya tarik ulur, maju mundur bukan mudah, jadi kita coba men-challenge sesuatu yang dimaksud rasional, enggak kemungkinan besar kita men-challenge sesuatu yang susah, juga memang sebenarnya apabila ingin dihargai, kita challenge hal yang sesuai, tidak yang dimaksud memang benar sulit," ujar Erick.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Melihat peta kekuatan sepak bola Asia di tempat 2025: Mampukah bersaing?

    Melihat peta kekuatan sepak bola Asia di tempat 2025: Mampukah bersaing?

    Ligapedia.news DKI Jakarta – ​Sepak bola Asia sudah mengalami perubahan struktural signifikan di beberapa tahun terakhir, dengan berbagai inisiatif dan juga pembangunan ekonomi yang digunakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lalu daya saing pada kancah global. Namun, pertanyaannya masih "mampukah Asia menyaingi dominasi tradisional Eropa lalu Amerika Selatan pada sepak bola dunia?​"

    Investasi besar-besaran di dalam Timur Tengah

    Salah satu perkembangan paling mencolok adalah pembangunan ekonomi besar-besaran yang mana diadakan oleh negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Kompetisi Pro Saudi telah terjadi menarik perhatian dunia dengan merekrut atlet bintang seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Roberto Firmino, hingga Sadio Mané.

    Investasi ini bukan semata-mata meningkatkan profil liga domestik tetapi juga memberikan dampak positif bagi sepak bola Asia secara keseluruhan. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menyatakan bahwa peluncuran pemain kelas dunia pada klub-klub Saudi akan memberikan faedah besar bagi sepak bola Asia dengan mentransfer pengalaman dan juga standar profesionalisme yang dimaksud tinggi ke liga-liga nasional lainnya di dalam benua ini. ​

    Menurut peringkat yang mana dirilis oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk musim 2024/2025, liga-liga terbaik di area Asia adalah sebagai berikut:​

    1. Arab Saudi (109.054 poin)​
    2. Jepang (102.153 poin)​
    3. Korea Selatan (89.990 poin)​
    4. Uni Emirat Arab (71.653 poin)​
    5. Iran (68.312 poin)​

    Arab Saudi menempati sikap teratas berkat performa impresif klub-klub seperti Al-Hilal, Al-Nassr, juga Al-Ittihad di tempat kompetisi kontinental. Negeri Matahari Terbit juga Korea Selatan juga menunjukkan konsistensi melalui klub-klub seperti Urawa Red Diamonds lalu Jeonbuk Hyundai Motors.

    Peningkatan infrastruktur kemudian kompetisi klub

    Selain pembangunan ekonomi di pemain, peningkatan infrastruktur sepak bola juga menjadi fokus utama. FIFA, melalui kegiatan Forward, sudah pernah menyokong pengembangan infrastruktur di tempat seluruh Asia, termasuk perkembangan 112 lapangan baru lalu peluncuran 31 liga domestik. Inisiatif ini memberikan tambahan dari 18.000 pemain wanita dan juga 98.000 pemain pria kesempatan untuk berkompetisi lalu berprogres di lingkungan yang dimaksud lebih banyak profesional. ​

    Lebih lanjut, FIFA Club World Cup 2025 yang dimaksud akan diadakan pada Amerika Serikat diharapkan menjadi era baru bagi sepak bola klub, dengan partisipasi empat klub Asia: Ulsan HD (Korea Selatan), Urawa Red Diamonds (Jepang), Al Hilal SFC (Arab Saudi), dan juga Al Ain FC (Uni Emirat Arab). Kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas lalu solidaritas di sepak bola klub global. ​

    Kolaborasi regional dan juga pengembangan sumber daya manusia

    Kolaborasi antara FIFA serta negara-negara ASEAN juga menunjukkan komitmen untuk mentransformasi sepak bola di area kawasan tersebut. Dengan pengaktifan kantor FIFA di dalam Ibukota pada November 2023, disertai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan ASEAN, diharapkan sinergi antara pemangku kepentingan sepak bola di dalam Asia Tenggara dapat ditingkatkan. Langkah ini mencakup workshop kemudian inisiatif yang dimaksud berfokus pada tata kelola keuangan lalu pengembangan kapasitas. ​

    Selain itu, acara FIFA Football Executive Programme yang digunakan diselenggarakan di tempat Ibukota Indonesia pada Mei 2024 melibatkan perwakilan dari 29 asosiasi anggota FIFA pada Asia lalu Oseania. Proyek ini bertujuan untuk membekali para eksekutif sepak bola dengan pengetahuan serta keterampilan pada pengelolaan organisasi sepak bola, termasuk perencanaan anggaran, pengadaan, serta manajemen krisis.

    Fokus pada pengembangan usia dini kemudian manajemen olahraga

    Di tingkat nasional, beberapa negara Asia sudah pernah menjalin kerja identik internasional untuk meningkatkan kualitas sepak bola mereka. Di Indonesia sendiri, Kementerian Pemuda dan juga Olahraga (Kemenpora) bekerja identik dengan La Kejuaraan Asia untuk mengembangkan pembinaan usia dini serta manajemen olahraga.

    Menteri Pemuda serta Olahraga, Dito Ariotedjo, menekankan pentingnya pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput kemudian berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

    Tantangan lalu prospek ke depan

    Meskipun terdapat kemajuan signifikan, tantangan masih ada. Dominasi tradisional Eropa kemudian Amerika Selatan di sepak bola dunia bukanlah sesuatu yang dimaksud mudah untuk diatasi. Namun, dengan penanaman modal yang mana berkelanjutan di infrastruktur, pengembangan pemain muda, peningkatan standar liga domestik, kemudian kolaborasi regional yang digunakan erat, Asia memiliki peluang untuk mempersempit kesenjangan tersebut.​

    Inisiatif seperti peningkatan jumlah total slot untuk kelompok Asia di tempat Piala Global FIFA dari empat menjadi delapan regu juga memberikan potensi lebih banyak besar bagi negara-negara Asia untuk berkompetisi pada level tertinggi. Hal ini diharapkan dapat menggerakkan penanaman modal lebih tinggi lanjut lalu meningkatkan standar sepak bola pada seluruh benua. ​

    Secara keseluruhan, sepak bola Asia berada di dalam jalur yang digunakan tepat menuju perubahan yang signifikan. Melalui komitmen dari berbagai pemangku kepentingan dan juga dukungan dari organisasi internasional seperti FIFA, masa depan sepak bola Asia tampak cerah. Namun, perjalanan menuju tingkat kompetitif yang setara dengan Eropa serta Amerika Selatan memerlukan upaya berkelanjutan, strategi yang dimaksud tepat, lalu dedikasi dari semua pihak yang terlibat.

  • AFC Merilis Ranking Turnamen pada Asia, Turnamen 1 Indonesia Peringkat Berapa?

    AFC Merilis Ranking Turnamen pada Asia, Turnamen 1 Indonesia Peringkat Berapa?

    Ligapedianews,com Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah lama merilis peringkat paruh musim kompetisi klub pria AFC 2024-2025. Lantas, bagaimana dengan kedudukan Kompetisi 1 Indonesia?

    Dari data yang tersebut dibeberkan AFC diketahui bahwa Arab Saudi masih kokoh di tempat puncak klasemen. Sementara Kejuaraan 1 Indonesia harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan dari Thailand juga Malaysia.

    Dalam daftar yang dimaksud mencakup 47 negara anggota AFC, Arab Saudi menjadi pemimpin dengan 109 poin. Dominasi klub-klub Saudi Pro League di area AFC Champions League Elite, seperti Al Nassr, Al Ahli, serta Al Hilal yang berhasil melaju ke putaran 16 besar, menjadi faktor utama keberhasilan ini.

    Posisi kedua ditempati Jepun (102) kemudian Korea Selatan (89,900 poin). Sementara itu, Turnamen 1 Indonesia berada di dalam peringkat 25 dengan 18,2 poin, menunjukkan peningkatan tiga peringkat dari tahun lalu.

    Namun, tempat ini masih jarak jauh di tempat bawah Thailand (peringkat ke-8 dengan 53.1 poin) kemudian Negara Malaysia (peringkat ke-10 dengan 39.8 poin). Klub-klub Indonesia, termasuk Persib Bandung yang berlaga di dalam AFC Champions League Two, mengalami kesulitan bersaing di tempat level internasional. Persib harus tersingkir di tempat sesi penyisihan grup, menunjukkan tantangan besar yang tersebut dihadapi sepak bola Indonesia.

    Di sisi lain, Singapura mencatatkan lonjakan signifikan berkat performa impresif Lion City Sailors pada ACL Two. Keberhasilan dia melaju ke perempat final membantu Singapura naik lima peringkat ke kedudukan ke-18. Kamboja juga mengalami peningkatan, naik empat peringkat ke sikap ke-27, berkat performa Preah Khan Reach Svay Rieng FC di dalam AFC Challenge League.

    Peringkat AFC ini menjadi cerminan kekuatan kompetisi klub dalam Asia. Dominasi Arab Saudi menunjukkan pembangunan ekonomi besar-besaran dia pada sepak bola, sementara negara-negara lain terus berjuang untuk meningkatkan kualitas kompetisi mereka. Kompetisi 1 Indonesia perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing di dalam level internasional serta mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga.